2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 22, 2024
in Esai
Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Obyek wisata Danau Beratan, bali

PARIWISATA merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan di banyak negara. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pariwisata global telah berada pada kondisi pemulihan hampir 90% seperti sebelum pandemi terhitung sejak akhir 2023 lalu.

Jumlah wisatawan internasional mendekati angka satu milyar orang, meningkat sekitar 38% jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2022. Sektor ini menyumbang setidaknya 10% dari PDB global dan mendukung 1 dari 10 pekerjaan di dunia.

Meski demikian, seiring meningkatnya arus wisatawan global, muncul pula tantangan dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkannya. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menerapkan pajak turis. Meski begitu, ketidakseragaman sistem pajak turis antar negara telah menciptakan kompleksitas dan inefisiensi yang menghambat upaya optimalisasi manfaat ekonomi dari industri pariwisata global.

Kompleksitas Pajak Turis

Saat ini, lanskap pajak turis dunia sangat beragam. Negara-negara menerapkan tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Jepang memungut pajak akomodasi sebesar 100-300 yen per malam, sementara Prancis menerapkan pajak perkotaan yang besarannya bervariasi berdasarkan peringkat hotel.

 Di Indonesia, pajak hotel dan restoran mencapai 10% dari total tagihan. Variasi ini menciptakan kompleksitas bagi wisatawan dan industri pariwisata dalam merencanakan biaya perjalanan dan strategi bisnis. Wisatawan harus mempertimbangkan perbedaan tarif pajak ini ketika memilih tujuan wisata, yang bisa berdampak pada keputusan mereka.

Perbedaan sistem pajak turis juga dapat memengaruhi daya saing suatu destinasi. Wisatawan cenderung memilih tujuan dengan biaya lebih rendah, termasuk pajak yang dikenakan. Sebuah studi oleh World Economic Forum pada tahun 2017 menunjukkan bahwa destinasi dengan pajak turis yang rendah cenderung lebih menarik bagi wisatawan.

Hal ini dapat mendorong negara untuk meminimalkan pajak turis demi menarik lebih banyak kunjungan, namun pada akhirnya mengorbankan potensi pendapatan yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Sebagai contoh, negara-negara di Karibia seperti Bahama telah mengurangi tarif pajak turis untuk bersaing dengan destinasi wisata lainnya, meskipun mereka sangat membutuhkan pendapatan dari pajak tersebut untuk menangani dampak lingkungan dari pariwisata.

Oleh karena itu, harmonisasi pajak turis global menjadi solusi yang semakin penting untuk diupayakan. Standarisasi tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan dapat memberikan manfaat seperti kemudahan administrasi dan kepatuhan, perencanaan bisnis yang lebih efisien, serta pengalaman wisatawan yang lebih konsisten di berbagai destinasi. Harmonisasi pajak juga bisa membantu mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dengan memastikan bahwa pendapatan pajak digunakan untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Perlunya Standar Global

Melihat lebih jauh ke Uni Eropa sekalipun, sejauh ini belum terjadi sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seragam untuk seluruh anggotanya, termasuk dalam sektor pariwisata. PPN di blok regional ini dikenal sebagai Value-Added Tax (VAT) dan diterapkan dengan tarif yang berbeda-beda disetiap negara anggota, mulai dari 15 % hingga 27%, tergantung pada negara dan wilayah, serta jenis produk dan jasa yang diperjual belikan.

Sebaliknya, negara-negara ASEAN tengah mengupayakan harmonisasi pajak turis sebagai bagian dari upaya integrasi ekonomi kawasan. Pada tahun 2022, ASEAN Tourism Forum (ATF) membahas kemungkinan penerapan pajak turis yang lebih seragam untuk meningkatkan daya saing kawasan sebagai tujuan wisata.

Untuk mewujudkan standar pajak turis global, diperlukan kerjasama internasional yang kuat. Organisasi seperti UNWTO dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar negara dan menyusun kerangka kerja standar pajak turis yang adil dan efektif. UNWTO, misalnya, bisa mengembangkan pedoman bagi negara-negara anggota tentang bagaimana merancang dan menerapkan pajak turis yang harmonis dan transparan.

Kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan industri pariwisata juga sangat penting. Pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perjalanan, hotel, dan operator wisata, harus dilibatkan dalam proses perancangan kebijakan untuk memastikan bahwa kebijakan pajak yang dihasilkan praktis dan dapat diterapkan dengan baik. Meski terdapat tantangan politik, ekonomi, dan sosial-budaya, upaya harmonisasi harus terus didorong demi mencapai manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi seluruh dunia.

Kerangka kerja standar pajak turis global dapat mencakup struktur pajak yang seragam, seperti tingkat pajak yang proporsional dengan kelas akomodasi atau fasilitas yang digunakan. Misalnya, pajak bisa ditetapkan berdasarkan jumlah malam yang dihabiskan di destinasi tertentu, dengan tarif yang meningkat untuk akomodasi yang lebih mewah. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pajak turis juga harus dijamin, dengan mengalokasikannya secara khusus untuk pembangunan infrastruktur pariwisata, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Implementasi standar baru ini dapat dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing negara. Negara-negara dengan industri pariwisata yang sudah maju bisa menjadi pionir dalam mengadopsi standar ini, diikuti oleh negara-negara lain secara bertahap.

Sistem pelaporan dan pemantauan yang ketat juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan dan evaluasi dampak secara berkala. Penyesuaian dan perbaikan harus terus dilakukan untuk memastikan standar pajak turis global dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Konklusi

Pada akhirnya, harmonisasi pajak turis global bukanlah hanya sekadar upaya menyeragamkan sistem perpajakan, melainkan langkah penting untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari industri pariwisata dunia.

Dengan kolaborasi internasional yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan standar baru yang menjamin keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata global.

Tantangan dalam mewujudkan harmonisasi ini memang besar, namun manfaat yang dapat diperoleh jauh lebih besar, baik bagi wisatawan, industri pariwisata, maupun negara-negara di seluruh dunia. [T]

Tatkala Bali Mencari Keseimbangan Pariwisata
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: pajak turisPariwisataTuris
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf

Next Post

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co