4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengemas Masa Silam: Tantangan Pembelajaran Sejarah bagi Generasi Muda

Pandu Adithama Wisnuputra by Pandu Adithama Wisnuputra
April 5, 2025
in Esai
Mengemas Masa Silam: Tantangan Pembelajaran Sejarah bagi Generasi Muda

Pandu Adithama Wisnuputra

TERDAPAT kecenderungan pada generasi muda sekarang tidak menyukai belajar sejarah. Aisyah (2024) menjelaskan bahwa metode belajar yang kaku dan membosankan adalah pemicunya.  Pembelajaran sejarah di Indonesia umumnya bersifat satu arah, cenderung menuntut siswa untuk menghafal nama tokoh, peristiwa atau waktu daripada memahami mengapa hal tersebut perlu dipelajari serta apa kegunaanya bagi mereka.

Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, karena sejarah sesungguhnya punya peran membentuk suatu peradaban dan memberi konteks dalam kehidupan.  Lalu, bagaimana agar para generasi muda dapat merasa tertarik untuk belajar sejarah? Serta, cara yang seperti bagaimana agar dapat membuat sejarah menjadi menarik untuk dipelajari 

Untuk membuat generasi muda tertarik belajar sejarah, maka terlebih dahulu mereka harus merasa mendapatkan keuntungan atau manfaat ketika mempelajarinya. Kita bisa memulai dengan merujuk pada Kuntowijoyo (2005) yang mengungkapkan, terdapat dua jenis manfaat dari sejarah yakni dalam bentuk intrinsik dan ekstrinsik.  Pada  bentuk intrinsik, sejarah dapat berupa ilmu yang dapat dipelajari dari berbagai macam kalangan yang ingin belajar sejarah.

Tidak hanya itu, sejarah juga merupakan cara untuk mengetahui masa lampau, di mana terdapat berbagai makna yang dapat diambil dari peristiwa masa lalu yang perlu dilestarikan dan melakukan penolakan berpatok pada sejarah tersebut. Ada pun  dalam bentuk ekstrinsik, sejarah juga memiliki peran yang beraneka ragam. Berbagai patokan moral seperti tidak pantasnya sistem perbudakan, cara berperilaku hanya berdasarkan etnis dan ras dapat dipelajari melalui sejarah.  

Melalui sejarah kita juga dapat mencari alasan terjadinya suatu peristiwa atau mengapa suatu hal dapat bertahan hingga sekarang, seperti mengapa meskipun Indonesia dijajah oleh Belanda begitu lama, tapi Bahasa Belanda tidak digunakan oleh orang-orang banyak. Atau misalnya peristiwa kedatangan berbagai agama di Nusantara, kedatangan bangsa asing, upaya-upaya perlawanan terhadap penjajah seperti Perang Aceh, Perang Jawa, berbagai intervensi Belanda di Bali, masa Pergerakan Nasional, Revolusi Kemerdekan Indonesia pasca Perang Dunia II, perkembangan teknologi yang dipakai di dunia saat ini seperti otomotif, kereta api, pesawat terbang, serta masih banyak yang lainnya.

 ***

Agar sejarah dapat dianggap menarik oleh para siswa, perlu sebuah metode baru yang lebih menarik dan ringan. Penggunaan teknologi yang terus berkembang dapat menjadi solusi yang diperlukan. Akses internet dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan sejarah dengan metode menyenangkan seperti meng-upload konten-konten bertemakan sejarah di berbagai platform media sosial seperti Youtube, Instagram atau berbagai blog yang dikelola oleh penyuka sejarah.

Berbagai kanal Youtube menyajikan konten-konten sejarah seperti Extra Credits, The Armchair Historian, Simple History, The Great War, History Matters, Historia.ID, Hipotesa, Inspect History dan lain-lain. Kanal-kanal tersebut banyak yang menampilkan animasi sehingga penonton dapat melihat bagaimana peristiwa sejarah dapat terjadi dalam bentuk animasi yang menyegarkan mata, serta penggunaan humor-humor yang dapat membuat sejarah yang disampaikan melekat di pikiran dengan cara yang menyenangkan. Seperti lelucon, bahwa hampir semua peristiwa sejarah yang terjadi di Eropa terjadi karena tindakan Napoleon atau Italia yang selalu dianggap gagal dalam upaya militer mereka. Penggunaan metode tersebut dapat pula digunakan di media sosial lainnya seperti Instagram dalam fitur story dan feeds.

Selain konten media sosial, sejarah juga dapat diperkenalkan melalui film dan video game bernuansa sejarah, mengingat generasi muda yang dekat dengan teknologi juga memiliki ketertarikan dengan video game dan film. Video game seperti seri Battlefield, Assassin’s Creed, Bioshock dan lain-lain memiliki aspek sejarah yang kuat atau berlatar sejarah. Film-film seperti Soegija, Jenderal Soedirman, Bumi Manusia, Gadis Kretek, Oeroeg, Max Havelaar dan lain-lain menyajikan sejarah dalam bentuk film yang ditampilkan di layar lebar.

Kesimpulannya, dengan memperkenalkan kemanfaatannya maka menjadi awal untuk mengajak para generasi muda untuk lebih tertarik akan sejarah. Penting juga untuk memastikan bahwa kisah sejarah disampaikan dengan cara yang menarik serta mengemasnya dengan model kekinian.

Sehingga, bila sudah tertarik, maka akan semakin  berminat  untuk mendalami dan menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah,  karena seperti yang pernah dikatakan oleh bapak bangsa kita, Bung Karno: “Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah!” [T]

Penulis: Pandu Adithama Wisnuputra
Editor: Adnyana Ole

Teguh Fatchur Rozi dan Belajar Sejarah di Luar Sekolah
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali
Wisata Sejarah: Merekonstruksi Masa Lalu
Tags: generasi mudasejarahSejarah Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perbincangan Rindu | Cerpen Lanang Taji

Next Post

5 Tradisi Umat Muslim di Bali: Selain Unik, juga Menghangatkan Tali Persaudaraan

Pandu Adithama Wisnuputra

Pandu Adithama Wisnuputra

Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Sejarah, Universitas Padjadjaran, Bandung

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
5 Tradisi Umat Muslim di Bali: Selain Unik, juga Menghangatkan Tali Persaudaraan

5 Tradisi Umat Muslim di Bali: Selain Unik, juga Menghangatkan Tali Persaudaraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co