9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kata-kata Penyair Dunia dalam Lantunan Musikalisasi Puisi Komunitas Budang Bading Badung

Satria Aditya by Satria Aditya
July 19, 2023
in Panggung
Kata-kata Penyair Dunia dalam Lantunan Musikalisasi Puisi Komunitas Budang Bading Badung

Pentas msuikalisasi puisi “Oed' Un Leer Das Meer” dari Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

NAMA PENYAIR DUNIA, seperti Rabindranath Tagore, Derek Walcott, Pablo Neruda dan T.S. Eliot sepertinya cukup akrab di telinga para penyair Indonesia di Bali. Apalagi, banyak puisi-puisi mereka sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Namun, di telinga orang awam, puisi-puisi dari penyair dunia itu barangkali belum banyak dikenal. Jangankan puisi dari penyair dunia, bahkan puisi dari penyair Indonesia pun tak banyak dikenal.

Nah, dalam hal itulah musikalisasi puisi punya manfaat. Musikalisasi puisi dalam pengertian paling sederhana adalah alih wahana puisi menjadi karya musik atau lagu. Karena dengan begitu, puisi memiliki peluang lebih luas untuk menjangkau penikmatnya hingga pada penikmat yang selama ini awam terhadap puisi.

Musikalisasi puisi dari penyair-penyair Indonesia sudah biasa dilakukan selama ini, baik dalam lomba maupun dalam festival-festival sastra. Namun alihwahana puisi-puisi dari penyair dunia barangkali tidak begitu banyak terdengar.

Adalah Komunitas Budang Bading Badung menyuguhkan garapan musikalisasi, di mana puisi-puisinya diambil dari karya-karya penyair dunia yang meraih penghargaan Nobel Sastra, seperti Rabindranath Tagore, Derek Walcott, Pablo Neruda dan T.S. Eliot.

Karya musikalisasi puisi dengan tajuk “Oed’ Un Leer Das Meer” itu dipentaskan di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali di Denpasar, Selasa malam, 18 Juli 2023, serangkaian Festival Seni Bali Jani V tahun 2023.

Puisi-puisi yang dijadikan garapan musikalisasi puisi itu antara lain puisi “Dengan Satu Salam” karya Rabindranath Tagore terjemahan Anna Karina, “Peta Dunia Baru” karya Derek Walcott terjemahan Sapardi Djoko Damono, “Menjaga Hening” karya Pablo Neruda terjemahan Alit S. Rini dan “Tanah Pembuangan” karya T.S Eliot terjemahan Ahmad Yulden Erwin.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kata-kata yang begitu puitis dan penuh renungan dari Rabindranath Tagore, atau kata-kata romatis yang begitu menyentuh hati dari Pablo Neruda, diolah dengan proses kreatif yang cukup panjang oleh anak-anak Komunitas Budang bading itu.

Yoga Anugraha sebagai music director dari Komunitas Budang Bading Badung menyebutkan proses alihwahana puisi-puisi itu memang penuh tantangan.

“Tantangan awal yang saya temui adalah proses dalam pembacaan puisi. Ada beberapa idiom menurut saya kurang tepat dalam penerjemahan yang mengakibatkan makna yang saya tangkap menjadi rancu,” kata Yoga.

Untuk menutupi kerancuan itu, Yoga merasa harus mencari puisi-puisi itu dalam bahasa sumber yang belum diterjemahkan. I abaca puisi itu, lalu mencoba membandingkan bahasa asli dengan bahasa yang telah diterjemahkan. Setelah dirasa cukup dalam pemaknaan terhadap puisi-puisi itu, kemudian dilanjutkan dengan proses aransemen.

Puisi  “Peta Dunia Baru” secara garis besar ia tangkap punya kandungan  emosi sedih, depresi, pasrah karena “si aku” melihat kampung halamannya tidak seperti dulu yang diakibatkan oleh penjajahan.

