15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Kisah Perseteruan Anak Banteng dan Sang Resi

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 27, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

PERSETERUAN anak-anak banteng dengan seorang resi kesatria paripurna masih terus berlanjut, malah semakin sengit dengan melontarkan serangan membabi-buta, penuh amarah disertai kebencian, dengan memanfaatkan media lewat konfrensi pers. Publik sadar arah omon-omon ini kemana, dipastikan sasarannya pada resi yang sedang hidup tenang, menikmati purnatugas di kampung halamannya.

Selama ini  sang resi kesatria ini, lebih banyak diam, tidak pernah merespons, apakah itu bentuk hinaan, sumpah serapah, fitnah, pembunuhan karakter, hanya di respons dengan senyum saja, dan berujar he.., he.., he… Mungkin ini yang membuat anak-anak banteng jadi tambah kepo, gondok dan tambah baperan.

Baru kemarin ada respons dari sang resi satu kalimat, ”sabar juga ada batasnya”, buktikan saja ”siapa utusan yang di maksud”, respons tersebut ternyata membuat anak-anak banteng ”jiper” juga, sibuk mengklarifikasi, ”tidak maksud katanya”. Pernyataan kami tidak mengarah pada resi, cek saja kalimat kami, tapi publik menilai ”banteng” lagi-lagi sedang membangun narasi pepesan kosong yang hyperrealitas dengan berkelit-kelat ketika diminta membuktikan omon-omonnya. Lidah anak banteng emang tidak bertulang, eh semua lidah tidak bertulang memang.

Ruang publik kita jadi ramai, sangat ramai gara-gara ”omon-omon” anak banteng ini, yang laris tentunya media, baik media mainstream, maupun media sosial berjaringan, sibuk membuat agenda acara ”omon-omon” anak banteng, dan respon sang resi ”buktikan saja, apa untungnya, logikanya dimana”, kata sang resi.

Ritual acara debat, pro-kontra, membahas tema tersebut digelar di mana-mana baik podcast, maupun televisi siaran dalam rangka menaikan rating acaranya dengan menghadirkan nara sumber yang pro-kontra pada isu tersebut.

Omon-omon ini menuai komentar dari berbagai kalangan, salah satunya pewaris tahta ”kandang banteng”, sudahilah permusuhan ini, kita saling instrospeksi diri, membangun kembali harmoni. Salah satu pewaris tahta kandang banteng menyerukan agar segala bentuk perselisihan yang dapat memecah belah bangsa segera dihentikan.

Pernyataan ini disampaikannya saat menanggapi isu yang kembali memanas terkait hubungan anak-anak banteng dengan sang resi. Komentar sang resi yang selalu menyerang menyudutkan itu siapa dengan omon-omon ”menyakitkan” itu, kan dari sana yang selalu mulai dengan penuh kebencian dan hinaan, kata sang resi.

Anehnya menurut saya, sekelas lawyer top-markotop mau juga ya, mendampingi anak-anak banteng yang mulai lupa jatidiri, yang sudah mulai kehilangan sopan santun, etika adabnya kepada orang yang pernah berjasa pada negeri ini, dan juga pada kandang banteng tentunya sang resi berjasa, karena menaikkan pamor kandang banteng di mata publik.

Hinaan cacian baik yang datang dari anak-anak banteng, maupun kelompok ”sengkuni” yang terus menggong-gong yang ditujukan pada sang resi terus silih berganti dari persoalan pribadi, ijazah palsu, bisnis putra-putri, isteri sang resi, sampai urusan politik kenegaraan, isu pelemahan KPK, IKN, PIK-2, projek-projek strategis nasional, anak-anak banteng yang ditangkap dan menjadi tersangka KPK, itu menjadi   persoalan, dan kesalahan yang ditujukan pada sang resi. 

Sepertinya sang resi ini nyaris tanpa jasa dan prestasi selama memimpin hampir 300 juta jiwa anak bangsa ini, saya tidak ingin mengungkapkan apa yang telah di torehkan sang resi selama sepuluh tahun ini dalam memimpin bangsa yang super majemuk ini, karena beliau sang resi bukan tipe orang yang selalu menepuk dada dan berkata ”Aku”.

