24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inisiatif 6 Negara, 1 Tujuan: Tantangan Baru bagi Kepemimpinan Indonesia di ASEAN?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
March 18, 2025
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BARU-BARU ini, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, memperkenalkan program ambisius bernama “6 Negara, 1 Tujuan” untuk mengintegrasikan pariwisata enam negara ASEAN: Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Brunei. Inisiatif ini bertujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata terpadu dunia, sebuah langkah strategis dalam persaingan global. Namun, ketika inisiatif besar ini diluncurkan tanpa menyebutkan Indonesia, saya jadi berpikir: apakah peran kepemimpinan Indonesia di ASEAN mulai tergeser?

Indonesia selama ini memiliki posisi kuat sebagai pemimpin non-formal ASEAN, dibangun di atas fondasi populasi terbesar di kawasan, luas wilayah yang dominan, dan rekam jejak diplomatik yang impresif. Kata-kata “ASEAN Way” dan “ASEAN Centrality” sendiri lahir dari kontribusi intelektual diplomat-diplomat Indonesia. Mengapa dalam inisiatif strategis ini Indonesia seolah terpinggirkan?

Logika Geografis

Faktor geografis mungkin menjadi pertimbangan logis di balik inisiatif ini. Keenam negara tersebut memiliki keuntungan berbagi daratan yang sama (kecuali Brunei), dengan konektivitas fisik melalui jaringan transportasi darat yang tidak dimiliki Indonesia sebagai negara kepulauan.

Namun di balik logika geografis, terdapat dimensi politik yang tidak bisa diabaikan. Thailand, melalui inisiatif ini, secara tidak langsung menegaskan aspirasinya sebagai pemain utama dalam arsitektur ASEAN mendatang. Ketidakterlibatan Indonesia menciptakan kesan paradoksal: bagaimana mungkin “kapal besar” ASEAN berlayar tanpa nahkoda utamanya?

Inisiatif ini juga membawa implikasi geopolitik di era rivalitas AS-Tiongkok. Dengan membangun blok ekonomi yang lebih terintegrasi, keenam negara ini berupaya memperkuat posisi tawarnya dalam konstelasi global yang semakin tidak menentu.

Risiko Fragmentasi dan Tantangan Kohesivitas ASEAN

Namun, strategi yang tampak menjanjikan ini menyimpan risiko signifikan. Pengabaian terhadap Indonesia dan Filipina – dua negara dengan pengaruh besar di kawasan – berpotensi menciptakan fragmentasi internal ASEAN. Situasi ini mirip dengan keluarga yang merencanakan pernikahan tanpa mengundang saudara kandungnya sendiri. Konsekuensinya tidak hanya sekadar ketersinggungan sesaat, melainkan keretakan hubungan jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Menghadapi situasi ini, Indonesia perlu merumuskan sikap yang tegas dan terukur. Apakah akan bergabung, mengusulkan modifikasi, atau justru menginisiasi alternatif yang lebih inklusif? Berdiam diri jelas bukan opsi yang bijak.

Dalam dinamika politik regional, ketidakhadiran sering ditafsirkan sebagai ketidakmampuan atau keengganan untuk terlibat – persepsi yang berbahaya bagi nation branding Indonesia sebagai pemimpin alamiah ASEAN.

Infrastruktur Konektivitas sebagai Pondasi Integrasi

Saat mengamati inisiatif ini lebih dalam, faktor konektivitas infrastruktur menjadi kunci penting yang tidak bisa dipisahkan dari dinamika integrasi ini. Keenam negara tersebut terhubung melalui jaringan jalan darat yang memungkinkan wisatawan menyeberang perbatasan dengan mudah seperti koridor ekonomi Greater Mekong Subregion (GMS) dan jalur kereta Trans-ASEAN.

Integrasi pariwisata yang digagas Thailand akan memanfaatkan dan semakin memperkuat infrastruktur yang sudah ada, menciptakan jalinan ketergantungan yang saling menguntungkan,  mulai dari harmonisasi kebijakan visa, standardisasi pelayanan wisata, hingga pembangunan koridor transportasi terpadu yang memudahkan mobilitas antar negara dalam hitungan jam, bukan hari.

Jalinan ketergantungan ini memang menawarkan prospek menarik. ASEAN berpotensi menjadi kawasan yang lebih terpadu dengan daya saing global yang meningkat. Namun, pelajaran dari pandemi COVID-19 harusnya mengingatkan kita akan bahaya ketergantungan berlebih pada satu sektor ekonomi.

