6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ASMR: Hiburan, Manipulasi, dan Refleksi atas Kehidupan Modern

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
November 25, 2024
in Esai
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Petrus Imam Prawoto Jati

DEWASA ini jagat jembar kita makin berwarna, dunia digital yang penuh hiruk-pikuk, fenomena Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) telah menjadi salah satu bentuk hiburan yang cukup populer di media sosial. Kita banyak disuguhi dengan konten video yang berisi suara-suara unik seperti bisikan, gesekan benda, atau ketukan ringan, itulah yang disebut ASMR.

 Konten jenis ini  menawarkan pengalaman sensorik yang memikat jutaan orang di seluruh dunia. Platform seperti YouTube dan TikTok telah menjadi wadah bagi banyak kreator ASMR yang menciptakan konten-konten yang dikonsep dan dirancang untuk merangsang sensasi semacam kesemutan pada tubuh pendengarnya, sebuah respons yang sering dianggap menenangkan atau bahkan terapeutik.

Namun, kemudian fenomena ini memunculkan sebuah perenungan dan muncul pertanyaan: mengapa ASMR begitu menarik perhatian? Apakah ini sekadar hiburan sederhana, atau ada dimensi psikologis dan sosial yang lebih kompleks di baliknya? Dalam rancangan pesan di media sosial, ASMR nampaknya tidak hanya sebagai bentuk hiburan belaka, melainkan juga sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan emosional manusia modern dewasa ini.

 Mari kita tilik sejenak pertanyaan berikut. Apakah popularitas ASMR menunjukkan kebutuhan masyarakat akan adanya“pelarian” dari tekanan hidup sehari-hari? Atau jika kiat bisa berandai-andai, apakah konten ASMR mencerminkan manipulasi halus atas pikiran kita oleh algoritma dan konten yang dirancang secara strategis?

Melalui tulisan ini, kita akan mengeksplorasi ASMR dari perspektif psikologi, memahami bagaimana otak manusia bereaksi terhadap stimulus ini, serta membahas hubungan fenomena ini dengan kecemasan dan stres yang dihadapi masyarakat modern. Apakah ASMR hanya alat untuk mengalihkan perhatian kita, ataukah ia merupakan cerminan dari cara kita mencari ketenangan di dunia yang serba cepat? Dengan menggali dimensi hiburan dan manipulasi yang terkandung di dalamnya, mari kita bersama mencoba untuk sedikit berpikir kritis tentang konsumsi media di era digital dalam kaitannya dengan ASMR.

ASMR Sebagai Hiburan Manipulatif

Di balik kenyamanan yang ditawarkan, ASMR sepertinya merupakan bagian penting dari industri hiburan digital yang semakin terkomodifikasi. Konten ASMR, yang awalnya hadir untuk menciptakan rasa relaksasi dan tenang, kini banyak digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian, mendulang klik, dan meraih keuntungan finansial di platform digital. Fenomena ini mencerminkan bagaimana media sosial telah menjadi alat yang penting untuk mengeksploitasi kebutuhan psikologis manusia, dengan cara menjual ketenangan dalam paket digitalisasi.

Ivan Illich (1926–2002)  seorang filsuf, pernah mengkritik bahwa teknologi modern menciptakan kebutuhan-kebutuhan palsu, mendefinisikan ulang apa itu kenyamanan dan relaksasi sesuai dengan logika pasar. Dalam konteks ASMR, relaksasi tidak lagi sekadar pengalaman alami, tetapi produk yang dijual dengan janji bisa menghapus stres dalam sekejap.

Hal ini sejalan dengan gagasan Byung-Chul Han dalam The Burnout Society (2015), yang menyoroti kelelahan psikologis akibat tekanan lingkungan yang mengagungkan produktivitas. Di tengah tuntutan untuk terus bekerja dan berprestasi, ASMR muncul sebagai pelarian instan, menjadikan kelelahan kita sebagai ladang bisnis yang menguntungkan.

 Albert Camus, sang filsuf eksistensialis, mungkin akan mempertanyakan: Apakah ASMR adalah mekanisme pelarian kita dari absurditas hidup? Dalam absurditas, manusia dihadapkan pada kekosongan makna, dan hiburan seperti ASMR menawarkan pelarian sementara yang menghindarkan kita dari pertanyaan eksistensial yang lebih mendasar. Camus mengingatkan bahwa pelarian dari absurditas tidak menghapus absurditas itu sendiri, melainkan menunda konfrontasi kita dengannya.

