2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lima Hal yang Patut Dihindari Sebelum Memasuki Umur 30-an

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
June 26, 2023
in Esai
Lima Hal yang Patut Dihindari Sebelum Memasuki Umur 30-an

Ilustrasi tatkala.co

BERTAMBAHNYA usia dari tahun ketahun, tidak membuat hidup menjadi lebih mudah. Justru banyak permasalahan yang akan kita temui, mulai dari percintaan, pertemanan, keluarga, karier dan juga keuangan. Khususnya ketika kita menginjak umur 20 hingga 30 tahun.

Banyak perubahan yang terjadi seiring bertambahnya umur, entah ke arah yang positif atau justru ke arah negatif, hal ini tentu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, keluarga, dan pertemanan.

Di lain sisi, ada beberapa orang yang masih belum mengetahui jati dirinya, atau sering disebut dengan quarter-life crisis.

Quarter-life crisis merupakan suatu periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang dialami seseorang pada saat memasuki usia pertengahan 20 hingga awal 30 tahun.

Krisis ini ditandai dengan timbulnya berbagai emosi negatif seperti merasa cemas, frustrasi, hingga merasa kehilangan arah. Hal ini dapat mengarahkan seseorang menuju kondisi stres, depresi, atau gangguan psikologis lainnya.

Rasa cemas itu juga sempat menghantui saya. Mengingat, sebentar lagi saya memasuki pertengahan 20. Tetapi syukur, kecemasan itu cukup mereda setelah baru-baru ini saya menonton video yang melintas di beranda YouTube. Video itu berjudul “5 Penyesalan keuangan di umur 30an”.

Video tersebut diunggah di kanal YouTube milik Felicia Putri Tjiasaka. Saya rasa tak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu untuk turut serta menontonya, apalagi jika umur Anda masih di bawah 30 tahun.

“Kata orang, guru adalah pengalaman yang paling berharga, tapi seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan, ketika kita melewati semuanya satu-satu? Bagaimana kalo kita belajar dari pengalaman orang lain?”

Narasi di atas adalah kalimat pembuka yang dilontarkan Feli ketika mengawali videonya.

Dan ya, saat saya menonton lebih jauh ke dalam video, ternyata isinya bukan hanya penyesalan tentang keuangan saja, namun juga banyak hal lain yang harus dihindari sebelum umur 30an. Berikut ringkasannya:

Stay In Comfort Zone

Penyesalan pertama yang kebanyakan dialami ketika memasuki umur 30-an, yaitu ketika di umur 20-an, Anda tetap bertahan di zona nyaman. Lulus kuliah, bekerja di perusahaan dengan hasil yang cukup untuk makan dan self reward, tanpa mau mencoba hal-hal baru.

Sehingga, ketika memasuki umur 30-an, dan pengeluaran menjadi lebih banyak, seperti untuk menikah, biaya anak, memberikan orang tua, gaji Anda tidak dapat tertutupi. Dan salah jika Anda baru memutuskan untuk membuka usaha, hal ini tentunya akan menimbulkan risiko yang cukup besar ketika gagal dalam menjalankannya.

“Mumpung masih muda, just say ‘yes’ to any positive opportunity,” pesan Feli kepada para penontonnya—karena ketika mecoba hal baru, jika tidak mendapatkan penghasilan, tentu kita bisa mendapatkan pelajaran.

Terlalu Fokus ke Orang Lain

Terbiasa fokus kepada orang lain juga menjadi penyesalan ketika memasuki umur 30-an. Siapa sangka, ketika kita sibuk menyalahkan orang lain yang sukses karena privilege yang dimiliki, justru tidak akan berdampak apapun kepada Anda, dan itu sudah pasti.

Alangkah baiknya, ketika energi yang Anda miliki digunakan untuk fokus kepada diri sendiri, atau membangun privilege untuk diri sendiri. Jika privilege tidak Anda dapatkan, mungkin kelak privilege bisa didapatkan oleh anak-cucu Anda, kelak.

Daripada sibuk memikirkan privilege yang dimiliki orang-orang sukses, sudah saatnya Anda memikirkan usaha apa yang bisa dijalankan, dan skill apa saja yang seharusnya Anda pelajari agar dapat menjadi sumber income tambahan.

Nggak Mau Punya Proteksi

Terlalu menyayangi harta benda yang dimiliki, kebanyakan dari kita lupa untuk memproteksi diri sendiri. Padahal, diri sendiri yang paling memerlukan proteksi, hal ini tentu karena diri kita yang berperan penting dalam mencari income.

