2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Desak Nyoman Puriani by Desak Nyoman Puriani
November 22, 2023
in Esai
Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Ilustrasi tatkala.co

BURNOUT banyak dialami oleh tenaga kesehatan, pendidik, pekerja kantoran maupun mahasiswa. Hal ini diakibatkan oleh beban berat dan banyaknya aktifitas pekerjaan yang berlangsung terus menerus dan lama yang tidak ditangani sehingga berdampak kelelahan fisik, mental, emosional yang menurunkan performa kerja dan tanggapan yang negatif terhadap diri dan orang lain yang tentunya berpengaruh pada kondisi individu, institusi/organisasi tempat kita bekerja.

Banyak hal yang menjadi pemicu burnout ini selain faktor dari diri sendiri juga dari lingkungan individu tersebut. Gejala burnout meliputi 3 hal kunci yaitu kelelahan, sinisme dan inefisiensi. Mengenali burnout itu sendiri merupakan langkah pertama yang dilakukan selain tips lainnya untuk menghindari burnout berlanjut pada kondisi yang lebih berat atau gangguan jiwa yang lebih berat lainnya.

Definisi Burnout :

Menurut APA (American Psychologist Asociation)  burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental disertai dengan penurunan kinerja dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab burnout pada seseorang?

Faktor -faktor yang menjadi penyebab burnout yaitu :

  1. Mengabiskan banyak waktu untuk belajar dan bekerja sehingga tidak punya istirahat dan bersosialisasi.
  2. Merasa tidak memiliki kontrol akan pekerjaan.
  3. Kurangnya penghargaan atas hasil yang dikerjakan.
  4. Melakukan aktifitas yang monoton secara terus menerus.
  5. Kurangnya hubungan yang suportif dan personal.
  6. Kurang tidur
  7. Kecenderungan bersikap perfeksionis
  8. Bekerja dan belajar dalam kondisi tekanan secara terus menerus.
  9. Ketidakadilan dalam lingkungan pekerjaan(unfairness)
  10. Lingkungan kerja yang buruk(polusi udara, suara)

Apakah burnout bisa terjadi pada semua usia(anak, remaja, dewasa, lansia)

Burn out bisa terjadi pada anak, remaja, dewasa dan lansia. Situasi kehidupan sosial kita saat ini menimbulkan kecenderungan ini. Perubahan pola hidup dengan tehnologi, sistem pendidikan dengan beban pelajaran yang banyak, tuntutan orangtua terhadap anak untuk mengikuti kursus tambahan untuk meningkatkan hasil akademik tentunya membuat anak-anakpun bisa dalam kondisi burnout, remaja dan orang dewasa selain karena beban akademik juga pekerjaan yang sangat stres menjadi pemicu terjadinya burn out. Lansia yang ikut dalam sirkumtansi keluarga anak-anaknya yang menjadi pengasuh cucunya tentu mempunyai bentuk beban yang berbeda yang menimbulkan stres, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan jatuh ke kondisi burnout.

Apa yang harus dilakukan seseorang jika terjadi burnout ?

  1. Mencari dukungan
  2. Kontak sosial dan mencari pendengar yang baik
  3. Melakukan reframing yaitu cara berfikir fokus pada ke hal yang menyenangkan dari pekerjaan tersebut.
  4. Saatnya  healing, rencanakan rekreasi, healing bukan selalu traveling, hal yang sederhana misalnya melakukan hobi yang diminati, tetap bergerak(aktifitas fisik) seperti olahraga atau workout beberapa menit sudah cukup membuat lebih rileks dan otak lebih fresh untuk memulai aktifitas kembali.
  5. Tidur yang berkualitas sehingga otak dan tubuh dapat istirahat sehingga keesokan hari badan lebih segar untuk memulai aktifitas.
  6. banyak hal dilakukan namun waktu terbatas, ingat istirahat(break) dan bersenang-senang untuk dapat segar kembali menjalani aktifitas. Hal-hal kecil seperti keluar dari ruang kerja setelah penat melakukan aktifitas, bertemu teman, ngobrol sejenak, berbagi makanan dengan teman, work out, berpelukan dengan anjing kesayangan akan menstimulus keluarnya hormone oxytocin.

Apakah burnout juga merupakan salah satu gangguan mental?

Dalam pengelompokan diagnosis gangguan mental, masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, Pendidikan masuk dalam DSM-5 yaitu pada group other condition that maybe a focus of clinical attention(code V or Z) : Educational dan Occupational Problem.

Apakah perbedaan burnout dengan depresi ?

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional akibat stres berkepanjangan yang berdampak pada performa kerja dan pandangan negatif terhadap diri dan orang lain. Sedangkan dikatakan gangguan depresi apabila mengalami 5 atau lebih dari 9 gejala menurut kriteria diagnosis DSM-5 yaitu perasaan sedih, kosong dan putus asa hampir sepanjang hari lebih dari 2 minggu disertai kehilangan minat atau kegembiraan dalam semua hal, penurunan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan tanpa diet atau peningkatan atau penurunan nafsu makan sepanjang hari, sulit tidur atau kelebihan tidur, merasa lelah atau kehingan energi sepanjang hari, peningkatan atau penurunan psikomotor, merasa tidak berhargaperasaan bersalah berlebihan, penurunan konsentrasi, pikiran berulang tentang kematian, ide bunuh diri sering tanpa rencana spesifik, atau percobaan bunuh diri atau rencana spesifik melakukan bunuh diri.

