14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat dan Merayakan Tradisi Bumbu Bali Lewat Sajian Pameran Visual “Base Genep”

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 10, 2024
in Pameran
Merawat dan Merayakan Tradisi Bumbu Bali Lewat Sajian Pameran Visual “Base Genep”

Pameran Visual Base Genep di Kulidan Kitchen & Space ǀ Foto: tatkala.co/Dede

KULIDAN Kitchen & Space pada hari itu seketika berubah menjadi ruang yang dipenuhi dengan base genep. Bukan base genep dalam arti harfiah, melainkan base genep dalam bentuk visual berupa foto-foto dan lukisan-lukisan. Ya, hari itu adalah hari pembukaan pameran Base Genep, Sabtu (7/12/2024) sore.

Kulidan Kitchen & Space sudah biasa menjadi ruang kreatif bagi para seniman untuk menggelar berbagai kegiatan, salah satunya adalah pameran. Tentu, perhelatan pameran bukanlah sesuatu hal yang baru lagi di sana.

Berbeda dari pameran biasanya, pameran satu ini mengangkat tajuk yang unik, yaitu Base Genep. Base genep merupakan bumbu dasar masakan khas Bali. Base dalam bahasa Bali berarti bumbu, juga berarti bahasa, sedangkan genep berarti lengkap. Jadi base genep berarti bumbu lengkap atau bisa disebut juga dengan bahasa rasa.

I Komang Adiartha, founder Kulidan Kitchen & Space sekaligus kurator dalam pameran ini mengatakan, pameran Base Genep ini merupakan pameran proses. Artinya, dari pameran pertama ini, akan dicari berbagai masukan dari pengunjung, yang kemudian akan dipakai sebagai bahan evaluasi dan menambah perspektif untuk pameran selanjutnya dengan tema yang sama.

Pembukaan Pameran Base Genep di Kulidan Kitchen & Space ǀ Foto: tatkala.co/Dede

Pameran Base Genep ini memotret serta melukiskan base genep sebagai suatu hal yang penting dan bermakna dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Bali. Adapun seniman yang terlibat, antara lain dua fotografer, yaitu Syafiudin Vifick (Vifick Bolang) dan Wayan Naya, serta dua perupa, yaitu Wayan Wirawan dan I Nyoman Wijaya.

Acara pembukaan dimulai tepat jam 6 sore, I Komang Adiartha membuka dengan menjelaskan awal pemikiran tercetusnya pameran Base Genep ini. Seraya menjelaskan, ia juga mempersilakan para seniman yang terlibat untuk maju ke depan satu-persatu.

“Base genep itu ada di semua aspek kehidupan masyarakat Bali, setiap orang pasti akan berhubungan dengan bumbu, contoh yang paling kecil adalah ketika mereka makan. Oleh karena itu, pameran ini mencoba mencari kaitan antara base genep dengan kehidupan masyarakat,” jelas Adiartha.

Seusai dibuka dengan hangat oleh I Komang Adiartha, Ni Nyoman Ayu Suciartini (penulis dan pengajar) yang juga menjadi kurator dalam pameran tersebut, juga turut memberikan beberapa patah kata. Selain itu, ia juga tak lupa mengucapkan rasa terima kasih karena telah dipercaya menjadi kurator dalam pameran Base Genep ini.

“Rasa yang sempurna itu adalah yang tidak berasa apa-apa, artinya dalam seni meramu bumbu, yang terpenting adalah keseimbangan–balanced. Tidak ada rasa yang lebih dominan, semuanya harus menyatu menjadi satu kesatuan,” ujar Suciartini.

 Sesi Foto Bersama Pameran Base Genep di Kulidan Kitchen & Space ǀ Foto: dok. Kulidan Kitchen & Space

Pameran Base Genep pada petang itu dibuka secara resmi oleh Janet De Neefe (Founder Ubud Food Festival). Menurut Janet, pameran Base Genep ini amat menarik. Karena base (bumbu) itu bukan hanya soal rasa, tetapi juga bisa menceritakan secara komunal. Sederhananya, bumbu itu bisa menjadi penciri atau karakteristik dari suatu kelompok masyarakat.

“Misalnya, orang Guwang dan Ketewel pasti memiliki taste yang berbeda dalam meramu bumbu. Itulah yang menjadi ciri khas dari suatu kelompok,” sahut I Komang Adiartha, memberikan contoh kepada audience.

Pembukaan Pameran Base Genep di Kulidan Kitchen & Space ǀ Foto: tatkala.co/Dede

Setelah pameran dibuka, para pengunjung langsung berhamburan masuk ke dalam ruang pameran. Mereka tampak begitu antusias mengabadikan karya-karya yang dipamerkan.

Ada yang berfoto bersama dengan seniman yang terlibat, ada juga yang berswafoto sendiri di depan karya yang dipamerkan. Para seniman yang terlibat juga turut berkeliling sembari menerangkan karya yang mereka sajikan.

Pameran Base Genep ini akan berlangsung selama sepekan ke depan, sedari 7 – 14 Desember 2024. Bertempat di Kulidan Kitchen & Space, Guwang, Sukawati, Gianyar.

I Komang Adiartha bersama Janet De Neefe ǀ Foto: dok. Kulidan Kitchen & Space

Rangkaian acara Base Genep ini tidak hanya menyajikan pameran visual, tetapi juga menampilkan serta menyajikan video screening dan food & beverage. Acaranya begitu kompleks dengan berbagai rangkaian kegiatan, sama seperti base genep khas Bali yang kompleks dengan berbagai bumbu dan rempah.

Setelah pameran dibuka untuk umum, I Komang Adiartha mempersilakan para pengunjung yang berminat, untuk membeli voucher reservasi seharga 50 ribu Rupiah, untuk dapat mencoba hidangan dengan base genep, yang terdiri dari nasi beras merah, pindang, sayur kalas, sambal pangi, sambal kecicang, dan sambal matah ramuan khas dari Dapur Eka Risti.

 Pameran Visual Base Genep di Kulidan Kitchen & Space ǀ Foto: tatkala.co/Dede

Selain bisa menyantap makanan yang dipenuhi dengan bumbu Bali yang khas dan autentik, para pengunjung juga disuguhi dengan minuman Kinjin Bali dan Kombucha racikan Wangsa Kombucha.

Semarak pameran Base Genep belum usai sampai di situ, pada hari penutupan 14 Desember nanti, akan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya. Mulai dari Artist Talk, Dinner (Blayad & Tisane), serta pemutaran video “Wiku Tapini”.

Bagi Anda yang belum sempat berkunjung pada acara pembukaan kemarin, Anda masih bisa menikmati pameran visual sampai hari terakhir, atau bisa juga berpartisipasi pada hari penutupan pameran Base Genep, untuk merayakan dan merawat tradisi bumbu bersama-sama.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Persahabatan Seni  Kolaborasi Bali-Malaysia Watercolor Art Exhibition 2024
Gelar Pameran ke-18, Edi Bonetski Sebut Diri Bukan Pelukis
Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang | Dari Pameran Foto-Dokumen NU Buleleng dan Benda Sejarah Muslim Bali Utara
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Tags: balibase genepKulidan KitchenPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Next Post

Berkelana Sambil Belajar di Hutan Adat Desa Buahan: Menjaga Hutan, Merawat Kebudayaan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
0
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails
Next Post
Berkelana Sambil Belajar di Hutan Adat Desa Buahan: Menjaga Hutan, Merawat Kebudayaan

Berkelana Sambil Belajar di Hutan Adat Desa Buahan: Menjaga Hutan, Merawat Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co