2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pan Balang Tamak Mebarung di Art Center Denpasar – Catatan Telat Festival Seni Bali Jani

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
November 12, 2019
in Ulasan
Pan Balang Tamak Mebarung di Art Center Denpasar – Catatan Telat Festival Seni Bali Jani

Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Puluhan remaja memadati halaman depan Gedung Kriya. Mereka adalah pelajar, warga sebuah desa di Bali. Diantaranya, Pan Balang Tamak yang terkenal karena penuh siasat, kritis dan kecerdikannya. hidup bersama istri dan seorang anaknya.

Kisah Pan Balang Tamak Reborn yang dipentaskan Bali Eksperimental Teater (BET) Jembrana pada Festival Seni Bali Jani di Art Center, Taman Budaya Denpasar Bali, Rabu 6 November 2019, malam, itu memang  sarat pesan. Sejak awal, narasi yang dibangun menyentil perilaku beberapa golongan masyarakat yang “membebek” terhadap titah penguasa. Kilasan-kilasan pun isu sosial dihadirkan oleh Nanoq da Kansas sebagai penulis naskah dan sutradara.

Kisah ini diawali ketika Raja (Dodek) berencana melakukan pembangunan. Ditemani pengawalnya yang setia (Mo’ong), ia melakukan inspeksi ke lahan-lahan yang akan dialihfungsikan. Warga pun setia menunggu kehadiran Raja. Mereka berkumpul, menyanjung dan menawarkan beberapa lahan. Warga yang dipimpin Kelian (Edy) begitu antusias karena di desanya akan berdiri kawasan terpadu yang modern dan mewah, di lahan hutan yang telah dibabat.

Namun kericuhan tiba-tiba terjadi karena salah satu warga diperolok warga lainnya. Mereka berkelahi, saling lempar, bergulat. Pengawal terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengurai kekacauan. Serakan daun-daun dan kabut asap yang memenuhi area pertunjukan menciptakan suasana yang dramatis. Setelah suasana terkendali, pertemuan dilanjutkan. Mereka mengamini setiap perkataan Raja. Sejurus kemudian, Pan Balang Tamak (Pramono) datang terlambat dan berkilah bahwa dirinya tak bersalah. Ia telah menaati pengumuman dan datang tepat waktu karena berpatokan pada turunnya ayam dari kandang. Raja tak senang, pengawal murka, warga menggerutu. Diam-diam, Raja memerintahkan pengawal untuk meracuni Pan Balang Tamak.

Tak lama, tersiar kabar bahwa Raja akan mengadakan lomba peragaan busana. Demi mendukung dan melestarikan budaya adiluhung, seluruh warga yang memiliki anak remaja diwajibkan mengikuti lomba. Titah raja adalah sabda pandito ratu, menjadi dasar hukum yang harus ditaati. Jika menolak, hukuman berat akan dijatuhkan bersama seluruh anggota keluarga.

Istri Pan Balang Tamak (Arista) bingung. Ia curiga, ini adalah siasat Raja untuk menghabisi suaminya. Minimal, mempermalukan keluarga mereka di depan seluruh warga. Pan Balang Tamak tak habis akal. Ia menenangkan istrinya, sembari mencari cara agar anaknya bisa bersaing dengan optimal.


Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Mebarung

Naskah Pan Balang Tamak Reborn diadaptasi dari legenda Pan Balang Tamak. Hanya saja, Nanoq berusaha mengoptimalkan “kecerdikan” Pan Balang Tamak dengan menambahkan beberapa adegan untuk menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sosial dan kebijakan populis pemerintah.

Kehadiran tokoh anak Balang Tamak (Elang) menjadi kunci. Ia menggunakan kostum “robot” dengan berbagai “label” yang melekat di tubuhnya, menyanyikan lagu Bongkar milik Iwan Fals bersama Anak Badai yang menjadi pengiring pertunjukan. Label bertuliskan Bansos, Iphone 11, Raskin, Bedah Rumah, dan sebagainya dihadirkan saat lomba busana digelar.

