5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kata-kata Penyair Dunia dalam Lantunan Musikalisasi Puisi Komunitas Budang Bading Badung

Satria Aditya by Satria Aditya
July 19, 2023
in Panggung
Kata-kata Penyair Dunia dalam Lantunan Musikalisasi Puisi Komunitas Budang Bading Badung

Pentas msuikalisasi puisi “Oed' Un Leer Das Meer” dari Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

NAMA PENYAIR DUNIA, seperti Rabindranath Tagore, Derek Walcott, Pablo Neruda dan T.S. Eliot sepertinya cukup akrab di telinga para penyair Indonesia di Bali. Apalagi, banyak puisi-puisi mereka sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Namun, di telinga orang awam, puisi-puisi dari penyair dunia itu barangkali belum banyak dikenal. Jangankan puisi dari penyair dunia, bahkan puisi dari penyair Indonesia pun tak banyak dikenal.

Nah, dalam hal itulah musikalisasi puisi punya manfaat. Musikalisasi puisi dalam pengertian paling sederhana adalah alih wahana puisi menjadi karya musik atau lagu. Karena dengan begitu, puisi memiliki peluang lebih luas untuk menjangkau penikmatnya hingga pada penikmat yang selama ini awam terhadap puisi.

Musikalisasi puisi dari penyair-penyair Indonesia sudah biasa dilakukan selama ini, baik dalam lomba maupun dalam festival-festival sastra. Namun alihwahana puisi-puisi dari penyair dunia barangkali tidak begitu banyak terdengar.

Adalah Komunitas Budang Bading Badung menyuguhkan garapan musikalisasi, di mana puisi-puisinya diambil dari karya-karya penyair dunia yang meraih penghargaan Nobel Sastra, seperti Rabindranath Tagore, Derek Walcott, Pablo Neruda dan T.S. Eliot.

Karya musikalisasi puisi dengan tajuk “Oed’ Un Leer Das Meer” itu dipentaskan di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali di Denpasar, Selasa malam, 18 Juli 2023, serangkaian Festival Seni Bali Jani V tahun 2023.

Puisi-puisi yang dijadikan garapan musikalisasi puisi itu antara lain puisi “Dengan Satu Salam” karya Rabindranath Tagore terjemahan Anna Karina, “Peta Dunia Baru” karya Derek Walcott terjemahan Sapardi Djoko Damono, “Menjaga Hening” karya Pablo Neruda terjemahan Alit S. Rini dan “Tanah Pembuangan” karya T.S Eliot terjemahan Ahmad Yulden Erwin.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Kata-kata yang begitu puitis dan penuh renungan dari Rabindranath Tagore, atau kata-kata romatis yang begitu menyentuh hati dari Pablo Neruda, diolah dengan proses kreatif yang cukup panjang oleh anak-anak Komunitas Budang bading itu.

Yoga Anugraha sebagai music director dari Komunitas Budang Bading Badung menyebutkan proses alihwahana puisi-puisi itu memang penuh tantangan.

“Tantangan awal yang saya temui adalah proses dalam pembacaan puisi. Ada beberapa idiom menurut saya kurang tepat dalam penerjemahan yang mengakibatkan makna yang saya tangkap menjadi rancu,” kata Yoga.

Untuk menutupi kerancuan itu, Yoga merasa harus mencari puisi-puisi itu dalam bahasa sumber yang belum diterjemahkan. I abaca puisi itu, lalu mencoba membandingkan bahasa asli dengan bahasa yang telah diterjemahkan. Setelah dirasa cukup dalam pemaknaan terhadap puisi-puisi itu, kemudian dilanjutkan dengan proses aransemen.

Puisi  “Peta Dunia Baru” secara garis besar ia tangkap punya kandungan  emosi sedih, depresi, pasrah karena “si aku” melihat kampung halamannya tidak seperti dulu yang diakibatkan oleh penjajahan.

