12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Desak Nyoman Puriani by Desak Nyoman Puriani
November 22, 2023
in Esai
Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Ilustrasi tatkala.co

BURNOUT banyak dialami oleh tenaga kesehatan, pendidik, pekerja kantoran maupun mahasiswa. Hal ini diakibatkan oleh beban berat dan banyaknya aktifitas pekerjaan yang berlangsung terus menerus dan lama yang tidak ditangani sehingga berdampak kelelahan fisik, mental, emosional yang menurunkan performa kerja dan tanggapan yang negatif terhadap diri dan orang lain yang tentunya berpengaruh pada kondisi individu, institusi/organisasi tempat kita bekerja.

Banyak hal yang menjadi pemicu burnout ini selain faktor dari diri sendiri juga dari lingkungan individu tersebut. Gejala burnout meliputi 3 hal kunci yaitu kelelahan, sinisme dan inefisiensi. Mengenali burnout itu sendiri merupakan langkah pertama yang dilakukan selain tips lainnya untuk menghindari burnout berlanjut pada kondisi yang lebih berat atau gangguan jiwa yang lebih berat lainnya.

Definisi Burnout :

Menurut APA (American Psychologist Asociation)  burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental disertai dengan penurunan kinerja dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab burnout pada seseorang?

Faktor -faktor yang menjadi penyebab burnout yaitu :

  1. Mengabiskan banyak waktu untuk belajar dan bekerja sehingga tidak punya istirahat dan bersosialisasi.
  2. Merasa tidak memiliki kontrol akan pekerjaan.
  3. Kurangnya penghargaan atas hasil yang dikerjakan.
  4. Melakukan aktifitas yang monoton secara terus menerus.
  5. Kurangnya hubungan yang suportif dan personal.
  6. Kurang tidur
  7. Kecenderungan bersikap perfeksionis
  8. Bekerja dan belajar dalam kondisi tekanan secara terus menerus.
  9. Ketidakadilan dalam lingkungan pekerjaan(unfairness)
  10. Lingkungan kerja yang buruk(polusi udara, suara)

Apakah burnout bisa terjadi pada semua usia(anak, remaja, dewasa, lansia)

Burn out bisa terjadi pada anak, remaja, dewasa dan lansia. Situasi kehidupan sosial kita saat ini menimbulkan kecenderungan ini. Perubahan pola hidup dengan tehnologi, sistem pendidikan dengan beban pelajaran yang banyak, tuntutan orangtua terhadap anak untuk mengikuti kursus tambahan untuk meningkatkan hasil akademik tentunya membuat anak-anakpun bisa dalam kondisi burnout, remaja dan orang dewasa selain karena beban akademik juga pekerjaan yang sangat stres menjadi pemicu terjadinya burn out. Lansia yang ikut dalam sirkumtansi keluarga anak-anaknya yang menjadi pengasuh cucunya tentu mempunyai bentuk beban yang berbeda yang menimbulkan stres, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan jatuh ke kondisi burnout.

Apa yang harus dilakukan seseorang jika terjadi burnout ?

  1. Mencari dukungan
  2. Kontak sosial dan mencari pendengar yang baik
  3. Melakukan reframing yaitu cara berfikir fokus pada ke hal yang menyenangkan dari pekerjaan tersebut.
  4. Saatnya  healing, rencanakan rekreasi, healing bukan selalu traveling, hal yang sederhana misalnya melakukan hobi yang diminati, tetap bergerak(aktifitas fisik) seperti olahraga atau workout beberapa menit sudah cukup membuat lebih rileks dan otak lebih fresh untuk memulai aktifitas kembali.
  5. Tidur yang berkualitas sehingga otak dan tubuh dapat istirahat sehingga keesokan hari badan lebih segar untuk memulai aktifitas.
  6. banyak hal dilakukan namun waktu terbatas, ingat istirahat(break) dan bersenang-senang untuk dapat segar kembali menjalani aktifitas. Hal-hal kecil seperti keluar dari ruang kerja setelah penat melakukan aktifitas, bertemu teman, ngobrol sejenak, berbagi makanan dengan teman, work out, berpelukan dengan anjing kesayangan akan menstimulus keluarnya hormone oxytocin.

Apakah burnout juga merupakan salah satu gangguan mental?

Dalam pengelompokan diagnosis gangguan mental, masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, Pendidikan masuk dalam DSM-5 yaitu pada group other condition that maybe a focus of clinical attention(code V or Z) : Educational dan Occupational Problem.

Apakah perbedaan burnout dengan depresi ?

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional akibat stres berkepanjangan yang berdampak pada performa kerja dan pandangan negatif terhadap diri dan orang lain. Sedangkan dikatakan gangguan depresi apabila mengalami 5 atau lebih dari 9 gejala menurut kriteria diagnosis DSM-5 yaitu perasaan sedih, kosong dan putus asa hampir sepanjang hari lebih dari 2 minggu disertai kehilangan minat atau kegembiraan dalam semua hal, penurunan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan tanpa diet atau peningkatan atau penurunan nafsu makan sepanjang hari, sulit tidur atau kelebihan tidur, merasa lelah atau kehingan energi sepanjang hari, peningkatan atau penurunan psikomotor, merasa tidak berhargaperasaan bersalah berlebihan, penurunan konsentrasi, pikiran berulang tentang kematian, ide bunuh diri sering tanpa rencana spesifik, atau percobaan bunuh diri atau rencana spesifik melakukan bunuh diri.

