6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 9, 2025
in Ulas Pentas
Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Performance "Senglad" dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

AWAL November tahun 2024, I Wayan Diana Putra – penggerak segmen Macandetan Janahita Mandala Ubud yang juga Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali,mengabarkan bahwa dirinya terlibat bersama Bhumi Bajra pada sebuah performance dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, pada 29 November 2024. Mendengar kabar tersebut tentu saya menyambut baik dan bergembira sekaligus merespon cepat dengan kalimat“semangat na, tyang usahakan hadir!”.

Jelang penghujung November 2024, sesungguhnya kegiatan Janahita Mandala Ubud cukup padat dengan kosentrasi lebih meninggi, mengingat puncak Acara Ubud Campuhan Budaya 2024 akan berlangsung tanggal 13-14 Desember 2024. Namun di tengah beragam kesibukan dan padatnya agenda ke depan, saya yakin Diana Putra adalah pribadi yang teguh dalam mengatur waktu serta komitmennya.

Selama ini tampaknya ia selalu konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di kampus, menyempatkan diri terlibat dalam pembinaan pemuda di desanya, selalu gigih menggerakkan segmen berkala Macandetan, menjalankan fungsinya sebagai editor buku Macandetan, aktif merancang program Festival Ubud Campuhan Budaya, dan tentunya ke depan disibukkan dengan latihan jelang pementasannya bersama Bhumi Bajra yang berjudul Sanglad.

Akhirnya malam hari, 29 November 2024 – tanggal yang sungguh penting bagi saya manakala di hari tersebut merupakan tepat tuntasnya lima tahun masa bhakti sebagai Pengurus Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, saya lantas menepati janji datang ke lokasi pementasan. Seingat saya setibanya di tempat acara, saya diarahkan menuju sebuah bangunan dan naik menuju lantai atas – tempat Sanglad dipentaskan.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Beberapa orang memilih duduk di lantai bawah menyatu dengan para penampil dan sisanya menempati beberapa kursi di belakang yang telah disiapkan panitia. Saya berada tak jauh dari istri Diana yang menonton dengan beberapa kerabat dan keluarganya.

Saatnya tiba, pemandu acara memberi sinyal bahwa pementasan akan segera dimulai. Nyala lampu pun mulai meredup dan berubah dari semula. Sesekali suasana ruang pentas dibuat membiru. Dua wanita muda berpakaian Bali yang anggun mengolah tubuh dikelilingi seorang anak perempuan yang tampak lincah mengelilingi sembari mengucap “manggali”.

Pegiat sastra – Ari Dwijayanthi terlihat mengumandangkan beberapa sajak yang menambah kesan tersendiri dari pertunjukan tersebut. Di antara para penampil dan property yang tampak di hadap penonton, suara vokal Diana Putra dan Dayu Nyoman Diana Pani tak pernah putus bersautan saling mengisi memberi penajaman yang material dari keseluruhan karya tersebut.

Pementasan tersebut menuai riuh tepuk tangan para penikmat yang kagum dengan kolaborasi lintas generasi. Terselip tidak saja estetika sastra dalam balutan seni pertunjukan, namun juga tampak ekspresi solidaritas penuh simpati dan rasa hormat para penggagas serta penampil yang memiliki kedekatan emosional dengan mediang Cok Sawitri.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Berjumpa sesuai acara, Diana Putra menyampaikan bahwa Senglad adalah sebuah karya seni pertunjukan berbasis dari karawitan vokal khususnya tembang sinom. Tembang sinom diolah sesuai imaji Cok Sawitri dalam menafsir cengkok dari melodi tembang berpijak pada sistem guru lagu dan guru ding dong. Hasil penyajian ulang tembang sinom oleh Cok Sawitri kemudian disebut Sinom Senglad. Menurutnya, dinamai Sinom Senglad karena cengkok dan tata penyajian cengkoknya tidak biasa seperti konvensionalnya. Ketidakbiasaannya itulah yang kemudian dicitrakan sebagai Senglad yang bermakna unkonvensional.

Dari sinom yang tidak biasa kemudian memantik Diana Putra mewujudkannya dalam sebuah karya karawitan baru. Lebih lanjut dinyatakan oleh Diana Putra, bahwa tafsir dari Sinom Senglad hasil gubahan Cok Sawitri diambil pola tembangnya lalu ditata ujung frasa melodi lagunya. Penataan ujung frasa melodi diolah dengan memanjangkan ujung kalimat dengan teknik menaikkan register nada hingga batas ambang tinggi dan memberikan nafas pada frasa-frasa melodi.

Selain itu dalam karya ini pola ritmis kendang ditembangkan dengan teknik palawakya. Dengan gaya penembang palawakya, artikulasi pendek audial kendang dapat diperpanjang dengan teknis menyerupai legato. Audial dengan teknis menyerupai legato kemudian diolah dalam bentuk kilitan reyong. Kilitan reyong lantas ditata dengan memberikan reng yang lebih panjang. Panjangnya reng reyong melaui olahan jalinan menyebabkan terjadi audial berbenturan antar gema. Benturan gema dengan berbeda nada menghasilkan getaran harmoni dalam dimensi yang lebih tipis.

