13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kejutan Baleganjur Jembrana: Tahun  Lalu Bikin Tabuh “Raja Buduh” yang Viral, Kini Malah Absen

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
June 28, 2025
in Panggung
Kejutan Baleganjur Jembrana: Tahun  Lalu Bikin Tabuh “Raja Buduh” yang Viral, Kini Malah Absen

Penampilan tim baleganjur duta Jembrana dengan tabuh berjudul Raja Buduh pada Pesta Kesenian Bali tahun 2024 | Foto: Ngurah Bagus Pramana

MASIH  ingat lomba baleganjur pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2024? Saat itu ada satu penampilan sekaa yang bikin kejutan, videonya viral di media sosial dan jadi pembicaraan para pecinta baleganjur se-Bali.

Sekaa itu datang dari Jembrana. Tepatnya adalah Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa, Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya. Sekaa itu pentas di panggung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Jumat, 21 Juni 2024.

Judul tabuhnya sejak awal sudah mengundang ketertarikan warga untuk menonton. Judulnya, “Raja Buduh”.

“Raja Buduh” saat itu memang berani tampil beda. “Raja Buduh” menggila di atas panggung dan sorak-sorai dukungan berkumandang sepanjang pementasan. Baleganjur “Raja Buduh” dari Jembrana itu seakan memberi warna lain, bukan hanya pada lomba baleganjur, melainkan juga pada warna PKB secara keseluruhan. Jembrana memang jago bikin kejutan.

Pada PKB tahun ini sepertinya banyak penggemar baleganjur menunggu-nunggu penampilan sekaa baleganjur dari Jembrana. Banyak yang berpikir, setelah “Raja Buduh”, Jembrana akan menampilkan tabuh apa lagi? Apakah penampilan Jembrana tahun 2025 ini akan lebih gila dibanding penampilan pada PKB tahun 2024 lalu? Penonton menunggu kejutan dari Jembrana.

Dan Jembrana memang memberikan kejutan. Setelah dua hari pergelaran lomba baleganjur di panggung Ardha Candra, Kamis 26 Juni dan Jumat 27 Juni, penonton seperti menyadari sesuatu. Ternyata Jembrana adalah satu-satunya kabupaten yang absen pada lomba baleganjur PKB tahun 2025 ini. Itu kejutan halus dari Jembrana.

Penampilan tim baleganjur duta Jembrana dengan tabuh berjudul Raja Buduh pada Pesta Kesenian Bali tahun 2024 | Foto: Ngurah Bagus Pramana

Pada PKB ke-47 tahun 2025 ini, lomba baleganjur bisa disebut sebagai tontonan anak muda yang paling bergengsi di pesta kesenian tahunan itu, sehingga kabupaten dan kota di Bali akan merasa tak enak jika tak mengirimkan tim baleganjur ke PKB.

Penonton yang menonton lomba baleganjur selalu membludak, seperti yang terjadi pada Kamis 26 Juni dan Jumat 27 Juni di panggung terbuka Ardha Candra.

Pada Kamis malam tampil tim baleganjur Sekaa Gong Jaya Semara Banjar Lumintang dari Kota Denpasar dengan garapan “Kincang Kincung”,   Komunitas Seni Gong Gembyong Desa Adat Pangsan dari Badung dengan karya dahsyat “Perang Untek”, lalu Sanggar Seni Gelung Kumara Pemuteran dari Buleleng menampilkan karya epik “Paripurnaning Madewa Ayu”, dan Tabanan yang diwakili Sekaa Gong Abinaya menampilkan garapan “Pengurip Gumi”.

