2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 22, 2024
in Esai
Menyatukan Pajak Turis Dunia: Menggagas Standar Baru bagi Pariwisata Global

Obyek wisata Danau Beratan, bali

PARIWISATA merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan di banyak negara. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pariwisata global telah berada pada kondisi pemulihan hampir 90% seperti sebelum pandemi terhitung sejak akhir 2023 lalu.

Jumlah wisatawan internasional mendekati angka satu milyar orang, meningkat sekitar 38% jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2022. Sektor ini menyumbang setidaknya 10% dari PDB global dan mendukung 1 dari 10 pekerjaan di dunia.

Meski demikian, seiring meningkatnya arus wisatawan global, muncul pula tantangan dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkannya. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menerapkan pajak turis. Meski begitu, ketidakseragaman sistem pajak turis antar negara telah menciptakan kompleksitas dan inefisiensi yang menghambat upaya optimalisasi manfaat ekonomi dari industri pariwisata global.

Kompleksitas Pajak Turis

Saat ini, lanskap pajak turis dunia sangat beragam. Negara-negara menerapkan tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Jepang memungut pajak akomodasi sebesar 100-300 yen per malam, sementara Prancis menerapkan pajak perkotaan yang besarannya bervariasi berdasarkan peringkat hotel.

 Di Indonesia, pajak hotel dan restoran mencapai 10% dari total tagihan. Variasi ini menciptakan kompleksitas bagi wisatawan dan industri pariwisata dalam merencanakan biaya perjalanan dan strategi bisnis. Wisatawan harus mempertimbangkan perbedaan tarif pajak ini ketika memilih tujuan wisata, yang bisa berdampak pada keputusan mereka.

Perbedaan sistem pajak turis juga dapat memengaruhi daya saing suatu destinasi. Wisatawan cenderung memilih tujuan dengan biaya lebih rendah, termasuk pajak yang dikenakan. Sebuah studi oleh World Economic Forum pada tahun 2017 menunjukkan bahwa destinasi dengan pajak turis yang rendah cenderung lebih menarik bagi wisatawan.

Hal ini dapat mendorong negara untuk meminimalkan pajak turis demi menarik lebih banyak kunjungan, namun pada akhirnya mengorbankan potensi pendapatan yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Sebagai contoh, negara-negara di Karibia seperti Bahama telah mengurangi tarif pajak turis untuk bersaing dengan destinasi wisata lainnya, meskipun mereka sangat membutuhkan pendapatan dari pajak tersebut untuk menangani dampak lingkungan dari pariwisata.

Oleh karena itu, harmonisasi pajak turis global menjadi solusi yang semakin penting untuk diupayakan. Standarisasi tingkat pajak, basis pengenaan, dan mekanisme pemungutan dapat memberikan manfaat seperti kemudahan administrasi dan kepatuhan, perencanaan bisnis yang lebih efisien, serta pengalaman wisatawan yang lebih konsisten di berbagai destinasi. Harmonisasi pajak juga bisa membantu mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dengan memastikan bahwa pendapatan pajak digunakan untuk konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Perlunya Standar Global

Melihat lebih jauh ke Uni Eropa sekalipun, sejauh ini belum terjadi sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seragam untuk seluruh anggotanya, termasuk dalam sektor pariwisata. PPN di blok regional ini dikenal sebagai Value-Added Tax (VAT) dan diterapkan dengan tarif yang berbeda-beda disetiap negara anggota, mulai dari 15 % hingga 27%, tergantung pada negara dan wilayah, serta jenis produk dan jasa yang diperjual belikan.

Sebaliknya, negara-negara ASEAN tengah mengupayakan harmonisasi pajak turis sebagai bagian dari upaya integrasi ekonomi kawasan. Pada tahun 2022, ASEAN Tourism Forum (ATF) membahas kemungkinan penerapan pajak turis yang lebih seragam untuk meningkatkan daya saing kawasan sebagai tujuan wisata.

Untuk mewujudkan standar pajak turis global, diperlukan kerjasama internasional yang kuat. Organisasi seperti UNWTO dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar negara dan menyusun kerangka kerja standar pajak turis yang adil dan efektif. UNWTO, misalnya, bisa mengembangkan pedoman bagi negara-negara anggota tentang bagaimana merancang dan menerapkan pajak turis yang harmonis dan transparan.

Kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan industri pariwisata juga sangat penting. Pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perjalanan, hotel, dan operator wisata, harus dilibatkan dalam proses perancangan kebijakan untuk memastikan bahwa kebijakan pajak yang dihasilkan praktis dan dapat diterapkan dengan baik. Meski terdapat tantangan politik, ekonomi, dan sosial-budaya, upaya harmonisasi harus terus didorong demi mencapai manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi seluruh dunia.

Kerangka kerja standar pajak turis global dapat mencakup struktur pajak yang seragam, seperti tingkat pajak yang proporsional dengan kelas akomodasi atau fasilitas yang digunakan. Misalnya, pajak bisa ditetapkan berdasarkan jumlah malam yang dihabiskan di destinasi tertentu, dengan tarif yang meningkat untuk akomodasi yang lebih mewah. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pajak turis juga harus dijamin, dengan mengalokasikannya secara khusus untuk pembangunan infrastruktur pariwisata, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Implementasi standar baru ini dapat dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing negara. Negara-negara dengan industri pariwisata yang sudah maju bisa menjadi pionir dalam mengadopsi standar ini, diikuti oleh negara-negara lain secara bertahap.

Sistem pelaporan dan pemantauan yang ketat juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan dan evaluasi dampak secara berkala. Penyesuaian dan perbaikan harus terus dilakukan untuk memastikan standar pajak turis global dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Konklusi

Pada akhirnya, harmonisasi pajak turis global bukanlah hanya sekadar upaya menyeragamkan sistem perpajakan, melainkan langkah penting untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari industri pariwisata dunia.

Dengan kolaborasi internasional yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan standar baru yang menjamin keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata global.

Tantangan dalam mewujudkan harmonisasi ini memang besar, namun manfaat yang dapat diperoleh jauh lebih besar, baik bagi wisatawan, industri pariwisata, maupun negara-negara di seluruh dunia. [T]

Tatkala Bali Mencari Keseimbangan Pariwisata
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: pajak turisPariwisataTuris
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menafsirkan Goresan Luka dari Pisau yang Tak Dapat Maaf

Next Post

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Pancaka Tirta: Melihat Unsur Api dalam Air sebagai Peleburan Melalui Adi Parwa dan Japatuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co