2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diplomasi Kontra-Presional untuk Menghadapi Kebijakan Tarif Trump

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 2, 2025
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

KEBIJAKAN tarif resiprokal 32% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia pada April 2025 telah menciptakan gejolak ekonomi yang signifikan. Meskipun kemudian ditunda selama 90 hari dengan penerapan tarif sementara 10%, kebijakan ini tetap mengancam sektor ekspor padat karya Indonesia yang mempekerjakan jutaan orang.

Pendekatan diplomatik yang ditempuh pemerintah Indonesia perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional, sebuah pendekatan yang menggabungkan unsur tekanan balik sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dari negara lain. Konsep ini relevan karena Indonesia membutuhkan posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi kebijakan “America First” yang cenderung mengabaikan diplomasi konvensional.

Ketidakseimbangan kekuatan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat menciptakan posisi tawar yang tidak menguntungkan dalam perundingan tarif bilateral. Indonesia dengan PDB sekitar 1,3 triliun dolar AS berada pada posisi lemah ketika berhadapan dengan Amerika Serikat yang memiliki PDB 30 triliun dolar AS. Kesenjangan ini diperburuk oleh strategi negosiasi AS yang memanfaatkan kekuatan ekonominya sebagai senjata utama.

Buktinya, meskipun Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa United States Trade Representative (USTR) sangat mengapresiasi posisi Indonesia yang bersedia berdialog, realitas menunjukkan bahwa pendekatan diplomatik seringkali kurang efektif menghadapi kebijakan Trump yang unilateral. Dengan demikian, Indonesia harus mengakui keterbatasan fundamental dari pendekatan diplomatik konvensional.

Pendekatan Saat ini

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah memilih jalur diplomasi dengan membentuk tiga satgas (satuan tugas) khusus untuk menangani masalah ini. Menurut pernyataan Airlangga, satgas tersebut meliputi satgas perundingan perdagangan investasi dan keamanan ekonomi, satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK, serta satgas deregulasi kebijakan.

Pembentukan satgas ini menunjukkan keseriusan pemerintah, namun belum memasukkan elemen tekanan balik yang diperlukan dalam menghadapi kebijakan tarif Trump. Respons singkat Prabowo terhadap laporan Sri Mulyani tentang negosiasi tarif, hanya dengan mengatakan “good, bagus”, menunjukkan pendekatan yang terlalu hati-hati. Konsekuensinya, Indonesia perlu memperkuat strateginya dengan elemen kontra-presional agar mampu menegosiasikan hasil yang lebih menguntungkan.

Strategi pivot geopolitik ke China dapat menjadi elemen kontra-presional yang kuat untuk meningkatkan posisi Indonesia. Amerika Serikat memiliki kepentingan vital untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik dalam konteks rivalitas dengan China. Faktanya, Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat penundaan tarif sementara menjadi 10%, berbeda dengan China yang tarifnya dinaikkan secara signifikan, mengindikasikan faktor geopolitik turut dipertimbangkan dalam kebijakan tarif Trump.

Oleh karena itu, Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini dengan memberikan sinyal kuat tentang kemungkinan pendalaman hubungan strategis dengan China jika tarif tinggi tetap diberlakukan.

Taktik koalisi regional melalui kerja sama ASEAN dapat menjadi pendekatan kontra-presional lainnya yang efektif. Indonesia sebagai salah satu dari beberapa negara yang terkena dampak kebijakan tarif Trump dapat mengambil inisiatif membangun koalisi regional untuk melakukan tekanan kolektif.

Koordinasi respons dari negara-negara ASEAN terdampak akan menciptakan kompleksitas yang lebih besar bagi Amerika Serikat. Hal ini terbukti dari pernyataan Airlangga bahwa Indonesia “tidak membedakan satu negara dengan negara lain” yang dapat dimaknai sebagai kesediaan untuk membangun solidaritas regional. Dengan demikian, front bersama ASEAN akan jauh lebih efektif dalam mendorong Amerika Serikat meninjau kembali kebijakan tarifnya secara menyeluruh.

