24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
July 21, 2025
in Bahasa
Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

MASYARAKAT Bali  pada umumnya berkomunikasi dengan anaknya dengan menggunakan nama diri. Misalnya anak perempuannya bernama  Indah, orang tua akan memanggilnya dengan kata itu. Saat ini  masyarakat Bali  juga menggunakan bentuk sapaan Kakak/Kak, Adik/Dik, Adek/Dek untuk menyapa anaknya. Bentuk sapaan  ini merupakan bentuk sapaan yang dipinjam dari bahasa Indonesia. Bentuk sapaan ini sangat intensif dipergunakan dalam berkomunikasi antara orang  tua dengan anaknya. Penggunaan bentuk sapaan ini sangat populer saat ini.

 Kata adik awalnya dipergunakan untuk merujuk kekerabatan yang mana pasangan suami istri  mempunyai dua anak atau lebih. Bentuk sapaan yang digunakan oleh adik menyapa kepada kakaknya dengan memanggil kakak begitu sebaliknya. Namun saat ini, bentuk sapaan adik/dik /dek juga digunakan oleh orang tua untuk menyapa anaknya.

Data 1

Ibu                  : Adik  kayeh nae malu

                          ’Adik mandi dulu.’

Anak               : Ita nu ngae tugas, Mak.

                          ’Ita masih buat tugas, Mak’

Kata adik/dik atau dek sering kali digunakan sebagai sapaan yang mencerminkan keakraban dan kasih sayang. Meskipun secara literal bahwa  adik bermakna  orang yang lebih muda. Penggunaannya bentuk sapaan adik dalam konteks keluarga saat ini lebih fleksibel. Penggunaan  bentuk sapaan ini memberi kesan bahwa ibu ingin mengekspresikan hubungan emosional yang hangat dan penuh perhatian kepada anaknya.

Penggunaan kata adik bisa menjadi upaya ibu untuk menciptakan suasana yang akrab dan hangat di antara anggota keluarga. Dengan menyapa anak dengan cara ini, ibu dapat memperkuat ikatan emosional dan mendorong perasaan saling menghargai di antara saudara-saudara lainnya dalam keluarga. Panggilan bentuk sapaan dik tidak saja digunakan oleh orang tua dalam menyapa anaknya tetapi juga digunakan oleh nenek kepada cucunya. Perhatikan data berikut (data terekam saat di rumah makan Bali di Desa Lukluk, Kabupaten Badung, Bali)

Data 2

Nenek             : Dik, sing dadi nakal.

                            ’Dik tidak boleh nakal.’

Nenek             : Aduh nakal sajan ne. Dik .. Adik.

                              ’ Aduh nakal sekali. Dik.. Adik.’

Penggunaan kata dik untuk menunjukkan kedekatan antara penyapa dengan yang disapa. Parkinson (2020) menyatakan bahwa bentuk sapaan dipergunakan mencerminkan keakraban, ketidakakraban , kekuatan, solidaritas, dan kesetaraan.  Dalam hal ini anggota keluarga (nenek) menyapa dengan menggunakan  bentuk sapaan dikuntuk menjalin kedekatan emosional antara nenek  dengan cucunya.  Uniknya penggunaan bentuk sapaan dik digunakan untuk menyapa anaknya  yang merupakan anak tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kata adik/dik /dek tidak harus merujuk bahwa anak tersebut sebagai anak yang  lebih kecil. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh penggunaan bentuk sapaan adik/dik/dek di sinetron-sinetron.

Bentuk Sapaan Kakak/Kak

Fenomena penggunaan bentuk sapaan kakak/kak sama seperti penggunaan kata adik/dik/dek.  Saat ini masyarakat Bali sangat intensif menggunakan bentuk sapaan ini. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan bentuk sapaan ini di sinetron-sinetron yang ditayangkan beberapa stasiun televisi nasional. Penggunaan bentuk sapaan terebut karena pengaruh bahasa indonesia.

Data 3

Ibu                  : Kakak mandi malu.

                          ’Kakak  mandi dulu.’

Anak               : Dija mandi Mak?

                          ’ Dimana mandi Mak?’

Ibu                  : Di kamar mandi diwang.

