2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
July 21, 2025
in Bahasa
Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

MASYARAKAT Bali  pada umumnya berkomunikasi dengan anaknya dengan menggunakan nama diri. Misalnya anak perempuannya bernama  Indah, orang tua akan memanggilnya dengan kata itu. Saat ini  masyarakat Bali  juga menggunakan bentuk sapaan Kakak/Kak, Adik/Dik, Adek/Dek untuk menyapa anaknya. Bentuk sapaan  ini merupakan bentuk sapaan yang dipinjam dari bahasa Indonesia. Bentuk sapaan ini sangat intensif dipergunakan dalam berkomunikasi antara orang  tua dengan anaknya. Penggunaan bentuk sapaan ini sangat populer saat ini.

 Kata adik awalnya dipergunakan untuk merujuk kekerabatan yang mana pasangan suami istri  mempunyai dua anak atau lebih. Bentuk sapaan yang digunakan oleh adik menyapa kepada kakaknya dengan memanggil kakak begitu sebaliknya. Namun saat ini, bentuk sapaan adik/dik /dek juga digunakan oleh orang tua untuk menyapa anaknya.

Data 1

Ibu                  : Adik  kayeh nae malu

                          ’Adik mandi dulu.’

Anak               : Ita nu ngae tugas, Mak.

                          ’Ita masih buat tugas, Mak’

Kata adik/dik atau dek sering kali digunakan sebagai sapaan yang mencerminkan keakraban dan kasih sayang. Meskipun secara literal bahwa  adik bermakna  orang yang lebih muda. Penggunaannya bentuk sapaan adik dalam konteks keluarga saat ini lebih fleksibel. Penggunaan  bentuk sapaan ini memberi kesan bahwa ibu ingin mengekspresikan hubungan emosional yang hangat dan penuh perhatian kepada anaknya.

Penggunaan kata adik bisa menjadi upaya ibu untuk menciptakan suasana yang akrab dan hangat di antara anggota keluarga. Dengan menyapa anak dengan cara ini, ibu dapat memperkuat ikatan emosional dan mendorong perasaan saling menghargai di antara saudara-saudara lainnya dalam keluarga. Panggilan bentuk sapaan dik tidak saja digunakan oleh orang tua dalam menyapa anaknya tetapi juga digunakan oleh nenek kepada cucunya. Perhatikan data berikut (data terekam saat di rumah makan Bali di Desa Lukluk, Kabupaten Badung, Bali)

Data 2

Nenek             : Dik, sing dadi nakal.

                            ’Dik tidak boleh nakal.’

Nenek             : Aduh nakal sajan ne. Dik .. Adik.

                              ’ Aduh nakal sekali. Dik.. Adik.’

Penggunaan kata dik untuk menunjukkan kedekatan antara penyapa dengan yang disapa. Parkinson (2020) menyatakan bahwa bentuk sapaan dipergunakan mencerminkan keakraban, ketidakakraban , kekuatan, solidaritas, dan kesetaraan.  Dalam hal ini anggota keluarga (nenek) menyapa dengan menggunakan  bentuk sapaan dikuntuk menjalin kedekatan emosional antara nenek  dengan cucunya.  Uniknya penggunaan bentuk sapaan dik digunakan untuk menyapa anaknya  yang merupakan anak tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kata adik/dik /dek tidak harus merujuk bahwa anak tersebut sebagai anak yang  lebih kecil. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh penggunaan bentuk sapaan adik/dik/dek di sinetron-sinetron.

Bentuk Sapaan Kakak/Kak

Fenomena penggunaan bentuk sapaan kakak/kak sama seperti penggunaan kata adik/dik/dek.  Saat ini masyarakat Bali sangat intensif menggunakan bentuk sapaan ini. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan bentuk sapaan ini di sinetron-sinetron yang ditayangkan beberapa stasiun televisi nasional. Penggunaan bentuk sapaan terebut karena pengaruh bahasa indonesia.

Data 3

Ibu                  : Kakak mandi malu.

                          ’Kakak  mandi dulu.’

Anak               : Dija mandi Mak?

                          ’ Dimana mandi Mak?’

Ibu                  : Di kamar mandi diwang.

                             ’Di kamar mandi di luar’

Ibu                  : Kak, suba suud mandi?

                             ’ Kak, sudah selesai mandi?’

Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak digunakan oleh seorang ibu untuk meminta kepada anaknnya untuk segera mandi. Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak ini untuk membangun kedekatan emosional antara ibu dengan anaknya. Susanto (2014:142) menyatakan bahwa penggunaan bentuk sapaan bertujuan  untuk mengekspresikan rasa hormat, solidaritas, keakraban, serta memelihara hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kasus ini seorang ibu menggunakan bentuk sapaan kakak/kak untuk menciptakan keakraban dan mengekpresikan kasih sayang kepada anaknya. Uniknya pemakaian bentuk sapaan kakak/kak digunakan juga  kepada anaknya yang merupakan anak tunggal. Hal ini dilakukan untuk mengekspresikan perasaan kasing sayang antara seorang ibu kepada anaknya.

Secara literal, kakak berarti saudara yang lebih tua, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam konteks keluarga keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyebut atau menyapa saudara yang lebih tua. Di Luar konteks keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyapa atau merujuk pada seseorang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan, khususnya dalam percakapan sehari-hari yang informal.

Lalu bagaimana sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan untuk anak? Sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah nama diri. Jika anak tersebut nama Diah, sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah dengan menggunakan nama diri anak tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak mengaburkan makna bentuk sapaan adik/dek dan kakak. [T]

Penulis: Ketut Suar Adnyana
Editor: Jaswanto

Kesulitan dalam Pendokumentasian Tradisi Lisan
Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Pergeseran Makna Bentuk  Sapaan Bahasa Bali “Mbok” dan “Bli”
Subatah, Makanan Unik: Di Desa Pucaksari Subatah Biasa Digoreng, juga Bisa Di-nyatnyat
Tags: BahasaBahasa BaliNamanama bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antida Sound Garden Resmi Dibuka Kembali, Hidupkan Lagi Ruang Seni Alternatif di Denpasar

Next Post

Selamanya Diogo Jota

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Selamanya Diogo Jota

Selamanya Diogo Jota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co