2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 12, 2024
in Esai
Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

Gambar ilustrasi karya siswa SMPN 3 Sukasada

BERBICARA tentang hubungan tanaman dalam pembelajaran seni rupa masih dapat dibilang erat. Ragam hias misalnya, dapat menerapkan tanaman sebagai objek yang dihias menjadi motif-motif yang beragam. Tumbuhan memberi banyak kemudahan dalam praktek berkesenian.

Selain ragam hias, ada banyak hal dari tanaman yang bisa diterapkan untuk dijadikan bahan berkesenian. Salah satunya, grafis cetak tinggi seperti yang telah siswa SMPN 3 Sukasada lakukan. Siswa dalam pelajaran seni rupa mencetak tekstur daun menjadi karya seni.

Ada juga pewarna alami dari kandungan warna pada tumbuhan sehingga dapat dimanfaatkan untuk berkarya seni.

Jadi, kelestarian dan keberagaman tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran seni rupa, terutama pada praktek.

Memang, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, mencari gambar tanaman di internet kemudian mengubahnya menjadi ragam hias misalnya, namun kebanyakan siswa kebingungan ketika mendapati begitu banyaknya gambar yang diberikan, bahkan bukannya berkreasi dan berinovasi, siswa dimanjakan dengan hasil karya yang sudah jadi. Sehingga proses mencipta sebuah karya seni original tidak dapat tercapai. Mereka lebih terlena untuk mencontoh gambar ragam hias yang ada.

Selain ragam hias, grafis, dan pewarna alami, pada kurikulum merdeka saat ini, ada materi gambar ilustrasi yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Semua mungkin sudah mengetahui apa itu gambar ilustrasi.

Ya, gambar yang mengilustrasikan sebuah cerita. Gambar Ilustrasi adalah sebuah gambar yang dapat menjelaskan suatu naskah cerita atau narasi dari sebuah kejadian ataupun peristiwa. Gambar ilustrasi dapat berupa beberapa objek, manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam materi ini, bisa dilakukan dua arah, ada gambar kemudian diceritakan atau ada cerita kemudian digambarkan.

Gambar ilustrasi jahe

Daun sirih

Daun sirih

Dalam prakteknya untuk siswa, yang paling mudah diterapkan adalah membuat gambar ilustrasi dengan objek tumbuhan. Faktor yang membuat tumbuhan menjadi objek yang paling mudah dibuat adalah objeknya diam dan mudah untuk memperhatikan detailnya.

Berbeda bila objeknya manusia dan hewan, ketika digambar langsung akan kesulitan karena objek susah untuk diam. Memang dapat memanfaatkan gadget untuk mencari gambar-gambar yang ingin dibuat, namun akan berbeda ketika siswa diajak untuk melihat langsung dan memperhatikan objek dengan seksama.

Dalam mengkaitkan dengan mata pelajaran lain, siswa diberikan kebebasan sesuai kemampuan mengkaitkannya. Siswa diajak untuk keluar kelas, memperhatikan tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah, memperhatikan dan mulai menggambar detail demi detail tanaman yang dipilih.

Dengan begitu, siswa mengetahui dengan jelas ciri-ciri dan detail tanamannya. Dalam proses menggambar, siswa tidak disarankan untuk memetik maupun menyakiti tumbuhan, bertujuan agar tumbuhan tetap hidup dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Telang

Telang

Lidah buaya

Setelah gambar selesai, siswa membuat narasi/cerita dari objek yang dibuat. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka, mencari informasi dan menuliskannya. Ketika siswa ingin mengkaitkan dengan pelajaran lain, siswa bisa memilih sesuai kemampuannya. Mengkaitkan dengan mata pelajaran IPA misalnya, siswa memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pelajaran IPA, seperti cara berkembang biak, jenis, iklim yang cocok, hingga kandungan vitamin pada tumbuhan tersebut.

Ketika siswa mengkaitkan dengan pelajaran bahasa Indonesia, siswa dapat mengisi puisi terkait gambar tumbuhan yang dibuat. Begitu juga dengan pelajaran lain, bisa dikait-kaitkan pula.

Tanaman usadha

Saya yang masih belum bisa move on dari Seminar Khazanah Rempah pada Singaraja Literary Festival 2024 bulan lalu, menginstruksikan kepada siswa agar dalam membuat narasi agar diisi manfaat untuk kesehatan. Misalnya narasi tentang tanaman yang dimanfaatkan sebagai usadha atau obat-obatan. Alhasil siswa lebih terfokus untuk memanfaatkan Tanaman Obat Sekolah (TOS) sebagai objek untuk praktek mereka.

Pemanfaatan TOS berjalan, penyebaran pemahaman baru terkait tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat juga bisa terlaksana dengan baik walau di pelajaran seni rupa yang tentunya cukup jauh dari pengetahuan obat dan tanaman.

Siswa mulai mencari informasi terkait tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Setidaknya guru tidak harus mengumpulkan mereka dan memberikan materi tentang tanaman obat, bisa diselipkan di mata pelajaran.

Binahong

Bawang merah

Kunyit

Kini siswa dapat mencari informasi tersebut baik melalui internet maupun menanyakan langsung pada teman dan anggota keluarga dirumah, ini akan lebih efesien karena mereka mencari sendiri dan menemukan, akan lebih melekat di ingatan mereka. Yang terpenting usaha untuk mengetahui sudah berjalan lancar.

Disamping mereka bisa mendapat informasi sendiri, mereka juga bisa berbagi. Mempresentasikan di depan kelas informasi-informasi yang mereka dapatkan sesuai tanaman yang mereka buat. Saling transfer informasi, kemudian saling memberikan masukan terkait gambar dan objek serta narasi yang dibuat.

Mereka bukan hanya mendapat informasi terkait tanaman yang mereka buat saja, melainkan banyak informasi tanaman dari teman-teman mereka. Mereka akan lebih kaya informasi terkait tanaman dan manfaatnya.

Ada banyak jalan untuk mendekatkan usadha kuno kepada generasi milenial masa kini. Dengan mereka tahu kalau tanaman banyak manfaatnya, diharapkan muncul kesadaran untuk menjaga dan melestarikan serta membudidayakan tanaman dengan beribu manfaat, baik kesehatan hingga bidang kesenian. Bekal minim yang didapat di sekolah, ketika terus menerus diberikan dan dipupuk akan berbekas dan dapat diterapkan di masyarakat nantinya. Tergantung niat kita sebagai guru, mau atau tidak memupuk bekal minim yang kita tanamkan pada siswa terkait manfaat tanaman, sehingga nantinya mereka bisa memetik dan memanen hasil dari benih yang kita tanam dan menikmatinya. [T]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
Tags: pelajaran seni rupaPendidikanpendidikan seni ruparempahSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024SMPN 3 Sukasadatanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Muhammad Suharto, “Juru Bicara” Desa Pegayaman yang Multitalenta

Next Post

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co