24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Desak Nyoman Puriani by Desak Nyoman Puriani
November 22, 2023
in Esai
Mengenal Burnout di Dunia Kerja

Ilustrasi tatkala.co

BURNOUT banyak dialami oleh tenaga kesehatan, pendidik, pekerja kantoran maupun mahasiswa. Hal ini diakibatkan oleh beban berat dan banyaknya aktifitas pekerjaan yang berlangsung terus menerus dan lama yang tidak ditangani sehingga berdampak kelelahan fisik, mental, emosional yang menurunkan performa kerja dan tanggapan yang negatif terhadap diri dan orang lain yang tentunya berpengaruh pada kondisi individu, institusi/organisasi tempat kita bekerja.

Banyak hal yang menjadi pemicu burnout ini selain faktor dari diri sendiri juga dari lingkungan individu tersebut. Gejala burnout meliputi 3 hal kunci yaitu kelelahan, sinisme dan inefisiensi. Mengenali burnout itu sendiri merupakan langkah pertama yang dilakukan selain tips lainnya untuk menghindari burnout berlanjut pada kondisi yang lebih berat atau gangguan jiwa yang lebih berat lainnya.

Definisi Burnout :

Menurut APA (American Psychologist Asociation)  burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental disertai dengan penurunan kinerja dan sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab burnout pada seseorang?

Faktor -faktor yang menjadi penyebab burnout yaitu :

  1. Mengabiskan banyak waktu untuk belajar dan bekerja sehingga tidak punya istirahat dan bersosialisasi.
  2. Merasa tidak memiliki kontrol akan pekerjaan.
  3. Kurangnya penghargaan atas hasil yang dikerjakan.
  4. Melakukan aktifitas yang monoton secara terus menerus.
  5. Kurangnya hubungan yang suportif dan personal.
  6. Kurang tidur
  7. Kecenderungan bersikap perfeksionis
  8. Bekerja dan belajar dalam kondisi tekanan secara terus menerus.
  9. Ketidakadilan dalam lingkungan pekerjaan(unfairness)
  10. Lingkungan kerja yang buruk(polusi udara, suara)

Apakah burnout bisa terjadi pada semua usia(anak, remaja, dewasa, lansia)

Burn out bisa terjadi pada anak, remaja, dewasa dan lansia. Situasi kehidupan sosial kita saat ini menimbulkan kecenderungan ini. Perubahan pola hidup dengan tehnologi, sistem pendidikan dengan beban pelajaran yang banyak, tuntutan orangtua terhadap anak untuk mengikuti kursus tambahan untuk meningkatkan hasil akademik tentunya membuat anak-anakpun bisa dalam kondisi burnout, remaja dan orang dewasa selain karena beban akademik juga pekerjaan yang sangat stres menjadi pemicu terjadinya burn out. Lansia yang ikut dalam sirkumtansi keluarga anak-anaknya yang menjadi pengasuh cucunya tentu mempunyai bentuk beban yang berbeda yang menimbulkan stres, yang apabila tidak ditangani dengan baik akan jatuh ke kondisi burnout.

Apa yang harus dilakukan seseorang jika terjadi burnout ?

  1. Mencari dukungan
  2. Kontak sosial dan mencari pendengar yang baik
  3. Melakukan reframing yaitu cara berfikir fokus pada ke hal yang menyenangkan dari pekerjaan tersebut.
  4. Saatnya  healing, rencanakan rekreasi, healing bukan selalu traveling, hal yang sederhana misalnya melakukan hobi yang diminati, tetap bergerak(aktifitas fisik) seperti olahraga atau workout beberapa menit sudah cukup membuat lebih rileks dan otak lebih fresh untuk memulai aktifitas kembali.
  5. Tidur yang berkualitas sehingga otak dan tubuh dapat istirahat sehingga keesokan hari badan lebih segar untuk memulai aktifitas.
  6. banyak hal dilakukan namun waktu terbatas, ingat istirahat(break) dan bersenang-senang untuk dapat segar kembali menjalani aktifitas. Hal-hal kecil seperti keluar dari ruang kerja setelah penat melakukan aktifitas, bertemu teman, ngobrol sejenak, berbagi makanan dengan teman, work out, berpelukan dengan anjing kesayangan akan menstimulus keluarnya hormone oxytocin.

Apakah burnout juga merupakan salah satu gangguan mental?

Dalam pengelompokan diagnosis gangguan mental, masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, Pendidikan masuk dalam DSM-5 yaitu pada group other condition that maybe a focus of clinical attention(code V or Z) : Educational dan Occupational Problem.

Apakah perbedaan burnout dengan depresi ?

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional akibat stres berkepanjangan yang berdampak pada performa kerja dan pandangan negatif terhadap diri dan orang lain. Sedangkan dikatakan gangguan depresi apabila mengalami 5 atau lebih dari 9 gejala menurut kriteria diagnosis DSM-5 yaitu perasaan sedih, kosong dan putus asa hampir sepanjang hari lebih dari 2 minggu disertai kehilangan minat atau kegembiraan dalam semua hal, penurunan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan tanpa diet atau peningkatan atau penurunan nafsu makan sepanjang hari, sulit tidur atau kelebihan tidur, merasa lelah atau kehingan energi sepanjang hari, peningkatan atau penurunan psikomotor, merasa tidak berhargaperasaan bersalah berlebihan, penurunan konsentrasi, pikiran berulang tentang kematian, ide bunuh diri sering tanpa rencana spesifik, atau percobaan bunuh diri atau rencana spesifik melakukan bunuh diri.

