2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merdeka Berbangsa, Merdeka Bermedia

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
August 17, 2024
in Esai
Merdeka Berbangsa, Merdeka Bermedia

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva by Russy

KEMERDEKAAN suatu bangsa seperti oksigen yang memberi kehidupan pada warganya. Ia bukan sekadar simbol, melainkan fondasi utama yang menopang harkat dan martabat setiap individu. Tanpa kemerdekaan, warga negara tidak bisa berkembang dan mengekspresikan potensi mereka secara bebas.

Kemerdekaan memberi peluang bagi setiap orang untuk mengejar impian dan meraih cita-cita, sehingga menciptakan masyarakat yang berdaya. Maka penting sekali suatu bangsa untuk mengejar dan meraih kemerdekaannya sendiri.  

Kehadiran kemerdekaan juga menjaga keberagaman dan keunikan setiap individu, memastikan bahwa hak-hak asasi manusia dihormati dan dilindungi. Dengan kemerdekaan, warga negara dapat merasa dihargai dan diakui sebagai bagian yang penting dalam kemajuan suatu bangsa. Karenanya, bukanlah hanya sekadar kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan dalam berpikir, berpendapat, dan bertindak yang menjadi kunci bagi setiap individu meraih kehidupan yang lebih bermartabat.

Bagi bangsa Indonesia,  kemerdekaan  membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun harga diri yang kuat dan mengembangkan karakter khas Indonesia yang penuh dengan tata nilai mulia dan luhur. Kemerdekaan memberikan ruang bagi individu dan kelompok masyarakat untuk mengekspresikan identitas budaya, keyakinan, dan nilai-nilai yang penting bagi masyarakat Indonesia.  

Dengan memiliki kontrol atas nasib dan keputusan kita sendiri, kita bisa lebih percaya diri dalam mempertahankan nilai-nilai yang kita yakini mulia dan luhur.  Indonesia yang merdeka juga lebih mampu untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya serta tradisi yang menjadi bagian dari identitas bangsa . Dengan demikian, kemerdekaan dapat memperkuat konsep diri , harga diri bangsa dan mendorong perkembangan karakter khas yang mencerminkan nilai-nilai yang mulia dan luhur, warisan dari para leluhur dan nenek-kakek moyang bangsa kita.

Masyarakat Terjajah di Jagat Digital

Dewasa ini, masyarakat sering kali terjebak dalam “penjajahan” informasi yang disebabkan oleh keberagaman media, terutama media sosial. Masyarakat dapat menjadi tidak berdaya dalam menghadapi arus informasi yang tidak terpercaya dan berpotensi merugikan. Mereka dengan mudah dipengaruhi oleh narasi-narasi  yang beredar tanpa mampu melakukan verifikasi yang memadai di jagat digital.

Hal ini disebabkan sebagian besar anggota masyarakat tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang cukup untuk memilah informasi, mana yang benar dan mana yang palsu. Memang, masyarakat bisa “terjajah” oleh media, terutama jika media digunakan sebagai alat untuk menyebarkan ideologi, budaya, atau informasi yang dapat mengubah pandangan dan perilaku secara massal. Maka ketika masyarakat secara pasif menerima informasi tanpa kritis, mereka bisa terpengaruh oleh narasi yang dibentuk oleh media, baik itu dalam bentuk berita, iklan, atau konten di media sosial.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika masyarakat tidak memiliki literasi media yang memadai, mereka lebih rentan terhadap manipulasi informasi dan dapat kehilangan otonomi dalam membentuk opini dan membuat keputusan yang rasional. Media sosial memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi norma sosial (Putra, 2024).

Misalnya, jika masyarakat menyukai dan mengkonsumsi media sosial yang  terus-menerus menyoroti gaya hidup yang materialistik dan konsumtif, maka masyarakat secara umum bisa terdorong untuk menilai kebahagiaan dan kesuksesan dari sisi materi semata, yang bisa menggeser nilai-nilai budaya lokal yang lebih menekankan pada kebersamaan dan kesederhanaan. Timbullah budaya untuk menghalalkan segala cara termasuk maraknya tindakan korupsi yang sekarang menjadi keprihatinan kita bersama.

Rasa malu memudar dan jabatan bukan  dianggap lagi sebagai amanah, namun layak diperebutkan sebagai sarana memperkaya diri. Sebuah contoh yang sederhana betapa pergeseran nilai amat berpengaruh pada kehidupan suatu bangsa. Bila ditarik ke fenomena saat ini, kita dapat melihat betapa masifnya pertukaran informasi antar individu di media sosial sebagai sarana interaksi social tanpa batasan usia, negara dan ideologi. Tak pelak, harkat dan martabat individu pun dapat terbentuk dan terpapar melalui interaksi mereka di dunia maya dan membentuk tata nilai dan moralitas baru.

Merdeka Bermedia Sosial

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kritis terhadap informasi yang diterima dari media sosial, agar tidak “terjajah” oleh pengaruh media yang tidak selalu netral atau positif. Perilaku konsumtif dan hedonistik, penyebaran informasi palsu, serta kurangnya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama adalah contoh dari budaya negatif yang dapat muncul akibat pengaruh buruk bermedia sosial yang kurang arif. Penting bagi masyarakat untuk bijak dalam menyaring informasi yang diterima agar tidak terpengaruh oleh budaya negatif yang dapat merusak tata nilai dan kepribadian bangsa Indonesia.

Media sosial saat ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap tatanan nilai dan moral bangsa Indonesia, yang kaya dengan kearifan lokal. Platform-platform ini sering kali memperlihatkan gaya hidup dan nilai-nilai yang berbeda dari budaya asli kita, yang dapat menggiring generasi muda untuk meninggalkan tradisi dan norma yang sudah ada.

 Misalnya, budaya konsumtif, hedonisme, dan individualisme yang sering dipromosikan di media sosial bisa mengikis nilai-nilai tepa selira, kebersamaan, gotong royong, dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Ketidaksesuaian konten dengan nilai-nilai lokal sering kali membuat generasi muda kehilangan jati diri mereka dan menjauh dari akar budaya yang seharusnya menjadi fondasi identitas bangsa (Wijayanti, 2021).

Apakah berarti kita sudah terjajah oleh media sosial?  Jika kita mulai merasa, harkat dan martabat bangsa jatuh karena keliru bermedia sosial , mari kita mulai  pikirkan strategi melawan penjajah baru kita ini. Jika kita malas memikirkannya, mari kita tengok sejenak kata Bung Karno, “Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad, ‘Merdeka! Merdeka atau mati’!”. Merdeka ! [T]

ACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Tags: Hari Kemerdekaan RIHUT Kemerdekaan RIkemerdekaanmedia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Amburadul Usai Menyaksikan VMO (Violent Magic Orchestra) di Bali — Serangkain Indonesia Tour VMO

Next Post

Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co