Semua gejala tersebut menyebabkan penderitaan dan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi penting lainnya. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional berkaitan stres pekerjaan yang intens yang berlangsung lama dan stres berat, namun depresi tidak selalu ada pencetusnya. Depresi akan membaik bila stressor menghilang. Depresi berlangsung lebih dari 2 minggu sedangkan burnout terdiri dari beberapa fase yaitu fase honeymoon, fase onset stres, fase stres kronis, fase burnout dan fase habitualis burn out. kondisi self esteem pada burnout masih baik dibandingkan dengan gangguan depresi.

Apakah stres bagian dari burnout?

Stres merupakan bagian dari burnout itu sendiri, sebelumnya kita akan bahas dulu apa itu stres. Stres adalah setiap situasi dan kondisi yang menekan. Stres berasal dari lingkungan rumah, tempat kerja dan sekolah. Reaksi seseorang terhadap stres tidak selalu negatif tergantung dari bagaimana kita mengelola stres tersebut. Reaksi positif dari stres misalnya akan memotivasi orang untuk berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. Reaksi negatif dari stres misalnya dapat menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Eustress  adalah kondisi tubuh atau mental yang dapat menyesuaikan diri dan memberikan respons terhadap stressor sesuai yang diperlukan, dimana adanya peristiwa positif dan jumlah stres optimal. Stres merupakan motivator untuk mencapai performa optimal.

Distress adalah kondisi tertekan karena adanya tekanan(stress/pressure) yang lebih besar daripada daya adaptasi terhadap stressor yang menimbulkan reaksi stres.

Burn out memiliki 5 fase yaitu fase honeymoon, onset stres, stres kronis, burnout, habitualis burnout. Fase honeymoon adalah fase dimana perasaan kepuasan yang tinggi dengan melakukan tantangan dan pekerjaan yang baru, onset stres dimana seseorang mengalami perasaan cemas, merasa lebih mudah sensitif, stres kronis dimana keluhan meningkat seperti kehilangan kesabaran, mudah marah, agresif bahkan peningkatan konsumsi kafein, Burnout dimana merupakan fase kritis dimana seseorang mulai mengeluhkan nyeri fisik kronis, sakit kepala, merasa kosong, sinis pada diri dan orang lain. Habitualis burnout dimana disini mulai tertanam dalam hidup anda, anda mulai merasakan kesehatan mental kronis, kelelahan kronis, dan bahkan mulai mengalami depresi.

Apakah ciri-ciri burnout ?

  1. Merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setiap saat.
  2. Sakit kepala dan pegal
  3. Perubahan pola makan dan tidur
  4. Kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk melakukan apapun.
  5. Lebih sensitif, kehilangan kesabaran, sinis, mudah marah.
  6. Menghindari tanggung jawab dan terus menunda pekerjaan
  7. Produktifitas kerja menurun.

Apakah burnout hanya terjadi pada dunia kerja?

Burn out tidak hanya terjadi di tempat kerja tapi juga di dunia pendidikan.

Apakah pesan dokter bagi banyak masyarakat Indonesia yang dalam usia produktif sekarang ini dalam bekerja sehingga bisa terhindar dari burnout?

Kita tidak mungkin terhindar dari stres tapi kita diberikan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasinya. Mengenali burnout merupakan langkah awal menangani kondisi burnout sehingga individu menerapkan tips bagaimana cara menghindari burnout dengan cara memanajemen stres seperti memprioritaskan selfcare(merawat diri) secara konsisten seperti makan bernutrisi, tidur yang cukup, olahraga, istirahat sejenak dari rutinitas, melakukan aktifitas yang menyenangkan, rekreasi dan liburan, memberikan batasan pekerjaan, kemudian terlibat aktifitas sosial, observasi diri(diary), restrukturisasi kognisi(self talk), manajemen waktu, problem solving, mindfulness, meditasi atau yoga, latihan relaksasi.

Pekerjaan anda seperti bola yang dilempar akan kembali kepada anda. Jadi peliharalah keseimbangan antara pekerjaan dan hidup anda dengan perjelas lagi jam kerja anda, istirahat sejenak dari rutinitas, gunakan waktu untuk liburan, lakukan hobi, tidak membawa pekerjaan ke rumah, bicarakan masalah dengan orang yang bisa dipercaya. [T]

  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar
Kualitas Hidup Penderita Kanker
Remaja dan Resiliensi Mengatasi Masalah di Lingkungan Sosial
Deteksi Dini Adanya Kecanduan Internet pada Anak-Remaja
Tags: kesehatankesehatan mentalPerhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kualitas Hidup Penderita Kanker

Next Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Desak Nyoman Puriani

Desak Nyoman Puriani

dr. Desak Nyoman Puriani, Sp.KJ., Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, RSKI Tabanan

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co