12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lima Hal yang Patut Dihindari Sebelum Memasuki Umur 30-an

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
June 26, 2023
in Esai
Lima Hal yang Patut Dihindari Sebelum Memasuki Umur 30-an

Ilustrasi tatkala.co

BERTAMBAHNYA usia dari tahun ketahun, tidak membuat hidup menjadi lebih mudah. Justru banyak permasalahan yang akan kita temui, mulai dari percintaan, pertemanan, keluarga, karier dan juga keuangan. Khususnya ketika kita menginjak umur 20 hingga 30 tahun.

Banyak perubahan yang terjadi seiring bertambahnya umur, entah ke arah yang positif atau justru ke arah negatif, hal ini tentu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, keluarga, dan pertemanan.

Di lain sisi, ada beberapa orang yang masih belum mengetahui jati dirinya, atau sering disebut dengan quarter-life crisis.

Quarter-life crisis merupakan suatu periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang dialami seseorang pada saat memasuki usia pertengahan 20 hingga awal 30 tahun.

Krisis ini ditandai dengan timbulnya berbagai emosi negatif seperti merasa cemas, frustrasi, hingga merasa kehilangan arah. Hal ini dapat mengarahkan seseorang menuju kondisi stres, depresi, atau gangguan psikologis lainnya.

Rasa cemas itu juga sempat menghantui saya. Mengingat, sebentar lagi saya memasuki pertengahan 20. Tetapi syukur, kecemasan itu cukup mereda setelah baru-baru ini saya menonton video yang melintas di beranda YouTube. Video itu berjudul “5 Penyesalan keuangan di umur 30an”.

Video tersebut diunggah di kanal YouTube milik Felicia Putri Tjiasaka. Saya rasa tak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu untuk turut serta menontonya, apalagi jika umur Anda masih di bawah 30 tahun.

“Kata orang, guru adalah pengalaman yang paling berharga, tapi seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan, ketika kita melewati semuanya satu-satu? Bagaimana kalo kita belajar dari pengalaman orang lain?”

Narasi di atas adalah kalimat pembuka yang dilontarkan Feli ketika mengawali videonya.

Dan ya, saat saya menonton lebih jauh ke dalam video, ternyata isinya bukan hanya penyesalan tentang keuangan saja, namun juga banyak hal lain yang harus dihindari sebelum umur 30an. Berikut ringkasannya:

Stay In Comfort Zone

Penyesalan pertama yang kebanyakan dialami ketika memasuki umur 30-an, yaitu ketika di umur 20-an, Anda tetap bertahan di zona nyaman. Lulus kuliah, bekerja di perusahaan dengan hasil yang cukup untuk makan dan self reward, tanpa mau mencoba hal-hal baru.

Sehingga, ketika memasuki umur 30-an, dan pengeluaran menjadi lebih banyak, seperti untuk menikah, biaya anak, memberikan orang tua, gaji Anda tidak dapat tertutupi. Dan salah jika Anda baru memutuskan untuk membuka usaha, hal ini tentunya akan menimbulkan risiko yang cukup besar ketika gagal dalam menjalankannya.

“Mumpung masih muda, just say ‘yes’ to any positive opportunity,” pesan Feli kepada para penontonnya—karena ketika mecoba hal baru, jika tidak mendapatkan penghasilan, tentu kita bisa mendapatkan pelajaran.

Terlalu Fokus ke Orang Lain

Terbiasa fokus kepada orang lain juga menjadi penyesalan ketika memasuki umur 30-an. Siapa sangka, ketika kita sibuk menyalahkan orang lain yang sukses karena privilege yang dimiliki, justru tidak akan berdampak apapun kepada Anda, dan itu sudah pasti.

Alangkah baiknya, ketika energi yang Anda miliki digunakan untuk fokus kepada diri sendiri, atau membangun privilege untuk diri sendiri. Jika privilege tidak Anda dapatkan, mungkin kelak privilege bisa didapatkan oleh anak-cucu Anda, kelak.

Daripada sibuk memikirkan privilege yang dimiliki orang-orang sukses, sudah saatnya Anda memikirkan usaha apa yang bisa dijalankan, dan skill apa saja yang seharusnya Anda pelajari agar dapat menjadi sumber income tambahan.

Nggak Mau Punya Proteksi

Terlalu menyayangi harta benda yang dimiliki, kebanyakan dari kita lupa untuk memproteksi diri sendiri. Padahal, diri sendiri yang paling memerlukan proteksi, hal ini tentu karena diri kita yang berperan penting dalam mencari income.

