2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merdeka Berbangsa, Merdeka Bermedia

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
August 17, 2024
in Esai
Merdeka Berbangsa, Merdeka Bermedia

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva by Russy

KEMERDEKAAN suatu bangsa seperti oksigen yang memberi kehidupan pada warganya. Ia bukan sekadar simbol, melainkan fondasi utama yang menopang harkat dan martabat setiap individu. Tanpa kemerdekaan, warga negara tidak bisa berkembang dan mengekspresikan potensi mereka secara bebas.

Kemerdekaan memberi peluang bagi setiap orang untuk mengejar impian dan meraih cita-cita, sehingga menciptakan masyarakat yang berdaya. Maka penting sekali suatu bangsa untuk mengejar dan meraih kemerdekaannya sendiri.  

Kehadiran kemerdekaan juga menjaga keberagaman dan keunikan setiap individu, memastikan bahwa hak-hak asasi manusia dihormati dan dilindungi. Dengan kemerdekaan, warga negara dapat merasa dihargai dan diakui sebagai bagian yang penting dalam kemajuan suatu bangsa. Karenanya, bukanlah hanya sekadar kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan dalam berpikir, berpendapat, dan bertindak yang menjadi kunci bagi setiap individu meraih kehidupan yang lebih bermartabat.

Bagi bangsa Indonesia,  kemerdekaan  membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun harga diri yang kuat dan mengembangkan karakter khas Indonesia yang penuh dengan tata nilai mulia dan luhur. Kemerdekaan memberikan ruang bagi individu dan kelompok masyarakat untuk mengekspresikan identitas budaya, keyakinan, dan nilai-nilai yang penting bagi masyarakat Indonesia.  

Dengan memiliki kontrol atas nasib dan keputusan kita sendiri, kita bisa lebih percaya diri dalam mempertahankan nilai-nilai yang kita yakini mulia dan luhur.  Indonesia yang merdeka juga lebih mampu untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya serta tradisi yang menjadi bagian dari identitas bangsa . Dengan demikian, kemerdekaan dapat memperkuat konsep diri , harga diri bangsa dan mendorong perkembangan karakter khas yang mencerminkan nilai-nilai yang mulia dan luhur, warisan dari para leluhur dan nenek-kakek moyang bangsa kita.

Masyarakat Terjajah di Jagat Digital

Dewasa ini, masyarakat sering kali terjebak dalam “penjajahan” informasi yang disebabkan oleh keberagaman media, terutama media sosial. Masyarakat dapat menjadi tidak berdaya dalam menghadapi arus informasi yang tidak terpercaya dan berpotensi merugikan. Mereka dengan mudah dipengaruhi oleh narasi-narasi  yang beredar tanpa mampu melakukan verifikasi yang memadai di jagat digital.

Hal ini disebabkan sebagian besar anggota masyarakat tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang cukup untuk memilah informasi, mana yang benar dan mana yang palsu. Memang, masyarakat bisa “terjajah” oleh media, terutama jika media digunakan sebagai alat untuk menyebarkan ideologi, budaya, atau informasi yang dapat mengubah pandangan dan perilaku secara massal. Maka ketika masyarakat secara pasif menerima informasi tanpa kritis, mereka bisa terpengaruh oleh narasi yang dibentuk oleh media, baik itu dalam bentuk berita, iklan, atau konten di media sosial.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika masyarakat tidak memiliki literasi media yang memadai, mereka lebih rentan terhadap manipulasi informasi dan dapat kehilangan otonomi dalam membentuk opini dan membuat keputusan yang rasional. Media sosial memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi norma sosial (Putra, 2024).

Misalnya, jika masyarakat menyukai dan mengkonsumsi media sosial yang  terus-menerus menyoroti gaya hidup yang materialistik dan konsumtif, maka masyarakat secara umum bisa terdorong untuk menilai kebahagiaan dan kesuksesan dari sisi materi semata, yang bisa menggeser nilai-nilai budaya lokal yang lebih menekankan pada kebersamaan dan kesederhanaan. Timbullah budaya untuk menghalalkan segala cara termasuk maraknya tindakan korupsi yang sekarang menjadi keprihatinan kita bersama.

Rasa malu memudar dan jabatan bukan  dianggap lagi sebagai amanah, namun layak diperebutkan sebagai sarana memperkaya diri. Sebuah contoh yang sederhana betapa pergeseran nilai amat berpengaruh pada kehidupan suatu bangsa. Bila ditarik ke fenomena saat ini, kita dapat melihat betapa masifnya pertukaran informasi antar individu di media sosial sebagai sarana interaksi social tanpa batasan usia, negara dan ideologi. Tak pelak, harkat dan martabat individu pun dapat terbentuk dan terpapar melalui interaksi mereka di dunia maya dan membentuk tata nilai dan moralitas baru.

Merdeka Bermedia Sosial

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kritis terhadap informasi yang diterima dari media sosial, agar tidak “terjajah” oleh pengaruh media yang tidak selalu netral atau positif. Perilaku konsumtif dan hedonistik, penyebaran informasi palsu, serta kurangnya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama adalah contoh dari budaya negatif yang dapat muncul akibat pengaruh buruk bermedia sosial yang kurang arif. Penting bagi masyarakat untuk bijak dalam menyaring informasi yang diterima agar tidak terpengaruh oleh budaya negatif yang dapat merusak tata nilai dan kepribadian bangsa Indonesia.

Media sosial saat ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap tatanan nilai dan moral bangsa Indonesia, yang kaya dengan kearifan lokal. Platform-platform ini sering kali memperlihatkan gaya hidup dan nilai-nilai yang berbeda dari budaya asli kita, yang dapat menggiring generasi muda untuk meninggalkan tradisi dan norma yang sudah ada.

 Misalnya, budaya konsumtif, hedonisme, dan individualisme yang sering dipromosikan di media sosial bisa mengikis nilai-nilai tepa selira, kebersamaan, gotong royong, dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Ketidaksesuaian konten dengan nilai-nilai lokal sering kali membuat generasi muda kehilangan jati diri mereka dan menjauh dari akar budaya yang seharusnya menjadi fondasi identitas bangsa (Wijayanti, 2021).

Apakah berarti kita sudah terjajah oleh media sosial?  Jika kita mulai merasa, harkat dan martabat bangsa jatuh karena keliru bermedia sosial , mari kita mulai  pikirkan strategi melawan penjajah baru kita ini. Jika kita malas memikirkannya, mari kita tengok sejenak kata Bung Karno, “Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad, ‘Merdeka! Merdeka atau mati’!”. Merdeka ! [T]

ACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Tags: Hari Kemerdekaan RIHUT Kemerdekaan RIkemerdekaanmedia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Amburadul Usai Menyaksikan VMO (Violent Magic Orchestra) di Bali — Serangkain Indonesia Tour VMO

Next Post

Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Menikmati Sate Ikan Marlin di Buleleng Development Festival 2024: “Jadi Pengin Bungkus!”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co