6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan Dalam Sinema di Living World Denpasar, Tayangkan 12 Film Peran Perempuan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
April 28, 2025
in Panggung
Perempuan Dalam Sinema di Living World Denpasar, Tayangkan 12 Film Peran Perempuan

Acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

ACARA pemutaran film dalam ajang bertajuk “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam, serasa menonton layar tancap tempo dulu. Suasana itu tampak, sebelum acara pemutaran 12 film itu dimulai. Penonton yang hadir masih berdiri ngobrol, menungga acara dimulai. Sebagian lagi, ada yang duduk sambil ngemil, dan ada pula yang menandai tempat duduk agar tidak diambil oleh penonton yang baru datang.

Sementara anak-anak bermaian-main di depan layar yang memang lebih terang dari tempat lainnya. Anak-anak itu berlari, ada yang duduk manis, dan ada yang bergerak-gerak seperti aksi penari di pentas. Setelah lalu, Canda Dewi dan Wijaya Kusuma yang memandu acara mencoba mike mereka, ibu-ibu orang tua anak-anak itu langsung naik ke atas stage mengajak anak mereka turun stage. Ada yang menggendengong anaknya, untuk lebih cepat sampai di luar stage.

Salah satu film yang diputar dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Canda Dewi dan Wijaya Kusuma langsung menyapa para penonton yang hadir, sekaligus menjelaskan acara “Perempuan Dalam Sinema” yang dipersembahkan oleh Komunitas Sanur Cinema Creative untuk memaknai Hari Kartini 2025. Disebutkan pula, program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Living World Denpasar serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV serta dukungan dari berbagai lembaga dan komunitas.

Diantaranya Badan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar, Balai Media Kebudayaan – Indonesiana.TV, Luar Kotak Production, HMP Animasi FSRD ISI Bali, Prodi PFTV FSRD ISI Bali, BROFI SKENSA – SMKN 1 Denpasar,  Dersik – SMKN 6 Denpasar, Komunitas Rumah Produksi Ottororin, Heirloom Studio, Edisi Production, Andana Creative, Dokdo Studio, serta film animasi hasil kompetisi Sastra Saraswati Sewana – Yayasan Puri Kauhan Ubud.

“Perempuan Dalam Sinema ini sebuah program penayangan film pendek yang menyoroti peran perempuan, baik di balik layar maupun dalam narasi cerita yang dikemas dalam ragam film fiksi, dokumenter, dan animasi yang disutradarai oleh perempuan atau mengangkat kisah tentang perempuan,” kata Direktur Sanur Cinema Creative (SRCO), Putu Bagus Windhi Santika disela-sela acara tersebut.

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Canda Dewi dan Wijaya Kusuma lalu mengajak para sutradara dari 12 film yang akan ditayangkan itu untuk naik ke atas panggung menerima piagam dan penghargaan. Selanjutnya, memanggil media partner naik ke atas panggung untuk diberikan piagam penghargaan, kemudian dilanjutkan kepada para pendukung acara. Penonton yang awalnya berdiri, pelan-pelan menempati tempat duduk yang masih kosong.

Film pun mulai diputar, diawali dengan Film TANTRI yang diproduksi tahun 2023. TANTRI merupakan film fiksi dengan durasi 12 menit yang mengisahkan perjuangan seorang remaja perempuan dalam menantang dominasi dunia seni rupa yang maskulin melalui karya lukis. Film yang disutradara oleh Vanesa Martida dan diproduksi Sanur Cinema Creative & Indonesiana.TV menampilkan pemain; Luh Pratiwi, Ni Made Suci, G. Pinno Confessa, Luh Yesi Candrika, Ketut Sadia, Wayan Diana, Komunitas Baturulangun Batuan.

Lalu Film WINGKANG RANU (2024) merupakan film fiksi dengan durasi 12 menit. Film ini disutradara Adi Artama dan diproduksi Sanur Cinema Creative & Indonesiana.TV yang mengisahkan seorang gadis muda yang berjuang menyelamatkan danau dan pertanian keluarganya dari dampak perubahan iklim. Film ini didukung oleh pemain yang berpengalaman, seperti Thaly Kasih, Aryani Willems, Ketut Rina, Kumirawati, Dayu Kiran Sandra, Wayan Adnyana, Agus Widia Purnamia

Setelah dua film itu, acara diisi dengan door prize bagi pengunjung yang mampu menjawab pertanyaan di seputar acara tersebut. Acara ini mendapat apresiasi yang positif dari penonton, sehingga setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh perwakilan Balai Media Kebudayaan – Indonesiana.TV sebagai pemandu acara dijawab benar. Sebagian penonton meminta lagi, agar bisa mendapatkan hadiah.     

Salah satu film yang diputar dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Penayangan film dilanjiutkan dengan INI JUGA BALI (2025) merupakan film animasi dengan durasi 12 menit, mengisahkan seorang gadis Jakarta mencoba menyambung kembali identitasnya dengan akar budaya Bali melalui seni. Film ini disutradara Tanaya Nayaka & I Wayan Kalani Kekai Kastawa, diproduksi Heirloom Studio & Prodi Animasi FSRD ISI Bali.

DEVADHAMMA JATAKA (2025) merupakan film animasi verdurasi 11 menit yang mengadaptasi cerita Jataka,menyoroti nilai-nilai kebajikan dan refleksi spiritual dari masa lalu seorang Bhikkhu. Film ini disutradarai Tanaya Nayaka dan diproduksi Saddhamma Group.

OHAYO (2018) merupakan film animasi dengan durasi 1 menit mengisahkan sebuah animasi bergaya anime klasik yang menggambarkan rutinitas pagi dua gadis muda dengan penuh kehangatan dan keceriaan, dan disutradara oleh Tanaya Nayaka dan diproduksi Ottororin.

