3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Langkah Sederhana Mengubah Kekotoran Politik

Mansurni Abadi by Mansurni Abadi
March 25, 2025
in Esai
Bersama dalam Fitri dan Nyepi: Romansa Toleransi di Tengah Problematika Bangsa

Mansurni Abadi

KITA yang mengutuki politik, di satu sisi pasti masih menyisakan sedikit percaya jika dari yang politik itulah yang kita harapkan mampu mengubah kondisi bangsa yang kita anggap sudah sedemikian buruknya ini. Bukankah kehidupan sendiri adalah permainan politis, apalagi jika kita maknai politik sebagaimana Harold D. Lasswelldan A. Kaplan tentang politik yang berkutat pada siapa  yang mendapatkan apa, kapan dan bagaimana? Maka sejatinya kita selalu bermain-main dengan yang politik hingga napas terhenti.

Jadi ketika kita berimaji sembari bertindak dan meyakini bahwa apa yang kita lakukan hari ini mampu membuat Indonesia lebih baik, bukankah itu juga laku dari politik. Politik itu paradoks, kita seringkali membayangkanya dari sisi yang idealis tapi sejatinya politik itu menempatkan kita pada pola pikir, pendirian, bahkan laku yang menerima in-between karena politik itu seni tentang banyak kemungkinan.

Oleh karena itu di banyak litelatur dan omon-omon politik, kita semua harus berusaha mencari tahu strategi politik apa yang paling tepat untuk mengubah keadaan atau minimal mendekati keadaan yang kita sama-sama inginkan. Jadi dalam politik, posisi abu-abu terkadang lebih sering tampak ketimbang memilih yang hitam atau yang putih. Tentu saja masalah ini akan bertentangan dengan etika yang hanya ada dua pilihan antara yang etis atau yang tidak etis. Tapi mau bagaimana lagi, selama kebermanfaatan dapat dihadirkan mendekati optimal, dan yang rusak tidak menjadi total meskipun in-between, harus kita terima.

Tapi untuk mengubah politik harus dimulai dari mana?

Yang pertama kali kita perlu lakukan adalah sadar terhadap yang politik, dalam konteks ini, sadar artinya berperan aktif sebagai warga negara untuk membangun iklim politik yang sehat  melalui rasionalisasi politik. Jurgen Habermas dalam Toward a Rational Society menekankan bahwa rasionalisasi politik bertujuan untuk meningkatkan wacana kritis yang mendorong mayoritas menjadi critical mass—massa yang berpikir kritis dan bertindak secara mandiri. Untuk mencapainya, Habermas menekankan pentingnya pendekatan dari bawah—rasionalisasi yang berkembang secara organik di kalangan masyarakat akar rumput tanpa paksaan atau arahan dari atas.

Jika kita lelah dengan politik yang berbalut citra, dijebak oleh seremonial ritus pemilihan 5 tahunan, dan diperkuat dengan pengkultusan terhadap seseorang hanya karena pidatonya menggelegar dan tampilan merakyat, maka kita harus mulai memikirkan sesuatu yang rasional.   Rasional artinya kita paham terhadap apa yang penting dan bagaimana yang penting itu dapat dicapai dengan basis penilaian yang kuat terhadap siapa yang dianggap mampu untuk mencapai apa yang kita sama-sama inginkan itu. Jangan terjebak pada tampilan luar apalagi trah keturunan, karena semua itu hanyalah ilusi dangkal.

Politik yang penuh ilusi, kalau menurut Farish M. Noor, seorang intelektual Singapura, pada akhirnya menyempitkan visi dan misi politik menjadi despotik, esensi menjadi ilusi, demokrasi menjadi oligarki, dan perubahan hanya sekadar hantaman tanpa substansi.

Yang kedua, ciptakan nuansa, menurut pendapat saya, masalah terbesar dalam politik (sebagian besar karena hasutan media) adalah bahwa *sering kali tidak ada ruang untuk nuansa atau jalan tengah yang dapat diterima.* Sebaliknya, *subjek yang kompleks dipecah menjadi ekstrem hitam dan putih yang sederhana, dan individu didorong untuk memilih salah satu dari ekstrem ini* dan *dengan keras menolak siapa pun yang bersekutu dengan yang lain.*

Meskipun banyak yang cenderung melakukan itu di usia muda, _pada akhirnya kita perlahan-lahan menyadari bahwa pihak lain sering kali memiliki poin-poin yang sangat valid,_ dan bahwa beberapa pihak telah menyesatkan kita dengan bersikeras bahwa pihak lain sepenuhnya salah.