Hiburan di media sosial seperti ASMR bukan hanya soal pengalaman personal, lebih jauh bahkan hal tersebut juga mencerminkan bagaimana teknologi membentuk ulang cara kita berpikir dan merasa. Marshall McLuhan dengan tegas menyatakan bahwa medium is the message, media bukan hanya sebuah saluran, tetapi juga representasi dari bagaimana teknologi membentuk realitas kita. Dalam kasus ASMR, ia tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sebuah simbol bagaimana manusia modern memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan emosional di tengah tekanan yang dihadapi.

Meskipun secara praktis ASMR dapat menjadi suatu solusi, namun penting bagi kita untuk tidak terlarut dalam ilusi hiburan ini. Mengonsumsi ASMR tanpa pemahaman dan pengertian yang kritis dapat membuat kita terjebak dalam pola-pola manipulasi yang dirancang untuk mempertahankan ketergantungan kita pada media sosial.

Hiburan yang berlebihan tanpa refleksi dapat membahayakan keseimbangan emosional dan mempengaruhi budaya secara personal dan segera berimbas secara lebih luas ke masyarakat. Maksudnya adalah, dengan tetap menjaga jarak kritis, kita dapat menikmati hiburan tanpa kehilangan kendali atas mentalitas dan nilai-nilai kita.

Sekadar Renungan Kritis

Jika Anda pernah merasakan ketenangan mendalam saat mendengarkan suara gesekan kuas atau bisikan dalam video ASMR, izinkan saya mengajak Anda untuk berhenti sejenak. Mari kita renungkan, apakah ketenangan itu benar-benar Anda rasakan, atau hanya sensasi sementara yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Anda dari hiruk-pikuk dunia nyata?

Fenomena seperti ASMR adalah cermin kecil dari hiburan modern yang, tanpa kita sadari, memengaruhi cara kita menjalani hidup, bahkan mendefinisikan ulang apa artinya menjadi tenang dan damai. Ludwig Wittgenstein, seorang filsuf besar abad ke-20, pernah berkata bahwa bahasa membentuk cara kita berpikir.

 Dalam konteks ASMR, “bahasa” teknologi dan media sosial tidak hanya menyampaikan hiburan tetapi juga mempengaruhi makna yang kita atribusikan pada pengalaman sehari-hari. Ketika ketenangan diiklankan sebagai sesuatu yang bisa “dibeli” atau “ditemukan” di YouTube, TikTok atau platform lainnya, kita patut bertanyapa akah kita benar-benar menemukan ketenangan, atau hanya membiarkan diri terkendalikan oleh media yang memahami kelemahan psikologis kita lebih baik daripada diri kita sendiri?

Seperti yang diungkapkan oleh Albert Camus, hidup pada dasarnya adalah absurditas. Kita memang terlempar ke dunia tanpa makna bawaan, tetapi tugas kita adalah memberinya makna. Dalam dunia yang penuh dengan hiburan instan seperti ASMR, bagaimana kita bisa menemukan makna tanpa terjebak dalam ilusi yang diciptakan oleh teknologi? Camus mengingatkan kita bahwa untuk hidup sepenuhnya, kita harus berani menghadapi absurditas, bukan melarikan diri darinya.

Jadi, mari kita renungkan bersama: Apakah hiburan modern seperti ASMR membantu kita menemukan kedamaian, atau justru membius kita dalam kenyamanan palsu? Pertanyaan ini bukan sekadar kritik, tetapi undangan untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana kita memanfaatkan teknologi dan hiburan, untuk bisa menjalani kehidupan yang penuh arti.

Para pembaca yang budiman, Anda memiliki pilihan, melihat teknologi sebagai alat untuk menciptakan makna, atau membiarkan diri tenggelam dalam absurditas tanpa usaha perlawanan. Bagaimana pilihan Anda? [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Transformasi Radio: Menolak Mati dalam Gelombang Digitalisasi
Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia
Anak-anak dan Media: Antara Manfaat, Bahaya, dan Pembentukan Identitas
Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi
Merandai Cakrawala Sinema: Membangun Karakter Generasi Milenial hingga Alpha
Tags: ASMRAutonomous Sensory Meridian Responsedigitalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Next Post

Cerita Kecil Menjemput Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk Desa Les

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Cerita Kecil Menjemput Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk Desa Les

Cerita Kecil Menjemput Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk Desa Les

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co