Dalam videonya, Feli menyebutkan asuransi yang wajib dimiliki sesuai life stage, yaitu; asuransi kesehatan, proteksi diri ketika masih hidup; asurasni sakit kritis, untuk memproteksi income kita yang hilang ketika kita kritis; asuransi jiwa, proteksi keluarga, ketika Anda meninggal.

Jika memang anti dengan segala jenis asurasni, hal yang harus dan paling penting aktif adalah BPJS.

Terlalu PD (Dunning Kruger Effect)

Dunning krugger effect merupakan kondisi seseorang yang merasa dirinya pintar dan hebat, seolah paling tahu segala hal, padahal realitanya tidak sama sekali, atau sering disebut “tong kosong nyaring bunyinya”.

Hal ini tentunya sering kita temukan di kalangan anak muda saat ini. Ketika mereka menonton atau mempelajari sedikit investasi seperti saham, crypto, trading, dan lain-lain, sudah menganggap paling tahu investasi.

Hal ini tentu berpengaruh ketika Anda menghabiskan seluruh asset yang dimiliki untuk di investasikan, atau berhenti bekerja untuk bisa fokus ikut trading, sehingga dapat menghilangkan segala aset yang dimiliki jika salah dalam memilih bentuk investasi.

Karena pada dasarnya, apa yang kita yakini benar hari ini, belum tentu benar di hari depan. Sehingga, kita harus tetap bijak dalam mengambil keputusan, terlebih dalam bidang keuangan.

Mager Ngatur Uang

Tidak semua masalah keuangan dapat diatasi dengan mendapatkan uang banyak. Alangkah baiknya ketika Anda dapat mengatur keuangan yang Anda miliki dari nominal uang yang masih kecil.

Banyak atau tidaknya income Anda nantinya, tidak akan berpengaruh terhadap pengeluaran Anda ketika Anda sudah dapat mengatur dengan benar uang yang dimiliki. Sehingga ketika mendapatkan uang banyak, kita tidak bingung bagaimana cara mengaturnya.

Sama halnya ketika diumur 20an sibuk mencari pinjaman di Pay later, kredit, pinjol, dll. Sudah pasti di umur 30an Anda masih harus bersusah payah untuk melunasi hutang-hutang tersebut.

Dalam konten yang diunggah Feli, sejumlah 467 orang memberikan komentarnya. Beberapa di antaranya ikut menambahkan penyesalan yang dirasakan ketika memasuki usia 30an.

Seperti yang dituliskan akun @hanicii:

“Saya saat ini berada di usia 30 tahun, salah satu yang saya sesali adalah terlalu idealis untuk mendapatkan pekerjaan sesuai minat. Sehingga berpindah-pindah kerjaan dan membuat pengalaman kerja yang tidak baik”.

Ia juga menyarankan kepada generasi 20an ketika mendapat kerja setelah lulus untuk mencoba menetap minimal 2 tahun di tempat kerja yang sama. “Ya kalo memang gak kuat banget jangan sampe kurang dari 1 tahun,” lanjutnya.

Akun lainnya juga menuliskan setuju dengan hal yang paling disesali yaitu stay in comfort zone. “Meskipun saya orangnya irit, bisa ngatur uang, tapi tetep pemasukan segitu-segitu saja, dan hanya dari satu sumber. Hal ini tentu jadi masalah di kemudian hari. Nyesel banget masa kuliah berlalu tanpa mencoba banyak hal,” tulis akun @ pipipchannel54.

Selain menyetujui bentuk penyesalan diumur 30an yang dijelaskan Feli, beberapa akun menyatakan mengatur keuangan sejak dini memang perlu, seperti yang dituliskan oleh akun @yrezza:

“Umur 24 tahun ini, dari dulu orangtua memaksa untuk kasih laporan uang bulanan waktu kuliah. Hasilnya ketauan ke mana saja uangnya, dan masih bisa ada beberapa sisa yang bisa ditabung. Habbit nyatet laporan terbawa sampai sekarang, hingga saat ini sudah kerja 3 tahun dan punya bisnis jadi makin mudah untuk managenya dan ngerasain hasilnya. Terima kasih ayah ibu”.

Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, membuat seseorang menjadi lebih tahu akan banyak hal.

Jika hari ini kita takut tentang kegagalan di masa depan, ada baiknya kita menjadikan pengalaman hidup orang lain sebagai pembelajaran, agar tidak mengalami problem yang sama.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Remaja, Mental Illness, dan Cara Menghindarinya
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Tags: keuanganpemudaPsikologiRemajatips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sandya Gita Mahayuning Sagara dari Buleleng:  Peristiwa Penting dan 5 Strategi Sukses Dalam Seni

Next Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

"Setelah Puisi Memanggil" | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co