14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sederhana, Haru dan Bahagia di SMPN 2 Sawan: Pelepasan Siswa, Guru Purnabakti dan Pindah Tugas

Komang Sujana by Komang Sujana
June 5, 2025
in Khas
Sederhana, Haru dan Bahagia di SMPN 2 Sawan: Pelepasan Siswa, Guru Purnabakti dan Pindah Tugas

Meninggalkan Kenangan di SMPN 2 Sawan dengan Senyum Ranum

“Kami tahu, tak ada kata maaf yang bisa menghapus kesalahan kami, tak ada air mata yang bisa membasuh keburukan kami, selain maaf dan air matamu, guru.”

Kalimat di atas adalah kutipan renungan diri yang dibacakan oleh Komang Amelia Putri perwakilan siswa kelas IX pada acara Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 2 Sawan Tahun Ajaran 2024/2025, Kamis, 5 Juni 2025. Acara pelepasan yang sederhana, tetapi sungguh penuh makna.

Ungkapan maaf yang menusuk hati. Suasana haru sedih menguar dari 296 siswa kelas IX yang tertunduk di bawah rindang pohon di pinggir lapangan. Luapan rasa penyesalan tumpah membanjiri lapangan olahraga SMPN 2 Sawan. 

Ya, permohonan maaf dan ucapan terima kasih yang memang patut mereka sampaikan dari lubuk hati yang paling dalam kepada bapak/ibu guru. Selama tiga tahun mereka telah dibimbing, dibina, dengan sabar dan penuh kasih sayang. Pengetahuan, keterampilan, dan nilai karakter yang ditanamkan adalah cahaya yang akan menerangi langkah mereka selanjutnya.

Siswa Kelas IX Mengikuti Upacara Mapamit di Pura Widya Saraswati SMPN 2 Sawan

Kepala SMPN 2 Sawan, Ni Nyoman Kartikawati, S.Pd., Memberikan Sambutan

Rasa cinta, kasih sayang, dan keterikatan emosional yang kuat selama tiga tahun bersama siswa kelas IX membuat Kepala SMPN 2 Sawan, Ni Nyoman Kartikawati, S.Pd., merasakan satu hal terberat dalam hidupnya.

“Sebenarnya melepas kalian adalah hal yang berat bagi ibu. Namun, ini merupakan suatu tanggung jawab. Ibu wajib melepas kalian karena kalian harus melangkah ke jenjang berikutnya,” kata Kasek Kartikawati penuh haru.

Sebagai kepala sekolah sekaligus orang tua siswa di sekolah, Nyoman Kartikawati, berpesan agar siswa kelas IX selalu menjadi anak-anak yang baik seperti yang sudah didapatkan di sekolah dan menjaga nama baik SMPN 2 Sawan di manapun berada. Ia pun dengan tulus mendoakan siswa kelas IX agar senantiasa meraih sukses dalam mengarungi luasnya samudra pendidikan dan kehidupan.

“Doa terbaik, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa memberikan anugerah, kerahayuan, bagi kalian semua dalam mencapai cita-cita sehingga kalian dapat meraih kesuksesan di masa mendatang,” kata Kasek Kartikawati penuh harap.

Ketua Komite SMPN 2 Sawan (kiri) Menerima dengan Bahagia 296 Siswa Kelas IX yang Dilepas oleh Kepala SMPN 2 Sawan

Made Sukrana, S.Pd., Guru Purnabakti Memberikan Kesan dan Pesan

Guru Purnabakti dan Pindah Tugas Menerima Cindera Mata

Kesuksesan siswa kelas IX menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan belajar di SMPN 2 Sawan tidak terlepas dari peran tenaga pendidik dan kependidikan. Maka dari itu, Kasek Kartikawati, tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru dan pegawai atas segala pengabdian dan pembinaan yang telah diberikan kepada anak-anak.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Sawan yang juga Bhabinkamtibas Desa Bungkulan, Bripka I Putu Harisandy Mahayuda, S.H., mengatakan kepada siswa kelas IX, jika acara pelepasan ini adalah momen akhir, titik klimaks mereka di sekolah. Walaupun acara sederhana, tetapi penuh makna.

