4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pagerwesi Nemu Purnama: Memuja Keagungan Guru di Payogan Sang Hyang Candra

IK Satria by IK Satria
February 11, 2025
in Esai
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”

IK Satria

HARI baik dan luhur muncul lagi pada 12 Februari 2024. Yaitu Hari Suci Pagerwesi yang bertepatan dengan Purnama Kawulu, sasih yang kedelapan, isaka warsa 1946.

Pada hari ini merupakan pemujaan kepada Dewa Sang Hyang Paramesti Guru dan pemujaan Sang Hyang Candra, dimana tepat saat ini adalah payogan Sang Hyang Candra.

Hal itu dijelaskan dalam Lontar Sundarigama sebagai berikut. …. Mwah hana pareresiknira sang hyang rwa bhineda, makadi sang hyang surya candra, yatika nengken purnama mwang tilem, ring purnama sang hyang ulan mayoga, yan ring tilem sang hyang surya mayoga……

Artinya:
Ada lagi hari penyucian bagi Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang juga disebut Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu saat tilem dan purnama. Saat purnama adalah payogan Sang Hyang Wulan (Candra), sedangkan saat tilem Sang Hyang Surya yang beryoga. Maka pada hari ini sangatlah tepat melakukan pemujaan Sang Hyang Paramesti Guru dan pemujaan atas payogan Ida Bhatara Candra.

Kalau kita melihat lebih jauh tentang Hari Suci Pagerwesi juga dalam lontar yang sama antara lain seperti berikut. ……Buda Kliwon sinta, ngaran Pagerwesi, Sang Hyang Pramesti Guru, sira mayoga, kairing dening watek dewata nawasanga, ngawerdiaken uriping sarwa tumitah, tumuwuh maring bhuana kabeh, irika wenang sang sedaka mengarga puja parikrama, pasang lingga, ngarcana padue Ida Betara Parameswara…… Artinya:
Pada hari Rabu (Buda) Kliwon wuku Sinta, disebut dengan Pagerwesi, saat hari suci ini yang dipuja yaitu Sang Hyang Pramesti Guru atau Siwa dan diiringi oleh para Dewata Nawasanga. Tujuannya yaitu untuk menyelamatkan segala makhluk yang lahir dan tumbuh di alam ini. Oleh karena itu patutlah para sulinggih melakukan pemujaan untuk kebaikan semua ciptaan kepada Bhatara Prameswara.

Pada hari suci ini sangat tepat melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Paramesti Guru. Atau lebih simpelnya memuja keagungan beliau yang disebut sebagai Guru (hari gurunya masyarakat Hindu di Bali). Hal ini menarik, bahwa Ketika pelaksanaan Saraswati kita memuliakan pengetahuan (guna) selanjutnya melakukan penyucian diri (banyu pinaruh).

Selanjutnya pada hari Senin wuku sinta disebut dengan soma ribek (pemujaan kepada Sang Hyang Amertha Jati) beliau yang kita sebut sebagai penganugrah segala amertha kehidupan (gina/geginan). Segala ilmu dan kesucian menghasilkan amertha dan pada ujungannya adalah memohon anugerah kemakmuran dan kesejahteraan sebagai simbul harta benda (Sabuh Emas) yang dalam konteks ini adalah Dana. Hari yang jatuhnya pada anggara wage wuku sinta.

Sebagai nasehat utama pemaknaan hari suci ini adalah pada Pagerwesi sederhananya bisa kita sebut pageh = pagar, wesi = besi. (pagar besi menyiratkan makna pagar yang kuat dan kokoh.

Kenapa perlu pagar yang kokoh? Tentu ada makna yang mendalam bahwa, segala ilmu akan membuat manusia takabur akan keilmuannya, dan menganggap bahwa dirinyalah yang paling pintar dan yang lainnya tidak tahu apa. Takabur inilah yang dipesankan sehingga teramat perlu penguatan diri yang utama dengan menundukkan diri dengan memuja guru. Sebab karena gurulah kita akan menunduk, menyerah atas segala kegelapan fikiran (kebodohan) kita.

Dan penguatan diri iniah sebagai pengakuan akan keutamaan guru yang memberikan kita segala kemampuan, guru sekala kita sebut dengan tri guru (guru rupaka, guru pengajian dan guru wisesa, yaitu orang tua, Guru disekolah dan Pemerintah). Guru selanjutnya adalah Guru Swadyaya yaitu (Para Dewata = gurunya guru yang adalah guru yang mulia, Tuhan itu sendiri).

Pemujaan guru merupakan simbol menundukkan segala ego akibat pengetahuan, ego akibat kekayaan dan harta benda yang kita miliki.

