25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Kisah Perseteruan Anak Banteng dan Sang Resi

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 27, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

PERSETERUAN anak-anak banteng dengan seorang resi kesatria paripurna masih terus berlanjut, malah semakin sengit dengan melontarkan serangan membabi-buta, penuh amarah disertai kebencian, dengan memanfaatkan media lewat konfrensi pers. Publik sadar arah omon-omon ini kemana, dipastikan sasarannya pada resi yang sedang hidup tenang, menikmati purnatugas di kampung halamannya.

Selama ini  sang resi kesatria ini, lebih banyak diam, tidak pernah merespons, apakah itu bentuk hinaan, sumpah serapah, fitnah, pembunuhan karakter, hanya di respons dengan senyum saja, dan berujar he.., he.., he… Mungkin ini yang membuat anak-anak banteng jadi tambah kepo, gondok dan tambah baperan.

Baru kemarin ada respons dari sang resi satu kalimat, ”sabar juga ada batasnya”, buktikan saja ”siapa utusan yang di maksud”, respons tersebut ternyata membuat anak-anak banteng ”jiper” juga, sibuk mengklarifikasi, ”tidak maksud katanya”. Pernyataan kami tidak mengarah pada resi, cek saja kalimat kami, tapi publik menilai ”banteng” lagi-lagi sedang membangun narasi pepesan kosong yang hyperrealitas dengan berkelit-kelat ketika diminta membuktikan omon-omonnya. Lidah anak banteng emang tidak bertulang, eh semua lidah tidak bertulang memang.

Ruang publik kita jadi ramai, sangat ramai gara-gara ”omon-omon” anak banteng ini, yang laris tentunya media, baik media mainstream, maupun media sosial berjaringan, sibuk membuat agenda acara ”omon-omon” anak banteng, dan respon sang resi ”buktikan saja, apa untungnya, logikanya dimana”, kata sang resi.

Ritual acara debat, pro-kontra, membahas tema tersebut digelar di mana-mana baik podcast, maupun televisi siaran dalam rangka menaikan rating acaranya dengan menghadirkan nara sumber yang pro-kontra pada isu tersebut.

Omon-omon ini menuai komentar dari berbagai kalangan, salah satunya pewaris tahta ”kandang banteng”, sudahilah permusuhan ini, kita saling instrospeksi diri, membangun kembali harmoni. Salah satu pewaris tahta kandang banteng menyerukan agar segala bentuk perselisihan yang dapat memecah belah bangsa segera dihentikan.

Pernyataan ini disampaikannya saat menanggapi isu yang kembali memanas terkait hubungan anak-anak banteng dengan sang resi. Komentar sang resi yang selalu menyerang menyudutkan itu siapa dengan omon-omon ”menyakitkan” itu, kan dari sana yang selalu mulai dengan penuh kebencian dan hinaan, kata sang resi.

Anehnya menurut saya, sekelas lawyer top-markotop mau juga ya, mendampingi anak-anak banteng yang mulai lupa jatidiri, yang sudah mulai kehilangan sopan santun, etika adabnya kepada orang yang pernah berjasa pada negeri ini, dan juga pada kandang banteng tentunya sang resi berjasa, karena menaikkan pamor kandang banteng di mata publik.

Hinaan cacian baik yang datang dari anak-anak banteng, maupun kelompok ”sengkuni” yang terus menggong-gong yang ditujukan pada sang resi terus silih berganti dari persoalan pribadi, ijazah palsu, bisnis putra-putri, isteri sang resi, sampai urusan politik kenegaraan, isu pelemahan KPK, IKN, PIK-2, projek-projek strategis nasional, anak-anak banteng yang ditangkap dan menjadi tersangka KPK, itu menjadi   persoalan, dan kesalahan yang ditujukan pada sang resi. 

Sepertinya sang resi ini nyaris tanpa jasa dan prestasi selama memimpin hampir 300 juta jiwa anak bangsa ini, saya tidak ingin mengungkapkan apa yang telah di torehkan sang resi selama sepuluh tahun ini dalam memimpin bangsa yang super majemuk ini, karena beliau sang resi bukan tipe orang yang selalu menepuk dada dan berkata ”Aku”.

