2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inisiatif 6 Negara, 1 Tujuan: Tantangan Baru bagi Kepemimpinan Indonesia di ASEAN?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
March 18, 2025
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BARU-BARU ini, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, memperkenalkan program ambisius bernama “6 Negara, 1 Tujuan” untuk mengintegrasikan pariwisata enam negara ASEAN: Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Brunei. Inisiatif ini bertujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata terpadu dunia, sebuah langkah strategis dalam persaingan global. Namun, ketika inisiatif besar ini diluncurkan tanpa menyebutkan Indonesia, saya jadi berpikir: apakah peran kepemimpinan Indonesia di ASEAN mulai tergeser?

Indonesia selama ini memiliki posisi kuat sebagai pemimpin non-formal ASEAN, dibangun di atas fondasi populasi terbesar di kawasan, luas wilayah yang dominan, dan rekam jejak diplomatik yang impresif. Kata-kata “ASEAN Way” dan “ASEAN Centrality” sendiri lahir dari kontribusi intelektual diplomat-diplomat Indonesia. Mengapa dalam inisiatif strategis ini Indonesia seolah terpinggirkan?

Logika Geografis

Faktor geografis mungkin menjadi pertimbangan logis di balik inisiatif ini. Keenam negara tersebut memiliki keuntungan berbagi daratan yang sama (kecuali Brunei), dengan konektivitas fisik melalui jaringan transportasi darat yang tidak dimiliki Indonesia sebagai negara kepulauan.

Namun di balik logika geografis, terdapat dimensi politik yang tidak bisa diabaikan. Thailand, melalui inisiatif ini, secara tidak langsung menegaskan aspirasinya sebagai pemain utama dalam arsitektur ASEAN mendatang. Ketidakterlibatan Indonesia menciptakan kesan paradoksal: bagaimana mungkin “kapal besar” ASEAN berlayar tanpa nahkoda utamanya?

Inisiatif ini juga membawa implikasi geopolitik di era rivalitas AS-Tiongkok. Dengan membangun blok ekonomi yang lebih terintegrasi, keenam negara ini berupaya memperkuat posisi tawarnya dalam konstelasi global yang semakin tidak menentu.

Risiko Fragmentasi dan Tantangan Kohesivitas ASEAN

Namun, strategi yang tampak menjanjikan ini menyimpan risiko signifikan. Pengabaian terhadap Indonesia dan Filipina – dua negara dengan pengaruh besar di kawasan – berpotensi menciptakan fragmentasi internal ASEAN. Situasi ini mirip dengan keluarga yang merencanakan pernikahan tanpa mengundang saudara kandungnya sendiri. Konsekuensinya tidak hanya sekadar ketersinggungan sesaat, melainkan keretakan hubungan jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Menghadapi situasi ini, Indonesia perlu merumuskan sikap yang tegas dan terukur. Apakah akan bergabung, mengusulkan modifikasi, atau justru menginisiasi alternatif yang lebih inklusif? Berdiam diri jelas bukan opsi yang bijak.

Dalam dinamika politik regional, ketidakhadiran sering ditafsirkan sebagai ketidakmampuan atau keengganan untuk terlibat – persepsi yang berbahaya bagi nation branding Indonesia sebagai pemimpin alamiah ASEAN.

Infrastruktur Konektivitas sebagai Pondasi Integrasi

Saat mengamati inisiatif ini lebih dalam, faktor konektivitas infrastruktur menjadi kunci penting yang tidak bisa dipisahkan dari dinamika integrasi ini. Keenam negara tersebut terhubung melalui jaringan jalan darat yang memungkinkan wisatawan menyeberang perbatasan dengan mudah seperti koridor ekonomi Greater Mekong Subregion (GMS) dan jalur kereta Trans-ASEAN.

Integrasi pariwisata yang digagas Thailand akan memanfaatkan dan semakin memperkuat infrastruktur yang sudah ada, menciptakan jalinan ketergantungan yang saling menguntungkan,  mulai dari harmonisasi kebijakan visa, standardisasi pelayanan wisata, hingga pembangunan koridor transportasi terpadu yang memudahkan mobilitas antar negara dalam hitungan jam, bukan hari.

Jalinan ketergantungan ini memang menawarkan prospek menarik. ASEAN berpotensi menjadi kawasan yang lebih terpadu dengan daya saing global yang meningkat. Namun, pelajaran dari pandemi COVID-19 harusnya mengingatkan kita akan bahaya ketergantungan berlebih pada satu sektor ekonomi.

