12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inspirasi Kebangkitan dari Buleleng Timur: “Tour de Les” dan Rumah Belajar di Tembok

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
June 27, 2023
in Liputan Khusus
Inspirasi Kebangkitan dari Buleleng Timur: “Tour de Les” dan Rumah Belajar di Tembok

Kadek Sudantara dan Nyoman Nadiana dalam sebuah kegiatan di wilayah Buleleng bagian timur | Foto: Ist

DI BULELENG bagian timur terdapat sejumlah pemuda yang setiap hari bergeliat membangkitkan semangat generasi muda desa untuk terus belajar dan berkarya. Dua di antaranya adalah Nyoman Nadiana dari Desa Les dan Kadek Sudantara dari Desa Tembok.

Nyoman Nadiana dengan nama panggilan akrab Don Rare tak pernah lepas dari kegiatan positif untuk mengembangkan potensi lokal Desa Les. Dia membantu pengusaha-pengusaha kecil di desa itu untuk memasarkan produk-produk lokal mereka. Mulai dari garam, gula juruh, minyak kelapa, arak lokal, hingga hasi kerajinan dari Desa Les.

Ia melayani pesanan produk lokal Desa Les dari seluruh Bali, bahkan hingga Banyuwangi dan Lombok, dan ia akan bergerak sendiri membawa sepeda motor. Maka tidak heran, di laman facebook-nya ia akan tampak bergerak sangat dinamis. Pagi ia bisa memperlihatkan foto sedang jongkok di rumah warga yang sedang menyuling arak di Desa Les, lalu siang ia sudah berada di Nusa Dua untuk membawakan pesanan seseorang di daerah wisata itu.

“Jangan bicara soal cinta pada produk lokal, jika tak memesan produk dari Desa Les,” kata Don Rare pada orang yang kebetulan bicara soal kearifan lokal Bali.

.

Kunjungan wisatawan dalam paket tur ke kebun dan rumah warga di Desa Les | Foto: Ist

Menurut Don Rare, ia sesungguhnya hanya ingin membantu warga lokal di Desa Les untuk memperkenalkan produk-produk mereka ke seluruh Bali, bahkan kalau bisa ke seluruh dunia. Selain itu, ia juga punya ambisi untuk memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Les kepada orang-orang yang berkunjung ke Desa Les, atau orang-orang yang belum sempat berkunjung ke desa itu.

Untuk itulah, di Desa Les ia juga mengembangkan secara mandiri satu paket tour untuk wisatawan yang ia beri nama Tour de Les. Ia sendiri sebagai penggagas, ia sendiri sebagai pencari tamu, ia sendiri sebagai pemandu. Turis yang datang ke Desa Les akan ia ajak berjalan dari pantai ke gunung, melewati kebun-kebun warga, dan ia ajak untuk masuk ke rumah-rumah warga yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari, terutama warga yang sedang memproduksi produk lokal semacam membuat garam, memasak kue tradisional, menyuling arak, atau warga yang sedang menganyam bambu.

Nyoman Nadiana alias Don rare memandu wisatawan dalam paket tour de les di wilayah perkebunan di Desa Les | Foto: Ist

“Banyak usaha pariwisata dibuat besar dulu, tapi kemudian jadi kecil dan bangkrut. Ini saya sebaliknya, mengembangkan usaha pariwisata kecil-kecilan dulu, yang nantinya bisa saja menjadi besar,” kata Don Rare yang selalu rajin belajar ke desa-desa wisata yang ada di jawa dan Lombok. 

Lalu, di desa sebelah timur, di Desa Tembok ada seseorang bernama Kadek Sudantara, tapi akrab dipanggil Dek Doll. Ia lelaki desa, pernah bekerja di kapal pesiar, dan kini tinggal di kampung dan beraktivitas di kampung halamannya, di Banjar Ngis, Desa Tembok, Tejakula, Buleleng.

Apa aktivitasnya? “Bersih-bersih,” katanya.

Hal baik dan sangat konsisten yang dilakukan mantan pekerja kapal pesiar ini memang bersih-bersih bersama teman-temannya, warga sefrekuensi di kampung halamannya.

Semenjak tahun 2014, bapak muda ini secara mandiri dan kemauan sendiri bergerak untuk membersihkan tempat-tempat umum di wilayahnya. Sebut saja di Pura Khayangan Tiga di Desa Adat Ngis, juga pada sudut lain dan tempat umum Banjar Ngis.

Bersih-bersih terutama dilakukan saat musim piodalan atau upacara adat, musum hujan, atau pada hari-hari bisa ketika ada yang melihat sampah di selokan atau di tempat-tempat lain.

Bersih-bersih memang kegiatan sederhana, tanpa perlu prestasi, tanpa perlu administrasi. Namun Dek Dol selalu menjadikan kegiatan biasa itu menjadi terasa luar biasa.  