Puisi itu kemudian digarap dengan chord progression yang kadang tidak sesuai dengan family chord dan nada yang disharmoni. Ketidaksesuaian hubungan nada-nada yang membuat tidak nyaman di telinga bisa sebagai simbol atau semacam cerminan dari perasaan dan emosi yang bergejolak di dalam diri “si aku”.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Puisi berjudul “Menjaga Hening” juga secara garis besar mengandung emosi sedih. Namun, dalam puisi ini Yoga menciptakan aransemen pada puisi ini dengan pendekatan yang unik, yakni pendekatan pada sifat kanak-kanak.

Dengan begitu, musikalisasi puisi dari puisi “Menjaga Hening” ini terasa menghanyutkan perasaan. Walau dipersepsikan puisi ini sebagai puisi sedih yang memprihatinkan, namun puisi itu digarap dengan sentuhan suasana “riang” dan “manis” sebagaimana karakter kanak-kanak yang polos dan jujur saat mengeluarkan isi hati.

Puisi “Dengan Satu Salam” dan “Tanah Pembuangan” dalam pementasan Komunitas Budang bading Badung itu diaransemen oleh Heri Windi Anggara.

Puisi “Dengan Satu Salam” digubah dengan sentuhan sepi dan khusyuk karena dialog yang dalam terhadap Tuhan. Puisi “Tanah Pembuangan” menjadi tantangan terberat karena puisi ini sangat panjang sampai 10 halaman.

Puisi “Tanah Pembuangan”i secara garis besar membicarakan orang yang sedang di ambang antara hidup dan mati. Heri menggubah sesuai dengan suasana puisi tersebut dengan berbeda-beda genre dan pola.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Tampaknya proses yang dihadapi anak-anak Komunitas Budang Bading Badung ini, meski cukup berat, tapi memberikan pengalaman yang luar biasa. Mereka tampaknya belajar banyak dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, sehingga pada pentas di Kalangan Ayodya itu anak-anak yang sebagian besar masih SMA itu tampak tampil dengan begitu matang.

“Pantang menyerah dan terus mau belajar atas kesalahan-kesalahan membuat mudah dalam berbagi apa yang telah saya dan Heri temukan dalam aransemen terhadap kawan-kawan,” kata Yoga.

Karena bagimana pun, kata Yoga, proses aransemen juga harus memikirkan kemampuan para pemain musik dan penyanyi agar sinergi lebih mudah dicapai.

“Sering juga kawan-kawan tidak sanggup mempresentasikan garapan, yang membuat kami harus mengganti sampai kawan-kawan bisa melakukannya, entah itu permainan alat instrumen maupun vokal,” ujar Yoga.

Pementasan di Kalangan Ayodya itu menggukan konsep pendekatan laut sebagai kehidupan, baik dari segi artistik maupun pola pemanggungan. Misalnya, bulan buatan sebagai penerangan dalam malam gelap. Bulan dimaknai sebagai harapan dan malam yang gelap dimaknai sebagai hidup yang kelam.

Pementasan ini juga dilengkapi mapping yang bukan sekadar tempelan, namun bisa menjadi pendukung untuk memperkuat emosi dan perasaan dari isi puisi yang dikemas dalam musikalisasi puisi itu.

Dan tampaknya, puisi-puisi yang dipanggungkan dengan konsep seperti itu bisa lebih mudah dirasakan dan dimaknai oleh penonton. Tampaknya memang begitu. [T]

Samudera Kehidupan dalam Fragmen Musikalisasi Puisi dari Yayasan Kertas Budaya Indonesia
“Rahim Bahari” Komunitas Aghumi, Pertunjukan Spesial dari Orang-orang Spesial
“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa
Tags: Festival Seni Bali JaniKomunitas Budang Bading Badungmusikalisasi puisiPablo NerudaPuisiRabindranath TagoreTS Eliot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Samudera Kehidupan dalam Fragmen Musikalisasi Puisi dari Yayasan Kertas Budaya Indonesia

Next Post

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co