Ketika pariwisata global lumpuh akibat pandemi, negara-negara dengan ekonomi yang bertumpu pada sektor ini mengalami pukulan telak. Thailand sendiri, sebagai penggagas inisiatif ini, mengalami kontraksi ekonomi signifikan saat pandemi melanda.

Strategi Maritim Indonesia: Memanfaatkan Keunggulan Komparatif

Di sinilah Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menawarkan perspektif yang lebih komprehensif sambil mengakui keterbatasan geografisnya sebagai negara kepulauan. Meskipun tidak dapat bersaing dalam hal konektivitas darat, Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai hub konektivitas maritim dan udara yang vital bagi ASEAN.

Sebagai pemilik ekonomi terbesar di kawasan dengan struktur yang relatif diversifikasi, Indonesia dapat mendorong model integrasi berbeda yang melengkapi inisiatif daratan, misalnya melalui konsep “ASEAN Seaways” yang mengintegrasikan jalur pelayaran atau “ASEAN Airspace” yang mengoptimalkan konektivitas udara.

Indonesia juga dapat mendorong integrasi yang lebih berimbang, tidak hanya pariwisata, tetapi juga manufaktur, ekonomi digital, keberlanjutan lingkungan, dan inovasi teknologi. Dengan mengambil posisi ini, Indonesia tidak sekadar mempertahankan relevansinya, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi ASEAN secara keseluruhan dengan memanfaatkan keunikan geografisnya, bukan menganggapnya sebagai hambatan.

Langkah konkret yang perlu diambil adalah inisiasi dialog diplomatik berskala tinggi dengan Thailand dan negara-negara terkait, dengan fokus khusus pada bagaimana mengintegrasikan keunggulan konektivitas darat mereka dengan potensi konektivitas maritim dan udara Indonesia. Pendekatan ini mengakui realitas geografis sambil mencari sinergi yang memungkinkan.

Alih-alih bersikap defensif atau menunjukkan ketersinggungan atas ketidakterlibatannya, Indonesia harus hadir sebagai fasilitator yang konstruktif. Kita harus menawarkan kerangka integrasi yang lebih komprehensif yang menghubungkan “ASEAN daratan” dengan “ASEAN kepulauan.” Layaknya seorang konduktor orkestra yang memastikan setiap seksi instrumen memainkan bagiannya dengan tepat untuk menciptakan harmoni keseluruhan, Indonesia perlu memastikan bahwa integrasi ASEAN tidak terfragmentasi secara geografis, melainkan saling melengkapi dan memperkuat.

Jika Indonesia berhasil mengambil posisi strategis ini, bukan hanya statusnya sebagai pemimpin regional yang akan terpelihara, tetapi ASEAN secara keseluruhan akan memetik manfaat dari pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Negara-negara tetangga akan kembali melihat Indonesia sebagai poros utama yang mampu mengharmonisasikan berbagai kepentingan regional.

Urgensi dan Konsekuensi: Apa yang Dipertaruhkan

Sebaliknya, keterlambatan dalam merespon dinamika baru ini bisa berakibat fatal. Posisi Indonesia sebagai “primus inter pares” (yang utama di antara yang setara) dalam kepemimpinan ASEAN dapat tergantikan oleh negara-negara yang lebih responsif terhadap perubahan lanskap regional. Konsekuensinya tidak hanya menyangkut prestise, tetapi juga pengaruh konkret dalam berbagai keputusan strategis ASEAN yang akan berdampak langsung pada kepentingan nasional Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia harus bergerak cepat dan taktis dalam menyikapi perkembangan ini. Langkah pertama yang krusial adalah merumuskan pendekatan yang lebih inklusif untuk integrasi regional, memastikan bahwa ASEAN tetap bergerak sebagai entitas yang utuh, bukan fragmen-fragmen kecil yang bergerak sendiri-sendiri. Hanya dengan pendekatan visioner seperti ini, Indonesia dapat mempertahankan peran historisnya sebagai jangkar stabilitas dan kemajuan ASEAN.

Masa depan kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menavigasi tantangan semacam inisiatif “6 Negara, 1 Tujuan” ini.

Masa depan kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menavigasi tantangan semacam inisiatif “6 Negara, 1 Tujuan” ini. ASEAN yang semakin terintegrasi seharusnya menjadi ASEAN yang semakin inklusif dengan Indonesia tetap berada di jantung prosesnya, bukan di pinggiran. Langkah yang diambil hari ini akan menentukan posisi Indonesia dalam arsitektur ASEAN masa depan. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi

Tags: aseanPariwisatapolitik luar negeriThailand
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof Bandem: Kembalikan Pakem Seni Tradisi pada Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Mahima Menumbuhkan Saya, Saya Menumbuhkan Mahima – Orasi Budaya Mahima March March March 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co