Pada Jumat malam tampil Sekaa Balaganjur Bala Datu dari  Banjar Dinas Delod Yeh Kawan, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen yang menjadi Duta Kabupaten Karangasem. Garapan duta Karangsem itu berjudul “Bulak Kembar”. Dari Gianyar tampil Sekaa Gong Yowana Giri Puspa, Banjar Kedisan Kaja, Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, dengan garapan berjudul “Paksa Ningkang”. Dari Klungkung tampil Sekaa Balaganjur Cerik Mangan Gigis, Banjar Kelodan, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, dengan garapan berjudul “Tadah Uwuk”. Dan dari Bangli hadir Komunitas Seni Pajenengan Agung, Banjar Jehem Kaja, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, dengam garapan berjudul “Napak Sidhi”.

Dan tak ada duta Jembrana dalam lomba yang spektakuler dan penuh euforia penonton itu. Kenapa Jembrana absen?

Banyak yang menduga Jembrana absen dalam lomba baleganjur di PKB tahun ini karena kecewa dan ngambul. Dugaan itu cukup beralasan. Tahun lalu, viralnya baleganjur “Raja Buduh” memang tersebab oleh penampilan mereka yang terkesan jenaka di atas panggung. Namun secara kualitas garapan, sejumlah pengamat baleganjur menyatakan bahwa tabuh “Raja Buduh” memang layak mendapatkan juara. Namun, tahun lalu, “Raja Buduh” itu tak mendapatkan juara.

Tapi, sejumlah seniman di Jembrana yang dihubungi tatkala.co membantah dugaan bahwa Jembrana ngambul pada lomba baleganjur PKB tahun 2025 ini.

“Alasannya, saya dengar-dengar, karena tak ada dana dari Pemkab,” kata I Putu Adi Putra Kencana, seorang seniman di Jembrana.

Alasan tidak ada dana sepertinya terdengar aneh, jika misalnya dibandingkan dengan manfaat yang didapat seniman-seniman muda di Bali barat itu. Tahun lalu, ketika baleganjur “Raja Buduh” viral di media sosial dan dibicarakan di mana-mana, banyak seniman muda Jembrana merasa bangga, dan kepercayaan diri mereka sebagai seniman muda jadi tumbuh. Bahwa kreativitas seni anak muda di Bali barat, terutama dalam penciptaan seni-seni tradisional, tidak kalah dengan kota dan kabupaten lain di Bali semisal Denpasar, Badung dan Gianyar.

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan dana untuk sekaa baleganjur pada PKB tahun 2024 sebesar sekitar Rp 150 juta. Tahun ini, dengan alasan efesiensi anggaran, dana sebesar itu harus dihapus sehingga tak ada kontingen baleganjur dikirim ke PKB. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, ketika Jembrana dipimpin Bupati I Nengah Tamba, Jembrana tak pernah absen untuk mengirimkan tim-tim kesenian ke PKB.

Untuk menumbuhkan semangat berkesenian anak-anak muda di Jembrana, setiap tahun, setidaknya Pemkab menyediakan anggaran untuk membiayai lima jenis kesenian paling bergengsi di PKB sebagaimana dilakukan kabupaten lain di Bali. Lima jenis kesenian yang dianggap bergengsi itu adalah gong kebyar dewasa, gong kebyar anak-anak, gong kebyar wanita, baleganjur, dan peed aya. Selain bergengsi, lima jenis kesenian itu lebih banyak diisi oleh seniman-seniman muda.

Penampilan tim baleganjur duta Jembrana dengan tabuh berjudul Raja Buduh pada Pesta Kesenian Bali tahun 2024 | Foto: Ngurah Bagus Pramana

Tahun 2025 ini, Jembrana mengirimkan tiga gong kebyar, peed aya, dan kesenian jegog. Sementara baleganjur dibiarkan absen, padahal baleganjur sedang menjadi tren seni anak muda yang paling diminati di Bali.

Apakah baleganjur tidak populer di Jembrana sehingga absennya tim baleganjur dari Bumi Makepung itu dianggap kejadian biasa-biasa saja?

Sejumlah seniman yang dihubungi mengakui Jembrana memang tak banyak memiliki sekaa baleganjur andal. Namun, semangat seniman-seniman muda di daerah itu untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni baleganjur tak perlu diragukan lagi.

