23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manusia Tidak Sepenuhnya Bisa Memilih dan Rasional — Tentang Luka, Gen, dan Kesadaran untuk Menjadi Manusia Utuh

I Made Indah Gunawan Saputra by I Made Indah Gunawan Saputra
July 18, 2025
in Esai
Manusia Tidak Sepenuhnya Bisa Memilih dan Rasional — Tentang Luka, Gen, dan Kesadaran untuk Menjadi Manusia Utuh

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva


WAKTU kecil, aku pernah bertanya, “Kenapa Ibu gampang marah, sementara Ayah lebih sabar?”

Tak ada yang membantu aku menjawab waktu itu. Tapi bertahun-tahun kemudian, perlahan aku mulai sadar, bahwa
Manusia tidak lahir sebagai kertas kosong. Kita datang ke dunia membawa banyak hal, yakni sifat bawaan, jejak jiwa, dan warisan nasib yang tak pernah kita minta.

Salah satu temanku dikenal sangat tenang. Bahkan ketika diselingkuhi pasangannya, ia tidak meledak. Ia menarik napas, berbicara pelan, dan memilih pergi dengan kepala tegak.

Sementara aku—kadang hanya karena teman datang terlambat 30 menit—bisa kesal seharian, seolah dunia sedang bersekongkol melawanku.

Dulu kupikir itu cuma soal “watak.” Tapi ternyata tidak sesederhana itu.

Otak kita bekerja di balik layar. Sebagian besar keputusan—termasuk reaksi emosional dan cara kita mencintai atau marah—dibentuk oleh proses bawah sadar. Riset menunjukkan bahwa lebih dari 80% dari apa yang kita pikir “pilihan sadar,” sebenarnya adalah pola otomatis yang tertanam sejak lama. Kita mencintai, marah, atau bahkan boros, bukan karena kita ingin seperti itu.

Kita mencintai seperti kita belajar mencintai—dari ibu yang dingin, atau dari film dan novel yang kita baca saat remaja. Kita marah seperti ayah kita dulu marah: cepat, meldak, dan kaku. Kita boros, mungkin karena di masa kecil, belanja adalah satu-satunya cara merasa senang dan bebas. Semua itu membentuk proyeksi kita bersikap hari ini.

Genetika Juga Bicara


Ilmu modern mengungkap bahwa kita mewarisi banyak hal lewat gen, seperti kecenderungan cemas, impulsif, penyayang, atau bahkan sulit percaya sama orang lain. Misalnya, gen dopamin tertentu membuat kita lebih impulsif, suka risiko, dan cepat bosan. Ini bisa menjelaskan kenapa seseorang berani mengambil keputusan berani—dalam cinta, pekerjaan, atau uang. Gen oksitosin memengaruhi seberapa dalam diri kita sehingga merasa terhubung dan bisa mempercayai orang lain.

Bahkan cara kita memandang uang—hemat, boros, takut kehilangan—bisa dipengaruhi oleh kerja hormon yang diatur oleh sistem genetik.

Maka wajar kalau kamu pernah bertanya: “Kenapa aku begini?” Jawabannya, bisa jadi karena kamu tidak sepenuhnya ingin seperti itu. Itu adalah kombinasi dari warisan DNA dalam tubuh, pola pikir keluarga, dan lingkungan hidupmu.

Apakah Kita Tidak Bisa Berubah?


Pertanyaan yang sangat penting kemudian adalah, apakah hidup hanya tentang menjalani naskah lama dari trauma dan gen? Ternyata, tidak, karena meskipun kita tidak bisa memilih di mana kita dilahirkan, pengalaman apa yang kita terima, atau gen mana yang kita warisi, kita bisa memilih untuk menyadarinya.

Dan kesadaran—itulah awal dari kebebasan.

Dulu, saat aku belajar duduk diam dan menyadari pikiranku sendiri, aku mulai paham bahwa pkiran datang dan pergi. Emosi muncul tanpa permisi. Tapi aku tidak harus ikut terbawa.

Kemarahanku bukan aku.
Kecemasanku bukan aku.
Rasa takutku, ternyata hanyalah gema dari masa lalu—bukan masa kini.

Hari ini, aku masih pemarah. Tapi aku belajar bertanya dulu, “Apakah ini benar tentang orang itu? Atau ini luka dan trauma lama yang sedang bicara?”

Saat keinginan belanja muncul, aku tak buru-buru patuh. Aku belajar mengenali suara dalam kepala yang berkata,
“Beli ini, nanti kamu bahagia.” Dan aku bisa menjawab dengan senyum, “Terima kasih, aku masih baik-baik saja tanpa barang itu.”

Kita tidak sepenuhnya bebas. Tapi kita juga tidak sepenuhnya terikat. Kita bukan sekadar robot dari gen dan trauma, tapi juga bukan dewa yang bisa mengendalikan segalanya dengan sempurna. Kita manusia. Dan manusia punya satu anugerah yang sangat indah, yaitu kemampuan untuk sadar. Dan dari kesadaran itu, kita bisa mulai memilih ulang. Jadi jika suatu hari kamu merasa gagal, terlalu emosional, atau tidak tahu kenapa kamu begini— jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri.

Mungkin kamu sedang menjalani pola lama yang tertanam sejak kecil. Tapi pola bisa dilihat. Dan yang bisa dilihat, bisa dipahami. Dan yang bisa dipahami, bisa diubah—perlahan, sadar, dan penuh kasih.

Karena pada akhirnya, hidup ini seperti perangkat lunak.
Kita bisa hapus program lama, dan kita bisa install yang baru;  membuat kita menjadi lebih utuh, lebih damai, lebih mencerminkan diri kita yang sebenarnya. [T]

Penulis: I Made Indah Gunawan Saputra
Editor: Adnyana Ole

Koruptor itu Sampah, Buanglah pada Tempatnya…
Seni dan Kesehatan Jiwa – Dari Puisi Angga Wijaya hingga Karya Rupa di Rumah Berdaya
Karang Boma; Penghancur Segala Mara Bahaya – Catatan Berwisata Bersama Anak

Tags: genmanusiarenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kraspoekoel”, Alam Gaib dan Labuwangi

Next Post

Problematika Desa Adat Baduy Menuju Desa Wisata — [Bagian 2]

I Made Indah Gunawan Saputra

I Made Indah Gunawan Saputra

Penulis adalah seorang wirausahawan asal Jembrana, Bali, tinggal di Kuta Selatan, Badung, Bali. Alumnus Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Problematika Desa Adat Baduy Menuju Desa Wisata -- [Bagian 2]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co