Semua gejala tersebut menyebabkan penderitaan dan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi penting lainnya. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional berkaitan stres pekerjaan yang intens yang berlangsung lama dan stres berat, namun depresi tidak selalu ada pencetusnya. Depresi akan membaik bila stressor menghilang. Depresi berlangsung lebih dari 2 minggu sedangkan burnout terdiri dari beberapa fase yaitu fase honeymoon, fase onset stres, fase stres kronis, fase burnout dan fase habitualis burn out. kondisi self esteem pada burnout masih baik dibandingkan dengan gangguan depresi.

Apakah stres bagian dari burnout?

Stres merupakan bagian dari burnout itu sendiri, sebelumnya kita akan bahas dulu apa itu stres. Stres adalah setiap situasi dan kondisi yang menekan. Stres berasal dari lingkungan rumah, tempat kerja dan sekolah. Reaksi seseorang terhadap stres tidak selalu negatif tergantung dari bagaimana kita mengelola stres tersebut. Reaksi positif dari stres misalnya akan memotivasi orang untuk berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. Reaksi negatif dari stres misalnya dapat menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Eustress  adalah kondisi tubuh atau mental yang dapat menyesuaikan diri dan memberikan respons terhadap stressor sesuai yang diperlukan, dimana adanya peristiwa positif dan jumlah stres optimal. Stres merupakan motivator untuk mencapai performa optimal.

Distress adalah kondisi tertekan karena adanya tekanan(stress/pressure) yang lebih besar daripada daya adaptasi terhadap stressor yang menimbulkan reaksi stres.

Burn out memiliki 5 fase yaitu fase honeymoon, onset stres, stres kronis, burnout, habitualis burnout. Fase honeymoon adalah fase dimana perasaan kepuasan yang tinggi dengan melakukan tantangan dan pekerjaan yang baru, onset stres dimana seseorang mengalami perasaan cemas, merasa lebih mudah sensitif, stres kronis dimana keluhan meningkat seperti kehilangan kesabaran, mudah marah, agresif bahkan peningkatan konsumsi kafein, Burnout dimana merupakan fase kritis dimana seseorang mulai mengeluhkan nyeri fisik kronis, sakit kepala, merasa kosong, sinis pada diri dan orang lain. Habitualis burnout dimana disini mulai tertanam dalam hidup anda, anda mulai merasakan kesehatan mental kronis, kelelahan kronis, dan bahkan mulai mengalami depresi.

Apakah ciri-ciri burnout ?

  1. Merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setiap saat.
  2. Sakit kepala dan pegal
  3. Perubahan pola makan dan tidur
  4. Kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk melakukan apapun.
  5. Lebih sensitif, kehilangan kesabaran, sinis, mudah marah.
  6. Menghindari tanggung jawab dan terus menunda pekerjaan
  7. Produktifitas kerja menurun.

Apakah burnout hanya terjadi pada dunia kerja?

Burn out tidak hanya terjadi di tempat kerja tapi juga di dunia pendidikan.

Apakah pesan dokter bagi banyak masyarakat Indonesia yang dalam usia produktif sekarang ini dalam bekerja sehingga bisa terhindar dari burnout?

Kita tidak mungkin terhindar dari stres tapi kita diberikan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasinya. Mengenali burnout merupakan langkah awal menangani kondisi burnout sehingga individu menerapkan tips bagaimana cara menghindari burnout dengan cara memanajemen stres seperti memprioritaskan selfcare(merawat diri) secara konsisten seperti makan bernutrisi, tidur yang cukup, olahraga, istirahat sejenak dari rutinitas, melakukan aktifitas yang menyenangkan, rekreasi dan liburan, memberikan batasan pekerjaan, kemudian terlibat aktifitas sosial, observasi diri(diary), restrukturisasi kognisi(self talk), manajemen waktu, problem solving, mindfulness, meditasi atau yoga, latihan relaksasi.

Pekerjaan anda seperti bola yang dilempar akan kembali kepada anda. Jadi peliharalah keseimbangan antara pekerjaan dan hidup anda dengan perjelas lagi jam kerja anda, istirahat sejenak dari rutinitas, gunakan waktu untuk liburan, lakukan hobi, tidak membawa pekerjaan ke rumah, bicarakan masalah dengan orang yang bisa dipercaya. [T]

  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar
Kualitas Hidup Penderita Kanker
Remaja dan Resiliensi Mengatasi Masalah di Lingkungan Sosial
Deteksi Dini Adanya Kecanduan Internet pada Anak-Remaja
Tags: kesehatankesehatan mentalPerhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kualitas Hidup Penderita Kanker

Next Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Desak Nyoman Puriani

Desak Nyoman Puriani

dr. Desak Nyoman Puriani, Sp.KJ., Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, RSKI Tabanan

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co