24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 22, 2024
in Esai
Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Obyek wisata Danau Beratan, bali

PARIWISATA merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan di banyak negara. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pariwisata global telah berada pada kondisi pemulihan hampir 90% seperti sebelum pandemi terhitung sejak akhir 2023 lalu.

Jumlah wisatawan internasional mendekati angka satu milyar orang, meningkat sekitar 38% jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2022. Sektor ini menyumbang setidaknya 10% dari PDB global dan mendukung 1 dari 10 pekerjaan di dunia.

Meski demikian, seiring meningkatnya arus wisatawan global, muncul pula tantangan dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkannya. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menerapkan pajak turis. Meski begitu, ketidakseragaman sistem pajak turis antar negara telah menciptakan kompleksitas dan inefisiensi yang menghambat upaya optimalisasi manfaat ekonomi dari industri pariwisata global.

Kompleksitas Pajak Turis

Saat ini, lanskap pajak turis dunia sangat beragam. Negara-negara menerapkan tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Jepang memungut pajak akomodasi sebesar 100-300 yen per malam, sementara Prancis menerapkan pajak perkotaan yang besarannya bervariasi berdasarkan peringkat hotel.

 Di Indonesia, pajak hotel dan restoran mencapai 10% dari total tagihan. Variasi ini menciptakan kompleksitas bagi wisatawan dan industri pariwisata dalam merencanakan biaya perjalanan dan strategi bisnis. Wisatawan harus mempertimbangkan perbedaan tarif pajak ini ketika memilih tujuan wisata, yang bisa berdampak pada keputusan mereka.

Perbedaan sistem pajak turis juga dapat memengaruhi daya saing suatu destinasi. Wisatawan cenderung memilih tujuan dengan biaya lebih rendah, termasuk pajak yang dikenakan. Sebuah studi oleh World Economic Forum pada tahun 2017 menunjukkan bahwa destinasi dengan pajak turis yang rendah cenderung lebih menarik bagi wisatawan.

Hal ini dapat mendorong negara untuk meminimalkan pajak turis demi menarik lebih banyak kunjungan, namun pada akhirnya mengorbankan potensi pendapatan yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Sebagai contoh, negara-negara di Karibia seperti Bahama telah mengurangi tarif pajak turis untuk bersaing dengan destinasi wisata lainnya, meskipun mereka sangat membutuhkan pendapatan dari pajak tersebut untuk menangani dampak lingkungan dari pariwisata.

Oleh karena itu, harmonisasi pajak turis global menjadi solusi yang semakin penting untuk diupayakan. Standarisasi tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan dapat memberikan manfaat seperti kemudahan administrasi dan kepatuhan, perencanaan bisnis yang lebih efisien, serta pengalaman wisatawan yang lebih konsisten di berbagai destinasi. Harmonisasi pajak juga bisa membantu mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dengan memastikan bahwa pendapatan pajak digunakan untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Perlunya Standar Global

Melihat lebih jauh ke Uni Eropa sekalipun, sejauh ini belum terjadi sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seragam untuk seluruh anggotanya, termasuk dalam sektor pariwisata. PPN di blok regional ini dikenal sebagai Value-Added Tax (VAT) dan diterapkan dengan tarif yang berbeda-beda disetiap negara anggota, mulai dari 15 % hingga 27%, tergantung pada negara dan wilayah, serta jenis produk dan jasa yang diperjual belikan.

Sebaliknya, negara-negara ASEAN tengah mengupayakan harmonisasi pajak turis sebagai bagian dari upaya integrasi ekonomi kawasan. Pada tahun 2022, ASEAN Tourism Forum (ATF) membahas kemungkinan penerapan pajak turis yang lebih seragam untuk meningkatkan daya saing kawasan sebagai tujuan wisata.

Untuk mewujudkan standar pajak turis global, diperlukan kerjasama internasional yang kuat. Organisasi seperti UNWTO dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar negara dan menyusun kerangka kerja standar pajak turis yang adil dan efektif. UNWTO, misalnya, bisa mengembangkan pedoman bagi negara-negara anggota tentang bagaimana merancang dan menerapkan pajak turis yang harmonis dan transparan.

Kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan industri pariwisata juga sangat penting. Pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perjalanan, hotel, dan operator wisata, harus dilibatkan dalam proses perancangan kebijakan untuk memastikan bahwa kebijakan pajak yang dihasilkan praktis dan dapat diterapkan dengan baik. Meski terdapat tantangan politik, ekonomi, dan sosial-budaya, upaya harmonisasi harus terus didorong demi mencapai manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi seluruh dunia.

Kerangka kerja standar pajak turis global dapat mencakup struktur pajak yang seragam, seperti tingkat pajak yang proporsional dengan kelas akomodasi atau fasilitas yang digunakan. Misalnya, pajak bisa ditetapkan berdasarkan jumlah malam yang dihabiskan di destinasi tertentu, dengan tarif yang meningkat untuk akomodasi yang lebih mewah. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pajak turis juga harus dijamin, dengan mengalokasikannya secara khusus untuk pembangunan infrastruktur pariwisata, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Implementasi standar baru ini dapat dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing negara. Negara-negara dengan industri pariwisata yang sudah maju bisa menjadi pionir dalam mengadopsi standar ini, diikuti oleh negara-negara lain secara bertahap.

Sistem pelaporan dan pemantauan yang ketat juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan dan evaluasi dampak secara berkala. Penyesuaian dan perbaikan harus terus dilakukan untuk memastikan standar pajak turis global dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Konklusi

Pada akhirnya, harmonisasi pajak turis global bukanlah hanya sekadar upaya menyeragamkan sistem perpajakan, melainkan langkah penting untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari industri pariwisata dunia.

Dengan kolaborasi internasional yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan standar baru yang menjamin keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata global.

Tantangan dalam mewujudkan harmonisasi ini memang besar, namun manfaat yang dapat diperoleh jauh lebih besar, baik bagi wisatawan, industri pariwisata, maupun negara-negara di seluruh dunia. [T]

Tatkala Bali Mencari Keseimbangan Pariwisata
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: pajak turisPariwisataTuris
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf

Next Post

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co