24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nyegara-Gunung” dan Tari Nelayan yang Jadi Renungan | Catatan “Les Ngembak Festival 2025”

Son Lomri by Son Lomri
April 2, 2025
in Panggung
“Nyegara-Gunung” dan Tari Nelayan yang Jadi Renungan | Catatan “Les Ngembak Festival 2025”

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

DI Desa Les, gunung dan laut saling berhadapan. Sebab itulah nyegara-gunung dalam Les Ngembak Festival, Minggu, 30 Maret 2025, diabadikan sebagai akar filosofis—ruh festival mereka, ketika mengenalkan diri sebagai desa wisata.

Melalui pembicaraan pariwisata, merawat alam menjadi fokus utamanya. Kalau alam baik, keindahannya akan tetap bertahan. Sebab alam yang sehat, di luar maupun dari dalam, membuat segenap makhluk yang hidup di sana akan sejahtera. Termasuk manusianya.

Dan melalui pembicaraan pariwisata, cara pandang materialistik cukup menjalar di masyarakat. Masyarakat merasa diri mesti mengurangi buang sampah sembarang, agar desa mereka tetap bersih. Agar terus-terus menjadi daerah pariwisata—yang mendatangkan banyak orang, dan menaburkan uang di setiap jajanan lokal .

Tetapi saya yakin, bukan hanya sekadar uang yang dicari oleh masyarakat Desa Les. Tetapi juga kesehatan alamnya yang mereka hormati sejak dulu. Sehingga, membahas laut atau gunung, berarti pula membahas keselamatan manusianya.

Seperti yang dikatakan oleh Muhidin M. Dahlan dalam opininya “Sastra dan Bagaimana Tentara Memandang Laut” di Jawa Pos: “..Barangsiapa kehilangan air, dia kehilangan tanah, barangsiapa kehilangan laut dia kehilangan darat.”

Melalui nukilan di atas, juga spirit Les Ngembak Festival itu, narasi membahas gunung bahwa tak melulu membahas kemolekan pohon-pohon dan hewan-hewannya di dalam hutan. Juga tentang laut, tidak sekadar dibahas bentuk keseksian bibir pantainya, atau kemolekan lautnya yang biru, yang menjadi jingga yang indah ketika sore.  

Tetapi juga membahas perjuangan masyarakat dalam memperlakukan berkat Tuhan itu dengan agung.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Sepanjang 5 kilometer pantai terbentang di Desa Les, sepanjang itu masyarakat menggunakannya sebagai wisata desa. Laut terbentang dan biru, dimanfaatkan pula sebagai tempat melaut, menangkap ikan, menghidupi anak dan istri.

Pada satu waktu, ya, di Les Ngembak Festival itu, di sela hujan masih turun, Tari Nelayan ditarikan oleh tiga perempuan masih remaja desa, yakni Kadek Ayu Pratiwi Asih, Luh Anindya Trisna Putri, dan Luh Manis Sri Ayuni. Mereka membawakan satu kontemplasi sangat dalam bagaimana hubungan masyarakat desa dengan laut—sangat kuat.

Tari Nelayan diciptakan I Ketut Merdana di desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada tahun 1960. Sesuai namanya, gerakan yang dihadirkan diadopsi dari gerakan-gerakan nelayan Bali dalam menjalankan aktivitas menangkap ikan. 

Melalalui tarian itu juga, kita membayangkan kembali laut bukan barang mati. Tetapi laut juga hidup seperti gunung yang menumbuhkan pohon-pohon, meneteskan air bening, biasa disebut air terjun.

Laut memberi banyak ikan dan garam—yang menjadi masyarakat desa kuat dan kreatif. Sebab itulah, ia harus diurus. Dimanfaatkan secara baik dan organik. Tak boleh dirusak. Kesadaran material semacam itu, memiliki efek yang baik. Masyarakat seperti meyakini jika rusak alam, rusak diri sendiri.

“Dulu, sempat ada masyakat yang ngambil ikan dengan cara dibom. Tapi itu dulu, sekarang sudah nggak. Laut kita sekarang cukup bersih, apalagi setelah menjadi keunikan desa dalam pariwisata. Setidaknya kesadaran untuk menjaga laut atau gunung itu sudah mulai muncul,” kata Gede Adi Wistara, Perbekel Desa Les di sela acara.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Di atas panggung, Kadek Ayu Pratiwi Asih, Luh Anindya Trisna Putri, dan Luh Manis Sri Ayuni—masih menarikan tari nelayan. Di dalam tarian itu, ketiganya memiliki peran masing-masing. Seperti Ayu, ia memiliki peran atau tugas untuk menyimpan ikan.

Sementara Anindya berperan sebagai nelayan yang menangkap ikan, dan Manis Sri bertugas untuk mendayung kapal. Di sana juga ada adegan bagaimana salah satu mereka terluka tangannya. Hal itu membuat para pentonton membayangkan kembali bahwa laut, menjadi tempat berjuangnya masyarakat pesisir.

Luka reda. Ketiga penari itu setelah duduk melingkar, mengobati, mereka berdiri. Kemudian menari lagi hingga selesai…

Melalui gerakan yang dinamis, seperti mendayung, menebar jala, dan menarik ikan, tarian ini mencerminkan keuletan masyarakat di desa itu dalam mencari nafkah di laut. Tarian ini setidaknya menggambarkan  Desa Les sebagai desa dengan potensi bahari yang dimiliki. Kaya.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Laut dan gunung sebagai potensi besar masyarakat untuk kembali melakukan hal-hal yang kreatif dan asik. Melalui festival ini, narasi nyegara-gunung kembali dihidupkan.

“Laut menjadi bagian penting harus dirawat dengan kesadaran yang penuh. Menjaganya secara kultural (dengan aktivitas budaya), bukan sekadar kampanye: mari merawat alam dengan cara tidak buang sampah sembarang di laut!” kata Nyoman Nadiana, ketua pelaksana festival. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata
Belajar Tari Nelayan Bersama Maestro Ni Ketut Arini
Tahun 1951 di Desa Kedis Pernah Tercipta Tari Pancasila, Kini Dihidupkan Lagi
Tags: bulelengDesa LesLes Fest Ngembak GeniTari Nelayan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Puisi ke Melodi: Jejak Puitis Chairil Anwar dalam Musik Banda Neira

Next Post

Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” Tayang 15 Mei 2025 di Bioskop

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” Tayang 15 Mei 2025 di Bioskop

Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” Tayang 15 Mei 2025 di Bioskop

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co