24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran: Sarana Komunikasi Sosial, Ekspresi, Ritual, dan Instrumental

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
March 22, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

Hari raya Lebaran Idul Fitri Tahun ini, Insya Allah akan jatuh pada 31 Maret, juga berdekatan dengan hari raya Nyepi yang akan jatuh 29 Maret 2025. Hanya selisih satu dua hari hari raya keagamaan ini akan dirayakan oleh umat Hindu dan Islam.

Kata lebaran sendiri menurut para ahli bahasa dan sejarah itu ada kaitannya dengan istilah  Upawasha dalam tradisi Hindu, karena dalam ajaran Islam istilah puasa itu adalah shaum yang artinya berpuasa, yang kemudian setelah berpuasa sebulan penuh, dilanjutkan dengan merayakan lebaran Idul Fitri.

Seperti dilansir Antara, menurut MA Salamun dalam artikelnya yang dimuat majalah “Sunda” tahun 1954, istilah Lebaran ternyata berasal dari tradisi Hindu. MA Salamun menyebut, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya “Selesai, Usai, atau Habis”, yakni menandakan habisnya masa puasa.

Pendapat tersebut selaras dengan yang disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. Menurut pendapatnya, menyebut penggunaan istilah Lebaran sebenarnya tak terbatas di kalangan umat Muslim  (https://news.detik.com/berita/d-7284562/makna-dan-asal-usul-kata-lebaran-apakah-berbeda-dengan-idulfitri).

Prof Endang menerangkan, ada berbagai versi tentang asal-usul kata Lebaran. Makna kata Lebaran juga mempunyai kaitan dengan kebiasaan orang Hindu setelah melakukan Upawasa. Tradisi ini adalah akar dari kata puasa dalam bahasa Indonesia yang mengalami perubahan morfologis.

Upawasa dikaitkan dengan kegiatan menahan lapar-haus sesuai tradisi Hindu. Sementara dalam ajaran Islam juga ada kebiasaan serupa yang disebut shaum atau puasa. Pada tradisi Hindu, Upawasa diakhiri dengan perayaan yang melambangkan selesainya tugas atau niat dalam melaksanakan tradisi tersebut. Inilah yang selanjutnya disebut sebagai Lebaran.

MA Salamun menyebut, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya “Selesai, Usai, atau Habis”, yakni menandakan habisnya masa puasa. Istilah ini kemungkinan diperkenalkan para Wali agar umat Hindu yang baru masuk Islam kala itu tidak merasa asing dengan agama yang baru dianutnya (https://news.detik.com/berita/d-7284562/makna-dan-asal-usul-kata-lebaran-apakah-berbeda-dengan-idulfitri).

Lebaran dalam interpretasi saya, berati melebar jadi leluasa, sesuatu yang tadinya aktivitas itu terbatas setelah melakukan puasa “Upawasa”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran artinya hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Lebaran disebut juga Idulfitri. Ada juga istilah Lebaran Haji dan Lebaran Ketupat (Iduladha).

                                                          ***

Peristiwa sosial yang namanya lebaran idulfitri, bila kita deskripsikan sesungguhnya adalah kegiatan komunikasi sosial dengan beragam pesan yang disampaikan, baik verbal maupun non-verbal, dan pesan itu mengacu pada satu titik yaitu permohonan maaf, memaafkan, dimaafkan secara lahir batin.

Saat Lebaran adalah bagaimana satu motif komunikasi kita ”permohonan maaf”terwujud diterima oleh orang tua, saudara-saudara kandung kita,  handai taulan, tetangga sekampung, satu dusun atau satu banjar. Pesan itu akan berwujud salaman, pelukan, tangisan haru, saling memberi oleh-oleh atau buah tangan baik berupa makanan atau pakaian, saling menjamu menghaturkan singgah untuk makan atau mencicipi berbagai kudapan khas Lebaran.

Peristiwa Lebaran adalah peristiwa komunikasi antarmanusia yang dalam pandangan saya memiliki empat fungsi komunikasi sekaligus, baik fungsi sosial sudah pasti, fungsi ekpresi, fungsi ritual, dan fungsi instrumental.

Fungsi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi dalam Lebaran penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan melalui komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain. Dengan berlebaran antarsaudara, sewarga kita akan merasakan terbebas, ada rasa plong ketika pesan kita diterima.

Momentum Lebaran terlihat jelas fungsi ekspresif ini muncul memeberikan pelukan hangat, dengan derai air mata haru, intonansi suara yang beragam diekspresikan, dan lain sebagainya. Mekipun ekspresi tidak otomatis dapat mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi dapat dijadikan instrumen di dalam menyampaikan perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, dan benci dapat dilakukan melalui pesan verbal maupun non-verbal.  Emosi juga dapat disalurkan melalui bentuk-bentuk bingkisan Lebaran, atau hadiah, berbagai rizki, dan juga mungkin dengan kata-kata puitis.

Dapat dikatakan momentum Lebaran juga merupakan satu wujud komunikasi ritual. Sebagai negara yang sangat beragam suku bangsa ini, Lebaran akan disambut dengan beragam cara ritual setiap daerah. Meskipun hakikat Lebaran itu sama, yaitu kembali suci, fitri tanpa dosa diawali dengan shaum puasa ramadan sebulan penuh. Ritual Lebaran ini semua diawali dengan mengagungkan nama Allah SWT, dengan melantunkan takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, di setiap masjid, mushola, dan rumah-rumah penduduk.

Ritual lain yang membedakan antara budaya dan etniknya pada simbol-simbol berupa makanan sajian yang disiapkan masing-masing daerah pastinya beragam, pakaian juga beragam. Tapi tetap satu kuncinya saat Lebaran, biasanya akan cenderung pada yang istimewa baik sajian makanan maupun pakaian menurut kadar kemampuan masing-masing warga. Suatu komunitas melakukan kegiatan Lebaran atau dalam konteks ini ritual upacara sepanjang tahun dan sepanjang hidup dalam istilah antropolog sebagai rites of passage.

Momentum Lebaran sebagai peristiwa  komunikasi yang dilakukan secara kolektif oleh suatu komunitas melalui upacara-upacara berlainan sepanjang hidup, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun (happy birthday song dan pemotongan kue), pertunangan (melamar/tukar cincin), siraman, pernikahan (ijab kabul, sungkem kepada orang tua, sawer, dan sebagainya), ulang tahun perkawinan hingga upacara kematian.

Lebaran juga sebagai sarana perubahan perubahan sikap lahir batin seseorang, atau kelompok untuk berhijrah saling berdamai dengan situasi dan keadaan yang tadinya saling berprasangka, tidak saling tegur-sapa, bermusuhan, atau konflik.

Momentum Lebaran dapat menjadikan komunikasi sebagai  sarana instrumental rekonsiliasi, perdamaian menuju harmoni. Dalam komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan serta perilaku atau menggerakkan tindakan, dan menghibur.  Namun semua kegiatan komunikasi tersebut pada dasarnya adalah lebih bersifat persuasif. Semoga hari raya Lebaran Idul Fitri dan Nyepi membawa kesejukan dan kedamaian di hati.  [T]     

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN

Rakyat Perlu Pemimpin yang Prihatin dan Tidak Mencuri
Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang
Senandung “Gas Blues” untukMu Tuhanku
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan

                                                 

Tags: IdulfitriIslamLebaranMuslim
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Renggama, Kelompok Musik Anyar yang Tak Biasa-biasa Saja dari Bali Utara

Next Post

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co