3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Vis A Vis Merah dan Putih | Catatan Pilkada Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 5, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

WAYAN Koster dan I Nyoman Giri Prasta akhirnya melenggang di Pilgub Bali sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) dan Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) setelah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Meski santer terdengar terdapat ketegangan di antara dua tokoh tersebut ihwal perebutan kursi Bali 1, Megawati Sukarnoputri tetap mengambil keputusan realistis dengan memasangkan Koster-Giri.

Modal Politik

Partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut mendapatkan momentum yang tepat atas terwujudnya paket Koster – Giri ini. Kesempatan ini dapat dijadikan ajang merekonsiliasi dua kekuatan besar yang sebelumnya terlihat berhadapan satu sama lain. Sebagai seorang Ketua DPD PDI Perjuangan, Koster memiliki kekuatan besar di struktur partai yang mengakar hingga tingkat ranting—ditambah dirinya berstatus sebagai petahana dengan torehan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Giri Prasta yang kini mendapatkan tiket menjadi bacagub memiliki kekuatan kapital dan elektabilitas. Sebagai Bupati Badung, Giri mencanangkan program Angelus Bhuana—program yang diperuntukkan memberi bantuan kepada organisasi atau kelompok yang tersebar di seluruh Bali. Sedang di sisi elektabilitas, Giri memiliki modal yang bisa dikatakan sing main-main. Secara individu, Giri selalu menempati urutan pertama dengan persentase selalu di atas 50 persen, sedang dalam simulasi pasangan, Giri pun selalu menempati urutan pertama meski pasangannya berbeda-beda. Jelas ketokohan Giri Prasta menjadi faktor kuat di tengah masyarakat Bali.

Dalam survei tertutup yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 18-25 Juli 2024, Giri Prasta memiliki tingkat keterpilihan publik sebesar 59,7 persen. Jauh meninggalkan figur lainnya, seperti Koster dengan 12,4 persen dan Rai Mantra yang tingkat keterpilihannya hanya sebesar 4,9 persen.

Jika PDI Perjuangan di Bali berhasil merekonsiliasi kekuatan-kekuatan tersebut, maka bukan hal yang mustahil bagi Koster-Giri menjadi pemenang dengan perolehan suara yang sangat meyakinkan. Bayangkan saja, apabila struktur partai bergerak satu irama, kemudian tim kampanye mampu meracik visi, misi dan program dengan baik agar bisa menyublim dengan rakyat Bali. Lantas, dua faktor tadi diperkuat oleh kekuatan kapital dan tingkat popularitas dan elektabilitas, maka kemenangan bukanlah hal mustahil bagi pasangan Koster-Giri.

Melihat probabilitas kemenangan yang dimiliki oleh pasangan Koster-Giri, tentu ada sedikit perasaan masygul bagi pihak-pihak yang akan menjadi lawannya. Apalagi pasangan Koster-Giri berada di rel historis yang tepat dalam rangka mengunci kemenangan. Kriteria historis yang dimaksud adalah: pertama, popularitas dan elektablitas tinggi yang telah dimiliki pasangan ini. Setidaknya berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Koster dan Giri adalah dua tokoh yang dipilih oleh sebagian besar sample untuk menjadi pemimpin Bali selanjutnya.

Kedua, keseimbangan antara representasi Bali bagian utara dan selatan. Pasangan Koster-Giri pun sudah memenuhi faktor ini—Koster adalah representasi tokoh dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, sedang Giri Prasta adalah representasi tokoh dari Desa Plaga, Kabupaten Badung. Keseimbangan antara utara dan selatan sangat erat kaitannya dengan konteks jumlah pemilik suara. Merujuk pada daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu 2024, Buleleng adalah kabupaten dengan pemilih terbanyak, yakni sebesar 611.911 pemilih. Sedangkan Badung menempati posisi ketiga dengan jumlah pemilih sebesar 403.326 pemilih.

Terakhir adalah kebijakan populis. Selama memimpin, Koster dan Giri Prasta memiliki ketertarikan untuk mengambil pelbagai kebijakan populis dalam rangka menarik kesukaan dan meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakt. Misal, Koster dengan pelbagai proyek mercusuarnya, sedangkan Giri Prasta dengan kebijakan Angelus Buana sehingga ia dijuluki sebagai “Bupati Bares”. Tiga faktor ini tentu akan menjadi modal politik yang kuat bagi paket Koster-Giri.

Lawan Itu Adalah Mulia – PAS

Alih-alih akan menjadi pasangan calon tunggal dan berhadapan dengan kotak kosong. Nyatanya, setumpuk modal politik yang telah dimiliki oleh Koster-Giri kini akan berhadapan dengan figur yang tak kalah kuat, ia adalah Made Muliawan Arya atau lebih akrab disapa “De Gadjah”. Ketua DPD Gerindra Bali tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bacagub di Pilgub Bali.

De Gadjah pun didampingi oleh politisi senior asal Bali Utara, yakni Putu Agus Suradnyana (PAS). Melihat rekam jejaknya yang pernah menjadi Bupati Buleleng dua periode (2012 – 2022) dan pernah pula memimpin DPC PDI Perjuangan Buleleng, PAS tidak diragukan memiliki modal politik yang cukup untuk meraup suara di Bumi Panji Sakti. PAS pun telah memenuhi kriteria historis sebagai faktor penentu kemenangan dalam Pilgub dari masa ke masa, seperti: pertama, memiliki popularitas dan elektabilitas yang dapat memperbesar probabilitas kemenangan. Kedua, mampu merepresentasikan diri sebagai perwakilan Bali bagian utara dalam upaya mewujudkan keseimbangan sekaligus memperluas potensi perolehan ceruk suara. Terakhir, pernah mencanangkan dan merealisasikan pelbagai kebijakan populis.

Sebagai sosok yang pernah memimpin daerah selama 10 tahun, PAS memiliki popularitas dan elektabilitas, setidaknya di Buleleng, ia juga menjadi figur pemimpin yang kuat dalam merepresentasikan Bali bagian utara. Terakhir, dalam satu dekade kepemimpinannya, Agus Suradnyana telah banyak melahirkan kebijakan populis. Salah satunya adalah Buleleng Festival yang berhasil mendatangkan banyak artis nasional ke ujung utara Pulau Bali tersebut.

Oleh karena itu, De Gadjah bersama Gerindra sudah berada di rel yang benar merangkul PAS sebagai pasangannya. Langkah ini menandakan keseriusan dalam upaya meraih kemenangan dan mengulangi kesuksesan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu—apalagi PAS memiliki historis yang kurang mulus di akhir waktunya sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan dan tentu hal tersebut bisa dimainkan sebagai isu dalam memenangkan Pilgub Bali mendatang.

Namun terlepas dari orkestrasi politik yang semakin rumit, hal utama yang harus dimenangkan adalah rakyat Bali. Oleh karenanya, menjadi ihwal penting bagi rakyat untuk mengedepankan kritisisme dalam rangka menguji visi, misi, dan program kerja yang diusung masing-masing pasangan calon. Sebab kritisisme rakyat adalah penentu sudah sejauh mana level kematangan demokrasi di Bali. [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Mencari Pasangan Untuk De Gadjah
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Tags: De GajahNyoman Giri PrastaPilkada Balipilkada serentakPolitikPutu Agus SuradnyanaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Next Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co