23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecenderungan Sesat Menumpuk Kekayaan Karena Nista Kepada Orangtua

Annisa Putri Gita Cahyani by Annisa Putri Gita Cahyani
February 14, 2024
in Esai
Kecenderungan Sesat Menumpuk Kekayaan Karena Nista Kepada Orangtua

tatkala.co

HARTA saat ini telah menjadi faktor utama dalam menilai keberhasilan seseorang. Masyarakat saat ini bisa dikatakan buta karna tidak mempertimbangkan prinsip moral dan spiritual dalam meraih kekayaan yang bersifat duniawi. Ketika dihubungkan dengan kecenderungan manusia untuk menumpuk kekayaan kosong sebagai akibat dari nista terhadap orang tua, fenomena ini menjadi semakin kompleks.

Masalah ini sangat penting karena merusak hubungan pribadi dan mengganggu keseimbangan antara duniawi dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak dapat dipungkiri lagi jika banyak yang sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah kesuksesan dengan cepat atau instan.

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah ini karena mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat yang semakin cenderung memprioritaskan materi daripada nilai-nilai inti. Kecenderungan untuk mengejar kekayaan tanpa memberikan perhatian yang cukup pada nilai-nilai keluarga dan kasih sayang terhadap orang tua menciptakan ketidakseimbangan yang merugikan tidak hanya individu tetapi juga jaringan sosial yang lebih luas.

Orang-orang yang percaya bahwa materi dan kekayaan adalah satu-satunya ukuran kesuksesan hidup sering terjebak dalam rantai konsumerisme yang tidak berujung. Konsep ini sering dikaitkan dengan teori psikologi konsumerisme, yang menekankan kecenderungan manusia untuk mencari kepuasan materi sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan hidup. Dampak keluarga dan sosial seringkali diabaikan seiring masyarakat semakin berfokus pada pencapaian materi.

Ada kemungkinan konflik sosial yang berlangsung lama antara orang kaya dan orang miskin. Selain itu, terlalu berfokus pada kekayaan sering mengorbankan nilai-nilai dasar seperti kasih sayang, kebahagiaan keluarga, dan solidaritas. Oleh karena itu, agar masyarakat dapat mencapai kesuksesan yang berkelanjutan dan bermakna, perlu ada keseimbangan yang lebih baik antara pencapaian materi, dampak sosial, dan pencapaian keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang terlalu tertumpu pada kekayaan material cenderung melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Ketidakpedulian terhadap orang tua dapat dijelaskan dengan teori alienasi sosial. Manusia yang hidup dalam kehidupan materialistis menjadi terasing dari nilai-nilai keluarga, dan nilai moral, melupakan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga adalah bagian dari kekayaan sejati.

Kondisi ini merugikan bukan hanya individu itu sendiri, tetapi juga keluarga. Dampak yang diterima dalam hak ini juga sampai pada lingkungan masyarakat, dimana Ketika seseorang bertindak tidak baik atau bisa dikatakan durhaka dengan orangtua, maka menimbulkan opini buruk di lingkungan sekitar tempat tinggal bahkan sampai pekerjaan.

Perbaikan budaya memerlukan tindakan konkret. Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kepedulian terhadap orang tua harus ditingkatkan. Paradigma kesuksesan materi harus diubah menjadi kombinasi kesuksesan keuangan dan hubungan keluarga yang baik. Ketika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan keluarga maka pastinya memiliki hubungan baik pula dengan masyarakat, bisa dikatakan pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Selain itu, efek individualisme yang merajalela di masyarakat modern harus dipertimbangkan. Orang-orang mungkin terjerumus ke dalam individualisme ekstrem, mengabaikan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup, karena pemikiran bahwa keberhasilan seseorang diukur dari pencapaian pribadi dan kekayaan mereka sendiri dapat mengganggu nilai-nilai sosial dan solidaritas keluarga. Banyak pribadi yang melupakan jasa dari keluarga terutama orangtua, asumsi Ketika orang tersebut sudah mencapai titik tertinggi maka merasa hebat dan tidak memperdulikan atau memerlukan bantuan pihak lain termasuk keluarga, mereka lupa bahwasanya peran keluarga adalah poin penting dan utama.

Membutuhkan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah yang muncul sebagai akibat dari penekanan berlebihan pada materi dan kekayaan. Pendidikan tidak hanya harus meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus mengajarkan siswa bagaimana berinteraksi dengan orang lain, memahami orang lain, dan menemukan keseimbangan dalam hidup mereka. Langkah pertama yang sangat penting adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga, terutama orang tua.

Keluarga dengan hubungan yang harmonis tidak hanya memberikan dukungan emosional tetapi juga membangun dasar untuk pertumbuhan individu. Saat seseorang dapat memperbaiki hubungannya dengan keluarganya, mereka dapat merasakan makna di dunia nyata, karena banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang keluarga. Kita dapat membentuk masyarakat yang menghargai keseimbangan antara keberhasilan material dan kesejahteraan sosial dan keluarga dengan memasukkan pendidikan yang menyeluruh dan memperbaiki hubungan keluarga.

Agama dan spiritualitas juga dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengatasi masalah ini. Banyak agama mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan pentingnya membantu sesama, yang dapat membantu membangun masyarakat yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga.

Agama menjadi poin penting untuk memperbaiki kaidah dan akhlak seorang individu, ketika individu tersebut sudah mengetahui bahwa keluarga adalah rezeki yang tidak dapat diuangkan atau menjadi material, maka individu tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang bisa dikatakan nista atau durhaka dengan orangtua atau pihak keluarga lainnya. Lalu bisa juga melakukan kegiatan dengan berbagi dengan sesama sehingga paham apa itu arti kebahagiaan dan kekayaan yang sesungguhnya.

Solusi holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi fenomena manusia seperti keinginan untuk menyimpan harta tanpa manfaat dan perilaku nista terhadap orang tua. Masyarakat dapat melakukan perubahan budaya yang lebih baik dengan memahami pengaruh media, mengatasi individualisme yang berlebihan, dan menggabungkan pendidikan, psikologi, dan spiritualitas. Untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan berdaya, masyarakat harus memiliki kesadaran kolektif akan nilai-nilai keluarga serta kesuksesan yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga.

Hubungan interpersonal dan nilai keluarga telah terpengaruh secara negatif sebagai akibat dari pergeseran nilai masyarakat menuju prioritas materi. Perubahan budaya yang lebih besar diperlukan, dengan pendidikan nilai-nilai kekeluargaan dan penggantian paradigma kesuksesan. Identifikasi masalah ini menunjukkan hal itu. Untuk mengatasi perilaku mengejar kekayaan kosong, pendekatan holistik, termasuk perubahan perilaku individual, peran agama, dan pendekatan kesejahteraan emosional, sangat penting.

Oleh karena itu, kita dapat membangun fondasi yang lebih berkesan melalui upaya kolektif masyarakat. Fondasi ini akan menggabungkan kekayaan material dengan kebajikan dalam hubungan keluarga, yang akan menghasilkan masyarakat yang harmonis dan seimbang. [T]

Budaya yang Menjadi Entah
Manfaatkan AI untuk Ciptakan Lingkungan Kaya Teks
Sunyi Sebagai Sumber Penciptaan Puisi
Tags: gaya hidupkehidupannorma
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Bahasa Bali “Pengawi” : Kata Pengantar Buku Antologi Puisi ”Gita Rasmi Sancaya” Karya I Putu Wahya Santosa

Next Post

Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Annisa Putri Gita Cahyani

Annisa Putri Gita Cahyani

Mahasiswa Universitas Budi Luhur

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co