23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 22, 2024
in Esai
Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Obyek wisata Danau Beratan, bali

PARIWISATA merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan di banyak negara. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pariwisata global telah berada pada kondisi pemulihan hampir 90% seperti sebelum pandemi terhitung sejak akhir 2023 lalu.

Jumlah wisatawan internasional mendekati angka satu milyar orang, meningkat sekitar 38% jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2022. Sektor ini menyumbang setidaknya 10% dari PDB global dan mendukung 1 dari 10 pekerjaan di dunia.

Meski demikian, seiring meningkatnya arus wisatawan global, muncul pula tantangan dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkannya. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menerapkan pajak turis. Meski begitu, ketidakseragaman sistem pajak turis antar negara telah menciptakan kompleksitas dan inefisiensi yang menghambat upaya optimalisasi manfaat ekonomi dari industri pariwisata global.

Kompleksitas Pajak Turis

Saat ini, lanskap pajak turis dunia sangat beragam. Negara-negara menerapkan tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Jepang memungut pajak akomodasi sebesar 100-300 yen per malam, sementara Prancis menerapkan pajak perkotaan yang besarannya bervariasi berdasarkan peringkat hotel.

 Di Indonesia, pajak hotel dan restoran mencapai 10% dari total tagihan. Variasi ini menciptakan kompleksitas bagi wisatawan dan industri pariwisata dalam merencanakan biaya perjalanan dan strategi bisnis. Wisatawan harus mempertimbangkan perbedaan tarif pajak ini ketika memilih tujuan wisata, yang bisa berdampak pada keputusan mereka.

Perbedaan sistem pajak turis juga dapat memengaruhi daya saing suatu destinasi. Wisatawan cenderung memilih tujuan dengan biaya lebih rendah, termasuk pajak yang dikenakan. Sebuah studi oleh World Economic Forum pada tahun 2017 menunjukkan bahwa destinasi dengan pajak turis yang rendah cenderung lebih menarik bagi wisatawan.

Hal ini dapat mendorong negara untuk meminimalkan pajak turis demi menarik lebih banyak kunjungan, namun pada akhirnya mengorbankan potensi pendapatan yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Sebagai contoh, negara-negara di Karibia seperti Bahama telah mengurangi tarif pajak turis untuk bersaing dengan destinasi wisata lainnya, meskipun mereka sangat membutuhkan pendapatan dari pajak tersebut untuk menangani dampak lingkungan dari pariwisata.

Oleh karena itu, harmonisasi pajak turis global menjadi solusi yang semakin penting untuk diupayakan. Standarisasi tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan dapat memberikan manfaat seperti kemudahan administrasi dan kepatuhan, perencanaan bisnis yang lebih efisien, serta pengalaman wisatawan yang lebih konsisten di berbagai destinasi. Harmonisasi pajak juga bisa membantu mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dengan memastikan bahwa pendapatan pajak digunakan untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Perlunya Standar Global

Melihat lebih jauh ke Uni Eropa sekalipun, sejauh ini belum terjadi sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seragam untuk seluruh anggotanya, termasuk dalam sektor pariwisata. PPN di blok regional ini dikenal sebagai Value-Added Tax (VAT) dan diterapkan dengan tarif yang berbeda-beda disetiap negara anggota, mulai dari 15 % hingga 27%, tergantung pada negara dan wilayah, serta jenis produk dan jasa yang diperjual belikan.

Sebaliknya, negara-negara ASEAN tengah mengupayakan harmonisasi pajak turis sebagai bagian dari upaya integrasi ekonomi kawasan. Pada tahun 2022, ASEAN Tourism Forum (ATF) membahas kemungkinan penerapan pajak turis yang lebih seragam untuk meningkatkan daya saing kawasan sebagai tujuan wisata.

Untuk mewujudkan standar pajak turis global, diperlukan kerjasama internasional yang kuat. Organisasi seperti UNWTO dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar negara dan menyusun kerangka kerja standar pajak turis yang adil dan efektif. UNWTO, misalnya, bisa mengembangkan pedoman bagi negara-negara anggota tentang bagaimana merancang dan menerapkan pajak turis yang harmonis dan transparan.

Kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan industri pariwisata juga sangat penting. Pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perjalanan, hotel, dan operator wisata, harus dilibatkan dalam proses perancangan kebijakan untuk memastikan bahwa kebijakan pajak yang dihasilkan praktis dan dapat diterapkan dengan baik. Meski terdapat tantangan politik, ekonomi, dan sosial-budaya, upaya harmonisasi harus terus didorong demi mencapai manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi seluruh dunia.

Kerangka kerja standar pajak turis global dapat mencakup struktur pajak yang seragam, seperti tingkat pajak yang proporsional dengan kelas akomodasi atau fasilitas yang digunakan. Misalnya, pajak bisa ditetapkan berdasarkan jumlah malam yang dihabiskan di destinasi tertentu, dengan tarif yang meningkat untuk akomodasi yang lebih mewah. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pajak turis juga harus dijamin, dengan mengalokasikannya secara khusus untuk pembangunan infrastruktur pariwisata, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Implementasi standar baru ini dapat dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing negara. Negara-negara dengan industri pariwisata yang sudah maju bisa menjadi pionir dalam mengadopsi standar ini, diikuti oleh negara-negara lain secara bertahap.

Sistem pelaporan dan pemantauan yang ketat juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan dan evaluasi dampak secara berkala. Penyesuaian dan perbaikan harus terus dilakukan untuk memastikan standar pajak turis global dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Konklusi

Pada akhirnya, harmonisasi pajak turis global bukanlah hanya sekadar upaya menyeragamkan sistem perpajakan, melainkan langkah penting untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari industri pariwisata dunia.

Dengan kolaborasi internasional yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan standar baru yang menjamin keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata global.

Tantangan dalam mewujudkan harmonisasi ini memang besar, namun manfaat yang dapat diperoleh jauh lebih besar, baik bagi wisatawan, industri pariwisata, maupun negara-negara di seluruh dunia. [T]

Tatkala Bali Mencari Keseimbangan Pariwisata
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: pajak turisPariwisataTuris
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf

Next Post

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co