“Semoga ke depan kalian menjadi calon-calon tunas bangsa yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, juga terutama untuk diri sendiri dan keluarga,” harapnya.

Upacara Mapamit

Sebelum acara seremonial pelepasan di lapangan, seluruh siswa kelas IX melakukan upacara mapamit di padmasana, di Pura Widya Saraswati. Upacara ini menandai berakhirnya masa Brahmacari atau menuntut ilmu di jenjang SMP. Seluruh rangkaian upacara mapamit yang juga sering disebut upacara samawartana ini diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh siswa.

Luh Putwi Santiani Menerima Apresiasi sebagai Juara Umum I Berdasarkan Nilai Ijazah

Hormat Siwa kepada Guru atas Segala Ilmu dan Bimbingan yang Telah Diberikan

Selain sebagai simbol transisi pendidikan dari jenjang SMP ke jenjang yang lebih tinggi, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya sekolah membangun karakter keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai individu yang beragama, mereka diharapkan senantiasa menjalankan dharma (kewajiban) dengan baik untuk mencapai kehidupan yang baik pula.

Pelepasan Guru Purnabakti dan Pindah Tugas

Acara pelepasan siswa kelas IX turut dirangkaikan dengan pelepasan 3 guru purnabakti, yaitu Ni Luh Wiryani, S,Pd., Made Sukrana, S.Pd., dan Luh Sumeradi, S.Pd. Juga pelepasan guru pindah tugas, yaitu Made Widioka, S.Pd.

Mengampu mata pelajaran Seni Budaya kemudian Seni Prakarya menyesuaikan dengan pedoman kurikulum yang baru, Ni Luh Wiryani, S.Pd., menjadi guru di SMPN 2 Sawan sejak tahun 1987—2025. Made Sukrana, S.Pd., mengabdikan diri menjadi guru Agama Hindu sejak tahun 2003—2025. Selama 22 tahun menjadi guru, Ia pun sempat mengampu mata pelajaran Bahasa Bali mengisi kekurangan guru muatan lokal. Luh Sumeradi, S.Pd., yang selama menjadi guru di SMPN 2 Sawan mengampu mata pelajaran Matematika, mulai mengajar sejak tahun 1988—2025.

Duet Wakasek Kesiswaan dan Korbid Kesiswaan, Ketut Suwara, S.Pd.B., dan Kadek Budi Muliyawan, S.Pd., Membawakan Lagu Karadang

Ketut Ayu Prity Shinta Menyanyikan Lagu Kejar Mimpi

Sementara itu, Made Widioka, selama 10 tahun (2015—2025), telah mengabdikan dirinya sebagai guru IPS di SMPN 2 Sawan. Per tanggal 19 Mei 2025, Ia dipercaya oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng mengemban tugas baru sebagai Kepala SMP Negeri Satu Atap 2 Kubutambahan.

“Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan selamat memasuki purnabakti kepada tiga guru. Terima kasih atas segala kebersamaan kita selama ini. Juga ucapan selamat saya berikan kepada salah satu guru hebat SMPN 2 Sawan, Bapak Made Widioka,” kata Kasek Kartikawati.

Mewakili guru purnabakti, Made Sukrana mengucapkan terima kasih kepada warga sekolah atas suasana penuh kekeluargaan selama bergabung menjadi keluarga besar SMPN 2 Sawan. Baginya suka duka selama menjadi guru kini telah menjadi kenangan indah yang akan mewarnai hari-harinya ke depan.

Rasa terima kasih juga disampaikan Made Widioka atas pengalaman yang diperoleh selama bertugas di SMPN 2 Sawan. Pengalaman yang sangat berarti baginya untuk menunaikan tugas-tugas sebagai pimpinan di sekolah yang baru. Ia pun berharap di hari mendatang bisa bergabung kembali menjadi bagian keluarga besar SMPN 2 Sawan.

Pelukan Hangat Kepala SMPN 2 Sawan, Ni Nyoman Kartikawati, S,Pd., Melepas Anak-anak Didiknya yang Terkasih

“Terima kasih untuk semua kenangan dan pengalaman selama sepuluh tahun bisa menjadi bagian keluarga besar SMPN 2 Sawan. Semoga ini bukan menjadi kesempatan terakhir, suatu saat saya akan kembali lagi ke sini dengan versi terbaru sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid,” kata Made Widioka, lulusan Program Guru Penggerak Angkatan 9 ini.