                                                          ***

Resi  yang menggantikannya sekarang selalu memuji, bahwa ini adalah prestasi kerja sang resi, saat meresmikan Proyek Smelster PT. Freeport, di masa beliaulah negara menguasai saham terbesar, perusahan tambang emas ini, juga saat resi baru meresmikan 17 stadion sepakbola, ini juga karya sang resi dulu. Ujar resi baru, saya hanya meresmikan. Itu sekedar menyampaikan satu dua torehan prestasi sang resi, yang selalu dihujat sana-sini.

Sang resi, adalah tipe orang yang menurut seorang Kyai yang juga pernah menjadi Presiden RI, kata bijaknya, ”orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba amatiran”. Sepertinya sang resi sangat menghayati, mengamalkan dalam bentuk perilaku kata bijak dari sang Kyai ini. Buktinya sang resi, tidak pernah membalas hinaan dan caci-maki dari para penghujatnya, beliau hanya tersenyum, biarkan saja waktu yang akan menjawab.

Kembali pada omon-omon anak banteng yang mengatakan sang resi pernah mengutus seseorang ke ”kandang banteng” dengan katanya membawa teror dan intimidasi, pada tanggal pertengahan Desember 2024 katanya.

Ternyata narasi itu dibangun dan diagendakan, hanya untuk menyiapkan narasi keberatan (eksepsi) seorang elit penting yang sudah menjadi tersangka kasus yang memalukan ”nyogok” atau menyuap anggota KPU untuk meloloskan kawannya menjadi anggota dewan, yang sekarang menjadi dan masih menjadi manusia buronan pihak yang berwajib.

Elit banteng ini selalu menarasikan, dirinya adalah korban kriminalisasi hukum, korban dari kesewenangan rezim, sudah menjadi target dan tidak malu-malu mengatakan kalau yang bersangkutan adalah tahanan politik, selalu teriak merdeka bergaya ”Sang Proklamator”.

Pertanyaannya  di mana letak miripnya dengan kasus Proklamator tercinta kita memperjuang hak atas kemerdekaan bangsa dan negara, dengan kasus anak banteng ini, yang ”menyogok” penyelenggara negara, menghalangi-halangi aparat untuk menangkap ”kriminal” adalah sama dengan perilaku ”kriminal”.

Dalam hal hinaan cacian yang dialami sang resi mulai dari awal menjabat, sampai dengan purnatugas, beliau betul-betul hamba yang profesional seperti kata bijak sang Kyai kita yang humanis ”Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya”. Saya meyakini beliau sang resi mengamalkan kata bijak ini. Karena dalam suatu riwayat bahwa ketika kita direndahkan, dihinakan oleh siapa pun, apalagi orang itu zalim, Allah SWT akan meninggikan, menaikkan derajat kita dengan caraNya. Kita bisa buktikan beberapa event nasional kenegaraan, maupun politik, keagamaan, kemasyarakatan beliau masih mendapatkan tempat dan kehormatan di mata elit politik, publik, dan masyarakat umum, dibuktikan rumahnya tidak pernah sepi pengunjung, artinya sang resi banyak dicintai rakyatnya.

Harapan saya sebagai warga yang cinta ketenteraman, sudahlah perseteruan  kandang banteng dengan sang resi, tidak perlu dibahas panjang lebar dengan memprovokasi banteng, supaya terus menyeruduk dengan membabi buta.

Hai media, apa pun medianya, bantulah menenangkan banteng untuk tidak terus menyerang, karena akan kehabisan tenaga, dan dukungan dari masyarakat yang cinta damai ini. Mengakhiri tulisan ini saya tutup kata bijak dari sang Kyai, ”dari sudut agama, saya ingin mengingatkan, agar ketidaksenangan kita terhadap seseorang atau suatu kaum jangan sampai menyebabkan kita berlaku tidak adil dalam memutuskan sesuatu”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Next Post

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

 Haul Buya Syafii Maarif : Kelas Reading Buya Syafii Gelar Malam Puisi dan Diskusi Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co