                                                          ***

Resi  yang menggantikannya sekarang selalu memuji, bahwa ini adalah prestasi kerja sang resi, saat meresmikan Proyek Smelster PT. Freeport, di masa beliaulah negara menguasai saham terbesar, perusahan tambang emas ini, juga saat resi baru meresmikan 17 stadion sepakbola, ini juga karya sang resi dulu. Ujar resi baru, saya hanya meresmikan. Itu sekedar menyampaikan satu dua torehan prestasi sang resi, yang selalu dihujat sana-sini.

Sang resi, adalah tipe orang yang menurut seorang Kyai yang juga pernah menjadi Presiden RI, kata bijaknya, ”orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba amatiran”. Sepertinya sang resi sangat menghayati, mengamalkan dalam bentuk perilaku kata bijak dari sang Kyai ini. Buktinya sang resi, tidak pernah membalas hinaan dan caci-maki dari para penghujatnya, beliau hanya tersenyum, biarkan saja waktu yang akan menjawab.

Kembali pada omon-omon anak banteng yang mengatakan sang resi pernah mengutus seseorang ke ”kandang banteng” dengan katanya membawa teror dan intimidasi, pada tanggal pertengahan Desember 2024 katanya.

Ternyata narasi itu dibangun dan diagendakan, hanya untuk menyiapkan narasi keberatan (eksepsi) seorang elit penting yang sudah menjadi tersangka kasus yang memalukan ”nyogok” atau menyuap anggota KPU untuk meloloskan kawannya menjadi anggota dewan, yang sekarang menjadi dan masih menjadi manusia buronan pihak yang berwajib.

Elit banteng ini selalu menarasikan, dirinya adalah korban kriminalisasi hukum, korban dari kesewenangan rezim, sudah menjadi target dan tidak malu-malu mengatakan kalau yang bersangkutan adalah tahanan politik, selalu teriak merdeka bergaya ”Sang Proklamator”.

Pertanyaannya  di mana letak miripnya dengan kasus Proklamator tercinta kita memperjuang hak atas kemerdekaan bangsa dan negara, dengan kasus anak banteng ini, yang ”menyogok” penyelenggara negara, menghalangi-halangi aparat untuk menangkap ”kriminal” adalah sama dengan perilaku ”kriminal”.

Dalam hal hinaan cacian yang dialami sang resi mulai dari awal menjabat, sampai dengan purnatugas, beliau betul-betul hamba yang profesional seperti kata bijak sang Kyai kita yang humanis ”Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya”. Saya meyakini beliau sang resi mengamalkan kata bijak ini. Karena dalam suatu riwayat bahwa ketika kita direndahkan, dihinakan oleh siapa pun, apalagi orang itu zalim, Allah SWT akan meninggikan, menaikkan derajat kita dengan caraNya. Kita bisa buktikan beberapa event nasional kenegaraan, maupun politik, keagamaan, kemasyarakatan beliau masih mendapatkan tempat dan kehormatan di mata elit politik, publik, dan masyarakat umum, dibuktikan rumahnya tidak pernah sepi pengunjung, artinya sang resi banyak dicintai rakyatnya.

Harapan saya sebagai warga yang cinta ketenteraman, sudahlah perseteruan  kandang banteng dengan sang resi, tidak perlu dibahas panjang lebar dengan memprovokasi banteng, supaya terus menyeruduk dengan membabi buta.

Hai media, apa pun medianya, bantulah menenangkan banteng untuk tidak terus menyerang, karena akan kehabisan tenaga, dan dukungan dari masyarakat yang cinta damai ini. Mengakhiri tulisan ini saya tutup kata bijak dari sang Kyai, ”dari sudut agama, saya ingin mengingatkan, agar ketidaksenangan kita terhadap seseorang atau suatu kaum jangan sampai menyebabkan kita berlaku tidak adil dalam memutuskan sesuatu”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Next Post

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co