23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Desak Nyoman Puriani by Desak Nyoman Puriani
November 22, 2023
in Esai
Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Ilustrasi tatkala.co

BURNOUT banyak dialami oleh tenaga kesehatan, pendidik, pekerja kantoran maupun mahasiswa. Hal ini diakibatkan oleh beban berat dan banyaknya aktifitas pekerjaan yang berlangsung terus menerus dan lama yang tidak ditangani sehingga berdampak kelelahan fisik, mental, emosional yang menurunkan performa kerja dan tanggapan yang negatif terhadap diri dan orang lain yang tentunya berpengaruh pada kondisi individu, institusi/organisasi tempat kita bekerja.

Banyak hal yang menjadi pemicu burnout ini selain faktor dari diri sendiri juga dari lingkungan individu tersebut. Gejala burnout meliputi 3 hal kunci yaitu kelelahan, sinisme dan inefisiensi. Mengenali burnout itu sendiri merupakan langkah pertama yang dilakukan selain tips lainnya untuk menghindari burnout berlanjut pada kondisi yang lebih berat atau gangguan jiwa yang lebih berat lainnya.

Definisi Burnout :

Menurut APA (American Psychologist Asociation)  burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental disertai dengan penurunan kinerja dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab burnout pada seseorang?

Faktor -faktor yang menjadi penyebab burnout yaitu :

  1. Mengabiskan banyak waktu untuk belajar dan bekerja sehingga tidak punya istirahat dan bersosialisasi.
  2. Merasa tidak memiliki kontrol akan pekerjaan.
  3. Kurangnya penghargaan atas hasil yang dikerjakan.
  4. Melakukan aktifitas yang monoton secara terus menerus.
  5. Kurangnya hubungan yang suportif dan personal.
  6. Kurang tidur
  7. Kecenderungan bersikap perfeksionis
  8. Bekerja dan belajar dalam kondisi tekanan secara terus menerus.
  9. Ketidakadilan dalam lingkungan pekerjaan(unfairness)
  10. Lingkungan kerja yang buruk(polusi udara, suara)

Apakah burnout bisa terjadi pada semua usia(anak, remaja, dewasa, lansia)

Burn out bisa terjadi pada anak, remaja, dewasa dan lansia. Situasi kehidupan sosial kita saat ini menimbulkan kecenderungan ini. Perubahan pola hidup dengan tehnologi, sistem pendidikan dengan beban pelajaran yang banyak, tuntutan orangtua terhadap anak untuk mengikuti kursus tambahan untuk meningkatkan hasil akademik tentunya membuat anak-anakpun bisa dalam kondisi burnout, remaja dan orang dewasa selain karena beban akademik juga pekerjaan yang sangat stres menjadi pemicu terjadinya burn out. Lansia yang ikut dalam sirkumtansi keluarga anak-anaknya yang menjadi pengasuh cucunya tentu mempunyai bentuk beban yang berbeda yang menimbulkan stres, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan jatuh ke kondisi burnout.

Apa yang harus dilakukan seseorang jika terjadi burnout ?

  1. Mencari dukungan
  2. Kontak sosial dan mencari pendengar yang baik
  3. Melakukan reframing yaitu cara berfikir fokus pada ke hal yang menyenangkan dari pekerjaan tersebut.
  4. Saatnya  healing, rencanakan rekreasi, healing bukan selalu traveling, hal yang sederhana misalnya melakukan hobi yang diminati, tetap bergerak(aktifitas fisik) seperti olahraga atau workout beberapa menit sudah cukup membuat lebih rileks dan otak lebih fresh untuk memulai aktifitas kembali.
  5. Tidur yang berkualitas sehingga otak dan tubuh dapat istirahat sehingga keesokan hari badan lebih segar untuk memulai aktifitas.
  6. banyak hal dilakukan namun waktu terbatas, ingat istirahat(break) dan bersenang-senang untuk dapat segar kembali menjalani aktifitas. Hal-hal kecil seperti keluar dari ruang kerja setelah penat melakukan aktifitas, bertemu teman, ngobrol sejenak, berbagi makanan dengan teman, work out, berpelukan dengan anjing kesayangan akan menstimulus keluarnya hormone oxytocin.

Apakah burnout juga merupakan salah satu gangguan mental?

Dalam pengelompokan diagnosis gangguan mental, masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, Pendidikan masuk dalam DSM-5 yaitu pada group other condition that maybe a focus of clinical attention(code V or Z) : Educational dan Occupational Problem.

Apakah perbedaan burnout dengan depresi ?

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional akibat stres berkepanjangan yang berdampak pada performa kerja dan pandangan negatif terhadap diri dan orang lain. Sedangkan dikatakan gangguan depresi apabila mengalami 5 atau lebih dari 9 gejala menurut kriteria diagnosis DSM-5 yaitu perasaan sedih, kosong dan putus asa hampir sepanjang hari lebih dari 2 minggu disertai kehilangan minat atau kegembiraan dalam semua hal, penurunan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan tanpa diet atau peningkatan atau penurunan nafsu makan sepanjang hari, sulit tidur atau kelebihan tidur, merasa lelah atau kehingan energi sepanjang hari, peningkatan atau penurunan psikomotor, merasa tidak berhargaperasaan bersalah berlebihan, penurunan konsentrasi, pikiran berulang tentang kematian, ide bunuh diri sering tanpa rencana spesifik, atau percobaan bunuh diri atau rencana spesifik melakukan bunuh diri.