Semua gejala tersebut menyebabkan penderitaan dan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi penting lainnya. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental atau emosional berkaitan stres pekerjaan yang intens yang berlangsung lama dan stres berat, namun depresi tidak selalu ada pencetusnya. Depresi akan membaik bila stressor menghilang. Depresi berlangsung lebih dari 2 minggu sedangkan burnout terdiri dari beberapa fase yaitu fase honeymoon, fase onset stres, fase stres kronis, fase burnout dan fase habitualis burn out. kondisi self esteem pada burnout masih baik dibandingkan dengan gangguan depresi.

Apakah stres bagian dari burnout?

Stres merupakan bagian dari burnout itu sendiri, sebelumnya kita akan bahas dulu apa itu stres. Stres adalah setiap situasi dan kondisi yang menekan. Stres berasal dari lingkungan rumah, tempat kerja dan sekolah. Reaksi seseorang terhadap stres tidak selalu negatif tergantung dari bagaimana kita mengelola stres tersebut. Reaksi positif dari stres misalnya akan memotivasi orang untuk berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. Reaksi negatif dari stres misalnya dapat menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Eustress  adalah kondisi tubuh atau mental yang dapat menyesuaikan diri dan memberikan respons terhadap stressor sesuai yang diperlukan, dimana adanya peristiwa positif dan jumlah stres optimal. Stres merupakan motivator untuk mencapai performa optimal.

Distress adalah kondisi tertekan karena adanya tekanan(stress/pressure) yang lebih besar daripada daya adaptasi terhadap stressor yang menimbulkan reaksi stres.

Burn out memiliki 5 fase yaitu fase honeymoon, onset stres, stres kronis, burnout, habitualis burnout. Fase honeymoon adalah fase dimana perasaan kepuasan yang tinggi dengan melakukan tantangan dan pekerjaan yang baru, onset stres dimana seseorang mengalami perasaan cemas, merasa lebih mudah sensitif, stres kronis dimana keluhan meningkat seperti kehilangan kesabaran, mudah marah, agresif bahkan peningkatan konsumsi kafein, Burnout dimana merupakan fase kritis dimana seseorang mulai mengeluhkan nyeri fisik kronis, sakit kepala, merasa kosong, sinis pada diri dan orang lain. Habitualis burnout dimana disini mulai tertanam dalam hidup anda, anda mulai merasakan kesehatan mental kronis, kelelahan kronis, dan bahkan mulai mengalami depresi.

Apakah ciri-ciri burnout ?

  1. Merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setiap saat.
  2. Sakit kepala dan pegal
  3. Perubahan pola makan dan tidur
  4. Kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk melakukan apapun.
  5. Lebih sensitif, kehilangan kesabaran, sinis, mudah marah.
  6. Menghindari tanggung jawab dan terus menunda pekerjaan
  7. Produktifitas kerja menurun.

Apakah burnout hanya terjadi pada dunia kerja?

Burn out tidak hanya terjadi di tempat kerja tapi juga di dunia pendidikan.

Apakah pesan dokter bagi banyak masyarakat Indonesia yang dalam usia produktif sekarang ini dalam bekerja sehingga bisa terhindar dari burnout?

Kita tidak mungkin terhindar dari stres tapi kita diberikan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasinya. Mengenali burnout merupakan langkah awal menangani kondisi burnout sehingga individu menerapkan tips bagaimana cara menghindari burnout dengan cara memanajemen stres seperti memprioritaskan selfcare(merawat diri) secara konsisten seperti makan bernutrisi, tidur yang cukup, olahraga, istirahat sejenak dari rutinitas, melakukan aktifitas yang menyenangkan, rekreasi dan liburan, memberikan batasan pekerjaan, kemudian terlibat aktifitas sosial, observasi diri(diary), restrukturisasi kognisi(self talk), manajemen waktu, problem solving, mindfulness, meditasi atau yoga, latihan relaksasi.

Pekerjaan anda seperti bola yang dilempar akan kembali kepada anda. Jadi peliharalah keseimbangan antara pekerjaan dan hidup anda dengan perjelas lagi jam kerja anda, istirahat sejenak dari rutinitas, gunakan waktu untuk liburan, lakukan hobi, tidak membawa pekerjaan ke rumah, bicarakan masalah dengan orang yang bisa dipercaya. [T]

  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar
Kualitas Hidup Penderita Kanker
Remaja dan Resiliensi Mengatasi Masalah di Lingkungan Sosial
Deteksi Dini Adanya Kecanduan Internet pada Anak-Remaja
Tags: kesehatankesehatan mentalPerhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kualitas Hidup Penderita Kanker

Next Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Desak Nyoman Puriani

Desak Nyoman Puriani

dr. Desak Nyoman Puriani, Sp.KJ., Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, RSKI Tabanan

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co