Strategi Ekonomi

Pendekatan “economic triage” melalui kebijakan tarif balasan selektif terhadap produk dari swing-states Amerika Serikat dapat menciptakan tekanan politik internal yang efektif. Trump sangat sensitif terhadap dukungan politik domestik, terutama dari negara-negara bagian yang menjadi basis pendukungnya. Penerapan tarif tinggi secara selektif terhadap produk pertanian dari Wisconsin atau Iowa dapat menciptakan tekanan dari konstituen Trump sendiri.

Data menunjukkan bahwa produk-produk ini memiliki nilai strategis tinggi dalam ekonomi politik domestik AS. Hasilnya, strategi ini dapat mendorong pemerintah AS untuk lebih kompromi dalam negosiasi tarif dengan Indonesia.

Implementasi strategi kontra-presional perlu dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menghindari eskalasi yang kontraproduktif. Indonesia tidak perlu langsung menerapkan seluruh elemen kontra-presional secara bersamaan, melainkan dapat mengadopsi pendekatan bertahap yang dimulai dengan diplomasi lunak kemudian secara progresif meningkat menjadi strategi yang lebih tegas.

Sebagai langkah awal, perlu ditetapkan parameter dan red lines yang jelas sebagai trigger point, misalnya jika AS menolak menurunkan tarif di bawah tingkat tertentu setelah periode tertentu. Akibatnya, Indonesia akan memiliki kerangka kerja yang sistematis untuk eskalasi strategis tanpa merusak hubungan bilateral secara keseluruhan.

Ketahanan Domestik

Langkah-langkah mitigasi domestik harus berjalan paralel dengan strategi kontra-presional untuk menghadapi kemungkinan kegagalan negosiasi. Pembentukan satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK menunjukkan kesadaran pemerintah akan risiko domestik dari kebijakan tarif Trump.

Indonesia perlu mempersiapkan paket stimulus ekonomi yang komprehensif untuk sektor-sektor terdampak, termasuk insentif fiskal dan program pelatihan ulang tenaga kerja. Berdasarkan pengalaman negara-negara yang menghadapi perang dagang, ketahanan ekonomi domestik merupakan prasyarat bagi keberhasilan diplomasi kontra-presional.

Dengan demikian, pemerintah perlu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk memperkuat ketahanan sektor-sektor yang rentan terdampak kebijakan tarif Trump.

Pendekatan kontra-presional tidak berarti Indonesia harus meninggalkan jalur diplomatik secara total. Keseimbangan antara ketegasan dan pragmatisme tetap menjadi kunci dalam menghadapi kebijakan tarif Trump.

Pernyataan Airlangga bahwa Presiden Prabowo mengarahkan Indonesia untuk menawarkan win-win solution tetap relevan, namun perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional sebagai insurance policy. Indonesia masih dapat memanfaatkan jalur diplomasi formal seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) sambil mempersiapkan elemen kontra-presional. Hasilnya, Indonesia dapat memaksimalkan hasil negosiasi tarif tanpa mengorbankan hubungan bilateral jangka panjang dengan Amerika Serikat.

Dalam era ketidakpastian global saat ini, Indonesia perlu mengembangkan kapasitas diplomasi kontra-presional sebagai bagian dari arsitektur politik luar negerinya. Pemerintah Indonesia sebaiknya mempertimbangkan secara serius integrasi elemen kontra-presional dalam strategi diplomatiknya, tidak hanya untuk menghadapi kebijakan tarif Trump tetapi juga sebagai persiapan menghadapi tantangan serupa di masa depan.

Pengalaman dari kasus tarif Trump dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki berbagai opsi diplomatik dalam menghadapi kekuatan ekonomi besar. Oleh karena itu, diplomasi kontra-presional harus menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang adaptif dan berdaulat. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Inisiatif 6 Negara, 1 Tujuan: Tantangan Baru bagi Kepemimpinan Indonesia di ASEAN?
Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Tags: Amerika SerikatDonald Trumpekonomipolitik luar negeri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Kita Sedang Tersesat?

Next Post

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co