Pada gilirannya, _kita sekarang percaya bahwa untuk hampir semua isu yang memecah belah yang telah berlangsung lama, biasanya _ada alasan mengapa kedua belah pihak benar, dan satu-satunya cara untuk keluar  dari dilema  dengan menekankan perspektif bernuansa yang mempertimbangkan keduanya.

Sayangnya, proses politik melatih anggota masing-masing pihak untuk tidak hanya menyerang mereka yang berseberangan, tetapi juga mereka yang menyajikan perspektif yang bernuansa (karena lebih sulit untuk dipahami secara mental). Selain hal ini sangat disayangkan (karena membuat kita terpecah belah dan mencegah masalah kritis terpecahkan), hal ini sering kali disengaja, karena perdebatan sering kali dibingkai sehingga suatu poin yang dapat disetujui semua orang yang mendasari masalah yang sedang dihadapi (misalnya, bahwa masalah tersebut pada akhirnya merupakan hasil dari praktik predator dari kelas elit) tidak pernah masuk dalam diskusi.

Sejak dulu, kita mendengar ungkapan _”politik adalah seni tentang kemungkinan”_oleh karena itu menyelesaikan sesuatu memerlukan kemampuan untuk bekerja secara cerdas dengan pihak lain guna menemukan kompromi yang dapat diterima oleh mereka. Sebaliknya, pemikiran dogmatis dan tidak adanya toleransi terhadap sudut pandang yang berlawanan biasanya mengarah pada tidak adanya penyelesaian,_ atau *apa yang telah dilakukan dengan cepat terhapus begitu angin politik berubah. Oleh karena itu, kita semua berusaha mencari tahu strategi politik apa yang paling tepat untuk mengubah keadaan secara permanen.

Yang ketiga, terapkan Do It Yourself (DIY), Jadi, konsep “Do It By Yourself”  itu intinya mendorong kita buat bisa mandiri dan mengatasi masalah sendiri tanpa harus selalu mengikuti perintah  apalagi menunggu datangnya bantuan . Dengan begitu, kita tidak cuma jadi kreatif, tapi juga bisa langsung langsung merespon dan sadar terhadap masalah.

Kalau kita mempunyai mindset “Do It By Yourself”  akan terbangun cara hidup yang horizontal, di mana semua orang punya suara yang sama dan tak ada yang dianggap lebih tinggi. Jadi, dengan pola pikir dan laku seperti ini kita  bakal merasa lebih bebas, bisa saling dukung, dan akhirnya menciptakan komunitas yang asik dan bebas dari dominasi sistem yang bikin pusing.

Dalam konteks  politik, jika Do It Yourself (DIY) diterapkan, artinya kita menyadari jika transformasi politik bukan sekadar tanggung jawab elit, melainkan tugas setiap individu. Demokrasi sejati tumbuh dari inisiatif pribadi dan kolektif, bukan dari intervensi struktural semata.

Kita bisa memulai dari hal-hal sederhana: menciptakan ruang diskusi yang bebas dan jujur, menggunakan media sosial untuk menyebarkan gagasan kritis, serta membangun komunitas yang sadar akan hak dan kewajiban politiknya. Dengan cara ini, politik tidak lagi menjadi permainan eksklusif para elit, melainkan gerakan bersama yang berangkat dari kesadaran dan aksi nyata setiap individu.

Keterlibatan aktif dalam proses demokrasi, baik dalam pemilihan umum, advokasi kebijakan, maupun gerakan sosial termasuk protes didalamnya, adalah bentuk nyata dari semangat DIY dalam politik. Dengan komitmen pada prinsip kebenaran dan keadilan, kita dapat meretas kebiadaban politik dan menggantinya dengan politik yang lebih substansial dan bermakna. Lakukan ketiga langkah sederhana secara konsisten, sebagai individu dan kolektif, dan mungkin saja jika Tuhan merestui, carut-marut bangsa akan sedikit terbenahi atau malah terbenahi seutuhnya. [T]

Penulis: Mansurni Abadi
Editor:Adnyana Ole

Dramaturgi Politik Gas Melon
Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman
‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer
Tags: Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di “Bali Berkisah”, Mendengar Proses Kreatif Henry Manampiring Menulis “Sajaksel” dan “50 to 20”

Next Post

Idulfitri : Kuburkan Benci Bangkitkan Simpati

Mansurni Abadi

Mansurni Abadi

Mantan pengurus divisi riset Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia 2021-2022 dan pengurus divisi riset Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malaysia 2021-2023, Saat ini berkerja sebagai relasi publik di NGO SMT di Malaysia

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ramadhan Sepanjang Masa

Idulfitri : Kuburkan Benci Bangkitkan Simpati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co