6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

4:20 Hanya untuk “Chill” pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
April 22, 2025
in Panggung
4:20 Hanya untuk “Chill” pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

SEBUAH lagu reggae dari King Masmus itu terdengar di meja DJ sedang diremix oleh 444 Kaum dalam acara “Ceng-Cet Riddim” yang diagendakan oleh Kolektif Gegap Gemilang di Kedai Kopi DeKakiang, Minggu, 20 April 2025.

420 adalah kode Hari Ganja Internasional. 4 (empat) diambil dari bulan April dan 20 diambil dari tanggal di bulan itu. Ada banyak versi yang dikaitkan dengan angka 420—yang konotasinya merujuk pada tokoh politik, lagu, dan atau penggunanaan cannabis sativa tadi.

Semisal, ada yang mengatakan jika 420 adalah diambil dari tanggal kelahirannya Adolf Hitler. Ada juga yang mengaitkannya dengan lagu Bob Dylan berjudul “Rainy Day Women #12 & 35”, yang mana jika 12 dikalikan dengan 5 akan menghasilkan 420.

Tapi yang lebih populer secara cerita, juga mendekati, kode 420 itu di dasari oleh kisah Geng Waldos yang beranggotakan 5 orang remaja dari SMA San Rafael di California pada kisaran tahun 1971. Kelima remaja itu adalah Steve Rafel, Dave Reddix, Jaffrey Noel, Larry Schwartz, dan Mark Gravich.

Suasana pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Untuk menghisap ganja atawa nyimeng itu, 420 diambil dari jam 16.20 sore, sebagai waktu berkumpul mereka. Kelimanya bertemu di sebuah patung ahli mikrobiologi Prancis Louis Pasteur sepulang sekolah. Kebiasaannya menghisap mariyuana di patung itu, berawal ketika suatu waktu mereka mendengar kabar ada ladang ganja terbengkalai di Point Reyes milik seorang penjaga pantai.

Dan akhirnya sebuah petualangan mencari kebun itu pun direncanakan mereka. Sebelum pergi, menghisap ganja seperti sudah menjadi ritual yang menyenangkan. Pencarian kebun itu tak pernah sukses walaupun sudah berminggu-mingu dilakukan.

Tapi kebiasaan mereka bertemu di patung di jam yang sama, masih terus dilakukan hanya untuk menghisap daun itu. Alhasil, kode 420 dikenali sebagai waktu yang asik untuk nyimeng. Dan bagaimana kode itu hingga merebak ke seluruh dunia—hingga saat ini, adalah berkat kakak dari Dave ketika mengenalkannya ke Phil Lesh, yaitu basis Grateful Dead.

Dan Band itu kemudian menggunakan 420—sebagai kode ajakan nyimeng berjama’ah kepada penggemarnya di seantero dunia. Kabar 420 itu akhirnya menyeruak lebih serius, setelah salah satu wartawan dari majalah AS High Times tahu dan menyiarkannya lebih luas lagu dalam bentuk berita. Hingga kemudian meresmikan 20 April sebagai Hari Ganja Internasional.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Dan Putu Mahardika sebagai ketua pelaksana acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang itu, menjelaskan akhirnya 4:20 identik dengan waktu sore-sore nyimeng ganja. Tapi dalam acara “Ceng-Cet Riddim” yang digagasnya itu—jangan salah—bukanlah acara untuk nyimeng.Tetapi hanya sekadar menikmati musik reggaenya saja di waktu sore.

“Menggunakan jam 4:20 sore itu sebenarnya hanya untuk gimmick saja, kami rayainnya dengan musik reggae yang dimixing DJ, ya, untuk chill saja,” kata Putu Mahardika yang di acara itu juga ia menjajakan beberapa botol arak dan menyediakan beberapa jajanan gratis.