Semua gejala tersebut menyebabkan penderitaan dan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi penting lainnya. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional berkaitan stres pekerjaan yang intens yang berlangsung lama dan stres berat, namun depresi tidak selalu ada pencetusnya. Depresi akan membaik bila stressor menghilang. Depresi berlangsung lebih dari 2 minggu sedangkan burnout terdiri dari beberapa fase yaitu fase honeymoon, fase onset stres, fase stres kronis, fase burnout dan fase habitualis burn out. kondisi self esteem pada burnout masih baik dibandingkan dengan gangguan depresi.

Apakah stres bagian dari burnout?

Stres merupakan bagian dari burnout itu sendiri, sebelumnya kita akan bahas dulu apa itu stres. Stres adalah setiap situasi dan kondisi yang menekan. Stres berasal dari lingkungan rumah, tempat kerja dan sekolah. Reaksi seseorang terhadap stres tidak selalu negatif tergantung dari bagaimana kita mengelola stres tersebut. Reaksi positif dari stres misalnya akan memotivasi orang untuk berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. Reaksi negatif dari stres misalnya dapat menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Eustress  adalah kondisi tubuh atau mental yang dapat menyesuaikan diri dan memberikan respons terhadap stressor sesuai yang diperlukan, dimana adanya peristiwa positif dan jumlah stres optimal. Stres merupakan motivator untuk mencapai performa optimal.

Distress adalah kondisi tertekan karena adanya tekanan(stress/pressure) yang lebih besar daripada daya adaptasi terhadap stressor yang menimbulkan reaksi stres.

Burn out memiliki 5 fase yaitu fase honeymoon, onset stres, stres kronis, burnout, habitualis burnout. Fase honeymoon adalah fase dimana perasaan kepuasan yang tinggi dengan melakukan tantangan dan pekerjaan yang baru, onset stres dimana seseorang mengalami perasaan cemas, merasa lebih mudah sensitif, stres kronis dimana keluhan meningkat seperti kehilangan kesabaran, mudah marah, agresif bahkan peningkatan konsumsi kafein, Burnout dimana merupakan fase kritis dimana seseorang mulai mengeluhkan nyeri fisik kronis, sakit kepala, merasa kosong, sinis pada diri dan orang lain. Habitualis burnout dimana disini mulai tertanam dalam hidup anda, anda mulai merasakan kesehatan mental kronis, kelelahan kronis, dan bahkan mulai mengalami depresi.

Apakah ciri-ciri burnout ?

  1. Merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setiap saat.
  2. Sakit kepala dan pegal
  3. Perubahan pola makan dan tidur
  4. Kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk melakukan apapun.
  5. Lebih sensitif, kehilangan kesabaran, sinis, mudah marah.
  6. Menghindari tanggung jawab dan terus menunda pekerjaan
  7. Produktifitas kerja menurun.

Apakah burnout hanya terjadi pada dunia kerja?

Burn out tidak hanya terjadi di tempat kerja tapi juga di dunia pendidikan.

Apakah pesan dokter bagi banyak masyarakat Indonesia yang dalam usia produktif sekarang ini dalam bekerja sehingga bisa terhindar dari burnout?

Kita tidak mungkin terhindar dari stres tapi kita diberikan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasinya. Mengenali burnout merupakan langkah awal menangani kondisi burnout sehingga individu menerapkan tips bagaimana cara menghindari burnout dengan cara memanajemen stres seperti memprioritaskan selfcare(merawat diri) secara konsisten seperti makan bernutrisi, tidur yang cukup, olahraga, istirahat sejenak dari rutinitas, melakukan aktifitas yang menyenangkan, rekreasi dan liburan, memberikan batasan pekerjaan, kemudian terlibat aktifitas sosial, observasi diri(diary), restrukturisasi kognisi(self talk), manajemen waktu, problem solving, mindfulness, meditasi atau yoga, latihan relaksasi.

Pekerjaan anda seperti bola yang dilempar akan kembali kepada anda. Jadi peliharalah keseimbangan antara pekerjaan dan hidup anda dengan perjelas lagi jam kerja anda, istirahat sejenak dari rutinitas, gunakan waktu untuk liburan, lakukan hobi, tidak membawa pekerjaan ke rumah, bicarakan masalah dengan orang yang bisa dipercaya. [T]

  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar
Kualitas Hidup Penderita Kanker
Remaja dan Resiliensi Mengatasi Masalah di Lingkungan Sosial
Deteksi Dini Adanya Kecanduan Internet pada Anak-Remaja
Tags: kesehatankesehatan mentalPerhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kualitas Hidup Penderita Kanker

Next Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Desak Nyoman Puriani

Desak Nyoman Puriani

dr. Desak Nyoman Puriani, Sp.KJ., Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, RSKI Tabanan

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co