12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pan Balang Tamak Mebarung di Art Center Denpasar – Catatan Telat Festival Seni Bali Jani

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
November 12, 2019
in Ulasan
Pan Balang Tamak Mebarung di Art Center Denpasar – Catatan Telat Festival Seni Bali Jani

Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Puluhan remaja memadati halaman depan Gedung Kriya. Mereka adalah pelajar, warga sebuah desa di Bali. Diantaranya, Pan Balang Tamak yang terkenal karena penuh siasat, kritis dan kecerdikannya. hidup bersama istri dan seorang anaknya.

Kisah Pan Balang Tamak Reborn yang dipentaskan Bali Eksperimental Teater (BET) Jembrana pada Festival Seni Bali Jani di Art Center, Taman Budaya Denpasar Bali, Rabu 6 November 2019, malam, itu memang  sarat pesan. Sejak awal, narasi yang dibangun menyentil perilaku beberapa golongan masyarakat yang “membebek” terhadap titah penguasa. Kilasan-kilasan pun isu sosial dihadirkan oleh Nanoq da Kansas sebagai penulis naskah dan sutradara.

Kisah ini diawali ketika Raja (Dodek) berencana melakukan pembangunan. Ditemani pengawalnya yang setia (Mo’ong), ia melakukan inspeksi ke lahan-lahan yang akan dialihfungsikan. Warga pun setia menunggu kehadiran Raja. Mereka berkumpul, menyanjung dan menawarkan beberapa lahan. Warga yang dipimpin Kelian (Edy) begitu antusias karena di desanya akan berdiri kawasan terpadu yang modern dan mewah, di lahan hutan yang telah dibabat.

Namun kericuhan tiba-tiba terjadi karena salah satu warga diperolok warga lainnya. Mereka berkelahi, saling lempar, bergulat. Pengawal terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengurai kekacauan. Serakan daun-daun dan kabut asap yang memenuhi area pertunjukan menciptakan suasana yang dramatis. Setelah suasana terkendali, pertemuan dilanjutkan. Mereka mengamini setiap perkataan Raja. Sejurus kemudian, Pan Balang Tamak (Pramono) datang terlambat dan berkilah bahwa dirinya tak bersalah. Ia telah menaati pengumuman dan datang tepat waktu karena berpatokan pada turunnya ayam dari kandang. Raja tak senang, pengawal murka, warga menggerutu. Diam-diam, Raja memerintahkan pengawal untuk meracuni Pan Balang Tamak.

Tak lama, tersiar kabar bahwa Raja akan mengadakan lomba peragaan busana. Demi mendukung dan melestarikan budaya adiluhung, seluruh warga yang memiliki anak remaja diwajibkan mengikuti lomba. Titah raja adalah sabda pandito ratu, menjadi dasar hukum yang harus ditaati. Jika menolak, hukuman berat akan dijatuhkan bersama seluruh anggota keluarga.

Istri Pan Balang Tamak (Arista) bingung. Ia curiga, ini adalah siasat Raja untuk menghabisi suaminya. Minimal, mempermalukan keluarga mereka di depan seluruh warga. Pan Balang Tamak tak habis akal. Ia menenangkan istrinya, sembari mencari cara agar anaknya bisa bersaing dengan optimal.


Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Mebarung

Naskah Pan Balang Tamak Reborn diadaptasi dari legenda Pan Balang Tamak. Hanya saja, Nanoq berusaha mengoptimalkan “kecerdikan” Pan Balang Tamak dengan menambahkan beberapa adegan untuk menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sosial dan kebijakan populis pemerintah.

Kehadiran tokoh anak Balang Tamak (Elang) menjadi kunci. Ia menggunakan kostum “robot” dengan berbagai “label” yang melekat di tubuhnya, menyanyikan lagu Bongkar milik Iwan Fals bersama Anak Badai yang menjadi pengiring pertunjukan. Label bertuliskan Bansos, Iphone 11, Raskin, Bedah Rumah, dan sebagainya dihadirkan saat lomba busana digelar.

Di sinilah sesungguhnya puncak kritik Nanoq dalam pertunjukan tersebut. Ia mebarung, menembakkan isu-isu yang menjadi keresahannya selama ini. Namun sayang, Nanoq mesti ikhlas babak ini hanya hadir sebagai kilasan semata. Peluru tak punya daya yang kuat. Tembakannya tak cukup menembus dada paling dalam (barangkali) akibat penggarapan yang belum optimal.

Raja pun merasa senang, pengawal terbahak-bahak. Kritik Pan Balang Tamak melalui sang anak dibungkam, dihilangkan, dikeluarkan dari area pertunjukan.

Tak henti di sana, lagi-lagi Nanoq mesti ikhlas. Kali ini, terhadap hal-hal yang berada di luar jangkauannya. Jadwal pementasan Pan Balang Tamak Reborn yang menjadi bagian dari Festival Seni Bali Jani berbenturan dengan Carnival of Rock. Berada dalam satu area yang sama, sama-sama pentas di tempat terbuka, pertunjukan Pan Balang Tamak Reborn terkontaminasi oleh gelegar suara dari musisi rock yang tampil perkasa di panggung terbuka Ardha Candra.

Artinya lagi, BET mebarung dengan pentas musik.  

Nanoq tak menyerah. Ia berusaha mengoptimalkan pertunjukan yang didukung oleh Komunitas Kertas Budaya, Rompyok Kopi, Otakiri Event Indonesia, JCCO dan Pondok Seni Praba Gita itu agar setidaknya mampu memberikan teknis yang baik dan bisa menjadi renungan oleh mereka yang hadir menyaksikan. Maka dilibatkanlah Tude sebagai sound engineer yang berkali-kali menggawangi tata suara band ternama Bali seperti Navicula, Nosstrees, Lolot dan sebagainya. Selain itu, hadir pula Heri sebagai pendukung teknis dengan menggandeng Dore Sound & Lighting.


Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Bentuk-bentuk perlawanan memang lekat pada diri Nanoq, dan sesungguhnya menjadi karakter dalam setiap pertunjukan BET. Ia terbiasa mebarung di segala situasi, menolak kalah sebelum bertarung. Seperti Pan Balang Tamak, ia menyisakan kejutan lainnya.

Kabar tersiar cepat. Silang sengkarut, tali-tali terulur rupa warna, menjelma informasi yang begitu deras dan berjejalan. Warga desa mendengar kabar jika Pan Balang Tamak telah mati. Mereka berpesta. Raja yang senang akan kemenangannya merayakan kematian Pan Balang Tamak dengan menenggak tuak.

Belum usai pesta, belum genap perayaan, pengawal datang membawa berita buruk; racun tak mempan, Pan Balang Tamak masih bernafas! Dengan mata kepala sendiri, ia menyaksikan istri Balang Tamak duduk sembahyang. Wajahnya cerah, tak sedikitpun kesedihan terlihat. Pengawal dan raja cekcok. Raja yang penasaran akhirnya mencampur racun yang digunakan untuk menghabisi Balang Tamak ke dalam minumannya sendiri.

Pesta belum usai, musik masih menggelegar. Dada Raja sesak, lalu ambruk seketika. Siasat Pan Balang Tamak berhasil. Kematiannya menyeret pula kematian bagi Raja. Pandangannya mulai buram, perlahan gulita, seiring lampu pertunjukan yang mulai dipadamkan.[T]

Tags: Festival Seni Bali JanijembranaTeater
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Cerdas Cermat (Tangkas), Dulu dan Sekarang

Next Post

Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

pengamat musik pengamat puisi, main musik juga menulis puisi

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co