                             ’Di kamar mandi di luar’

Ibu                  : Kak, suba suud mandi?

                             ’ Kak, sudah selesai mandi?’

Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak digunakan oleh seorang ibu untuk meminta kepada anaknnya untuk segera mandi. Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak ini untuk membangun kedekatan emosional antara ibu dengan anaknya. Susanto (2014:142) menyatakan bahwa penggunaan bentuk sapaan bertujuan  untuk mengekspresikan rasa hormat, solidaritas, keakraban, serta memelihara hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kasus ini seorang ibu menggunakan bentuk sapaan kakak/kak untuk menciptakan keakraban dan mengekpresikan kasih sayang kepada anaknya. Uniknya pemakaian bentuk sapaan kakak/kak digunakan juga  kepada anaknya yang merupakan anak tunggal. Hal ini dilakukan untuk mengekspresikan perasaan kasing sayang antara seorang ibu kepada anaknya.

Secara literal, kakak berarti saudara yang lebih tua, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam konteks keluarga keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyebut atau menyapa saudara yang lebih tua. Di Luar konteks keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyapa atau merujuk pada seseorang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan, khususnya dalam percakapan sehari-hari yang informal.

Lalu bagaimana sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan untuk anak? Sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah nama diri. Jika anak tersebut nama Diah, sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah dengan menggunakan nama diri anak tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak mengaburkan makna bentuk sapaan adik/dek dan kakak. [T]

Penulis: Ketut Suar Adnyana
Editor: Jaswanto

Kesulitan dalam Pendokumentasian Tradisi Lisan
Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Pergeseran Makna Bentuk  Sapaan Bahasa Bali “Mbok” dan “Bli”
Subatah, Makanan Unik: Di Desa Pucaksari Subatah Biasa Digoreng, juga Bisa Di-nyatnyat
Tags: BahasaBahasa BaliNamanama bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antida Sound Garden Resmi Dibuka Kembali, Hidupkan Lagi Ruang Seni Alternatif di Denpasar

Next Post

Selamanya Diogo Jota

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Glosarium Krisis Sampah Bali

by I Made Sudiana
April 17, 2026
0
Glosarium Krisis Sampah Bali

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga...

Read moreDetails

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

by I Made Sudiana
April 13, 2026
0
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di...

Read moreDetails

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

by I Made Sudiana
April 6, 2026
0
‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen...

Read moreDetails

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

by I Made Sudiana
March 18, 2026
0
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

Read moreDetails

Takjil

by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
0
Takjil

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga...

Read moreDetails

Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

by I Made Sudiana
February 14, 2026
0
Tabé dan Tabik: Kesopanan dalam Bertindak dan Kesantunan dalam Berbahasa

Wira, seorang pegiat TikTok dengan nama Si Bli Wira, melalui konten media sosialnya belakangan ini sering mengungkapkan tabik sugra dalam...

Read moreDetails

Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

by Angga Wijaya
September 15, 2025
0
Ketika “Rujak” Bukan Sekadar Nama Makanan di Indonesia

ESAI “Saling Rujak” karya Dahlan Iskan yang terbit di Disway.id pada Senin, 15 September 2025, berangkat dari suasana Forum GREAT...

Read moreDetails

Sudahkah Bahasa Kita Berdaulat?

by Ahmad Sihabudin
July 30, 2025
0
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Dalam  tulisan ini yang maksud kedaulatan bahasa adalah, digunakannya suatu bahasa dalam hal ini bahasa Indonesia secara sadar dan bertanggung...

Read moreDetails

Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

by I Ketut Suar Adnyana
July 18, 2025
0
Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

DESA Pucaksari, yang terletak di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta di wilayah...

Read moreDetails

Pergeseran Makna Bentuk  Sapaan Bahasa Bali “Mbok” dan “Bli”

by I Ketut Suar Adnyana
July 18, 2025
0
Pergeseran Makna Bentuk  Sapaan Bahasa Bali “Mbok” dan “Bli”

PERKEMBANGAN bahasa Bali  saat ini sangat dinamis. Hal itu diakibatkan adanya kontak  dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kontak bahasa...

Read moreDetails
Next Post
Selamanya Diogo Jota

Selamanya Diogo Jota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co