Semenjak tahun baru 2019, Dek Doll bersama teman-teman membuat komunitas Sebatu. Singkatan dari Semeton Bani Tuyuh. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang berani capek.

Kegiatan belajar di Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok \ Foto: Ist

Menurut Dek Doll, selaku ketua Komunitas Sebatu, semua warga yang peduli lingkungan memang harus berani capek. Jika sesuatu dikerjakan dengan benar-benar ikhlas pada tindakan maka sesuatu itu akan terwujud dengan lancar.  “Capek sudah pasti, saling menyemangati dan saling mendukung untuk hal yang kita sepakati dan lakukan, semua akan menjadi  sejiwa. Jika sudah sejiwa, maka capek tak akan terasa,” katanya.

Apa pun yang dilakukan komunitas ini, dengan siapa pun berkolaborasi, selalu menjadikan kebersihan lingkungan sebagai konsentrasi kegiatan. Sembari menikmati kopi, pegiat lingkungan ini berseloroh “Berani Capek itu Hebat”.

Selain mengembangkan komunitas bersih-bersih, Dek Doll belakangan juga mengembangkan rumah belajar bagi anak-anak desa. Rumahnya sendiri disulap menjadi tempat belajar, diisi buku-buku, meja-meja kecil, dan alat-alat tulis. Namanya Rumah Belajar Gebang.

“Rumah Belajar Gebang merupakan perwujudan dari satu mimpi saya sejak lama. Saya ingin membangun sebuah rumah belajar untuk anak-anak desa agar mereka bisa mendapatkan pendidikan non formal, setidaknya sama dengan anak-anak yang berada di wilayah perkotaan,” kata Dek Doll yang membangun rumah belajar itu sejak tahun 2019.

Latar belakang dimulainya rumah belajar ini adalah keprihatinan yang melihat anak-anak Sekolah Dasar di desanya  yang pada kelas atas yaitu kelas 4,5, dan 6 seharusnya sudah mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris, namun saat itu belum ada guru bahasa Inggris. “Mulai dari sanalah saya berinisiatif untuk membagi sedikit ilmu yang saya miliki, yang meskipun itu jauh dari kata sempurna. Saya mengumpulkan anak-anak untuk diajari Bahasa Inggris,” katanya.

Kegiatan belajar itu sempat tertunda, selain karena pandemi, juga karena tempat belajar sering bocor saat hujan. Dan setelah melewati masa pandemi 2019-2021, mimpi yang sempat tertunda itu ia wujudkan kembali . “Ini karena saya sudah memiliki tempat berteduh yang lumayan nyaman sebagai tempat untuk belajar.  Dengan dorongan dari teman- teman, saya memulai lagi kelas belajar itu. Apalagi rumah belajar ini kemudian mendapatkan bantuan buku-buku bacaan dari Komunitas Mahima di Singaraja,” katanya.

Komunitas Bani Tuyuh di Desa Tembok | Foto: Ist

Tepat hari Minggu tanggal 10 April 2022 teman- teman dari Komunitas Mahima  bertandang ke rumah dan membawakan beberapa buku bacaan sambil ngobrol sembari mengajak anak- anak belajar bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Dengan begitu semangat untuk melanjutkan kembali rumah belajar itu sangat besar. Dan setelah itu, kegiatan belajar non formal di rumah belajar itu pun terus berjalan.

Anak- anak Sekolah Dasar kurang mampu ini tidak harus mengeluarkan uang saku mereka agar bisa ikut belajar di Rumah Belajar Gebang, mereka cukup mengumpulkan sampah plastik yang ada di lingkungan rumahnya dan membawanya seminggu sekali ke Rumah Belajar Gebang.

Anak-anak dari Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok belajar teater | Foto: Ist

Adapun tujuan terpenting dari pengumpulan sampah plastik ini adalah salah satu upaya agar mereka sadar dan peduli dengan lingkungan yang dimulai dari lingkungan rumahnya sendiri bahwa sampah plastik tidak akan bisa hancur hingga ratusan tahun lamanya dan akan bermanfaat jika diolah dan bisa digunakan kembali.

Harapan terus menerus dipertebal. “Rumah belajar ini bukan hanya tempat untuk belajar atau berbagi pengetahuan tentang Bahasa Inggris saja. tapi juga semua hal yang bisa bermanfaat baik kreatifitas, ekonomi, sosial dan budaya.  Misal seperti yang sudah yaitu belajar drama teater,” ujar Dek Doll. [T]

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
  • BACA artikel lain tentang DESA LES dan DESA TEMBOK
Tags: bulelengDesa LesDesa TembokDinas Kominfosanti BulelenglingkunganPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Tari Nelayan Bersama Maestro Ni Ketut Arini

Next Post

Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co