2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah: Mulai Dari Diri Agar Tidak “Sebates Munyi”

Komang Sujana by Komang Sujana
June 27, 2023
in Bahasa
Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah: Mulai Dari Diri Agar Tidak “Sebates Munyi”

Guru Bahasa Bali Berpose Salam Nanjak sebagai Komitmen untuk Terus Meningkatkan Kompetensi. | Foto: Komang Sujana

“Pelestarian Bahasa Bali Hanya “Sebates Munyi” (Putu Supartika)

SAYA MULAI TULISAN ini dengan judul opini Putu Supartika yang dimuat di tatkala.co tanggal 2 Februari 2018 dan sudah dibagikan sebanyak 385 kali. Supartika dengan bahasa beblakasan, tidak makulit-makulitan, alias secara berani dan eksplisit mengkritik guru bahasa Bali yang saat itu demo besar-besaran karena isu bahasa Bali akan dihapuskan dari kurikulum nasional.

Menurutnya guru demo karena takut kehilangan pekerjaan. Setelah bahasa Bali tetap masuk kurikulum, semangat guru bahasa Bali dikatakan kembali melempem. Guru-guru tidak lagi semangat memperjuangkan pengadaan buku berbahasa Bali di perpustakaan sekolah, tidak semangat melakukan pengembangan diri, seperti menulis atau membaca sastra Bali, atau malas melakukan inovasi sehingga pembelajaran bahasa Bali jadi membosankan.

Setelah lima tahun tulisan Supartika itu bagaimana kondisinya sekarang? Apakah guru bahasa Bali masih “sebatas munyi“? Saya tidak mengatakan bahwa opini Supartika sepenuhnya benar tetapi memang ada benarnya.

Tidak sedikit guru bahasa Bali yang totalitas menjadi pendidik, juga produktif menghasilkan karya. Seperti IGB Weda Sanjaya guru SMAN Bali Mandara peraih Rancage tahun 2022, I Wayan Sudiana uru SDN 1 Padangsambian peraih penghargaan guru inspiratif pembelajaran bahasa daerah dari Kemdikbudristek tahun 2023. Masih banyak lagi yang berprestasi, tetapi masih banyak juga guru yang terus bergerak mengembangkan diri seperti yang dikatakan oleh Supartika.

Kebijakan revitalisasi bahasa daerah yang salah satu rangkaian kegiatannya adalah melatih guru bahasa daerah SD dan SMP menjadi guru master menjadi bukti bahwa pemerintah serius meningkatkan kompetensi guru. Mungkinkah karena opini Putu Supartika? Mungkin saja ia. Di era digitalisasi sekarang informasi bisa menyebar dalam hitungan detik.

Dari kiri ke kanan: Nyoman Armaja (Ketua MKKS SMP Kabupaten Buleleng), Putu Primasuta (Kabid PSMP Disdikpora Kabupaten Buleleng), Ketut Wariana (Ketua MGMP Bahasa Bali SMP Kabupaten Buleleng) | Foto: Komang Sujana

Pemerintah sepertinya tidak mau ceroboh. Data Kemdikbudristek (2022) menunjukkan bahwa bahasa Bali dikategorikan aman karena masih digunakan sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan sehari-hari orang Bali. Akan tetapi ancaman kepunahan bahasa datang silih berganti. Peran pendidikan sebagai alat pemertahanan bahasa diharapkan tetap terjaga. Komitmen guru sebagai salah satu unsur penting dalam pendidikan juga harus dijaga.

Saya sendiri sebagai guru bahasa Bali secara sadar mengakui bahwa celoteh Supartika masih relevan sampai saat ini. Saya adalah salah satu guru yang Supartika maksud.  Peran saya sebagai pelestari bahasa Bali melalui pendidikan harus divitalkan-dihidupkan dan digiatkan-kembali. Rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada pemerintah karena telah mengangkat saya sebagai ASN. Namun, saya menyadari belum sepenuhnya melaksanakan amanah sesuai tuntutan undang-undang.

Di sela-sela tugas mengajar di sekolah, saya memang menyempatkan diri untuk melakukan pengembangan diri, seperti menulis puisi Bali, menulis artikel. Namun, Saya mengakui belum konsisten menjadi guru yang haus inovasi. Pada beberapa kesempatan mengajar saya belum memaksimalkan penggunaan model pembelajaran yang inovatif, belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital, belum memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar. Padahal menurut I Wayan Artika dalam sebuah esainya mengatakan merdeka belajar memberikan kesempatan kepada guru untuk keluar dari belenggu tembok ruang kelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Sebagai guru bahasa Bali saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan Workshop Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru-guru Bahasa Bali se-Kabupaten Buleleng, Jumat–Senin, 23–26 Juni 2023 di SMP Negeri 1 Seririt. Kegiatan ini diikuti oleh 54 guru. Narasumbernya adalah para guru master yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Master Dalam Rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Di Provinsi Bali tanggal 10-13 Mei 2023 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali.

Materi yang disampaikan adalah kebijakan Disdikpora Kabupaten Buleleng, kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah, teknik membaca dan menulis aksara Bali, teknik masatua, teknik membaca dan menulis puisi Bali modern, teknik matembang sekar alit, teknik membaca dan menulis cerpen, teknik mapidarta, dan teknik bebanyolan tunggal. Materi ini sangat menambah wawasan saya juga rekan guru yang lain sebagai bekal untuk pengimbasan di sekolah.

I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Busungbiu, selaku salah satu narasumber mengatakan bahwa menjadi guru jangan ngekoh ati, tetapi benar-benar panggilan hati. Dalam konteks revitalisasi bahasa daerah, untuk menjadikan siswa senang dan terampil berbahasa, membaca, dan menulis aksara Bali maka gurunya senang berbahasa Bali, senang membaca, menulis, dan melakukan pengembangan diri untuk mendukung kompetensi profesional dan pedagogi.  

