23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 12, 2024
in Esai
Tanaman dan Pelajaran Seni Rupa: Gambar Ilustrasi untuk Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Milenial

Gambar ilustrasi karya siswa SMPN 3 Sukasada

BERBICARA tentang hubungan tanaman dalam pembelajaran seni rupa masih dapat dibilang erat. Ragam hias misalnya, dapat menerapkan tanaman sebagai objek yang dihias menjadi motif-motif yang beragam. Tumbuhan memberi banyak kemudahan dalam praktek berkesenian.

Selain ragam hias, ada banyak hal dari tanaman yang bisa diterapkan untuk dijadikan bahan berkesenian. Salah satunya, grafis cetak tinggi seperti yang telah siswa SMPN 3 Sukasada lakukan. Siswa dalam pelajaran seni rupa mencetak tekstur daun menjadi karya seni.

Ada juga pewarna alami dari kandungan warna pada tumbuhan sehingga dapat dimanfaatkan untuk berkarya seni.

Jadi, kelestarian dan keberagaman tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran seni rupa, terutama pada praktek.

Memang, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, mencari gambar tanaman di internet kemudian mengubahnya menjadi ragam hias misalnya, namun kebanyakan siswa kebingungan ketika mendapati begitu banyaknya gambar yang diberikan, bahkan bukannya berkreasi dan berinovasi, siswa dimanjakan dengan hasil karya yang sudah jadi. Sehingga proses mencipta sebuah karya seni original tidak dapat tercapai. Mereka lebih terlena untuk mencontoh gambar ragam hias yang ada.

Selain ragam hias, grafis, dan pewarna alami, pada kurikulum merdeka saat ini, ada materi gambar ilustrasi yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Semua mungkin sudah mengetahui apa itu gambar ilustrasi.

Ya, gambar yang mengilustrasikan sebuah cerita. Gambar Ilustrasi adalah sebuah gambar yang dapat menjelaskan suatu naskah cerita atau narasi dari sebuah kejadian ataupun peristiwa. Gambar ilustrasi dapat berupa beberapa objek, manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam materi ini, bisa dilakukan dua arah, ada gambar kemudian diceritakan atau ada cerita kemudian digambarkan.

Gambar ilustrasi jahe

Daun sirih

Daun sirih

Dalam prakteknya untuk siswa, yang paling mudah diterapkan adalah membuat gambar ilustrasi dengan objek tumbuhan. Faktor yang membuat tumbuhan menjadi objek yang paling mudah dibuat adalah objeknya diam dan mudah untuk memperhatikan detailnya.

Berbeda bila objeknya manusia dan hewan, ketika digambar langsung akan kesulitan karena objek susah untuk diam. Memang dapat memanfaatkan gadget untuk mencari gambar-gambar yang ingin dibuat, namun akan berbeda ketika siswa diajak untuk melihat langsung dan memperhatikan objek dengan seksama.

Dalam mengkaitkan dengan mata pelajaran lain, siswa diberikan kebebasan sesuai kemampuan mengkaitkannya. Siswa diajak untuk keluar kelas, memperhatikan tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah, memperhatikan dan mulai menggambar detail demi detail tanaman yang dipilih.

Dengan begitu, siswa mengetahui dengan jelas ciri-ciri dan detail tanamannya. Dalam proses menggambar, siswa tidak disarankan untuk memetik maupun menyakiti tumbuhan, bertujuan agar tumbuhan tetap hidup dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Telang

Telang

Lidah buaya

Setelah gambar selesai, siswa membuat narasi/cerita dari objek yang dibuat. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka, mencari informasi dan menuliskannya. Ketika siswa ingin mengkaitkan dengan pelajaran lain, siswa bisa memilih sesuai kemampuannya. Mengkaitkan dengan mata pelajaran IPA misalnya, siswa memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pelajaran IPA, seperti cara berkembang biak, jenis, iklim yang cocok, hingga kandungan vitamin pada tumbuhan tersebut.

Ketika siswa mengkaitkan dengan pelajaran bahasa Indonesia, siswa dapat mengisi puisi terkait gambar tumbuhan yang dibuat. Begitu juga dengan pelajaran lain, bisa dikait-kaitkan pula.

Tanaman usadha

Saya yang masih belum bisa move on dari Seminar Khazanah Rempah pada Singaraja Literary Festival 2024 bulan lalu, menginstruksikan kepada siswa agar dalam membuat narasi agar diisi manfaat untuk kesehatan. Misalnya narasi tentang tanaman yang dimanfaatkan sebagai usadha atau obat-obatan. Alhasil siswa lebih terfokus untuk memanfaatkan Tanaman Obat Sekolah (TOS) sebagai objek untuk praktek mereka.

Pemanfaatan TOS berjalan, penyebaran pemahaman baru terkait tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat juga bisa terlaksana dengan baik walau di pelajaran seni rupa yang tentunya cukup jauh dari pengetahuan obat dan tanaman.

Siswa mulai mencari informasi terkait tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Setidaknya guru tidak harus mengumpulkan mereka dan memberikan materi tentang tanaman obat, bisa diselipkan di mata pelajaran.

Binahong

Bawang merah

Kunyit

Kini siswa dapat mencari informasi tersebut baik melalui internet maupun menanyakan langsung pada teman dan anggota keluarga dirumah, ini akan lebih efesien karena mereka mencari sendiri dan menemukan, akan lebih melekat di ingatan mereka. Yang terpenting usaha untuk mengetahui sudah berjalan lancar.

Disamping mereka bisa mendapat informasi sendiri, mereka juga bisa berbagi. Mempresentasikan di depan kelas informasi-informasi yang mereka dapatkan sesuai tanaman yang mereka buat. Saling transfer informasi, kemudian saling memberikan masukan terkait gambar dan objek serta narasi yang dibuat.

Mereka bukan hanya mendapat informasi terkait tanaman yang mereka buat saja, melainkan banyak informasi tanaman dari teman-teman mereka. Mereka akan lebih kaya informasi terkait tanaman dan manfaatnya.

Ada banyak jalan untuk mendekatkan usadha kuno kepada generasi milenial masa kini. Dengan mereka tahu kalau tanaman banyak manfaatnya, diharapkan muncul kesadaran untuk menjaga dan melestarikan serta membudidayakan tanaman dengan beribu manfaat, baik kesehatan hingga bidang kesenian. Bekal minim yang didapat di sekolah, ketika terus menerus diberikan dan dipupuk akan berbekas dan dapat diterapkan di masyarakat nantinya. Tergantung niat kita sebagai guru, mau atau tidak memupuk bekal minim yang kita tanamkan pada siswa terkait manfaat tanaman, sehingga nantinya mereka bisa memetik dan memanen hasil dari benih yang kita tanam dan menikmatinya. [T]

BACA artikel lain dari penulis SUSILA PRIANGGA

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
Tags: pelajaran seni rupaPendidikanpendidikan seni ruparempahSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024SMPN 3 Sukasadatanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Muhammad Suharto, “Juru Bicara” Desa Pegayaman yang Multitalenta

Next Post

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Pelepasan Burung Dara, Simbol Kebebasan dan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co