23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
July 21, 2025
in Bahasa
Sebaiknya Anak Dipanggil dengan Nama Dirinya

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

MASYARAKAT Bali  pada umumnya berkomunikasi dengan anaknya dengan menggunakan nama diri. Misalnya anak perempuannya bernama  Indah, orang tua akan memanggilnya dengan kata itu. Saat ini  masyarakat Bali  juga menggunakan bentuk sapaan Kakak/Kak, Adik/Dik, Adek/Dek untuk menyapa anaknya. Bentuk sapaan  ini merupakan bentuk sapaan yang dipinjam dari bahasa Indonesia. Bentuk sapaan ini sangat intensif dipergunakan dalam berkomunikasi antara orang  tua dengan anaknya. Penggunaan bentuk sapaan ini sangat populer saat ini.

 Kata adik awalnya dipergunakan untuk merujuk kekerabatan yang mana pasangan suami istri  mempunyai dua anak atau lebih. Bentuk sapaan yang digunakan oleh adik menyapa kepada kakaknya dengan memanggil kakak begitu sebaliknya. Namun saat ini, bentuk sapaan adik/dik /dek juga digunakan oleh orang tua untuk menyapa anaknya.

Data 1

Ibu                  : Adik  kayeh nae malu

                          ’Adik mandi dulu.’

Anak               : Ita nu ngae tugas, Mak.

                          ’Ita masih buat tugas, Mak’

Kata adik/dik atau dek sering kali digunakan sebagai sapaan yang mencerminkan keakraban dan kasih sayang. Meskipun secara literal bahwa  adik bermakna  orang yang lebih muda. Penggunaannya bentuk sapaan adik dalam konteks keluarga saat ini lebih fleksibel. Penggunaan  bentuk sapaan ini memberi kesan bahwa ibu ingin mengekspresikan hubungan emosional yang hangat dan penuh perhatian kepada anaknya.

Penggunaan kata adik bisa menjadi upaya ibu untuk menciptakan suasana yang akrab dan hangat di antara anggota keluarga. Dengan menyapa anak dengan cara ini, ibu dapat memperkuat ikatan emosional dan mendorong perasaan saling menghargai di antara saudara-saudara lainnya dalam keluarga. Panggilan bentuk sapaan dik tidak saja digunakan oleh orang tua dalam menyapa anaknya tetapi juga digunakan oleh nenek kepada cucunya. Perhatikan data berikut (data terekam saat di rumah makan Bali di Desa Lukluk, Kabupaten Badung, Bali)

Data 2

Nenek             : Dik, sing dadi nakal.

                            ’Dik tidak boleh nakal.’

Nenek             : Aduh nakal sajan ne. Dik .. Adik.

                              ’ Aduh nakal sekali. Dik.. Adik.’

Penggunaan kata dik untuk menunjukkan kedekatan antara penyapa dengan yang disapa. Parkinson (2020) menyatakan bahwa bentuk sapaan dipergunakan mencerminkan keakraban, ketidakakraban , kekuatan, solidaritas, dan kesetaraan.  Dalam hal ini anggota keluarga (nenek) menyapa dengan menggunakan  bentuk sapaan dikuntuk menjalin kedekatan emosional antara nenek  dengan cucunya.  Uniknya penggunaan bentuk sapaan dik digunakan untuk menyapa anaknya  yang merupakan anak tunggal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kata adik/dik /dek tidak harus merujuk bahwa anak tersebut sebagai anak yang  lebih kecil. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh penggunaan bentuk sapaan adik/dik/dek di sinetron-sinetron.

Bentuk Sapaan Kakak/Kak

Fenomena penggunaan bentuk sapaan kakak/kak sama seperti penggunaan kata adik/dik/dek.  Saat ini masyarakat Bali sangat intensif menggunakan bentuk sapaan ini. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan bentuk sapaan ini di sinetron-sinetron yang ditayangkan beberapa stasiun televisi nasional. Penggunaan bentuk sapaan terebut karena pengaruh bahasa indonesia.

Data 3

Ibu                  : Kakak mandi malu.

                          ’Kakak  mandi dulu.’

Anak               : Dija mandi Mak?

                          ’ Dimana mandi Mak?’

Ibu                  : Di kamar mandi diwang.

                             ’Di kamar mandi di luar’

Ibu                  : Kak, suba suud mandi?

                             ’ Kak, sudah selesai mandi?’

Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak digunakan oleh seorang ibu untuk meminta kepada anaknnya untuk segera mandi. Penggunaan bentuk sapaan kakak/kak ini untuk membangun kedekatan emosional antara ibu dengan anaknya. Susanto (2014:142) menyatakan bahwa penggunaan bentuk sapaan bertujuan  untuk mengekspresikan rasa hormat, solidaritas, keakraban, serta memelihara hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kasus ini seorang ibu menggunakan bentuk sapaan kakak/kak untuk menciptakan keakraban dan mengekpresikan kasih sayang kepada anaknya. Uniknya pemakaian bentuk sapaan kakak/kak digunakan juga  kepada anaknya yang merupakan anak tunggal. Hal ini dilakukan untuk mengekspresikan perasaan kasing sayang antara seorang ibu kepada anaknya.

Secara literal, kakak berarti saudara yang lebih tua, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam konteks keluarga keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyebut atau menyapa saudara yang lebih tua. Di Luar konteks keluarga bentuk sapaan kakak digunakan untuk menyapa atau merujuk pada seseorang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan, khususnya dalam percakapan sehari-hari yang informal.

Lalu bagaimana sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan untuk anak? Sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah nama diri. Jika anak tersebut nama Diah, sebaiknya bentuk sapaan yang digunakan adalah dengan menggunakan nama diri anak tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak mengaburkan makna bentuk sapaan adik/dek dan kakak. [T]

Penulis: Ketut Suar Adnyana
Editor: Jaswanto

Kesulitan dalam Pendokumentasian Tradisi Lisan
Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Pergeseran Makna Bentuk  Sapaan Bahasa Bali “Mbok” dan “Bli”
Subatah, Makanan Unik: Di Desa Pucaksari Subatah Biasa Digoreng, juga Bisa Di-nyatnyat
Tags: BahasaBahasa BaliNamanama bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antida Sound Garden Resmi Dibuka Kembali, Hidupkan Lagi Ruang Seni Alternatif di Denpasar

Next Post

Selamanya Diogo Jota

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Selamanya Diogo Jota

Selamanya Diogo Jota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co