Apresiasi, Hiburan, dan Video Kenangan

Suasana haru yang menyelimuti sejak awal dimulainya acara bercampur bahagia setelah acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi, hiburan, salam-salaman, dan pembuatan video kenangan.

Apresasi diberikan kepada tiga siswa terbaik berdasarkan nilai ijazah. Juara umum I diraih oleh Luh Putwi Santiani, juara umum II diraih oleh Putu Ari Putra Wirawan, dan juara umum III diraih oleh Ketut Dea Dewanti.  Prestasi yang diraih adalah buah semangat, dsiplin, dan kerja keras siswa selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Sawan. Keberhasilan siswa ini pun menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berjuang dan meraih cita-cita.

Riuh suasana terbangun ketika secara spontanitas ada siswa dan guru yang menyumbangkan suara emasnya. Dengan penuh penghayatan, Ketut Ayu Prity Shinta, siswa kelas VIII A, menyanyikan lagu Kejar Mimpi—dipopulerkan oleh Maudy Ayunda. Suara merdunya menggema, melayang tinggi, seperti doa dan harapan semua peserta acara.

Suasana semakin pecah ketika duet Wakasek Kesiswaan dan Korbid Kesiswaan, Ketut Suwara, S.Pd.B., dan Kadek Budi Muliyawan, S.Pd., membawakan lagu pop Bali, lagu hit Yan Srikandi, Karadang. Irama musik koplo pada lagu ini yang cepat dan penuh energi membuat siswa menikmati keseruan—bergoyang dan berteriak bersama.

Pembuatan Video Kenangan dalam Suasana Penuh Kebersamaan dan Kebahagiaan

Acara salam-salaman kembali membuat suasana menjadi haru. Secara bergantian siswa mengambil tangan guru kemudian disentuhkan ke dahi. Ini memiliki makna mendalam, yaitu menghargai dan menghormati guru sebagai sosok yang memberikan ilmu dan bimbingan.

Tak ingin siswa terus larut dalam keharusedihan, drone lalu diterbangkan. Semua siswa kompak melambaikan tangan dengan penuh senyum bahagia. Tak hanya itu, mereka lantas menuju ke tengah lapangan menyusun formasi I Love Spendusa. Sungguh video kenangan yang berkesan dan bermakna di penghujung hari-hari mereka di SMPN 2 Sawan.

Guru, Pegawai, dan Ketua Komite SMPN 2 Sawan dalam Jalinan Rasa Kekeluargaan

Kata pepatah klasik, “di mana ada pertemuan, di sana ada perpisahan”. Namun, jika hati saling terikat, maka hubungan emosional—merasa dekat dan saling peduli—akan terus terbangun dengan kuat. Keterpisahan dan kebersamaan ditentukan oleh emosi, bukan oleh keberadaan fisik. Seperti yang ditegaskan oleh Joko Pinurbo dalam puisinya yang berjudul Perjalanan Pulang, “Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan.”

Jadi, walaupun sudah berada di tempat yang berbeda, rasa kekeluargaan—yang tertanam kuat sejak sekolah ini didirikan pada tahun 1984—senantiasa membuat kebersamaan itu selalu ada. Semoga dan semoga. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Kelas Kosong, Segala Haru dan Romantis Tumpah Ruah di Lapangan : Cerita HUT SMPN 2 Sawan
Tags: bulelengguruPendidikanSMPN 2 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kopernik dan Jejak Timor di Ubud Food Festival 2025

Next Post

Buku “Identitas Lintas Budaya: Jejak Jepang dalam Teks Sastrawan Bali” Memperkaya Perspektif Kajian Sastra di Bali

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Buku “Identitas Lintas Budaya: Jejak Jepang dalam Teks Sastrawan Bali” Memperkaya Perspektif Kajian Sastra di Bali

Buku “Identitas Lintas Budaya: Jejak Jepang dalam Teks Sastrawan Bali” Memperkaya Perspektif Kajian Sastra di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co