2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecenderungan Sesat Menumpuk Kekayaan Karena Nista Kepada Orangtua

Annisa Putri Gita Cahyani by Annisa Putri Gita Cahyani
February 14, 2024
in Esai
Kecenderungan Sesat Menumpuk Kekayaan Karena Nista Kepada Orangtua

tatkala.co

HARTA saat ini telah menjadi faktor utama dalam menilai keberhasilan seseorang. Masyarakat saat ini bisa dikatakan buta karna tidak mempertimbangkan prinsip moral dan spiritual dalam meraih kekayaan yang bersifat duniawi. Ketika dihubungkan dengan kecenderungan manusia untuk menumpuk kekayaan kosong sebagai akibat dari nista terhadap orang tua, fenomena ini menjadi semakin kompleks.

Masalah ini sangat penting karena merusak hubungan pribadi dan mengganggu keseimbangan antara duniawi dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak dapat dipungkiri lagi jika banyak yang sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah kesuksesan dengan cepat atau instan.

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah ini karena mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat yang semakin cenderung memprioritaskan materi daripada nilai-nilai inti. Kecenderungan untuk mengejar kekayaan tanpa memberikan perhatian yang cukup pada nilai-nilai keluarga dan kasih sayang terhadap orang tua menciptakan ketidakseimbangan yang merugikan tidak hanya individu tetapi juga jaringan sosial yang lebih luas.

Orang-orang yang percaya bahwa materi dan kekayaan adalah satu-satunya ukuran kesuksesan hidup sering terjebak dalam rantai konsumerisme yang tidak berujung. Konsep ini sering dikaitkan dengan teori psikologi konsumerisme, yang menekankan kecenderungan manusia untuk mencari kepuasan materi sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan hidup. Dampak keluarga dan sosial seringkali diabaikan seiring masyarakat semakin berfokus pada pencapaian materi.

Ada kemungkinan konflik sosial yang berlangsung lama antara orang kaya dan orang miskin. Selain itu, terlalu berfokus pada kekayaan sering mengorbankan nilai-nilai dasar seperti kasih sayang, kebahagiaan keluarga, dan solidaritas. Oleh karena itu, agar masyarakat dapat mencapai kesuksesan yang berkelanjutan dan bermakna, perlu ada keseimbangan yang lebih baik antara pencapaian materi, dampak sosial, dan pencapaian keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang terlalu tertumpu pada kekayaan material cenderung melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Ketidakpedulian terhadap orang tua dapat dijelaskan dengan teori alienasi sosial. Manusia yang hidup dalam kehidupan materialistis menjadi terasing dari nilai-nilai keluarga, dan nilai moral, melupakan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga adalah bagian dari kekayaan sejati.

Kondisi ini merugikan bukan hanya individu itu sendiri, tetapi juga keluarga. Dampak yang diterima dalam hak ini juga sampai pada lingkungan masyarakat, dimana Ketika seseorang bertindak tidak baik atau bisa dikatakan durhaka dengan orangtua, maka menimbulkan opini buruk di lingkungan sekitar tempat tinggal bahkan sampai pekerjaan.

Perbaikan budaya memerlukan tindakan konkret. Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kepedulian terhadap orang tua harus ditingkatkan. Paradigma kesuksesan materi harus diubah menjadi kombinasi kesuksesan keuangan dan hubungan keluarga yang baik. Ketika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan keluarga maka pastinya memiliki hubungan baik pula dengan masyarakat, bisa dikatakan pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Selain itu, efek individualisme yang merajalela di masyarakat modern harus dipertimbangkan. Orang-orang mungkin terjerumus ke dalam individualisme ekstrem, mengabaikan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup, karena pemikiran bahwa keberhasilan seseorang diukur dari pencapaian pribadi dan kekayaan mereka sendiri dapat mengganggu nilai-nilai sosial dan solidaritas keluarga. Banyak pribadi yang melupakan jasa dari keluarga terutama orangtua, asumsi Ketika orang tersebut sudah mencapai titik tertinggi maka merasa hebat dan tidak memperdulikan atau memerlukan bantuan pihak lain termasuk keluarga, mereka lupa bahwasanya peran keluarga adalah poin penting dan utama.

