3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masalah dan Solusi Pada Pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Krisna Aji by Krisna Aji
February 23, 2024
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

PADA praktik klinis, saya–seperti psikiater pada umumnya–banyak menemui pendamping pasien dengan gangguan jiwa yang pada akhirnya juga mengalami masalah kejiwaan. Hal tersebut dikarenakan pendampingan menghabiskan energi yang luar biasa, baik secara fisik maupun mental.

Tidak dapat dipungkiri, energi mental pendamping banyak terkuras akibat perilaku pasien. Lebih jauh lagi, saat energi mental terkuras, pendamping dapat terpancing dan mengeluarkan respons balik berupa emosi negatif terhadap pasien itu sendiri. Misalkan saja, respons marah dari keluarga yang mendampingi pasien skizofrenia yang sering marah-marah, curiga, atau bertindak tidak sesuai dengan logika dan di luar norma sosial; naik turunnya perasaan pendamping pasien bipolar yang memiliki emosi yang sangat labil–sedih sampai depresi atau euforia yang disertai tindakan yang tidak bertanggung jawab; atau orang tua yang tertekan dan mudah marah akibat menanggung beban berat dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus. Respons negatif tersebut tidak hanya berefek buruk terhadap pendamping, tetapi juga pada kemajuan kesembuhan dari pasien itu sendiri.

Jika melihat kondisi tersebut, akar masalah yang perlu dipecahkan adalah gangguan kejiwaan pada pasien. Di mana, cara untuk menyelesaikannya adalah memberikan terapi optimal yang melibatkan tiga pondasi penting, yaitu psikiater, pasien, dan pendamping. Psikiater berperan dalam memberikan terapi obat dan non obat–seperti psikoterapi–yang langsung dapat dirasakan dampaknya oleh pasien. Pasien, dalam hal ini memiliki peran sebagai subjek yang berusaha untuk terus bertumbuh dan nantinya dapat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Yang terakhir, pendamping, adalah peran yang paling banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk menemani dan memberikan dukungan yang optimal bagi pasien.

Penguatan pasien dan pendamping secara bersamaan tentu akan sangat berpengaruh terhadap perbaikan gejala dari pasien. Walaupun demikian, penguatan sering kali hanya tertuju pada pasien dan mengabaikan pendamping. Padahal, beban berat dari masalah kejiwaan juga ditanggung oleh pendamping. Apa lagi, penyembuhan dari gangguan jiwa adalah proses yang panjang dan membuat pendamping mengalami tekanan yang bertumpuk dari waktu ke waktu. Walaupun masalah kejiwaan yang terjadi pada pendamping bisa jadi lebih ringan dari pasien, tetapi hal tersebut tetap akan memengaruhi tujuan utama dari berdirinya bangunan kokoh bernama perbaikan gejala dari pasien.

Dari banyaknya jenis masalah mental yang dialami pendamping, depresi dan kecemasan adalah dua contoh tersering. Depresi pada pendamping dapat terjadi akibat perbaikan gejala pada pasien yang berjalan lama atau bahkan tidak bisa sembuh total. Hal tersebut akan memunculkan perasaan putus asa dan kesedihan pada pendamping.

Selain itu, kecemasan juga dapat terjadi akibat kekhawatiran dari pendamping akan masa depan yang tidak pasti bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa. Di luar masalah tersebut, pendamping yang mencurahkan sebagian besar waktu dan tenaga untuk pasien dapat membuat–pada beberapa kasus–pendamping meninggalkan mimpi – mimpi pribadi, di mana hal ini juga akan membuat tekanan tersendiri bagi pendamping.

Lalu, apa cara yang dapat dilakukan oleh pendamping agar tetap sehat dan dapat melakukan aktivitas dalam menjaga dan menemani pasien?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, emosi negatif dari pendamping yang muncul akibat perilaku pasien adalah hal yang sering terjadi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi hal ini adalah dengan menyadari bahwa perilaku pasien bukanlah atas kemauan pasien sendiri. Yang menyebabkan perilaku negatif bukanlah pasien, tetapi penyakitnya. Siapapun yang mengalami penyakit serupa, bisa saja akan memperlihatkan perilaku yang sama. Dengan melihat perilaku dan pasien sebagai entitas yang berbeda, sikap memaafkan akan muncul dan berganti menjadi empati dan kasih sayang.

Putus asa dan kesedihan akibat harapan kesembuhan yang sering kali jauh dari realita dapat diselesaikan dengan tetap berada pada kekinian. Kesembuhan adalah jalan panjang dan–pada beberapa kasus–kesembuhan total adalah hal yang sangat sukar terjadi. Dalam hal ini, kesembuhan adalah rute maraton yang perlu ditempuh dengan stamina yang tetap terjaga. Menempatkan kebahagiaan pada keberhasilan di garis akhir pada akhirnya akan membuat stamina mental semakin terpuruk. Sebaliknya, cara pandang yang menempatkan kebahagiaan pada perbaikan – perbaikan kecil di saat ini akan membuat mental pendamping tetap terjaga. Bahkan, jika perbaikan tidak bergerak ke mana – mana, bersyukur bahwa kondisi pasien tidak menjadi lebih buruk juga dapat dilakukan.

Kecemasan yang muncul akibat takut akan masa depan dari pasien dapat diatasi dengan menyadari bahwa masa depan buruk tersebut belum terjadi. Terlalu fokus ke masa depan yang buruk pada akhirnya akan membuat pendamping melupakan kebahagiaan di masa kini: menikmati kebersamaan dalam menjalani hidup bersama orang–pasien–yang disayangi.

Dibutuhkan waktu dan tenaga ekstra dalam mendampingi pasien. Hal ini dapat mengorbankan kepentingan pribadi dari pendamping seperti terhambatnya pendamping dalam mengejar cita – cita. Masalah akan muncul saat kepentingan pribadi tersebut tetap dianggap sebagai satu – satunya hal yang dapat memberi makna hidup bagi pendamping. Oleh karena itu, cara untuk menanggulanginya adalah dengan–kembali lagi–meletakkan makna hidup di kekinian.

Bagi pendamping, masa kini adalah masa saat mendampingi pasien. Menempatkan makna pada kekinian dengan cara merasa berharga saat menjadi pahlawan bagi orang terdekat–dengan cara mendampinginya–adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. Tentu saja, tindakan ini membutuhkan pengorbanan besar berupa terabaikannya kepentingan pribadi.

Tetapi, semakin besar pengorbanan yang dilakukan, semakin besar pula makna hidup yang bisa didapat. Kemaknaan yang didapat pada kekinian sederhana akhirnya berubah menjadi makna hidup yang lebih luas. Dalam tingkatan ini, keberhasilan bukan lagi ditentukan oleh kesembuhan pasien ataupun tercapainya kepentingan pribadi dari pendamping, tetapi lebih pada berhasilnya pendamping dalam mengorbankan segala hal berharga demi orang yang disayangi. [T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Id, Superego, dan Ego: Semua Orang Memainkan Peran
Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Tags: Gangguan JiwaODGJOrang Dengan Gangguan Jiwa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya

Next Post

Dilema Guru Kini: Antara Mengaplikasikan Pengetahuan atau Mentuhankan Aplikasi

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Dilema Guru Kini: Antara Mengaplikasikan Pengetahuan atau Mentuhankan Aplikasi

Dilema Guru Kini: Antara Mengaplikasikan Pengetahuan atau Mentuhankan Aplikasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co