Puisi itu kemudian digarap dengan chord progression yang kadang tidak sesuai dengan family chord dan nada yang disharmoni. Ketidaksesuaian hubungan nada-nada yang membuat tidak nyaman di telinga bisa sebagai simbol atau semacam cerminan dari perasaan dan emosi yang bergejolak di dalam diri “si aku”.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Puisi berjudul “Menjaga Hening” juga secara garis besar mengandung emosi sedih. Namun, dalam puisi ini Yoga menciptakan aransemen pada puisi ini dengan pendekatan yang unik, yakni pendekatan pada sifat kanak-kanak.

Dengan begitu, musikalisasi puisi dari puisi “Menjaga Hening” ini terasa menghanyutkan perasaan. Walau dipersepsikan puisi ini sebagai puisi sedih yang memprihatinkan, namun puisi itu digarap dengan sentuhan suasana “riang” dan “manis” sebagaimana karakter kanak-kanak yang polos dan jujur saat mengeluarkan isi hati.

Puisi “Dengan Satu Salam” dan “Tanah Pembuangan” dalam pementasan Komunitas Budang bading Badung itu diaransemen oleh Heri Windi Anggara.

Puisi “Dengan Satu Salam” digubah dengan sentuhan sepi dan khusyuk karena dialog yang dalam terhadap Tuhan. Puisi “Tanah Pembuangan” menjadi tantangan terberat karena puisi ini sangat panjang sampai 10 halaman.

Puisi “Tanah Pembuangan”i secara garis besar membicarakan orang yang sedang di ambang antara hidup dan mati. Heri menggubah sesuai dengan suasana puisi tersebut dengan berbeda-beda genre dan pola.

Pentas Musikalisasi Puisi “Oed’ Un Leer Das Meer” Komunitas Budang Bading Badung | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Tampaknya proses yang dihadapi anak-anak Komunitas Budang Bading Badung ini, meski cukup berat, tapi memberikan pengalaman yang luar biasa. Mereka tampaknya belajar banyak dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, sehingga pada pentas di Kalangan Ayodya itu anak-anak yang sebagian besar masih SMA itu tampak tampil dengan begitu matang.

“Pantang menyerah dan terus mau belajar atas kesalahan-kesalahan membuat mudah dalam berbagi apa yang telah saya dan Heri temukan dalam aransemen terhadap kawan-kawan,” kata Yoga.

Karena bagimana pun, kata Yoga, proses aransemen juga harus memikirkan kemampuan para pemain musik dan penyanyi agar sinergi lebih mudah dicapai.

“Sering juga kawan-kawan tidak sanggup mempresentasikan garapan, yang membuat kami harus mengganti sampai kawan-kawan bisa melakukannya, entah itu permainan alat instrumen maupun vokal,” ujar Yoga.

Pementasan di Kalangan Ayodya itu menggukan konsep pendekatan laut sebagai kehidupan, baik dari segi artistik maupun pola pemanggungan. Misalnya, bulan buatan sebagai penerangan dalam malam gelap. Bulan dimaknai sebagai harapan dan malam yang gelap dimaknai sebagai hidup yang kelam.

Pementasan ini juga dilengkapi mapping yang bukan sekadar tempelan, namun bisa menjadi pendukung untuk memperkuat emosi dan perasaan dari isi puisi yang dikemas dalam musikalisasi puisi itu.

Dan tampaknya, puisi-puisi yang dipanggungkan dengan konsep seperti itu bisa lebih mudah dirasakan dan dimaknai oleh penonton. Tampaknya memang begitu. [T]

Samudera Kehidupan dalam Fragmen Musikalisasi Puisi dari Yayasan Kertas Budaya Indonesia
“Rahim Bahari” Komunitas Aghumi, Pertunjukan Spesial dari Orang-orang Spesial
“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa
Tags: Festival Seni Bali JaniKomunitas Budang Bading Badungmusikalisasi puisiPablo NerudaPuisiRabindranath TagoreTS Eliot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Samudera Kehidupan dalam Fragmen Musikalisasi Puisi dari Yayasan Kertas Budaya Indonesia

Next Post

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co