Membutuhkan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah yang muncul sebagai akibat dari penekanan berlebihan pada materi dan kekayaan. Pendidikan tidak hanya harus meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus mengajarkan siswa bagaimana berinteraksi dengan orang lain, memahami orang lain, dan menemukan keseimbangan dalam hidup mereka. Langkah pertama yang sangat penting adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga, terutama orang tua.

Keluarga dengan hubungan yang harmonis tidak hanya memberikan dukungan emosional tetapi juga membangun dasar untuk pertumbuhan individu. Saat seseorang dapat memperbaiki hubungannya dengan keluarganya, mereka dapat merasakan makna di dunia nyata, karena banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang keluarga. Kita dapat membentuk masyarakat yang menghargai keseimbangan antara keberhasilan material dan kesejahteraan sosial dan keluarga dengan memasukkan pendidikan yang menyeluruh dan memperbaiki hubungan keluarga.

Agama dan spiritualitas juga dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengatasi masalah ini. Banyak agama mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan pentingnya membantu sesama, yang dapat membantu membangun masyarakat yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga.

Agama menjadi poin penting untuk memperbaiki kaidah dan akhlak seorang individu, ketika individu tersebut sudah mengetahui bahwa keluarga adalah rezeki yang tidak dapat diuangkan atau menjadi material, maka individu tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang bisa dikatakan nista atau durhaka dengan orangtua atau pihak keluarga lainnya. Lalu bisa juga melakukan kegiatan dengan berbagi dengan sesama sehingga paham apa itu arti kebahagiaan dan kekayaan yang sesungguhnya.

Solusi holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi fenomena manusia seperti keinginan untuk menyimpan harta tanpa manfaat dan perilaku nista terhadap orang tua. Masyarakat dapat melakukan perubahan budaya yang lebih baik dengan memahami pengaruh media, mengatasi individualisme yang berlebihan, dan menggabungkan pendidikan, psikologi, dan spiritualitas. Untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan berdaya, masyarakat harus memiliki kesadaran kolektif akan nilai-nilai keluarga serta kesuksesan yang seimbang antara kekayaan material dan kebahagiaan keluarga.

Hubungan interpersonal dan nilai keluarga telah terpengaruh secara negatif sebagai akibat dari pergeseran nilai masyarakat menuju prioritas materi. Perubahan budaya yang lebih besar diperlukan, dengan pendidikan nilai-nilai kekeluargaan dan penggantian paradigma kesuksesan. Identifikasi masalah ini menunjukkan hal itu. Untuk mengatasi perilaku mengejar kekayaan kosong, pendekatan holistik, termasuk perubahan perilaku individual, peran agama, dan pendekatan kesejahteraan emosional, sangat penting.

Oleh karena itu, kita dapat membangun fondasi yang lebih berkesan melalui upaya kolektif masyarakat. Fondasi ini akan menggabungkan kekayaan material dengan kebajikan dalam hubungan keluarga, yang akan menghasilkan masyarakat yang harmonis dan seimbang. [T]

Budaya yang Menjadi Entah
Manfaatkan AI untuk Ciptakan Lingkungan Kaya Teks
Sunyi Sebagai Sumber Penciptaan Puisi
Tags: gaya hidupkehidupannorma
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Bahasa Bali “Pengawi” : Kata Pengantar Buku Antologi Puisi ”Gita Rasmi Sancaya” Karya I Putu Wahya Santosa

Next Post

Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Annisa Putri Gita Cahyani

Annisa Putri Gita Cahyani

Mahasiswa Universitas Budi Luhur

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co