27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Outing ke Sekolah Minggu di Desa Padangan- Pupuan: Senangnya Bermain Bersama Anak-anak

Ni Putu Vira Astri Agustini by Ni Putu Vira Astri Agustini
January 13, 2025
in Tualang
Outing ke Sekolah Minggu di Desa Padangan- Pupuan: Senangnya Bermain Bersama Anak-anak

Sekolah minggu di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan

DI Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ada sekolah Minggu, di mana anak-anak belajar dan bermaian di tengah-tengah alam yang asri.

Kami, mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali yang tergabung dalam UKM Jurnalistik berkunjung ke sekolah itu, Minggu, 12 Januari 2025, sekaligus turut merasakan keceriaan anak-anak di sekolah itu. Kunjungan kami menandai berakhirnya masa kepengurusan UKM jurnalistik periode 2023-2024.

Sekolah Minggu adalah  sekolah rumahan yang dikelola suami istri, yakni Rudyaswati yang kerap dipanggil Mama dan Wayan Warditha yang kerap dipanggil Pak Mekel, karena ia memang sebagai Perbekel (Mekel/Kepala Desa) Desa Padangan. Sekolah itu berdiri sejak tahun 2016. Sekolah Minggu dilaksanakan dalam sebulan 2 kali.

I Made Adnyana, S.H., M.H selaku pembina UKM Jurnalistik menjadi pemandu perjalanan menuju Sekolah Minggu itu. Perjalanan dimulai dari Kampus UPMI di Denpasar, pada pukul 07.15 WITA.

Hujan pagi hari tak menurutkan niat kami untuk berkunjung ke sekolah itu. Kami beranggotakan 24 orang, dengan menumpang mobil, menerobos hujan.

Kami lewati terminal Mengwi, lalu masuk wilayah Kota Tabanan. Terus ke barat, sampailah kami di wilayah Selemadeg. Di situ ada pertigaan, ada patung polisi. Kami belok kanan menuju arah Pupuan.

Sepanjang jalan kami mencium bau durian yang semerbak. Begitu banyak pohon durian sepanjang jalan di Pupuan.

Pukul 09.00 kami sampai di sekolah Minggu dengan keadaan terkena hujan gerimis. Sampai di sana kami duduk dan memperkenalkan diri kepada adik-adik yang berjumlah 31  di sekolah Minggu.

Bertemu anak-anak di Sekolah Minggu di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan | Foto: Vira

Di sekolah itu kami mengagendakan bermaian bersama. Dayu Putri, teman kami, menyampaikan ada 3 agenda yang dilaksanakan bersama adik-adik di sekolah itu, yaitu tebak gambar, estafet karet, dan lomba membuat majalah dinding (mading).

Agenda pertama yaitu tebak gambar, dimana adik-adik dipandu oleh kami dengan memberikan gambar dan satu orang akan memperagakan gerakan sesuai gambar dan gerakan diikuti oleh teman di belakangnya. Siapa yang gerakan benar sesuai dengan gambar, maka itulah pemenangnya.

Agenda kedua yaitu, estafet karet. Estafet karet ini dimana kami memberikan tusuk gigi dan karet kepada adik-adik. Cara bermainnya yaitu tusuk gigi dijepit di bibir, lalu peserta di depan akan diberikan karet oleh panitia. Peserta pertama memberikan karet kepada teman di belakang melalui mulut.

Agenda ketiga yaitu lomba membuat majalah dinding. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok berisi 10 peserta. Peserta disuruh membuat membuat majalah dinding dengan bebas sesuai kreativitas peserta. Mulai dari menulis pantun, bercerita tentang alam, membuat kreasi dari kertas seperti kapal, bunga, ada juga yang menulis kata-kata hari ini.

Setelah perlombaan selesai, pemenang lomba akan diberikan hadiah berupa snack coklat.

Lomba mading | Foto: Vira

Tepat pukul 12.00 acara selesai dan adik-adik pun pulang dijemput orang tuanya. Kami panitia disuguhkan sate, jajan basah, dan air oleh Mama Sebelum makan bersama, kami mendengarkan sedikit obrolan dari suami Mama, yaitu Pak Mekel.

Ia menceritakan sedikit tentang berdirinya sekolah Minggu yang awalnya memakai dana sendiri dan sekarang dibantu oleh desa.

“Istri saya dulu hanya ibu rumah tangga, karena dia suka anak-anak jadinya dia menampung anak dengan biaya sendiri,” kata Pak Mekel.

Dengan keuletan dan kesabaran Mama, sekarang sekolah ini dibiayai desa. Banyak yang mau meniru sekolah itu, tapi banyak juga yang tak bertahan lama.

“Kami disini buat buat anak-anak menjadi langsung pintar, kami di sini menciptakan anak-anak berbudi pekerti luhur, sopan santun,” kata Pak Mekel.

Lomba mading | Foto: Vira

Sekolah Minggu sangat sejuk dan asri penuh dengan pohon buah dan tanaman bunga. “Di sini banyak tanaman, itu menjadi laboratorium alam bagi anak-anak kami disini,” katanya.  

“Binatang sekecil semut pun tak akan kamu bunuh, jika dibunuh, itu akan merusak ciptaan Tuhan apalagi tanaman,” sambung Mama.

Setelah mendengar sedikit cerita, kami makan sate, sungguh enak walaupun hanya 3 tusuk sate dan lumayan mengganjal perut yang sudah keroncongan dari pagi. Setelah makan kami berpamitan dengan Mama.

Berfoto bersama anak-anak di Sekolah Minggu | Foto: Vira

Pada tahun lalu anggota UKM Jurnalistik UPMI Bali sudah pernah berkunjung ke Sekolah Minggu dan sekarang kembali datang ke sekolah Minggu itu.

Menurut Dayu Putri, selaku ketua UKM Jurnalistik periode 2023-2024, alasan memilih sekolah Minggu karena memang tertarik pada kegiatan di sekolah itu. “Dan tidak ada alasan bertemu kembali dengan orang lama kembali. Maunya mencari bakso seperti tahun lalu tetapi dapatnya sate, hahaha,” kata Dayu Putri.

Perjalanan dilanjutkan ke Vihara Dharma Giri yang berlokasi di Jalan Raya Pupuan, kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Patung Buddha Tidur di Vihara Dharma Giri | Foto: Vira

Menurut I Made Adnyana, alasan memilih Vihara Dharma Giri tidak ada alasan khusus.  “Kebetulan salah satu objek yang menarik dikunjungi di seputaran Pupuan ya patung Reclining Buddha atau Sang Buddha dalam posisi terbaring. Kebetulan juga sebagian besar anggota UKM Jurnalistik belum pernah berkunjung kesana,” ujarnya.

Anggota UKM Jurnalistik makan siang ronde kedua di tempat itu. Adnyana dan Dayu Putri mengambil konsumsi. sembari menunggu konsumsi datang, anggota yang lain berfoto menikmati alam dan patung Buddha tidur, ada juga yang memberi makan burung-burung di sana.

Konsumsi datang, kami makan bersama menikmati nasi bungkus dengan lauk ayam suwir dan sate ditemani dengan pemandangan alam Pupuan. [T]

Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan
Cerita Air dari Kawasan Taman Mumbul, Desa Sangeh: Tempat Rekreasi, Irigasi, dan “Malukat”
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall
Tags: Desa PadanganPendidikanPupuantabananUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail

Next Post

“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

Ni Putu Vira Astri Agustini

Ni Putu Vira Astri Agustini

Lahir di Blahkiuh, Badung. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails
Next Post
“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co