2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Vis A Vis Merah dan Putih | Catatan Pilkada Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 5, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

WAYAN Koster dan I Nyoman Giri Prasta akhirnya melenggang di Pilgub Bali sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) dan Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) setelah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Meski santer terdengar terdapat ketegangan di antara dua tokoh tersebut ihwal perebutan kursi Bali 1, Megawati Sukarnoputri tetap mengambil keputusan realistis dengan memasangkan Koster-Giri.

Modal Politik

Partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut mendapatkan momentum yang tepat atas terwujudnya paket Koster – Giri ini. Kesempatan ini dapat dijadikan ajang merekonsiliasi dua kekuatan besar yang sebelumnya terlihat berhadapan satu sama lain. Sebagai seorang Ketua DPD PDI Perjuangan, Koster memiliki kekuatan besar di struktur partai yang mengakar hingga tingkat ranting—ditambah dirinya berstatus sebagai petahana dengan torehan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Giri Prasta yang kini mendapatkan tiket menjadi bacagub memiliki kekuatan kapital dan elektabilitas. Sebagai Bupati Badung, Giri mencanangkan program Angelus Bhuana—program yang diperuntukkan memberi bantuan kepada organisasi atau kelompok yang tersebar di seluruh Bali. Sedang di sisi elektabilitas, Giri memiliki modal yang bisa dikatakan sing main-main. Secara individu, Giri selalu menempati urutan pertama dengan persentase selalu di atas 50 persen, sedang dalam simulasi pasangan, Giri pun selalu menempati urutan pertama meski pasangannya berbeda-beda. Jelas ketokohan Giri Prasta menjadi faktor kuat di tengah masyarakat Bali.

Dalam survei tertutup yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 18-25 Juli 2024, Giri Prasta memiliki tingkat keterpilihan publik sebesar 59,7 persen. Jauh meninggalkan figur lainnya, seperti Koster dengan 12,4 persen dan Rai Mantra yang tingkat keterpilihannya hanya sebesar 4,9 persen.

Jika PDI Perjuangan di Bali berhasil merekonsiliasi kekuatan-kekuatan tersebut, maka bukan hal yang mustahil bagi Koster-Giri menjadi pemenang dengan perolehan suara yang sangat meyakinkan. Bayangkan saja, apabila struktur partai bergerak satu irama, kemudian tim kampanye mampu meracik visi, misi dan program dengan baik agar bisa menyublim dengan rakyat Bali. Lantas, dua faktor tadi diperkuat oleh kekuatan kapital dan tingkat popularitas dan elektabilitas, maka kemenangan bukanlah hal mustahil bagi pasangan Koster-Giri.

Melihat probabilitas kemenangan yang dimiliki oleh pasangan Koster-Giri, tentu ada sedikit perasaan masygul bagi pihak-pihak yang akan menjadi lawannya. Apalagi pasangan Koster-Giri berada di rel historis yang tepat dalam rangka mengunci kemenangan. Kriteria historis yang dimaksud adalah: pertama, popularitas dan elektablitas tinggi yang telah dimiliki pasangan ini. Setidaknya berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Koster dan Giri adalah dua tokoh yang dipilih oleh sebagian besar sample untuk menjadi pemimpin Bali selanjutnya.

Kedua, keseimbangan antara representasi Bali bagian utara dan selatan. Pasangan Koster-Giri pun sudah memenuhi faktor ini—Koster adalah representasi tokoh dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, sedang Giri Prasta adalah representasi tokoh dari Desa Plaga, Kabupaten Badung. Keseimbangan antara utara dan selatan sangat erat kaitannya dengan konteks jumlah pemilik suara. Merujuk pada daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu 2024, Buleleng adalah kabupaten dengan pemilih terbanyak, yakni sebesar 611.911 pemilih. Sedangkan Badung menempati posisi ketiga dengan jumlah pemilih sebesar 403.326 pemilih.

Terakhir adalah kebijakan populis. Selama memimpin, Koster dan Giri Prasta memiliki ketertarikan untuk mengambil pelbagai kebijakan populis dalam rangka menarik kesukaan dan meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakt. Misal, Koster dengan pelbagai proyek mercusuarnya, sedangkan Giri Prasta dengan kebijakan Angelus Buana sehingga ia dijuluki sebagai “Bupati Bares”. Tiga faktor ini tentu akan menjadi modal politik yang kuat bagi paket Koster-Giri.

Lawan Itu Adalah Mulia – PAS

Alih-alih akan menjadi pasangan calon tunggal dan berhadapan dengan kotak kosong. Nyatanya, setumpuk modal politik yang telah dimiliki oleh Koster-Giri kini akan berhadapan dengan figur yang tak kalah kuat, ia adalah Made Muliawan Arya atau lebih akrab disapa “De Gadjah”. Ketua DPD Gerindra Bali tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bacagub di Pilgub Bali.

De Gadjah pun didampingi oleh politisi senior asal Bali Utara, yakni Putu Agus Suradnyana (PAS). Melihat rekam jejaknya yang pernah menjadi Bupati Buleleng dua periode (2012 – 2022) dan pernah pula memimpin DPC PDI Perjuangan Buleleng, PAS tidak diragukan memiliki modal politik yang cukup untuk meraup suara di Bumi Panji Sakti. PAS pun telah memenuhi kriteria historis sebagai faktor penentu kemenangan dalam Pilgub dari masa ke masa, seperti: pertama, memiliki popularitas dan elektabilitas yang dapat memperbesar probabilitas kemenangan. Kedua, mampu merepresentasikan diri sebagai perwakilan Bali bagian utara dalam upaya mewujudkan keseimbangan sekaligus memperluas potensi perolehan ceruk suara. Terakhir, pernah mencanangkan dan merealisasikan pelbagai kebijakan populis.

Sebagai sosok yang pernah memimpin daerah selama 10 tahun, PAS memiliki popularitas dan elektabilitas, setidaknya di Buleleng, ia juga menjadi figur pemimpin yang kuat dalam merepresentasikan Bali bagian utara. Terakhir, dalam satu dekade kepemimpinannya, Agus Suradnyana telah banyak melahirkan kebijakan populis. Salah satunya adalah Buleleng Festival yang berhasil mendatangkan banyak artis nasional ke ujung utara Pulau Bali tersebut.

Oleh karena itu, De Gadjah bersama Gerindra sudah berada di rel yang benar merangkul PAS sebagai pasangannya. Langkah ini menandakan keseriusan dalam upaya meraih kemenangan dan mengulangi kesuksesan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu—apalagi PAS memiliki historis yang kurang mulus di akhir waktunya sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan dan tentu hal tersebut bisa dimainkan sebagai isu dalam memenangkan Pilgub Bali mendatang.

Namun terlepas dari orkestrasi politik yang semakin rumit, hal utama yang harus dimenangkan adalah rakyat Bali. Oleh karenanya, menjadi ihwal penting bagi rakyat untuk mengedepankan kritisisme dalam rangka menguji visi, misi, dan program kerja yang diusung masing-masing pasangan calon. Sebab kritisisme rakyat adalah penentu sudah sejauh mana level kematangan demokrasi di Bali. [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Mencari Pasangan Untuk De Gadjah
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Tags: De GajahNyoman Giri PrastaPilkada Balipilkada serentakPolitikPutu Agus SuradnyanaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Next Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co