Alternatif—Kreatif

Dan penampil dalam acara itu tidak hanya datang dari 444 Kaum, tetapi juga ada Nend, Ekaput, Irama Utara, dan Devs menjadi penampil pada malam itu. Mereka dari Buleleng. Acara ini dimulai pada kisaran jam 5 sorean dari yang direncanakan di jam 4:20 itu, diulur karena ditimpa hujan. Tidak apa, katanya. Musik terus berlanjut dimulai setelah hujan reda.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

Di meja DJ yang di depannya beberapa orang sedang berjoget, terbentang bendera Jamaica di meja itu. Dan beberapa orang itu terus berjoget seakan mengikuti tempo musiknya yang slow, menikmati lagu Vegan Vegetarian yang di mixing dj itu seakan sedang terbang—alias fly. Ya, arak membuatnya mabuk. Dan musik dj itu agaknya berhasil membuat siapa saja yang hadir dan larut kedalamnya—enjoy.

Acara merayakan 4:20 semacam ini sepoertinya baru kali pertama dilakukan oleh Kolektif Gegap Gemilang. Antusiasme orang-orang untuk hadir mendengarkan lagu reggae dengan space kedai yang sejuk di bawah pohon mangga rindang daun-daunnya itu, membuat suasana pengunjung terasa intim dan betul-betul dirasakan tambah chill ketika musik diperdengarkan.

Orang-orang hadir memesan kopi, lalu duduk. Orang-orang saling duduk berhadapan dengan teman sebaya atau pacarnya masing-masing. Mereka mengobrol sambil sesekali meliukan tubuhnya. Sebagaimana genre reaggae dengan rhythm musiknya yang khas, yang mendamaikan dan menjogetkan bahu seseorang.

“Ya, ini untuk mempertemukan orang-orang untuk bertemu dan ngobrol juga sih,” kata Putu Mahardika.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Musik asal Pulau Karibia, Jamaika, ini dapat dibilang banyak pemianatnya bukan hanya karena musiknya yang enak didengar, tetapi wacana kedamaiannya juga terasa menyecap di jiwa. Musiknya bisa dinikmati secara musik dan liriknya. Hal itu bisa dilihat dari makna mendalam dari warna benderanya, seperti warna hijau, emas, dan hitam.

Negara ini barangkali satu-satunya negara yang tidak mengandalkan warna merah untuk mempresentasikan jiwa semangat dan optimis. Warna hitam dilambangkan sebagai kekuatan dan kreativitas rakyat Jamaika, sedang emas melambangkan sinar matahari dan kekayaan alam, dan warna hijau melambangkan harapan dan kekayaan pertanian mereka.

“Ganja itu kan tumbuhan. Banyak pula manfaatnya, tapi karena dilarang di negara kita, alternatifnya kita gunakan arak atau kopi untuk enjoy, yang penting sensasinya adalah reggae, kedamaian,” kata Putu Mahardika.

“Tidak lebih dari itu, hanya untuk chill. Acara ini betul-betul hanya sekadar untuk mendengar musik, dan bagaimana orang-orang datang dan mengobrol. Itu saja.” lanjut lelaki itu di sela gulung kabel selesai acara.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

Bagi Kolektif Gegap Gemilang, acara semacam itu pula dijadikannya sebagai bentuk latihan diri membuat event kreatif tanpa mesti menyentuh pelanggaran hukum. Dan mencari alternatif adalah kreatif.

Kolektif ini baru dibentuk oleh Putu Mahardika sendiri. Dan tidak hanya untuk menyoal acara reggae dalam merayakan 4:20—kecil-kecilan, katanya. Kolektif atau komunitas ini juga membuka diri untuk kolaborasi dengan komunitas lain dalam hal membuat event yang lain, semacam menjadi Event Organization (EO). [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja
Oratorium Panji Sakti, Ragam Nusantara dan “Shortcut” — Catatan Malam Apresiasi Seni HUT Kota Singaraja
Renggama, Kelompok Musik Anyar yang Tak Biasa-biasa Saja dari Bali Utara
Tags: kedai kopimusikSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Next Post

Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co