4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran: Sarana Komunikasi Sosial, Ekspresi, Ritual, dan Instrumental

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
March 22, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

Hari raya Lebaran Idul Fitri Tahun ini, Insya Allah akan jatuh pada 31 Maret, juga berdekatan dengan hari raya Nyepi yang akan jatuh 29 Maret 2025. Hanya selisih satu dua hari hari raya keagamaan ini akan dirayakan oleh umat Hindu dan Islam.

Kata lebaran sendiri menurut para ahli bahasa dan sejarah itu ada kaitannya dengan istilah  Upawasha dalam tradisi Hindu, karena dalam ajaran Islam istilah puasa itu adalah shaum yang artinya berpuasa, yang kemudian setelah berpuasa sebulan penuh, dilanjutkan dengan merayakan lebaran Idul Fitri.

Seperti dilansir Antara, menurut MA Salamun dalam artikelnya yang dimuat majalah “Sunda” tahun 1954, istilah Lebaran ternyata berasal dari tradisi Hindu. MA Salamun menyebut, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya “Selesai, Usai, atau Habis”, yakni menandakan habisnya masa puasa.

Pendapat tersebut selaras dengan yang disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. Menurut pendapatnya, menyebut penggunaan istilah Lebaran sebenarnya tak terbatas di kalangan umat Muslim  (https://news.detik.com/berita/d-7284562/makna-dan-asal-usul-kata-lebaran-apakah-berbeda-dengan-idulfitri).

Prof Endang menerangkan, ada berbagai versi tentang asal-usul kata Lebaran. Makna kata Lebaran juga mempunyai kaitan dengan kebiasaan orang Hindu setelah melakukan Upawasa. Tradisi ini adalah akar dari kata puasa dalam bahasa Indonesia yang mengalami perubahan morfologis.

Upawasa dikaitkan dengan kegiatan menahan lapar-haus sesuai tradisi Hindu. Sementara dalam ajaran Islam juga ada kebiasaan serupa yang disebut shaum atau puasa. Pada tradisi Hindu, Upawasa diakhiri dengan perayaan yang melambangkan selesainya tugas atau niat dalam melaksanakan tradisi tersebut. Inilah yang selanjutnya disebut sebagai Lebaran.

MA Salamun menyebut, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya “Selesai, Usai, atau Habis”, yakni menandakan habisnya masa puasa. Istilah ini kemungkinan diperkenalkan para Wali agar umat Hindu yang baru masuk Islam kala itu tidak merasa asing dengan agama yang baru dianutnya (https://news.detik.com/berita/d-7284562/makna-dan-asal-usul-kata-lebaran-apakah-berbeda-dengan-idulfitri).

Lebaran dalam interpretasi saya, berati melebar jadi leluasa, sesuatu yang tadinya aktivitas itu terbatas setelah melakukan puasa “Upawasa”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran artinya hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Lebaran disebut juga Idulfitri. Ada juga istilah Lebaran Haji dan Lebaran Ketupat (Iduladha).

                                                          ***

Peristiwa sosial yang namanya lebaran idulfitri, bila kita deskripsikan sesungguhnya adalah kegiatan komunikasi sosial dengan beragam pesan yang disampaikan, baik verbal maupun non-verbal, dan pesan itu mengacu pada satu titik yaitu permohonan maaf, memaafkan, dimaafkan secara lahir batin.

Saat Lebaran adalah bagaimana satu motif komunikasi kita ”permohonan maaf”terwujud diterima oleh orang tua, saudara-saudara kandung kita,  handai taulan, tetangga sekampung, satu dusun atau satu banjar. Pesan itu akan berwujud salaman, pelukan, tangisan haru, saling memberi oleh-oleh atau buah tangan baik berupa makanan atau pakaian, saling menjamu menghaturkan singgah untuk makan atau mencicipi berbagai kudapan khas Lebaran.

Peristiwa Lebaran adalah peristiwa komunikasi antarmanusia yang dalam pandangan saya memiliki empat fungsi komunikasi sekaligus, baik fungsi sosial sudah pasti, fungsi ekpresi, fungsi ritual, dan fungsi instrumental.

Fungsi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi dalam Lebaran penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan melalui komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain. Dengan berlebaran antarsaudara, sewarga kita akan merasakan terbebas, ada rasa plong ketika pesan kita diterima.

Momentum Lebaran terlihat jelas fungsi ekspresif ini muncul memeberikan pelukan hangat, dengan derai air mata haru, intonansi suara yang beragam diekspresikan, dan lain sebagainya. Mekipun ekspresi tidak otomatis dapat mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi dapat dijadikan instrumen di dalam menyampaikan perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, dan benci dapat dilakukan melalui pesan verbal maupun non-verbal.  Emosi juga dapat disalurkan melalui bentuk-bentuk bingkisan Lebaran, atau hadiah, berbagai rizki, dan juga mungkin dengan kata-kata puitis.

Dapat dikatakan momentum Lebaran juga merupakan satu wujud komunikasi ritual. Sebagai negara yang sangat beragam suku bangsa ini, Lebaran akan disambut dengan beragam cara ritual setiap daerah. Meskipun hakikat Lebaran itu sama, yaitu kembali suci, fitri tanpa dosa diawali dengan shaum puasa ramadan sebulan penuh. Ritual Lebaran ini semua diawali dengan mengagungkan nama Allah SWT, dengan melantunkan takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, di setiap masjid, mushola, dan rumah-rumah penduduk.

Ritual lain yang membedakan antara budaya dan etniknya pada simbol-simbol berupa makanan sajian yang disiapkan masing-masing daerah pastinya beragam, pakaian juga beragam. Tapi tetap satu kuncinya saat Lebaran, biasanya akan cenderung pada yang istimewa baik sajian makanan maupun pakaian menurut kadar kemampuan masing-masing warga. Suatu komunitas melakukan kegiatan Lebaran atau dalam konteks ini ritual upacara sepanjang tahun dan sepanjang hidup dalam istilah antropolog sebagai rites of passage.

Momentum Lebaran sebagai peristiwa  komunikasi yang dilakukan secara kolektif oleh suatu komunitas melalui upacara-upacara berlainan sepanjang hidup, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun (happy birthday song dan pemotongan kue), pertunangan (melamar/tukar cincin), siraman, pernikahan (ijab kabul, sungkem kepada orang tua, sawer, dan sebagainya), ulang tahun perkawinan hingga upacara kematian.

Lebaran juga sebagai sarana perubahan perubahan sikap lahir batin seseorang, atau kelompok untuk berhijrah saling berdamai dengan situasi dan keadaan yang tadinya saling berprasangka, tidak saling tegur-sapa, bermusuhan, atau konflik.

Momentum Lebaran dapat menjadikan komunikasi sebagai  sarana instrumental rekonsiliasi, perdamaian menuju harmoni. Dalam komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan serta perilaku atau menggerakkan tindakan, dan menghibur.  Namun semua kegiatan komunikasi tersebut pada dasarnya adalah lebih bersifat persuasif. Semoga hari raya Lebaran Idul Fitri dan Nyepi membawa kesejukan dan kedamaian di hati.  [T]     

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN

Rakyat Perlu Pemimpin yang Prihatin dan Tidak Mencuri
Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang
Senandung “Gas Blues” untukMu Tuhanku
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan

                                                 

Tags: IdulfitriIslamLebaranMuslim
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Renggama, Kelompok Musik Anyar yang Tak Biasa-biasa Saja dari Bali Utara

Next Post

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Singaraja yang Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co