Saya sangat terpantik dari pesan yang disampaikan oleh Pak Jimat. Saya senang membaca sastra Bali khususnya puisi Bali baik di media digital atau di media cetak, seperti buku atau koran. Tetapi saya masih belum menjadi pembaca cerita berbahasa Bali yang baik, seperti satua bawak (cerpen) apalagi novel.

Sapardi Djoko Damono dalam bukunya Sastra dan Pendidikan mengatakan bahwa dalam pembelajaran apresiasi sastra guru harus berperan sebagai fasilitator untuk menjembatani siswa dan karya sastra. Guru tidak boleh menjadi pemutus pendapat siswa hasil dari penafsiran mereka terhadap karya sastra yang dibaca. Hal ini mengharuskan guru memiliki wawasan lebih sehingga mampu memberikan umpan balik atau penguatan yang membangun. Membaca, menulis, mengikuti pelatihan, atau bergaul dengan komunitas literasi adalah salah satu cara untuk menjadi guru yang dimaksudkan oleh Sapardi.

Banyaknya tugas tambahan di sekolah selain mengajar sering sekali menjadi salah satu kambing hitam terhambatnya pengembangan diri.  Padahal guru pasti memiliki waktu luang setelah mengajar atau mengerjakan tugas sekolah. Sering kita tidak menyadari bahwa waktu luang di sekolah justru kita manfaatkan untuk membuka media sosial yang tidak begitu berkaitan dengan tupoksi sebagai guru. Apakah facebook-an, tiktok-an, dan sejenisnya salah bagi guru? Tentu tidak.

Hanya saja saya sekarang menjadi lebih sadar bahwa saya harus memaksimalkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogi melalui membaca karya sastra puisi, cerpen di media laman digital, seperti suarasakingbali.com atau di https://ban.wikipedia.org/, tatkala.co, dan laman web lainnya.

Peserta Diseminasi RBD Berlatih Menggunakan Aplikasi Bali Simbar Dwijendra 2021+ | Foto: Komang Sujana

Selain memvitalkan peran guru, sangat perlu juga memvitalkan peran lembaga terkait. Misalnya Pemerintah Provinsi dan Daerah perlu kiranya membuat kebijakan agar sekolah secara rutin menganggarkan pengadaan buku bacaan berbahasa Bali. Di perpustakaan sekolah saya misalnya masih minim buku bacaan berbahasa Bali. Dan sangat mungkin juga kondisinya hampir sama dengan perpustakaan-perpustakaan sekolah yang lain.

Pemerintah daerah perlu lebih menggiatkan kegiatan-kegiatan yang mendukung revitalisasi bahasa daerah, misalnya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat daerah. Seperti diketahui bahwa FTBI tingkat provinsi dan tingkat nasional menjadi rangkaian kegiatan tindak lanjut dari pelatihan guru master dan pengimbasan di sekolah.

Pada tahun lalu ada tiga siswa Buleleng, yaitu Kadek Dwi Adelina Apriliani (SPMN 2 Sawan), Komang Yenita Wulandari (SDN 1 Banjar Jawa), dan Gede Widi Sedhana Putra (SDN 4 Banyuning) yang menjadi wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat nasional setelah sebelumnya menjadi juara di tingkat provinsi.

Namun, saat itu Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak mengadakan FTBI tingkat daerah. Padahal ini penting untuk seleksi dan apresiasi kepada guru dan siswa yang sudah melakukan dan menerima pengimbasan revitalisasi bahasa daerah di sekolah.

Tahun ini juga akan ada kegiatan FTBI tingkat provinsi yang rencananya dilaksanakan bulan November. Saya dan rekan-rekan guru bahasa Bali berharap besar pemerintah daerah mendukung penyiapan siswa yang akan mengikuti FTBI Provinsi sehingga prestasi Buleleng bisa lebih baik dari tahun lalu.

Menurut Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd., bahasa Bali memiliki tiga keutaman sehingga patut dilestarikan. Pertama, bahasa Bali mampu dan telah terbukti sebagai bahasa sastra. Kedua, bahasa Bali memiliki aksara. Tidak semua bahasa daerah di Indonesia memiliki aksara sehingga ini patut menjadi kebanggaan. Ketiga, bahasa Bali mendokumentasi seluruh khazanah kebudayaan Bali.

Jadi, dengan tiga keutamaan itu, memvitalkan kembali bahasa daerah sangat penting. Tidak kalah penting juga adalah memvitalkan peran guru dan lembaga terkait sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pelestarian bahasa Bali.

Dan saya sendiri sebagai guru bahasa Bali akan terus menjaga komitmen mengembangkan diri dan mendidik dari hati sehingga sedikit demi sedikit bisa menjawab opini sebates munyi. [T]

  • BACA artikel lain yang ditulis oleh penulis KOMANG SUJANA
Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas
Komang Yenita Wulandari — Gadis Cilik dari Buleleng itu Menyanyi “Putri Cening Ayu” di Hadapan Mas Menteri
Lagu “Putri Cening Ayu” pun Bergema dalam Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional
Ratusan Siswa SD dan SMP Bergembira Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta
Dwi Adelina dari SMPN 2 Sawan, Wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional
Tags: Bahasa Balibahasa daerahBalai Bahasa Provinsi Balirevitalisasi bahasa daerah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…

Next Post

Rasben Dantes Tetap di Tempat | Inilah Nama-nama Wakil Rektor Undiksha

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Rasben Dantes Tetap di Tempat | Inilah Nama-nama Wakil Rektor Undiksha

Rasben Dantes Tetap di Tempat | Inilah Nama-nama Wakil Rektor Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co