Berikutnya ada baiknya kita melihat sarana persembahannya menurut lontar Sundarigama yaitu …. Widi-widinania daksina, suci asoroh, peras ajuman panyeneng, sesayut panca lingga, canang wangi, saha rake runtutania, aturakna ring sanggar kamulan. Kunang ring samania wang sesayut pageh urip, aresik prayascita, ring tengah wangi pasangane yoga semadhi. Muah pecaru ring sang panca maha buta, sega warna anut ance desa ring natar sanggah, muah segeh agung abesik, kunang ring wara…….

Sehingga berdasarkan lontar tersebut, sarana upakaranya yaitu sesayut pageh urip satu buah, serta prayascita. Saat tengah malam, dilakukan yoga samadhi atau renungan suci. Selain itu, juga ada persembahan untuk unsur panca maha butha berupa segehan lima warna, sesuai dengan kelima arah mata angin yang dihaturkan di natar sanggah, dan disertai dengan segehan agung satu buah.

Sedangkan pada hari Purnama persembahannya menurut lontar sundarigama adalah ……. Samana ika sang purohita, tkeng janma pada sakawanganya, wnang mahening ajnana, aturakna wangi-wangi, canang nyasa maring sarwa dewa, pamalakunya, ring sanggar parhyangan, laju matirta gocara, puspa wangi.

Purnama juga merupakan hari penyucian diri lahir batin. Oleh karena itu semua orang wajib melakukan penyucian diri secara lahir batin dengan mempersembahkan sesajen berupa canang wangi-wangi, canang yasa kepada para dewa, dan pemujaan dilakukan di Sanggah dan Parahyangan, yang kemudian dilanjutkan dengan memohon air suci.

Secara holistik, kita bisa melihat hari baik ini dengan melihat padewasan apa yang mungkin baik kita lakukan pada hari Pagerwesi yang bersamaan dengan Hari Suci Purnama. Pada ala ayuning dewasa hari buda kliwon tanggal 12 Februari ini adalah amertha sari yaitu hari baik untuk melakukan yadnya di sanggar atau merajan, serta baik untuk menanam bunga-bungaan.

Banyu milir adalah hari yang baik dalam menyadap nira dan membuat sumur. Selanjutnya adalah cintamanik, yaitu hari baik untuk memotong rambut, selanjutnya adalah dewasa dasa guna (hari baik untuk mempelajari ilmu kadiatmikan dan membuat bangunan suci serta melantik pejabat. Ada juga dewasa dewa anglayang sebagai hari baik untuk membuat bangunan suci dan pitra yadnya (pemujaan pitra).

Hari baik lainnya adalah purnama danta ( baik digunakan sebagai dewasa ayu memulai sesuatu kegiatan. Sedangkan alanya adalah salah wadi dan kala mrtyu sebagai hari yang dihindari untuk melakukan pertemuan atau sanggama dan tidak boleh dipakai hari pernikahan atau wiwaha.

Intinya hari pagerwesi yang bertepatan dengan hari suci purnama adalah hari dimana tonggak penundukan ego dengan memuja guru (Sang Hyang Paramesti Guru) agar menemukan kebaikan dalam kehidupan. Bukankah pada saat kita kegelapan (candrayoga) kita perlu mencari guru untuk mendapatkan pencerahan?

Mari kita maknai hari suci yang jarang terjadi ini sebagai momen kita untuk merubah perilaku kita. Mulailah dengan kesadaran baru untuk menjaga fikir, perilaku dan kata-kata kita untuk mendapatkan kehidupan yang abadi. Abadi yang dimaksud adalah kita yang selalu dipandang baik atas perilaku kebaikan yang kita perbuat.

Selamat Hari Suci Pagerwesi Nemu Purnama. Dengan guru kita akan lebih terarah dan lebih mengenal jati diri dengan baik. [T]

Penulis: IK Satria
Editor: Adnyana Ole

Menengok Tradisi Munjung ke Setra, “Piknik” di Kuburan ala Orang Buleleng saat Hari Pagerwesi
Mandala Kesejahteraan Pagerwesi
5 Hal Unik Pagerwesi di Buleleng – Dari Pegorsi, Rent Car, hingga Makan di Kuburan
Tags: bulan purnamahindupagerwesi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pembatasan Media Sosial Kebijakan Tepat, tetapi Bukan Satu-Satunya Solusi

Next Post

Beragam Perempuan dan Satu Lelaki Gila | Ngortaang Buku Made Suar Timuhun di Bulan Bahasa Bali

IK Satria

IK Satria

Penyuluh Agama Kementerian Agama Buleleng

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Beragam Perempuan dan Satu Lelaki Gila | Ngortaang Buku Made Suar Timuhun di Bulan Bahasa Bali

Beragam Perempuan dan Satu Lelaki Gila | Ngortaang Buku Made Suar Timuhun di Bulan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co