Karya Senglad pada saat itu juga didandani koreografi apik oleh Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni. Koreografi sentuhan Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni melengkapi formulasi musikal yang digarap oleh Diana. Antara audial dan koreografi terlihat “kawin”, hal ini rasanya menandakan bahwa terdapat persamaan kredo penciptaan antara Diana dan Dayu Prihandari. Persamaan kredo penciptaan ini adalah hal yang tidak dapat diwujudkan dalam jangka pendek, namun lahir dari proses kreatif panjang yang dilalui oleh kedua kreator tersebut.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Sepanjang pengetahuan saya Diana Putra dan Dayu Prihandari sering terlibat penciptaan karya seni untuk komunitas Bhumi Bajra dan juga Janahita Mandala Ubud. Terkhusus untuk komunitas Bumi Bajra yang menjadi ruang tumbuh Dayu Prihandari, belakangan Diana Putra juga aktif turut memberikan stimulus persamaan prinsip dalam berkarya. Persamaan prinsip ini kemudia mereka sepakati sebagai terjemahan dari konsep “ngigelin gending, ngendingin igel”.

Sebagai salah satu yang menonton malam itu, saya tentu menaruh rasa hormat dan turut bangga pada seluruh penampil khususnya Bhumi Bajra yang tak pernah kering dalam berkarya serta tak pernah lelah mengkader para pelanjut seni dan sastra. Tak lupa pula apresiasi dan rasa bangga saya kepada Diana Putra yang menunjukkan konsistensinya sebagai pribadi yang selalu terbuka dalam berkolaborasi dengan semua pihak.

Kelana imajinasi dan kreativitas berkeseniannya selalu mekar walau ditengah padatnya rutinitas administrative dan akademiknya. Semoga akan terlahir karya-karya lanjutan dari Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali ini yang juga salah satu keturunan Kaki Iwer – seorang dalang legendaris asal Padantegal Ubud yang dijamannya konsisten mengiringi kelompok mabebasan yang dikomandoi Rakawi Ubud – Ida Tjokorde Gde Ngoerah.

“Aksamang kirang langkung pet makeh iwang panyuratan, Duwenang Sareng” [T]

Penulis: Cokorda Gde Bayu Putra
Editor: Adnyana Ole

“Tamasya Tak Biasa”, Mengenang Kepergian Cok Sawitri dengan Pentas Seni Tak Biasa
Baleganjur Kehilangan Hak Audialnya — Catatan Wimbakara Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2025
Perjalanan Dari Jantung Ubud Menuju Setra Dalem Puri Pada Puncak Pelebon Puri Agung Ubud
Tags: Cok SawitriGianyarkesenian balisastra bali klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Laki-Laki dan Air Mata

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

by Wahyu Mahaputra
February 28, 2026
0
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat...

Read moreDetails

Pesan, Refleksi, dan Kritik Sosial dalam Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

DRAMA Bali modern atau teater berbahasa Bali yang dipentaskan oleh sejumlah kelompok teater dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2026 menunjukkan...

Read moreDetails

Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

by Rusdy Ulu
February 25, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

EMPAT orang masing-masing membawa ember dan lap pel, lalu mengepel lantai panggung secara bersamaan. Mereka menarik lap pel dengan gerakan...

Read moreDetails

Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

by Kadek Sonia Piscayanti
February 16, 2026
0
Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

MUSIKAL Perahu Kertas di Ciputra Artpeneur Theater, Jakarta, hadir pada saat yang tepat, ketika banyak manusia bingung menemukan diri mereka,...

Read moreDetails

‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

SAYA tidak duduk di kursi penonton ketika Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati dipentaskan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali...

Read moreDetails

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

by Son Lomri
February 6, 2026
0
Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

ORANG-orang di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu diteror suara sirine yang keluar dari mulut tujuh aktor Teater Komunitas...

Read moreDetails

Menilik Drama Musikal Rempeg di Perayaan 254 Tahun Banyuwangi

by Moch. Anil Syidqi
January 24, 2026
0
Menilik Drama Musikal Rempeg di Perayaan 254 Tahun Banyuwangi

Lebih baik aku jadi debu di tanah bayu. Asal ku menyatu dalam perlawanan. Begitulah monolog Sayu Wiwit dalam drama musikal...

Read moreDetails

Guru Seni Budaya yang Mencipta Karya —Catatan  Uji Komposisi dan Pameran Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni di Bali Utara

by I Putu Ardiyasa
January 23, 2026
0
Guru Seni Budaya yang Mencipta Karya —Catatan  Uji Komposisi dan Pameran Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni di Bali Utara

PENDIDIKAN tinggi seni hari ini tidak lagi cukup hanya berkutat pada penguasaan teknik di dalam studio atau penghapalan teori di...

Read moreDetails

Bulan Kepangan: Ketika Bulan Kehilangan Cahayanya

by Agus Arta Wiguna
December 25, 2025
0
Bulan Kepangan: Ketika Bulan Kehilangan Cahayanya

MALAM, 19 Desember 2025, di halaman belakang gedung Desain Hub, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, sebuah karya pertunjukan kolektif dipentaskan...

Read moreDetails
Next Post
Laki-Laki dan Air Mata

Laki-Laki dan Air Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co