14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertaruhan Kreativitas Anak Muda pada Lomba Modern Dance di Festival Seni Bali Jani 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 21, 2025
in Panggung
Pertaruhan Kreativitas Anak Muda pada Lomba Modern Dance di Festival Seni Bali Jani 2025

Penampilan modern dance di Festival Seni Bali Jani 2025

MODERN Dance, seni pertunjukan tari anak-anak muda, benar-benar mampu memberi warna baru pada perhelatan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-7 tahun 2025. Seni tai modern ini menadapt sambutan meriah, baik dari peserta maupun dari penon.

Di FSBJ tahun 2025 ini modern dance menjadi salah satu pawimba (lomba) yang baru pertama kali dilaksanakan di festival itu. Meski sebagai sajian terbaru, namun Modern Dance mampu membuat penonton terhibur, bahkan ada yang sampai histeris saat menyaksikan anak-anak bergerak di atas panggung.

Modern dance, bagi anak-anak muda masa kini, bisa jadi sebuah pertaruhan kreativitas di bidang seni tari masa kini. Kreativitas memang harus tinggi karena jenis tarian ini tidak sama dengan seni tari tradisional yang sudah memiliki pakem yang pasti.

Penampilan modern dance di Festival Seni Bali Jani 2025

Peserta lomba modern dance melibatkan 10 peserta yang penampilannya dibagi dalam dua hari.  Hari pertama Minggu, 20 Juli menampilkan enam peserta. Hari kedua, Senin 21 Juli 2025 menampilkan empat peserta.

“Anak-nak yang tampil kali ini sagat kreatif, dan itu masuk dalam kreteria dance modern. Meski ada yang memasukan unsur tradisi, namun digarap modern,” kata satu dewan juri, Ni Made Suparmi, didamping Eko Oktopianus Missa dan I Ketut Gede Agus Adi Saputra di sela-sela lomba, Senin 21 Junli 2025.

Ni Made Suparmi merupakan juri dari Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) mengatakan, anak-anak muda sangat antusia menyajikan kreativitas mereka dalam memnggarap dance modern. “Karena ini dance sport perdana, sehingga banyak evaluasi yang diperbaiki ke depan,” ujarnya.

Evalusi itu untuk peserta juga panitia, sehingga nantinya ajang ini bisa lebih banyak diikuti kedepannya. Tari modern itu mesti ada unsur dance, dalam arti tidak ada istilah jiplak pakem tari Bali. Termasuk tidak menjiplak aransemen musiknya sendiri.

Namun, lebih pada memberikan kreativitas pada anak-aak muda supaya bisa mengembangkan bakatnya dalam olah seni. Mudah-mudahan tahun depan bisa difasilistasi kembali, sehingga bisa menginfsormasikan lebih awal kepada sanggar-sanggar, club dan komunitas di Bali.

Anak-anak muda ini bisa menggali banyak hal untuk kemudian merangkai menjadi geraka dance. “Beberapa peserta memang sudah ada yang tampil bagus, namun perlu mengali lebih banya sehingga dapat memberikan warna yang baru dan berbeda,” imbuhnya.

Penampilan modern dance di Festival Seni Bali Jani 2025

Sementara I Ketut Gede Agus Adi Saputra atau akrab disapa Adi Siput perwakilan dari Suradiva Art Dance mengaku, bangga dari penampilan semua peserta karena hampir semua berangkat dari kreativitasnya masing-masing. Sebagai besar menampilkan kreativitas dengan sajian berbeda-beda.

Sebagain besar peserta telah memenuhi unsur dalam kreteria dewan juri, seperti keselarasan tema, koreografi, teknik gerak, keutuhan dan kombinasi. Untuk menjadikan selaras, mereka memasukan rumba yang di dalamnya ada unsur koreografi, seperti cinta.

Karena ini ajang Bali Jani, ada pula yang memasukan tradisional dance sportnya. Kalau unsur-unsur terkait kekuatan juga sebagain besar sudah ada. Lalu, teknik gerak sebagain besar menyajikan kekuatan gerak yang mengusung sport.

Kalau dari segi koreografi, ada yang menyisipkan akrobatik juga cheerleader di dalamnya. Karena ini perdana, mungkin harus ada persamaan persepsi, baik penyelenggara, pesera tentang tari modern itu.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas para peserta karena mereka tampil sangat baik,” ujarnya. Ini merupakan ajang lomba modern dance kali pertama di Bali Jani ini, namun mereka mampu mengekpresikan di dalam sajiannya.

“Kedepan lomba semacam ini bisa dihadirkan, bukan mengangkat ke Bali-an, tetapi bagaiman kita mengangkat Bali ini untuk tetap hadir untuk kekuatan Bali, sehingga bisa memasukan tradisional dance port juga di dalamnya,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan dewan juri Eko Oktopianus Missa perwakilan dari GOG Crew Bali. Namun, ia lebih banyak mengapreasi dari busana peserta yang sangat beragam. Busana peserta sudah sangat baik, sehingga mampu menunjjang penampilan mereka.

“Saya merasa gerakan mereka sudah bisa memberikan sajian ternaik, apalagi dengan tema yang disampikan itu tampak lugas. Namun, ada beberapa peserta yang memakai busana yang agak kurang nyaman dipakai, sehingga menmgganggu jalannya pentas,” kata Eko.

Penampilan modern dance di Festival Seni Bali Jani 2025

Beberapa peserta kurang jeli merancang busana, sehingga dapat menutup gerak dari penari itu sendiri. Padahal, busana itu semestinya dapat mendukung penampilan metela. “Jangan sampai busana itu mengganggu bahkan mengurangi eksplorasi dan kreativitas penampilan,” ujar Eko.

Peserta sesungguhnya bisa memilih busana portble, yang bisa dibuka dan dipasang kembali. “Saya senang dengan semangat dan kreativitas para peserta yang cukup tinggi. Ini menunjukan kalau dance modern itu juga berkembang luas di Bali,” kata Eko. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

2.148 Seniman dan 27 Sajian Acara dalam Festival Seni Bali Jani 2025
Enam Sastrawan Bali Mengumandangkan Semangat Kepahlawanan dalam Puspa Suara Pujangga
“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra
Pan Balang Tamak Mebarung di Art Center Denpasar – Catatan Telat Festival Seni Bali Jani
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2025modern danceseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makanan Mahal ala “Influencer”: Citarasa atau Cuan?

Next Post

Topeng dan Manusia yang Bersembunyi di Baliknya — Dari Sajian Teater Selem Putih di Festival Seni Bali Jani 2025

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails
Next Post
Topeng dan Manusia yang Bersembunyi di Baliknya — Dari Sajian Teater Selem Putih di Festival Seni Bali Jani 2025

Topeng dan Manusia yang Bersembunyi di Baliknya -- Dari Sajian Teater Selem Putih di Festival Seni Bali Jani 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co