23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Karena Cinta

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
June 8, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BERBICARA masalah cinta, terbayang di benak kita suatu keadaan yang indah, bahagia dan menyenangkan. Dan kita menyadari bumi beserta isinya ada karena CINTA, kita terlahir karena buah cinta dari kedua orang tua kita. Dari hal itu bisa kita nilai kekuatan CINTA sangat luar biasa, CINTA bisa menghidupkan dan membuat kehidupan.

Cinta adalah emosi yang paling mendasar dan mendalam dalam kehidupan manusia. Ia memiliki kekuatan untuk mengubah, menginspirasi, dan memotivasi.

Segala tindakan yang kita lakukan, sering kali, berakar pada cinta—cinta kepada orang lain, kepada pekerjaan, atau bahkan kepada diri sendiri. Semua karena cinta, kita menemukan makna dalam kehidupan kita dan memahami alasan di balik setiap langkah yang kita ambil.

Bayangkan seorang ibu yang terjaga sepanjang malam merawat anaknya yang sakit. Kelelahan dan kekhawatiran tak menyurutkan semangatnya karena cinta adalah sumber kekuatannya.

Begitu pula seorang ayah yang bekerja keras, terkadang melupakan kebutuhannya sendiri demi memastikan keluarganya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua ini dilakukannya tanpa pamrih, karena cinta menggerakkannya.

Tidak hanya dalam lingkup keluarga, cinta juga mempengaruhi dunia kerja. Seorang guru yang dengan sabar mengajar murid-muridnya, menyuntikkan ilmu dan inspirasi dalam setiap pertemuan, melakukannya karena cinta terhadap pendidikan dan generasi muda.

Seorang dokter yang rela berjam-jam bekerja di rumah sakit, mengorbankan waktu istirahatnya demi menyelamatkan nyawa, dipacu oleh cinta terhadap kemanusiaan.

Masih melekat dalam ingatan saya, pada pertengahan tahun 1992, saat saya masih co-ass atau sebagai dokter muda di Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar, ketika bapak saya sakit muntah darah yang disebabkan karena sirosis hepatis dan dirawat di RSUD Singaraja.

Ada dua tanggung jawab yang sangat besar saat itu yang harus saya jalani, pertama tugas jaga sebagai co-ass di RS Sanglah yang saat itu kena jadwal jaga 3 hari sekali, dan punya tanggungjawab merawat Bapak yang saat itu dirawat di Singaraja.

Sehingga setiap hari saya harus bolak balik Denpasar-Singaraja. Setelah jaga di RS Sanglah, berikutnya menjaga Bapak di RSUD Singaraja. Selama dua mingguan saya bolak-balik Denpasar-Singaraja.

Saat itu saya tidak sakit, dan saya menyadari yang memberi kekuatan itu adalah CINTA saya terhadap orang tua saya.

Cinta tidak hanya memberikan alasan untuk bertindak, tetapi juga memberikan keberanian untuk menghadapi tantangan. Seorang aktivis yang berjuang demi keadilan sosial, meski sering kali menghadapi ancaman dan rintangan, melakukannya karena cinta terhadap kebenaran dan keadilan.

Cinta inilah yang menjadikan seseorang tak gentar dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar.

Dan juga ketika terjadi pandemi Covid-19. Saat itu banyak orang jadi korban dan syukurnya saat itu saya tidak terkena Covid -19, padahal saat itu saya aktif untuk turun ke masyarakat dengan memberikan pelayanan dan pengobatan gratis ke desa-desa, serta aktif turun bersama relawan demam berdarah (DB) dengan melakukan foging ke wilayah yang ada penderita DB nya, karena saat itu penderita DB di Buleleng sangat tinggi.

Kekuatan CINTA itulah yang membuat saya tidak tertular Covid-19, padahal setiap saat saya selalu kontak dengan orang, bahkan ketika istri dan anak saya yang positif Covid, dan saya tidak kena, padahal saya sendiri yang merawatnya.

Kekuatan CINTA KASIH dikatakan juga sebagai kekuatan penyembuh, disamping memberikan kekuatan di dalam diri kita juga berguna untuk penyembuhan ke orang lain. Bunda Teresa, seorang suster dari Kalkuta, merawat orang dengan penyakit kusta, dan pasiennya sembuh dan dirinya tidak tertular. Dalam teori natural therapi, virus atau penyakit yang lainnya akan mudah menyerang pada mereka dengan gelombang rendah, dikatakan di bawah 25 HZ. Dan pada mereka yang cendrung berpikir negatif, takut, cemas dan stress gelombangnya berada dibawah 25 HZ.

Pada mereka yang kondisinya tenang, nyaman, berpikir positif gelombangnya berada di atas 25 HZ, dan pada mereka yang diliputi perasaan dan pikiran cinta kasih maka gelombangnya sangat tinggi, sampai dikatakan cinta kasih tanpa syarat memiliki gelombang mencapai 500 HZ.

Melihat juga contoh ibu-ibu atau orang tua kita saat upacara adat atau odalan, mereka dengan suka cita mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelengkapan upacara, dengan begadang dan sebagainya. Setelah itu mereka menjalanin kegiatan upacara itu yang sudah pasti sangat menguras tenaganya, tapi kita lihat mereka senang, seria dan bahagia. Dan itu semua karena CINTA.

Mengawali semua dengan CINTA, menjalaninya dengan CINTA, maka sudah pasti akan berbuah kebahagiaan,

Pada akhirnya, semua karena cinta, dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Cinta mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain, dan untuk terus bergerak maju meski dihadapkan pada kesulitan. Cinta adalah landasan dari segala sesuatu yang baik dan mulia dalam hidup ini.

Seperti perjalanan hidup yang saya jalani sampai saat ini, itu bukan karena saya kuat, karena masih banyak yang jauh lebih kuat dari saya. Bukan karena saya hebat karena masih banyak orang yang jauh lebih hebat dari saya. Bukan juga karena saya punya atau kaya karena jelas masih banyak orang yang jauh lebih kaya dari saya. itu bisa saya lakukan , semua karena CINTA

Dan terakhir biarkan cinta menjadi kompas yang memandu kita, memberikan arah dan tujuan dalam setiap langkah yang kita ambil. Karena semua yang kita lakukan, pada akhirnya, adalah semua karena cinta. [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG

Kenapa Harus Berbuat Baik?
Pribadi Anda Adalah Unik
Sugesti dan Pengaruhnya untuk Kesehatan
Tags: cintaDokter Caput
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dharmacakra Jegeg Bagus Badung 2024: Rotasi Seorang Duta, Melepaskan yang Lalu, Merayakan yang Baru

Next Post

Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co