4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Kisah Perseteruan Anak Banteng dan Sang Resi

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 27, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

PERSETERUAN anak-anak banteng dengan seorang resi kesatria paripurna masih terus berlanjut, malah semakin sengit dengan melontarkan serangan membabi-buta, penuh amarah disertai kebencian, dengan memanfaatkan media lewat konfrensi pers. Publik sadar arah omon-omon ini kemana, dipastikan sasarannya pada resi yang sedang hidup tenang, menikmati purnatugas di kampung halamannya.

Selama ini  sang resi kesatria ini, lebih banyak diam, tidak pernah merespons, apakah itu bentuk hinaan, sumpah serapah, fitnah, pembunuhan karakter, hanya di respons dengan senyum saja, dan berujar he.., he.., he… Mungkin ini yang membuat anak-anak banteng jadi tambah kepo, gondok dan tambah baperan.

Baru kemarin ada respons dari sang resi satu kalimat, ”sabar juga ada batasnya”, buktikan saja ”siapa utusan yang di maksud”, respons tersebut ternyata membuat anak-anak banteng ”jiper” juga, sibuk mengklarifikasi, ”tidak maksud katanya”. Pernyataan kami tidak mengarah pada resi, cek saja kalimat kami, tapi publik menilai ”banteng” lagi-lagi sedang membangun narasi pepesan kosong yang hyperrealitas dengan berkelit-kelat ketika diminta membuktikan omon-omonnya. Lidah anak banteng emang tidak bertulang, eh semua lidah tidak bertulang memang.

Ruang publik kita jadi ramai, sangat ramai gara-gara ”omon-omon” anak banteng ini, yang laris tentunya media, baik media mainstream, maupun media sosial berjaringan, sibuk membuat agenda acara ”omon-omon” anak banteng, dan respon sang resi ”buktikan saja, apa untungnya, logikanya dimana”, kata sang resi.

Ritual acara debat, pro-kontra, membahas tema tersebut digelar di mana-mana baik podcast, maupun televisi siaran dalam rangka menaikan rating acaranya dengan menghadirkan nara sumber yang pro-kontra pada isu tersebut.

Omon-omon ini menuai komentar dari berbagai kalangan, salah satunya pewaris tahta ”kandang banteng”, sudahilah permusuhan ini, kita saling instrospeksi diri, membangun kembali harmoni. Salah satu pewaris tahta kandang banteng menyerukan agar segala bentuk perselisihan yang dapat memecah belah bangsa segera dihentikan.

Pernyataan ini disampaikannya saat menanggapi isu yang kembali memanas terkait hubungan anak-anak banteng dengan sang resi. Komentar sang resi yang selalu menyerang menyudutkan itu siapa dengan omon-omon ”menyakitkan” itu, kan dari sana yang selalu mulai dengan penuh kebencian dan hinaan, kata sang resi.

Anehnya menurut saya, sekelas lawyer top-markotop mau juga ya, mendampingi anak-anak banteng yang mulai lupa jatidiri, yang sudah mulai kehilangan sopan santun, etika adabnya kepada orang yang pernah berjasa pada negeri ini, dan juga pada kandang banteng tentunya sang resi berjasa, karena menaikkan pamor kandang banteng di mata publik.

Hinaan cacian baik yang datang dari anak-anak banteng, maupun kelompok ”sengkuni” yang terus menggong-gong yang ditujukan pada sang resi terus silih berganti dari persoalan pribadi, ijazah palsu, bisnis putra-putri, isteri sang resi, sampai urusan politik kenegaraan, isu pelemahan KPK, IKN, PIK-2, projek-projek strategis nasional, anak-anak banteng yang ditangkap dan menjadi tersangka KPK, itu menjadi   persoalan, dan kesalahan yang ditujukan pada sang resi. 

Sepertinya sang resi ini nyaris tanpa jasa dan prestasi selama memimpin hampir 300 juta jiwa anak bangsa ini, saya tidak ingin mengungkapkan apa yang telah di torehkan sang resi selama sepuluh tahun ini dalam memimpin bangsa yang super majemuk ini, karena beliau sang resi bukan tipe orang yang selalu menepuk dada dan berkata ”Aku”.