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

DESA CILIK (2024) jenis film animasi durasi waktu 7 menit disutradarai oleh Intan Swandari dan diproduksi Edisi Production & Sastra Saraswati Sewana – Yayasan Puri Kauhan Ubud. Film ini mengangkat kisah seorang pemimpin yang putus asa menemukan kembali arah hidupnya setelah pertemuan sunyi, namun bermakna dengan seorang orang suci di sebuah gubuk sederhana.

#ILUH PASO (2025) merupakan film fiksi durasi 9 meni disutradarai oleh Dewi Estede & Ngurah Ucil, dan diproduksi Andana Creative. Kisahnya, Iluh Sekar yang tengah berjuang mencari pekerjaan menolak meneruskan usaha ibunya sebagai pengrajin gerabah. Namun, gerabah akhirnya membantunya menemukan kembali jati dirinya sebagai orang Bali.

OMANG DAN PERJALANAN WAKTU (2024) merupakan film animasi berdurasi 14 menit mengisagkan, Omang, anak kota yang tinggal di desa, menemukan portal waktu di lemari kamar neneknya yang membawanya ke masa lalu dan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan desa. Film ini disutradarai Ade Devindra Rajeshwari R.S dan diproduksi: DOKDO Studio & Prodi Animasi FSRD ISI Bali.

TERBIT CAHAYA ANDHARA (2021) merupakan film fiksi berdurasi 15 menit yang disutradarai oleh Mertha Ambara dan diproduksi Program Studi Produksi Film dan Televisi ISI Bali. Thalia, seorang ibu tunggal, khawatir akan masa depan putrinya yang buta. Tapi lewat permainan biola Andhara, lahir secercah harapan akan kemandirian sang anak. sebagai pemeran, yakni Dewi Pradewi, Sari Dewi, Padma Dewi, Gilang Aditya, Sri Andayani, Evita Parwati

CLARITY (2025) merupakan film fiksi berdurasi 4 menit yang disutradara oleh Komang Ayu Intan Triana Dewi dan dipproduksi BROFI SKENSA. Adapun kisahnya, Komang, seniman muda baligrafi, menemukan kepercayaan diri dan kesuksesan lewat eksplorasi karya digitalnya yang viral, membuktikan bahwa keberanian berinovasi membuka jalan pengakuan.

KAWYAGITA MANDALA (2023) sebuah film documenter dengan durasi 10 menit disutradara Nyoman Lia Susanthi dan diproduksi Sanur Cinema Creative. Film ini mengeksplorasi gamelan sakral Gong Luang dan usaha pelestariannya melalui penciptaan film musik bertajuk “Kawyagita Mandala” sebagai musik pengantar roh menuju Sang Pencipta.

Lalu SILA (2025) sebuah film fiksi berdurasi 15 menit yang disutradara oleh Zakira Maysoniya, dan diproduksi Dersik Production (SMKN 6 Denpasar). Film ini mengisahkan, seorang fotografer menyimpan kenangan lewat bidikan kameranya, namun di balik setiap foto tersimpan perjalanan emosional yang lebih dalam dari sekadar gambar diam.

Para sineas dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Penonton asyik menonton dalam acara “Perempuan Dalam Sinema” di Amphitheatre Living World Denpasar, Minggu 27 April 2025 malam | Foto: tatkala.co/Bud

Putu Bagus Windhi Santika mengatakan, melalui pendekatan visual yang peka dan narasi yang intim, film-film dalam program ini merefleksikan dunia dari lensa yang jarang mendapat sorotan dalam sinema arus utama. “Perspektif perempuan menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam, emosional, dan kompleks, menantang stereotip serta memperkaya keragaman cerita dalam lanskap perfilman Indonesia,” jelasnya.

Menurut Putu Bagus Windhi Santika film adalah cermin peradaban. Ketika semakin banyak perempuan berbicara melalui karya film, kita mendapatkan cermin yang lebih jujur dan utuh tentang kehidupan. “Melalui kegiatan ini, Sanur Cinema Creative menghadirkan panggung bagi karya-karya dari para filmmaker perempuan serta suara-suara tentang perempuan, agar dapat diapresiasi oleh publik yang lebih luas,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Sanur Cinema Creative turut memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan trofi kepada para filmmaker muda Bali, sebagai penyemangat agar terus berkarya dan menghidupkan keberagaman perspektif dalam dunia perfilman.

Sementara itu, kurator program Vanesa Martida menjelaskan, acara ini merupakan bentuk perayaan dan pengakuan terhadap suara-suara perempuan dalam dunia kreatif. “Sebanyak 12 film diputar dalam program ini, menampilkan beragam perspektif dan ekspresi dari sineas perempuan maupun karya yang mengangkat isu-isu perempuan. Program ini lahir dari keresahan akan terbatasnya ruang bagi sineas perempuan, dan harapan bahwa ruang ini akan memperluas akses, menciptakan dialog, serta menyemai keberanian untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Vanesa menambahkan, melalui Perempuan dalam Sinema, maka Sanur Cinema Creative mengajak publik untuk menyadari bahwa sinema bukan sekadar tontonan, melainkan medium representasi, empati, dan pembentukan budaya. “Ketika perempuan diberi ruang untuk bercerita, kita semua memperoleh cara pandang yang lebih kaya terhadap dunia. Sebanyak 12 Film itu buktinya,” katanya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Membawa Sinema Indonesia ke Dunia: Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025
Film “Teba Modern” dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati: Tentang Langkah Kecil Pengelolaan Sampah
Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali
Tags: filmPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalaman Awal Mula Didiagnosa Skizofrenia

Next Post

Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Kosa Poetika Senirupa Anak Agung Gede Eka Putra Dela

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co