Dalam videonya, Feli menyebutkan asuransi yang wajib dimiliki sesuai life stage, yaitu; asuransi kesehatan, proteksi diri ketika masih hidup; asurasni sakit kritis, untuk memproteksi income kita yang hilang ketika kita kritis; asuransi jiwa, proteksi keluarga, ketika Anda meninggal.

Jika memang anti dengan segala jenis asurasni, hal yang harus dan paling penting aktif adalah BPJS.

Terlalu PD (Dunning Kruger Effect)

Dunning krugger effect merupakan kondisi seseorang yang merasa dirinya pintar dan hebat, seolah paling tahu segala hal, padahal realitanya tidak sama sekali, atau sering disebut “tong kosong nyaring bunyinya”.

Hal ini tentunya sering kita temukan di kalangan anak muda saat ini. Ketika mereka menonton atau mempelajari sedikit investasi seperti saham, crypto, trading, dan lain-lain, sudah menganggap paling tahu investasi.

Hal ini tentu berpengaruh ketika Anda menghabiskan seluruh asset yang dimiliki untuk di investasikan, atau berhenti bekerja untuk bisa fokus ikut trading, sehingga dapat menghilangkan segala aset yang dimiliki jika salah dalam memilih bentuk investasi.

Karena pada dasarnya, apa yang kita yakini benar hari ini, belum tentu benar di hari depan. Sehingga, kita harus tetap bijak dalam mengambil keputusan, terlebih dalam bidang keuangan.

Mager Ngatur Uang

Tidak semua masalah keuangan dapat diatasi dengan mendapatkan uang banyak. Alangkah baiknya ketika Anda dapat mengatur keuangan yang Anda miliki dari nominal uang yang masih kecil.

Banyak atau tidaknya income Anda nantinya, tidak akan berpengaruh terhadap pengeluaran Anda ketika Anda sudah dapat mengatur dengan benar uang yang dimiliki. Sehingga ketika mendapatkan uang banyak, kita tidak bingung bagaimana cara mengaturnya.

Sama halnya ketika diumur 20an sibuk mencari pinjaman di Pay later, kredit, pinjol, dll. Sudah pasti di umur 30an Anda masih harus bersusah payah untuk melunasi hutang-hutang tersebut.

Dalam konten yang diunggah Feli, sejumlah 467 orang memberikan komentarnya. Beberapa di antaranya ikut menambahkan penyesalan yang dirasakan ketika memasuki usia 30an.

Seperti yang dituliskan akun @hanicii:

“Saya saat ini berada di usia 30 tahun, salah satu yang saya sesali adalah terlalu idealis untuk mendapatkan pekerjaan sesuai minat. Sehingga berpindah-pindah kerjaan dan membuat pengalaman kerja yang tidak baik”.

Ia juga menyarankan kepada generasi 20an ketika mendapat kerja setelah lulus untuk mencoba menetap minimal 2 tahun di tempat kerja yang sama. “Ya kalo memang gak kuat banget jangan sampe kurang dari 1 tahun,” lanjutnya.

Akun lainnya juga menuliskan setuju dengan hal yang paling disesali yaitu stay in comfort zone. “Meskipun saya orangnya irit, bisa ngatur uang, tapi tetep pemasukan segitu-segitu saja, dan hanya dari satu sumber. Hal ini tentu jadi masalah di kemudian hari. Nyesel banget masa kuliah berlalu tanpa mencoba banyak hal,” tulis akun @ pipipchannel54.

Selain menyetujui bentuk penyesalan diumur 30an yang dijelaskan Feli, beberapa akun menyatakan mengatur keuangan sejak dini memang perlu, seperti yang dituliskan oleh akun @yrezza:

“Umur 24 tahun ini, dari dulu orangtua memaksa untuk kasih laporan uang bulanan waktu kuliah. Hasilnya ketauan ke mana saja uangnya, dan masih bisa ada beberapa sisa yang bisa ditabung. Habbit nyatet laporan terbawa sampai sekarang, hingga saat ini sudah kerja 3 tahun dan punya bisnis jadi makin mudah untuk managenya dan ngerasain hasilnya. Terima kasih ayah ibu”.

Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, membuat seseorang menjadi lebih tahu akan banyak hal.

Jika hari ini kita takut tentang kegagalan di masa depan, ada baiknya kita menjadikan pengalaman hidup orang lain sebagai pembelajaran, agar tidak mengalami problem yang sama.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Remaja, Mental Illness, dan Cara Menghindarinya
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Tags: keuanganpemudaPsikologiRemajatips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sandya Gita Mahayuning Sagara dari Buleleng:  Peristiwa Penting dan 5 Strategi Sukses Dalam Seni

Next Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

"Setelah Puisi Memanggil" | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co