2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menunggu Kiprah DPR Baru untuk Benahi Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 23, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

HAJATAN Pemilu legislatif telah usia. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tinggal menunggu pelantikan untuk duduk di kursi Senayan. Banyak harapan tertuju pada DPR baru. Tak terkecuali harapan pada sektor pariwisata Tanah Air.

Pariwisata yang selama ini diandalkan mendongkrak pendapatan dan devisa negara perlu banyak pembenahan. Itu semua tidak terlepas dari banyaknya kasus dan masalah yang menyelimuti industri pariwisata Indonesia.

Selama ini kiprah DPR terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia masih belum optimal. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009, DPR belum menghasilkan produk baru yang bersentuhan dengan pariwisata.

Kalau pun ada produk perundangan baru, berupa Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Peraturan-peraturan itu dibuat oleh eksekutif, yang kadangkala mengabaikan proses masukan dari masyarakat.

Oleh sebab itulah, DPR terpilih tahun 2024 ini perlu memikirkan kembali untuk menghasilkan produk perundangan baru di bidang pariwisata. Atau paling tidak, merevisi undang-undang yang telah berusia 15 tahun itu.

Pembenahan

Sektor pariwisata Indonesia memang berkembang pesat. Namun tekanan terhadap lingkungan dan budaya juga sangat dirasakan. Anggota DPR terpilih diharapkan dapat melakukan revisi terhadap Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Revisi yang dianggap penting terkait tentang pelestarian lingkungan dan seni budaya daerah serta tentang desa wisata. Perlu ada bab atau pasal yang secara spesifik mengatur tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan seni budaya daerah dalam pembangunan pariwisata.

Dalam Bab I Pasal 1 Ayat 5 disebutkan, Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Pembenahan dalam pasal ini diperlukan untuk menjamin bahwa keanekaragaman itu bukan semata untuk kepentingan pariwisata.

Pasal ini penting untuk dibenahi dengan dibuat aturan yang lebih spesifik, karena wisatawan berkunjung ke suatu destinasi selain menikmati keindahan alam, juga menyaksikan atraksi seni budaya. Namun acapkali dijumpai keindahan dan kekayaan alam mengalami kerusakan atau justru terjadi kegiatan pariwisata yang mengancam kelestarian lingkungan.

Selain itu, diperlukan juga bab atau pasal yang secara spesifik mengatur tentang desa wisata. Bab atau pasal ini menjadi penting karena selaras dengan gairah masyarakat di pedesaan untuk mengembangkan potensi wisatanya. Diharapkan akan tumbuh semangat dan keseriusan pemerintah di daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, karena diamanatkan oleh undang-undang.

Masuknya desa wisata dalam Undang-Undang Kepariwisataan juga menunjukkan jaminan adanya pemerataan destinasi wisata unggulan di tingkat desa, yang pada akhirnya bertujuan menyejahterakan masyarakat desa. Kiprah DPR baru untuk turut membenahi desa wisata merupakan bentuk keberpihakan pada masayarakat desa.

 Dengan demikian pengertian destinasi unggulan bukan hanya ada di tingkat provinsi atau kabupaten saja, tetapi juga ada di pedesaan. Hal itu selaras dengan Pasal 2 UU No.10 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa kepariwisataan diselenggarakan berdasarkan asas adil dan merata serta keseimbangan.

Hal senada juga tertuang pada Pasal 4 UU No.10 tahun 2009 tersebut, yang menyatakan bahwa kepariwisataan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumberdaya, dan memajukan kebudayaan. Oleh karenanya sangat tepat jika desa wisata masuk ke dalam undang-undang kepariwisataan. Karena masyarakat desalah yang paham tentang potensi seni budaya dan lingkungan yang ada di desanya.

Pengawasan 

DPR terpilih diharapkan melakukan pengawasan yang serius dan memastikan bahwa Undang-Undang Kepariwisataan yang telah ada benar-benar dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan. Beberapa hal patut dilakukan pengawasan pelaksanaannya.

Bab V Pasal 12 Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kawasan Strategis menyebutkan arti penting perlindungan terhadap lokasi tertentu yang mempunyai peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. DPR perlu memastikan bahwa pembangunan kawasan strategis pariwisata di Tanah Air sudah mengacu pada konsep pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Jangan sampai pembangunan kawasan strategis pariwisata justru menimbulkan konflik dan perusakan lingkungan di daerah.

Anggota DPR harus mengawal hak setiap orang untuk berperan dalam proses pembangunan kepariwisataan sebagaimana diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang itu.. Masyarakat di sekitar destinasi juga mempunyai hak menjadi pekerja dan terlibat dalam pengelolaan pariwisata di daerah.

Terkait dengan hak wisatawan, DPR perlu memastikan bahwa wisatawan telah memperoleh informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata, sebagaimana diatur dalam Pasal 20. DPR perlu melakukan pengawasan terkait pelayanan kepada wisatawan yang sesuai standar, adanya perlindungan hukum dan keamanan bagi wisatawan, serta jaminan adanya perlindungan asuransi dalam kegiatan pariwisata.

Perlindungan asuransi bukan hanya pada kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi saja, tetapi juga pada kegiatan di setiap objek wisata. Belakangan ini banyak kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan hingga merenggut nyawa. Setiap pengelola objek wisata harus dipastikan memberikan asuransi kepada wisatawan.

Badan Promosi Pariwisata Indonesia layak mendapat pengawasan dari DPR, khususnya dalam upaya meningkatkan citra kepariwisataan, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara. Meski sudah diatur dalam Undang-Undang serta ada Peraturan Menteri tentang Badan Promosi Pariwisata, namun belum semua daerah membentuknya.

 Citra pariwisata Indonesia perlu mendapat perhatian serius, utamanya ketika terjadi bencana dan gangguan keamanan di satu destinasi wisata. Standarisasi dan sertifikasi dalam kegiatan pariwisata juga perlu harus diawasi oleh DPR.

Standar kompetensi tenaga kerja kepariwisataan sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk wisata dan jaminan kepuasan pelayanan kepada wisatawan. Apalagi Menparekraf telah mewacanakan dana abadi pariwisata untuk kepentingan tersebut. Tentu saja perlu pengawasan terekait urgensi dan efektifitasnya oleh DPR.

Begitu banyak harapan kepada anggota DPR baru. Di tangan mereka masa depan pariwisata, lingkungan, dan budaya Indonesia dipertaruhkan. Saatnya berkiprah untuk membenahi pariwisata. Bukan sekadar duduk manis menunggu ketuk palu pimpinan sidang. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Ruwetnya Birokrasi Perizinan Event Pariwisata
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: ilmu pariwisataPariwisataPolitikundang-undang pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bentuk Responsif Makna Kemerdekaan Perempuan : Tentang “Jadi Wanita” NonaRia

Next Post

Gong Mebarung Wahana Santhi dan Santhi Budaya di Singaraja: Wiranjaya yang Masih Tetap Memberi Pertanyaan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Gong Mebarung Wahana Santhi dan Santhi Budaya di Singaraja: Wiranjaya yang Masih Tetap Memberi Pertanyaan

Gong Mebarung Wahana Santhi dan Santhi Budaya di Singaraja: Wiranjaya yang Masih Tetap Memberi Pertanyaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co