14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Karena Cinta

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
June 8, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BERBICARA masalah cinta, terbayang di benak kita suatu keadaan yang indah, bahagia dan menyenangkan. Dan kita menyadari bumi beserta isinya ada karena CINTA, kita terlahir karena buah cinta dari kedua orang tua kita. Dari hal itu bisa kita nilai kekuatan CINTA sangat luar biasa, CINTA bisa menghidupkan dan membuat kehidupan.

Cinta adalah emosi yang paling mendasar dan mendalam dalam kehidupan manusia. Ia memiliki kekuatan untuk mengubah, menginspirasi, dan memotivasi.

Segala tindakan yang kita lakukan, sering kali, berakar pada cinta—cinta kepada orang lain, kepada pekerjaan, atau bahkan kepada diri sendiri. Semua karena cinta, kita menemukan makna dalam kehidupan kita dan memahami alasan di balik setiap langkah yang kita ambil.

Bayangkan seorang ibu yang terjaga sepanjang malam merawat anaknya yang sakit. Kelelahan dan kekhawatiran tak menyurutkan semangatnya karena cinta adalah sumber kekuatannya.

Begitu pula seorang ayah yang bekerja keras, terkadang melupakan kebutuhannya sendiri demi memastikan keluarganya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua ini dilakukannya tanpa pamrih, karena cinta menggerakkannya.

Tidak hanya dalam lingkup keluarga, cinta juga mempengaruhi dunia kerja. Seorang guru yang dengan sabar mengajar murid-muridnya, menyuntikkan ilmu dan inspirasi dalam setiap pertemuan, melakukannya karena cinta terhadap pendidikan dan generasi muda.

Seorang dokter yang rela berjam-jam bekerja di rumah sakit, mengorbankan waktu istirahatnya demi menyelamatkan nyawa, dipacu oleh cinta terhadap kemanusiaan.

Masih melekat dalam ingatan saya, pada pertengahan tahun 1992, saat saya masih co-ass atau sebagai dokter muda di Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar, ketika bapak saya sakit muntah darah yang disebabkan karena sirosis hepatis dan dirawat di RSUD Singaraja.

Ada dua tanggung jawab yang sangat besar saat itu yang harus saya jalani, pertama tugas jaga sebagai co-ass di RS Sanglah yang saat itu kena jadwal jaga 3 hari sekali, dan punya tanggungjawab merawat Bapak yang saat itu dirawat di Singaraja.

Sehingga setiap hari saya harus bolak balik Denpasar-Singaraja. Setelah jaga di RS Sanglah, berikutnya menjaga Bapak di RSUD Singaraja. Selama dua mingguan saya bolak-balik Denpasar-Singaraja.

Saat itu saya tidak sakit, dan saya menyadari yang memberi kekuatan itu adalah CINTA saya terhadap orang tua saya.

Cinta tidak hanya memberikan alasan untuk bertindak, tetapi juga memberikan keberanian untuk menghadapi tantangan. Seorang aktivis yang berjuang demi keadilan sosial, meski sering kali menghadapi ancaman dan rintangan, melakukannya karena cinta terhadap kebenaran dan keadilan.

Cinta inilah yang menjadikan seseorang tak gentar dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar.

Dan juga ketika terjadi pandemi Covid-19. Saat itu banyak orang jadi korban dan syukurnya saat itu saya tidak terkena Covid -19, padahal saat itu saya aktif untuk turun ke masyarakat dengan memberikan pelayanan dan pengobatan gratis ke desa-desa, serta aktif turun bersama relawan demam berdarah (DB) dengan melakukan foging ke wilayah yang ada penderita DB nya, karena saat itu penderita DB di Buleleng sangat tinggi.

Kekuatan CINTA itulah yang membuat saya tidak tertular Covid-19, padahal setiap saat saya selalu kontak dengan orang, bahkan ketika istri dan anak saya yang positif Covid, dan saya tidak kena, padahal saya sendiri yang merawatnya.

Kekuatan CINTA KASIH dikatakan juga sebagai kekuatan penyembuh, disamping memberikan kekuatan di dalam diri kita juga berguna untuk penyembuhan ke orang lain. Bunda Teresa, seorang suster dari Kalkuta, merawat orang dengan penyakit kusta, dan pasiennya sembuh dan dirinya tidak tertular. Dalam teori natural therapi, virus atau penyakit yang lainnya akan mudah menyerang pada mereka dengan gelombang rendah, dikatakan di bawah 25 HZ. Dan pada mereka yang cendrung berpikir negatif, takut, cemas dan stress gelombangnya berada dibawah 25 HZ.

Pada mereka yang kondisinya tenang, nyaman, berpikir positif gelombangnya berada di atas 25 HZ, dan pada mereka yang diliputi perasaan dan pikiran cinta kasih maka gelombangnya sangat tinggi, sampai dikatakan cinta kasih tanpa syarat memiliki gelombang mencapai 500 HZ.

Melihat juga contoh ibu-ibu atau orang tua kita saat upacara adat atau odalan, mereka dengan suka cita mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelengkapan upacara, dengan begadang dan sebagainya. Setelah itu mereka menjalanin kegiatan upacara itu yang sudah pasti sangat menguras tenaganya, tapi kita lihat mereka senang, seria dan bahagia. Dan itu semua karena CINTA.

Mengawali semua dengan CINTA, menjalaninya dengan CINTA, maka sudah pasti akan berbuah kebahagiaan,

Pada akhirnya, semua karena cinta, dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Cinta mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain, dan untuk terus bergerak maju meski dihadapkan pada kesulitan. Cinta adalah landasan dari segala sesuatu yang baik dan mulia dalam hidup ini.

Seperti perjalanan hidup yang saya jalani sampai saat ini, itu bukan karena saya kuat, karena masih banyak yang jauh lebih kuat dari saya. Bukan karena saya hebat karena masih banyak orang yang jauh lebih hebat dari saya. Bukan juga karena saya punya atau kaya karena jelas masih banyak orang yang jauh lebih kaya dari saya. itu bisa saya lakukan , semua karena CINTA

Dan terakhir biarkan cinta menjadi kompas yang memandu kita, memberikan arah dan tujuan dalam setiap langkah yang kita ambil. Karena semua yang kita lakukan, pada akhirnya, adalah semua karena cinta. [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG

Kenapa Harus Berbuat Baik?
Pribadi Anda Adalah Unik
Sugesti dan Pengaruhnya untuk Kesehatan
Tags: cintaDokter Caput
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dharmacakra Jegeg Bagus Badung 2024: Rotasi Seorang Duta, Melepaskan yang Lalu, Merayakan yang Baru

Next Post

Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Menggendong dan Membidik, Permaianan “Metempeng Gandong” dari Banyuning-Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co