24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 12, 2024
in Esai
Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

Gambar ilustrasi karya siswa SMPN 3 Sukasada

BERBICARA tentang hubungan tanaman dalam pembelajaran seni rupa masih dapat dibilang erat. Ragam hias misalnya, dapat menerapkan tanaman sebagai objek yang dihias menjadi motif-motif yang beragam. Tumbuhan memberi banyak kemudahan dalam praktek berkesenian.

Selain ragam hias, ada banyak hal dari tanaman yang bisa diterapkan untuk dijadikan bahan berkesenian. Salah satunya, grafis cetak tinggi seperti yang telah siswa SMPN 3 Sukasada lakukan. Siswa dalam pelajaran seni rupa mencetak tekstur daun menjadi karya seni.

Ada juga pewarna alami dari kandungan warna pada tumbuhan sehingga dapat dimanfaatkan untuk berkarya seni.

Jadi, kelestarian dan keberagaman tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran seni rupa, terutama pada praktek.

Memang, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, mencari gambar tanaman di internet kemudian mengubahnya menjadi ragam hias misalnya, namun kebanyakan siswa kebingungan ketika mendapati begitu banyaknya gambar yang diberikan, bahkan bukannya berkreasi dan berinovasi, siswa dimanjakan dengan hasil karya yang sudah jadi. Sehingga proses mencipta sebuah karya seni original tidak dapat tercapai. Mereka lebih terlena untuk mencontoh gambar ragam hias yang ada.

Selain ragam hias, grafis, dan pewarna alami, pada kurikulum merdeka saat ini, ada materi gambar ilustrasi yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Semua mungkin sudah mengetahui apa itu gambar ilustrasi.

Ya, gambar yang mengilustrasikan sebuah cerita. Gambar Ilustrasi adalah sebuah gambar yang dapat menjelaskan suatu naskah cerita atau narasi dari sebuah kejadian ataupun peristiwa. Gambar ilustrasi dapat berupa beberapa objek, manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam materi ini, bisa dilakukan dua arah, ada gambar kemudian diceritakan atau ada cerita kemudian digambarkan.

Gambar ilustrasi jahe

Daun sirih

Daun sirih

Dalam prakteknya untuk siswa, yang paling mudah diterapkan adalah membuat gambar ilustrasi dengan objek tumbuhan. Faktor yang membuat tumbuhan menjadi objek yang paling mudah dibuat adalah objeknya diam dan mudah untuk memperhatikan detailnya.

Berbeda bila objeknya manusia dan hewan, ketika digambar langsung akan kesulitan karena objek susah untuk diam. Memang dapat memanfaatkan gadget untuk mencari gambar-gambar yang ingin dibuat, namun akan berbeda ketika siswa diajak untuk melihat langsung dan memperhatikan objek dengan seksama.

Dalam mengkaitkan dengan mata pelajaran lain, siswa diberikan kebebasan sesuai kemampuan mengkaitkannya. Siswa diajak untuk keluar kelas, memperhatikan tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah, memperhatikan dan mulai menggambar detail demi detail tanaman yang dipilih.

Dengan begitu, siswa mengetahui dengan jelas ciri-ciri dan detail tanamannya. Dalam proses menggambar, siswa tidak disarankan untuk memetik maupun menyakiti tumbuhan, bertujuan agar tumbuhan tetap hidup dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Telang

Telang

Lidah buaya

Setelah gambar selesai, siswa membuat narasi/cerita dari objek yang dibuat. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka, mencari informasi dan menuliskannya. Ketika siswa ingin mengkaitkan dengan pelajaran lain, siswa bisa memilih sesuai kemampuannya. Mengkaitkan dengan mata pelajaran IPA misalnya, siswa memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pelajaran IPA, seperti cara berkembang biak, jenis, iklim yang cocok, hingga kandungan vitamin pada tumbuhan tersebut.

Ketika siswa mengkaitkan dengan pelajaran bahasa Indonesia, siswa dapat mengisi puisi terkait gambar tumbuhan yang dibuat. Begitu juga dengan pelajaran lain, bisa dikait-kaitkan pula.

Tanaman usadha

Saya yang masih belum bisa move on dari Seminar Khazanah Rempah pada Singaraja Literary Festival 2024 bulan lalu, menginstruksikan kepada siswa agar dalam membuat narasi agar diisi manfaat untuk kesehatan. Misalnya narasi tentang tanaman yang dimanfaatkan sebagai usadha atau obat-obatan. Alhasil siswa lebih terfokus untuk memanfaatkan Tanaman Obat Sekolah (TOS) sebagai objek untuk praktek mereka.

Pemanfaatan TOS berjalan, penyebaran pemahaman baru terkait tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat juga bisa terlaksana dengan baik walau di pelajaran seni rupa yang tentunya cukup jauh dari pengetahuan obat dan tanaman.

Siswa mulai mencari informasi terkait tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Setidaknya guru tidak harus mengumpulkan mereka dan memberikan materi tentang tanaman obat, bisa diselipkan di mata pelajaran.

Binahong

Bawang merah

Kunyit

Kini siswa dapat mencari informasi tersebut baik melalui internet maupun menanyakan langsung pada teman dan anggota keluarga dirumah, ini akan lebih efesien karena mereka mencari sendiri dan menemukan, akan lebih melekat di ingatan mereka. Yang terpenting usaha untuk mengetahui sudah berjalan lancar.

Disamping mereka bisa mendapat informasi sendiri, mereka juga bisa berbagi. Mempresentasikan di depan kelas informasi-informasi yang mereka dapatkan sesuai tanaman yang mereka buat. Saling transfer informasi, kemudian saling memberikan masukan terkait gambar dan objek serta narasi yang dibuat.

Mereka bukan hanya mendapat informasi terkait tanaman yang mereka buat saja, melainkan banyak informasi tanaman dari teman-teman mereka. Mereka akan lebih kaya informasi terkait tanaman dan manfaatnya.

Ada banyak jalan untuk mendekatkan usadha kuno kepada generasi milenial masa kini. Dengan mereka tahu kalau tanaman banyak manfaatnya, diharapkan muncul kesadaran untuk menjaga dan melestarikan serta membudidayakan tanaman dengan beribu manfaat, baik kesehatan hingga bidang kesenian. Bekal minim yang didapat di sekolah, ketika terus menerus diberikan dan dipupuk akan berbekas dan dapat diterapkan di masyarakat nantinya. Tergantung niat kita sebagai guru, mau atau tidak memupuk bekal minim yang kita tanamkan pada siswa terkait manfaat tanaman, sehingga nantinya mereka bisa memetik dan memanen hasil dari benih yang kita tanam dan menikmatinya. [T]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
Tags: pelajaran seni rupaPendidikanpendidikan seni ruparempahSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024SMPN 3 Sukasadatanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Muhammad Suharto, “Juru Bicara” Desa Pegayaman yang Multitalenta

Next Post

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co