22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Vis A Vis Merah dan Putih | Catatan Pilkada Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 5, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

WAYAN Koster dan I Nyoman Giri Prasta akhirnya melenggang di Pilgub Bali sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) dan Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) setelah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Meski santer terdengar terdapat ketegangan di antara dua tokoh tersebut ihwal perebutan kursi Bali 1, Megawati Sukarnoputri tetap mengambil keputusan realistis dengan memasangkan Koster-Giri.

Modal Politik

Partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut mendapatkan momentum yang tepat atas terwujudnya paket Koster – Giri ini. Kesempatan ini dapat dijadikan ajang merekonsiliasi dua kekuatan besar yang sebelumnya terlihat berhadapan satu sama lain. Sebagai seorang Ketua DPD PDI Perjuangan, Koster memiliki kekuatan besar di struktur partai yang mengakar hingga tingkat ranting—ditambah dirinya berstatus sebagai petahana dengan torehan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Giri Prasta yang kini mendapatkan tiket menjadi bacagub memiliki kekuatan kapital dan elektabilitas. Sebagai Bupati Badung, Giri mencanangkan program Angelus Bhuana—program yang diperuntukkan memberi bantuan kepada organisasi atau kelompok yang tersebar di seluruh Bali. Sedang di sisi elektabilitas, Giri memiliki modal yang bisa dikatakan sing main-main. Secara individu, Giri selalu menempati urutan pertama dengan persentase selalu di atas 50 persen, sedang dalam simulasi pasangan, Giri pun selalu menempati urutan pertama meski pasangannya berbeda-beda. Jelas ketokohan Giri Prasta menjadi faktor kuat di tengah masyarakat Bali.

Dalam survei tertutup yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 18-25 Juli 2024, Giri Prasta memiliki tingkat keterpilihan publik sebesar 59,7 persen. Jauh meninggalkan figur lainnya, seperti Koster dengan 12,4 persen dan Rai Mantra yang tingkat keterpilihannya hanya sebesar 4,9 persen.

Jika PDI Perjuangan di Bali berhasil merekonsiliasi kekuatan-kekuatan tersebut, maka bukan hal yang mustahil bagi Koster-Giri menjadi pemenang dengan perolehan suara yang sangat meyakinkan. Bayangkan saja, apabila struktur partai bergerak satu irama, kemudian tim kampanye mampu meracik visi, misi dan program dengan baik agar bisa menyublim dengan rakyat Bali. Lantas, dua faktor tadi diperkuat oleh kekuatan kapital dan tingkat popularitas dan elektabilitas, maka kemenangan bukanlah hal mustahil bagi pasangan Koster-Giri.

Melihat probabilitas kemenangan yang dimiliki oleh pasangan Koster-Giri, tentu ada sedikit perasaan masygul bagi pihak-pihak yang akan menjadi lawannya. Apalagi pasangan Koster-Giri berada di rel historis yang tepat dalam rangka mengunci kemenangan. Kriteria historis yang dimaksud adalah: pertama, popularitas dan elektablitas tinggi yang telah dimiliki pasangan ini. Setidaknya berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Koster dan Giri adalah dua tokoh yang dipilih oleh sebagian besar sample untuk menjadi pemimpin Bali selanjutnya.

Kedua, keseimbangan antara representasi Bali bagian utara dan selatan. Pasangan Koster-Giri pun sudah memenuhi faktor ini—Koster adalah representasi tokoh dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, sedang Giri Prasta adalah representasi tokoh dari Desa Plaga, Kabupaten Badung. Keseimbangan antara utara dan selatan sangat erat kaitannya dengan konteks jumlah pemilik suara. Merujuk pada daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu 2024, Buleleng adalah kabupaten dengan pemilih terbanyak, yakni sebesar 611.911 pemilih. Sedangkan Badung menempati posisi ketiga dengan jumlah pemilih sebesar 403.326 pemilih.

Terakhir adalah kebijakan populis. Selama memimpin, Koster dan Giri Prasta memiliki ketertarikan untuk mengambil pelbagai kebijakan populis dalam rangka menarik kesukaan dan meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakt. Misal, Koster dengan pelbagai proyek mercusuarnya, sedangkan Giri Prasta dengan kebijakan Angelus Buana sehingga ia dijuluki sebagai “Bupati Bares”. Tiga faktor ini tentu akan menjadi modal politik yang kuat bagi paket Koster-Giri.

Lawan Itu Adalah Mulia – PAS

Alih-alih akan menjadi pasangan calon tunggal dan berhadapan dengan kotak kosong. Nyatanya, setumpuk modal politik yang telah dimiliki oleh Koster-Giri kini akan berhadapan dengan figur yang tak kalah kuat, ia adalah Made Muliawan Arya atau lebih akrab disapa “De Gadjah”. Ketua DPD Gerindra Bali tersebut sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Gerindra untuk maju sebagai bacagub di Pilgub Bali.

De Gadjah pun didampingi oleh politisi senior asal Bali Utara, yakni Putu Agus Suradnyana (PAS). Melihat rekam jejaknya yang pernah menjadi Bupati Buleleng dua periode (2012 – 2022) dan pernah pula memimpin DPC PDI Perjuangan Buleleng, PAS tidak diragukan memiliki modal politik yang cukup untuk meraup suara di Bumi Panji Sakti. PAS pun telah memenuhi kriteria historis sebagai faktor penentu kemenangan dalam Pilgub dari masa ke masa, seperti: pertama, memiliki popularitas dan elektabilitas yang dapat memperbesar probabilitas kemenangan. Kedua, mampu merepresentasikan diri sebagai perwakilan Bali bagian utara dalam upaya mewujudkan keseimbangan sekaligus memperluas potensi perolehan ceruk suara. Terakhir, pernah mencanangkan dan merealisasikan pelbagai kebijakan populis.

Sebagai sosok yang pernah memimpin daerah selama 10 tahun, PAS memiliki popularitas dan elektabilitas, setidaknya di Buleleng, ia juga menjadi figur pemimpin yang kuat dalam merepresentasikan Bali bagian utara. Terakhir, dalam satu dekade kepemimpinannya, Agus Suradnyana telah banyak melahirkan kebijakan populis. Salah satunya adalah Buleleng Festival yang berhasil mendatangkan banyak artis nasional ke ujung utara Pulau Bali tersebut.

Oleh karena itu, De Gadjah bersama Gerindra sudah berada di rel yang benar merangkul PAS sebagai pasangannya. Langkah ini menandakan keseriusan dalam upaya meraih kemenangan dan mengulangi kesuksesan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu—apalagi PAS memiliki historis yang kurang mulus di akhir waktunya sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan dan tentu hal tersebut bisa dimainkan sebagai isu dalam memenangkan Pilgub Bali mendatang.

Namun terlepas dari orkestrasi politik yang semakin rumit, hal utama yang harus dimenangkan adalah rakyat Bali. Oleh karenanya, menjadi ihwal penting bagi rakyat untuk mengedepankan kritisisme dalam rangka menguji visi, misi, dan program kerja yang diusung masing-masing pasangan calon. Sebab kritisisme rakyat adalah penentu sudah sejauh mana level kematangan demokrasi di Bali. [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Mencari Pasangan Untuk De Gadjah
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Tags: De GajahNyoman Giri PrastaPilkada Balipilkada serentakPolitikPutu Agus SuradnyanaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Next Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co