23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Vis A Vis Merah dan Putih | Catatan Pilkada Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 5, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

WAYAN Koster dan I Nyoman Giri Prasta akhirnya melenggang di Pilgub Bali sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) dan Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) setelah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Meski santer terdengar terdapat ketegangan di antara dua tokoh tersebut ihwal perebutan kursi Bali 1, Megawati Sukarnoputri tetap mengambil keputusan realistis dengan memasangkan Koster-Giri.

Modal Politik

Partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut mendapatkan momentum yang tepat atas terwujudnya paket Koster – Giri ini. Kesempatan ini dapat dijadikan ajang merekonsiliasi dua kekuatan besar yang sebelumnya terlihat berhadapan satu sama lain. Sebagai seorang Ketua DPD PDI Perjuangan, Koster memiliki kekuatan besar di struktur partai yang mengakar hingga tingkat ranting—ditambah dirinya berstatus sebagai petahana dengan torehan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Giri Prasta yang kini mendapatkan tiket menjadi bacagub memiliki kekuatan kapital dan elektabilitas. Sebagai Bupati Badung, Giri mencanangkan program Angelus Bhuana—program yang diperuntukkan memberi bantuan kepada organisasi atau kelompok yang tersebar di seluruh Bali. Sedang di sisi elektabilitas, Giri memiliki modal yang bisa dikatakan sing main-main. Secara individu, Giri selalu menempati urutan pertama dengan persentase selalu di atas 50 persen, sedang dalam simulasi pasangan, Giri pun selalu menempati urutan pertama meski pasangannya berbeda-beda. Jelas ketokohan Giri Prasta menjadi faktor kuat di tengah masyarakat Bali.

Dalam survei tertutup yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 18-25 Juli 2024, Giri Prasta memiliki tingkat keterpilihan publik sebesar 59,7 persen. Jauh meninggalkan figur lainnya, seperti Koster dengan 12,4 persen dan Rai Mantra yang tingkat keterpilihannya hanya sebesar 4,9 persen.

Jika PDI Perjuangan di Bali berhasil merekonsiliasi kekuatan-kekuatan tersebut, maka bukan hal yang mustahil bagi Koster-Giri menjadi pemenang dengan perolehan suara yang sangat meyakinkan. Bayangkan saja, apabila struktur partai bergerak satu irama, kemudian tim kampanye mampu meracik visi, misi dan program dengan baik agar bisa menyublim dengan rakyat Bali. Lantas, dua faktor tadi diperkuat oleh kekuatan kapital dan tingkat popularitas dan elektabilitas, maka kemenangan bukanlah hal mustahil bagi pasangan Koster-Giri.

Melihat probabilitas kemenangan yang dimiliki oleh pasangan Koster-Giri, tentu ada sedikit perasaan masygul bagi pihak-pihak yang akan menjadi lawannya. Apalagi pasangan Koster-Giri berada di rel historis yang tepat dalam rangka mengunci kemenangan. Kriteria historis yang dimaksud adalah: pertama, popularitas dan elektablitas tinggi yang telah dimiliki pasangan ini. Setidaknya berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Koster dan Giri adalah dua tokoh yang dipilih oleh sebagian besar sample untuk menjadi pemimpin Bali selanjutnya.

Kedua, keseimbangan antara representasi Bali bagian utara dan selatan. Pasangan Koster-Giri pun sudah memenuhi faktor ini—Koster adalah representasi tokoh dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, sedang Giri Prasta adalah representasi tokoh dari Desa Plaga, Kabupaten Badung. Keseimbangan antara utara dan selatan sangat erat kaitannya dengan konteks jumlah pemilik suara. Merujuk pada daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu 2024, Buleleng adalah kabupaten dengan pemilih terbanyak, yakni sebesar 611.911 pemilih. Sedangkan Badung menempati posisi ketiga dengan jumlah pemilih sebesar 403.326 pemilih.

Terakhir adalah kebijakan populis. Selama memimpin, Koster dan Giri Prasta memiliki ketertarikan untuk mengambil pelbagai kebijakan populis dalam rangka menarik kesukaan dan meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakt. Misal, Koster dengan pelbagai proyek mercusuarnya, sedangkan Giri Prasta dengan kebijakan Angelus Buana sehingga ia dijuluki sebagai “Bupati Bares”. Tiga faktor ini tentu akan menjadi modal politik yang kuat bagi paket Koster-Giri.

Lawan Itu Adalah Mulia – PAS

Alih-alih akan menjadi pasangan calon tunggal dan berhadapan dengan kotak kosong. Nyatanya, setumpuk modal politik yang telah dimiliki oleh Koster-Giri kini akan berhadapan dengan figur yang tak kalah kuat, ia adalah Made Muliawan Arya atau lebih akrab disapa “De Gadjah”. Ketua DPD Gerindra Bali tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bacagub di Pilgub Bali.

De Gadjah pun didampingi oleh politisi senior asal Bali Utara, yakni Putu Agus Suradnyana (PAS). Melihat rekam jejaknya yang pernah menjadi Bupati Buleleng dua periode (2012 – 2022) dan pernah pula memimpin DPC PDI Perjuangan Buleleng, PAS tidak diragukan memiliki modal politik yang cukup untuk meraup suara di Bumi Panji Sakti. PAS pun telah memenuhi kriteria historis sebagai faktor penentu kemenangan dalam Pilgub dari masa ke masa, seperti: pertama, memiliki popularitas dan elektabilitas yang dapat memperbesar probabilitas kemenangan. Kedua, mampu merepresentasikan diri sebagai perwakilan Bali bagian utara dalam upaya mewujudkan keseimbangan sekaligus memperluas potensi perolehan ceruk suara. Terakhir, pernah mencanangkan dan merealisasikan pelbagai kebijakan populis.

Sebagai sosok yang pernah memimpin daerah selama 10 tahun, PAS memiliki popularitas dan elektabilitas, setidaknya di Buleleng, ia juga menjadi figur pemimpin yang kuat dalam merepresentasikan Bali bagian utara. Terakhir, dalam satu dekade kepemimpinannya, Agus Suradnyana telah banyak melahirkan kebijakan populis. Salah satunya adalah Buleleng Festival yang berhasil mendatangkan banyak artis nasional ke ujung utara Pulau Bali tersebut.

Oleh karena itu, De Gadjah bersama Gerindra sudah berada di rel yang benar merangkul PAS sebagai pasangannya. Langkah ini menandakan keseriusan dalam upaya meraih kemenangan dan mengulangi kesuksesan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu—apalagi PAS memiliki historis yang kurang mulus di akhir waktunya sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan dan tentu hal tersebut bisa dimainkan sebagai isu dalam memenangkan Pilgub Bali mendatang.

Namun terlepas dari orkestrasi politik yang semakin rumit, hal utama yang harus dimenangkan adalah rakyat Bali. Oleh karenanya, menjadi ihwal penting bagi rakyat untuk mengedepankan kritisisme dalam rangka menguji visi, misi, dan program kerja yang diusung masing-masing pasangan calon. Sebab kritisisme rakyat adalah penentu sudah sejauh mana level kematangan demokrasi di Bali. [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Mencari Pasangan Untuk De Gadjah
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Tags: De GajahNyoman Giri PrastaPilkada Balipilkada serentakPolitikPutu Agus SuradnyanaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Next Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co