Di sinilah sesungguhnya puncak kritik Nanoq dalam pertunjukan tersebut. Ia mebarung, menembakkan isu-isu yang menjadi keresahannya selama ini. Namun sayang, Nanoq mesti ikhlas babak ini hanya hadir sebagai kilasan semata. Peluru tak punya daya yang kuat. Tembakannya tak cukup menembus dada paling dalam (barangkali) akibat penggarapan yang belum optimal.

Raja pun merasa senang, pengawal terbahak-bahak. Kritik Pan Balang Tamak melalui sang anak dibungkam, dihilangkan, dikeluarkan dari area pertunjukan.

Tak henti di sana, lagi-lagi Nanoq mesti ikhlas. Kali ini, terhadap hal-hal yang berada di luar jangkauannya. Jadwal pementasan Pan Balang Tamak Reborn yang menjadi bagian dari Festival Seni Bali Jani berbenturan dengan Carnival of Rock. Berada dalam satu area yang sama, sama-sama pentas di tempat terbuka, pertunjukan Pan Balang Tamak Reborn terkontaminasi oleh gelegar suara dari musisi rock yang tampil perkasa di panggung terbuka Ardha Candra.

Artinya lagi, BET mebarung dengan pentas musik.  

Nanoq tak menyerah. Ia berusaha mengoptimalkan pertunjukan yang didukung oleh Komunitas Kertas Budaya, Rompyok Kopi, Otakiri Event Indonesia, JCCO dan Pondok Seni Praba Gita itu agar setidaknya mampu memberikan teknis yang baik dan bisa menjadi renungan oleh mereka yang hadir menyaksikan. Maka dilibatkanlah Tude sebagai sound engineer yang berkali-kali menggawangi tata suara band ternama Bali seperti Navicula, Nosstrees, Lolot dan sebagainya. Selain itu, hadir pula Heri sebagai pendukung teknis dengan menggandeng Dore Sound & Lighting.


Pan Balang Tamak Reborn oleh BET Jembarana

Bentuk-bentuk perlawanan memang lekat pada diri Nanoq, dan sesungguhnya menjadi karakter dalam setiap pertunjukan BET. Ia terbiasa mebarung di segala situasi, menolak kalah sebelum bertarung. Seperti Pan Balang Tamak, ia menyisakan kejutan lainnya.

Kabar tersiar cepat. Silang sengkarut, tali-tali terulur rupa warna, menjelma informasi yang begitu deras dan berjejalan. Warga desa mendengar kabar jika Pan Balang Tamak telah mati. Mereka berpesta. Raja yang senang akan kemenangannya merayakan kematian Pan Balang Tamak dengan menenggak tuak.

Belum usai pesta, belum genap perayaan, pengawal datang membawa berita buruk; racun tak mempan, Pan Balang Tamak masih bernafas! Dengan mata kepala sendiri, ia menyaksikan istri Balang Tamak duduk sembahyang. Wajahnya cerah, tak sedikitpun kesedihan terlihat. Pengawal dan raja cekcok. Raja yang penasaran akhirnya mencampur racun yang digunakan untuk menghabisi Balang Tamak ke dalam minumannya sendiri.

Pesta belum usai, musik masih menggelegar. Dada Raja sesak, lalu ambruk seketika. Siasat Pan Balang Tamak berhasil. Kematiannya menyeret pula kematian bagi Raja. Pandangannya mulai buram, perlahan gulita, seiring lampu pertunjukan yang mulai dipadamkan.[T]

Tags: Festival Seni Bali JanijembranaTeater
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Cerdas Cermat (Tangkas), Dulu dan Sekarang

Next Post

Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

pengamat musik pengamat puisi, main musik juga menulis puisi

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Imbang: Meditasi Visual I Nyoman Darya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co