Ketika pariwisata global lumpuh akibat pandemi, negara-negara dengan ekonomi yang bertumpu pada sektor ini mengalami pukulan telak. Thailand sendiri, sebagai penggagas inisiatif ini, mengalami kontraksi ekonomi signifikan saat pandemi melanda.

Strategi Maritim Indonesia: Memanfaatkan Keunggulan Komparatif

Di sinilah Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menawarkan perspektif yang lebih komprehensif sambil mengakui keterbatasan geografisnya sebagai negara kepulauan. Meskipun tidak dapat bersaing dalam hal konektivitas darat, Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai hub konektivitas maritim dan udara yang vital bagi ASEAN.

Sebagai pemilik ekonomi terbesar di kawasan dengan struktur yang relatif diversifikasi, Indonesia dapat mendorong model integrasi berbeda yang melengkapi inisiatif daratan, misalnya melalui konsep “ASEAN Seaways” yang mengintegrasikan jalur pelayaran atau “ASEAN Airspace” yang mengoptimalkan konektivitas udara.

Indonesia juga dapat mendorong integrasi yang lebih berimbang, tidak hanya pariwisata, tetapi juga manufaktur, ekonomi digital, keberlanjutan lingkungan, dan inovasi teknologi. Dengan mengambil posisi ini, Indonesia tidak sekadar mempertahankan relevansinya, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi ASEAN secara keseluruhan dengan memanfaatkan keunikan geografisnya, bukan menganggapnya sebagai hambatan.

Langkah konkret yang perlu diambil adalah inisiasi dialog diplomatik berskala tinggi dengan Thailand dan negara-negara terkait, dengan fokus khusus pada bagaimana mengintegrasikan keunggulan konektivitas darat mereka dengan potensi konektivitas maritim dan udara Indonesia. Pendekatan ini mengakui realitas geografis sambil mencari sinergi yang memungkinkan.

Alih-alih bersikap defensif atau menunjukkan ketersinggungan atas ketidakterlibatannya, Indonesia harus hadir sebagai fasilitator yang konstruktif. Kita harus menawarkan kerangka integrasi yang lebih komprehensif yang menghubungkan “ASEAN daratan” dengan “ASEAN kepulauan.” Layaknya seorang konduktor orkestra yang memastikan setiap seksi instrumen memainkan bagiannya dengan tepat untuk menciptakan harmoni keseluruhan, Indonesia perlu memastikan bahwa integrasi ASEAN tidak terfragmentasi secara geografis, melainkan saling melengkapi dan memperkuat.

Jika Indonesia berhasil mengambil posisi strategis ini, bukan hanya statusnya sebagai pemimpin regional yang akan terpelihara, tetapi ASEAN secara keseluruhan akan memetik manfaat dari pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Negara-negara tetangga akan kembali melihat Indonesia sebagai poros utama yang mampu mengharmonisasikan berbagai kepentingan regional.

Urgensi dan Konsekuensi: Apa yang Dipertaruhkan

Sebaliknya, keterlambatan dalam merespon dinamika baru ini bisa berakibat fatal. Posisi Indonesia sebagai “primus inter pares” (yang utama di antara yang setara) dalam kepemimpinan ASEAN dapat tergantikan oleh negara-negara yang lebih responsif terhadap perubahan lanskap regional. Konsekuensinya tidak hanya menyangkut prestise, tetapi juga pengaruh konkret dalam berbagai keputusan strategis ASEAN yang akan berdampak langsung pada kepentingan nasional Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia harus bergerak cepat dan taktis dalam menyikapi perkembangan ini. Langkah pertama yang krusial adalah merumuskan pendekatan yang lebih inklusif untuk integrasi regional, memastikan bahwa ASEAN tetap bergerak sebagai entitas yang utuh, bukan fragmen-fragmen kecil yang bergerak sendiri-sendiri. Hanya dengan pendekatan visioner seperti ini, Indonesia dapat mempertahankan peran historisnya sebagai jangkar stabilitas dan kemajuan ASEAN.

Masa depan kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menavigasi tantangan semacam inisiatif “6 Negara, 1 Tujuan” ini.

Masa depan kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menavigasi tantangan semacam inisiatif “6 Negara, 1 Tujuan” ini. ASEAN yang semakin terintegrasi seharusnya menjadi ASEAN yang semakin inklusif dengan Indonesia tetap berada di jantung prosesnya, bukan di pinggiran. Langkah yang diambil hari ini akan menentukan posisi Indonesia dalam arsitektur ASEAN masa depan. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi

Tags: aseanPariwisatapolitik luar negeriThailand
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof Bandem: Kembalikan Pakem Seni Tradisi pada Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co