22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanti Orkestrasi Politik Partai Beringin

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 15, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

TIDAK DUA, bukan juga tiga, tapi bisa saja jadi empat. Yups, betul sekali! Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang bisa saja diramaikan oleh 4 (empat) pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Siapa saja mereka? Ada Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo—mereka adalah tiga nama teratas yang selalu muncul di setiap survei. Lalu siapa yang keempat? Dia adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Partai Golkar terlihat masih begitu setia dengan hasil Munas tahun 2019 yang menghasilkan beberapa poin penting, yakni kembali terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum periode 2019-2024, menyerahkan strategi koalisi dan pemenangan Pemilu 2024 kepada Ketua Umum, dan mengusung Ketua Umum sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang. Pasca keputusan tersebut, baliho-baliho Airlangga Hartarto dengan tagline “Kerja Untuk Indonesia” menjamur di seluruh wilayah Indonesia. Tetapi nampaknya hal tersebut belum juga berhasil mengangkat elektabilitas Airlangga sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang.

Hasil terbaru dari beberapa lembaga survei pun tidak memberi kabar baik untuk Airlangga Hartarto. Hasil surveinya bahkan tidak menyentuh angka 1 persen. Misalnya, hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Airlangga di posisi ke-9 dengan elektabilitas 0,7 persen—di lembaga survei yang sama, Airlangga bahkan hanya memperoleh 1,6 persen di posisi cawapres, kalah dengan Ridwan Kamil (19,5 persen), Sandiaga Uno (14,4 persen), dan AHY (11,6 persen).

Dalam survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia, Airlangga juga menempati posisi ke-9 dengan perolehan 0,7 persen. Survei ini juga menempatkan Airlangga di posisi 10 dari simulasi 18 nama, dan Airlangga hanya mendapatkan elektabilitas sebesar 2,2 persen untuk posisi cawapres. Kemudian di lembaga survei lainnya, seperti Charta Politica menempatkan Airlangga Hartarto di posisi ke-8 dengan angka yang sama, yakni 0,7 persen. Sedangkan dalam simulasi cawapres, Airlangga hanya mengantongi elektabilitas sebesar 2,2 persen.

Optimisme Golkar

Meski elektabilitas yang dimiliki sangat tidak menguntungkan dan menyulitkan Airlangga Hartarto untuk maju dalam kontestasi, tapi dukungan penuh tampaknya masih terus mengalir dari internal partai Golkar. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono mengatakan bahwa ia terus mendukung sang Ketua Umum untuk maju dalam kontestasi di Pilpres 2024 mendatang. Ia pun kemudian mengambil contoh Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI ke-6) yang keluar sebagai pemenang meskipun tidak didukung dengan angka elektabilitas yang baik.

Agung Laksono selaku Ketua Dewan Pakar Partai Golkar mengakui bahwa hasil survei terhadap elektabilitas adalah hal yang penting untuk membantu mengukur elektabilitas seorang bakal capres. Namun hal yang lebih penting menurutnya adalah menjaga soliditas dan kekompakan di dalam partai. Baru-baru ini, Dewan Pakar Partai Golkar mengeluarkan tiga poin rekomendasi yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar. Kira-kira apa saja ya isi dari rekomendasi tersebut?

Pertama, merekomendasikan kepada Airlangga untuk membentuk poros baru di luar koalisi Pilpres yang sudah ada sejauh memenuhi presidential threshold. Kedua, Airlangga sebagai capres yang diputuskan melalui Musyawarah Nasional (Munas) 2019, harus segera mencari pasangan cawapresnya paling lambat sebelum Agustus 2023, dan yang ketiga adalah Airlangga diperintahkan untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat dengan menjalankan program Menyapa Rakyat di seluruh Indonesia demi memenangkan Pilpres dan Pileg mendatang.

Poros Keempat Terjadi Dalam Waktu Dekat

Apabila rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dewan Pakar Partai Golkar benar-benar dilakukan oleh Airlangga, maka dapat dipastikan bahwa poros keempat akan terbentuk di bulan Juli 2023, atau paling lambat yahh awal Agustus 2023 mendatang. Tapi, apakah Partai Golkar akan dengan mudah membentuk koalisi baru, setelah gagal dengan KIB-nya? Tentu tidak dong! Hahaha.

Meski tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin kan? Optimisme itu adalah hal yang masih dijaga oleh Airlangga, dan kawan-kawan. Hm, lantas siapa yang akan dirangkul oleh Partai Golkar untuk membentuk poros baru? Kalau melihat realitas politik hari ini sih, hanya Partai Amanat Nasional (PAN) yang sepertinya bisa diajak bergabung ke poros keempat.

Meski partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan ini sudah sempat berkomunikasi dengan PDIP dan juga Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), PAN sepertinya belum mendapat kata sepakat dari dua belah pihak.

Ya, seperti yang sudah tersebar di media, selain ingin bergabung dengan koalisi, PAN juga menawarkan Erick Thohir sebagai kandidat cawapres dari pihaknya. Ya sudah pasti permintaan PAN dipertimbangkan dong, apalagi PAN masuknya belakangan, jadi wajib ambil antrian dulu. Tapi, bukan hal yang tidak mungkin juga Erick yang diusung oleh PAN berpasangan dengan Airlangga yang diusung Golkar juga. Erick yang memiliki angka elektabilitas yang selalu mentereng pasti bisa membantu Airlangga yang secara survei masih terseok-seok.

Naa, jika antara Partai Golkar dan PAN menemui kata “sepakat” terlepas dari berbagai catatanya tentu, maka dapat dipastikan bahwa akan terdapat empat koalisi yang eksis. Dan apabila PAN benar-benar serius mengusung Erick, maka dalam waktu yang sama mereka adalah satu-satunya koalisi yang sudah memiliki nama capres dan cawapres. Memang harus gitu sih, meski muncul belakangan, tapi enggak boleh nanggung untuk kasih kejutan. Hahaha! Jadi menurut kalian, apakah poros keempat benar-benar akan terjadi? [T]

  • BACA opini dan esai-esai politik lainnya dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Mencoba Belajar Jujur Dari Sosok Aldi Taher
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Pak Erick Semakin Dekat dengan Kursi Cawapres?
Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?
Modal Kaesang Menuju Kursi Satu Depok
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: Partai GolkarpemiluPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam yang Istimewa, Gubernur Koster Tutup PKB, Menkes RI Buka Festival Seni Bali Jani

Next Post

Pementasan Rahim Bahari; Samudera dari 9 Penyair Perempuan Bali

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pementasan Rahim Bahari; Samudera dari 9 Penyair Perempuan Bali

Pementasan Rahim Bahari; Samudera dari 9 Penyair Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co