                                                          ***

Resi  yang menggantikannya sekarang selalu memuji, bahwa ini adalah prestasi kerja sang resi, saat meresmikan Proyek Smelster PT. Freeport, di masa beliaulah negara menguasai saham terbesar, perusahan tambang emas ini, juga saat resi baru meresmikan 17 stadion sepakbola, ini juga karya sang resi dulu. Ujar resi baru, saya hanya meresmikan. Itu sekedar menyampaikan satu dua torehan prestasi sang resi, yang selalu dihujat sana-sini.

Sang resi, adalah tipe orang yang menurut seorang Kyai yang juga pernah menjadi Presiden RI, kata bijaknya, ”orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba amatiran”. Sepertinya sang resi sangat menghayati, mengamalkan dalam bentuk perilaku kata bijak dari sang Kyai ini. Buktinya sang resi, tidak pernah membalas hinaan dan caci-maki dari para penghujatnya, beliau hanya tersenyum, biarkan saja waktu yang akan menjawab.

Kembali pada omon-omon anak banteng yang mengatakan sang resi pernah mengutus seseorang ke ”kandang banteng” dengan katanya membawa teror dan intimidasi, pada tanggal pertengahan Desember 2024 katanya.

Ternyata narasi itu dibangun dan diagendakan, hanya untuk menyiapkan narasi keberatan (eksepsi) seorang elit penting yang sudah menjadi tersangka kasus yang memalukan ”nyogok” atau menyuap anggota KPU untuk meloloskan kawannya menjadi anggota dewan, yang sekarang menjadi dan masih menjadi manusia buronan pihak yang berwajib.

Elit banteng ini selalu menarasikan, dirinya adalah korban kriminalisasi hukum, korban dari kesewenangan rezim, sudah menjadi target dan tidak malu-malu mengatakan kalau yang bersangkutan adalah tahanan politik, selalu teriak merdeka bergaya ”Sang Proklamator”.

Pertanyaannya  di mana letak miripnya dengan kasus Proklamator tercinta kita memperjuang hak atas kemerdekaan bangsa dan negara, dengan kasus anak banteng ini, yang ”menyogok” penyelenggara negara, menghalangi-halangi aparat untuk menangkap ”kriminal” adalah sama dengan perilaku ”kriminal”.

Dalam hal hinaan cacian yang dialami sang resi mulai dari awal menjabat, sampai dengan purnatugas, beliau betul-betul hamba yang profesional seperti kata bijak sang Kyai kita yang humanis ”Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya”. Saya meyakini beliau sang resi mengamalkan kata bijak ini. Karena dalam suatu riwayat bahwa ketika kita direndahkan, dihinakan oleh siapa pun, apalagi orang itu zalim, Allah SWT akan meninggikan, menaikkan derajat kita dengan caraNya. Kita bisa buktikan beberapa event nasional kenegaraan, maupun politik, keagamaan, kemasyarakatan beliau masih mendapatkan tempat dan kehormatan di mata elit politik, publik, dan masyarakat umum, dibuktikan rumahnya tidak pernah sepi pengunjung, artinya sang resi banyak dicintai rakyatnya.

Harapan saya sebagai warga yang cinta ketenteraman, sudahlah perseteruan  kandang banteng dengan sang resi, tidak perlu dibahas panjang lebar dengan memprovokasi banteng, supaya terus menyeruduk dengan membabi buta.

Hai media, apa pun medianya, bantulah menenangkan banteng untuk tidak terus menyerang, karena akan kehabisan tenaga, dan dukungan dari masyarakat yang cinta damai ini. Mengakhiri tulisan ini saya tutup kata bijak dari sang Kyai, ”dari sudut agama, saya ingin mengingatkan, agar ketidaksenangan kita terhadap seseorang atau suatu kaum jangan sampai menyebabkan kita berlaku tidak adil dalam memutuskan sesuatu”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Next Post

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co