Salah satu yang tercatat adalah seniman-seniman dari Sanggar Ghora Yowana Budaya, Banjar Peken, Lelateng, Kecamatan Negara. Bahkan ada kabar, tahun 2025 ini Sanggar Ghora Yowana Budaya digadang-gadang untuk jadi duta Jembrana dalam lomba baleganjur PKB. Sanggar itu bahkan sudah membeli alat gamelan baleganjur, namun apa daya keputusan dari Pemkab menyatakan Jembrana tak mengirimkan tim kesenian dalam lomba baleganjur itu.

I Gede Satria Budhi Utama, pengelola Sanggar Ghora Yowana Budaya membenarkan ia telah membeli alat gamelan baleganjur, namun upaya itu sama sekali tak ada kaitannya dengan PKB. “Saya membeli untuk senang-senang agar anak-anak di sanggar bisa latihan dengan baik,” kata Gede Satria.

Gede Satria mengatakan sanggar yang dikelolanya itu tak pernah mendapatkan penunjukan untuk menjadi duta Jembrana dalam lomba baleganjur di PKB 2025. Namun begitu, ia mengakui bahwa anak-anak asuhnya di sanggar punya harapan untuk suatu saat bisa tampil mewakili Jembrana dalam lomba baleganjur.

“Kami memang punya harapan (untuk tampil di PKB), sehingga anak-anak tetap melakukan latihan secara rutin,” kata Gede Satria.

Sanggar Ghora Yowana Budaya, kata Gede Satria, bukanlah sanggar yang secara khusus menekuni seni baleganjur. Di sanggar itu ada banyak kegiatan. “Selain baleganjur juga ada latihan gender wayang dan jegog,” ujar Gede Satria.

Khusus untuk baleganjur, anak-anak di Sanggar Ghora Yowana Budaya belakangan memang fokus dan giat pada latihan baleganjur. Bukan untuk PKB, tapi anak-anak sanggar itu sedang mempersiapkan diri untuk ikut lomba baleganjur ngarap di Sanur.

Jadi, jika ingin menyaksikan penampilan duta Jembrana dalam lomba baleganjur se-Bali, datanglah pada lomba baleganjur ngarap di Sanur, 11 Juli mendatang. Di Sanur nanti akan ditemukan atraksi baleganjur dari Sanggar Ghora Yowana Budaya, yang penampilannya barangkali akan setara dengan duta baleganjur di PKB 2025. [T]

Reporter : Bud/Ado
Penulis/Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali
Tembakan Teatrikal dan Musik yang Beda dari “Raja Buduh” – Catatan Baleganjur Duta Jembrana di PKB 2024
Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022
Lomba Baleganjur PKB | Gianyar Mainkan “Wave of Springs”, Klungkung Bawa “Bulak Bangsing”, Karangasem “Makekobok”
Lomba Baleganjur PKB 2022 | Badung & Tabanan Mainkan Air Terjun, Denpasar Ceritakan Karesian
Bagi Kamu yang Suka Bikin Janji Temu di Lomba Baleganjur PKB, Diolas…, Jangan Diulangi!
Tembakan Teatrikal dan Musik yang Beda dari “Raja Buduh” – Catatan Baleganjur Duta Jembrana di PKB 2024
Tags: baleganjurjembranalomba baleganjurPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahasa Chat Makin Bebas, Huruf Kapital Jadi Korban Tren Digital

Next Post

Para Yowana Padangtegal Bergeliat “Ngayah” Menyongsong Karya Pedudusan Agung dan Ngusaba Nini di Pura Desa lan Puseh

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Para Yowana Padangtegal Bergeliat “Ngayah” Menyongsong Karya Pedudusan Agung dan Ngusaba Nini di Pura Desa lan Puseh

Para Yowana Padangtegal Bergeliat "Ngayah" Menyongsong Karya Pedudusan Agung dan Ngusaba Nini di Pura Desa lan Puseh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co