29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
February 19, 2023
in Esai
Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MENJADI seorang siswa, tentu pernah berada di posisi bosan, lelah dan penat mengikuti pembelajaran di sekolah. Apalagi ketika kebanyakan siswa merasa kurang suka dengan salah satu mata pelajaran. Biasanya pelajaran yang membuat siswa menghela napas adalah mapel yang berkaitan dengan hitung-hitungan dan hafalan. Matematika, IPA, IPS menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa yang cenderung malas dan cepat bosan dalam belajar.

Namun banyak pula siswa yang senang dan sangat antusias mengikuti pelajaran yang bagi sebagian siswa dianggap susah itu. Apalagi siswa yang suka tantangan, maka mapel Matematika adalah yang sangat ditunggu-tunggu. Ditambah lagi guru yang mengajar menarik dan cara mengajar yang menyenangkan, akan makin menambah semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Berbicara mata pelajaran, di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sampai Pendidikan Atas, diselipkan beberapa mata pelajaran sebagai tambahan seperti muatan lokal. Muatan lokal adalah mapel yang memberikan kesempatan memperkenalkan keunikan lokal yang dimiliki suatu daerah, seperti bahasa, dan kerajinan.

Beberapa mapel tambahan sering dianggap pelengkap mapel-mapel wajib yang didapat siswa. Namun pada dasarnya mapel yang dianggap pelengkap ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap pendidikan yang diberikan kepada siswa. Pengaruh tersebut seperti dampak yang dirasakan siswa, karena mapel tambahan tersebut sebenarnya difungsikan untuk mengurai kebosanan siswa menghadapi pelajaran yang berbasis hitungan dan hafalan.

Umumnya jadwal pelajaran disusun dengan memperhatikan susunan mapel dalam satu hari, mapel tambahan diselipkan di antara mapel wajib yang didapat siswa. Seakan mapel tambahan menjadi pendingin ketika pikiran siswa panas menerima pelajaran sebelumnya.

Berbicara mapel tambahan atau muatan lokal, seperti Mata Pelajaran Seni Budaya yang selalu ada di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu mata pelajaran yang seharusnya menghadirkan kegembiraan, santai dan menyenangkan.

Seperti fungsinya, Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk mendinginkan kembali kerja otak yang sebelumnya menerima pelajaran cukup berat. Misalnya, setelah mengikuti pelajaran matematika, dilanjutkan dengan seni budaya yang memberikan nuansa menyenangkan dan mengasyikan kepada siswa. Sistem kerja otak pun mulai sedikit dingin karena diajak menggambar, bermain warna, bernyanyi, dan bergerak. Sistem kerja otak pun direfresh sehingga siap mengikuti pelajaran selanjutnya.

Seni Budaya memiliki sifat Multilingual, Multidimensional, dan Multikultural. Multilingual berarti pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif. Dengan berbagai cara dan media, seperti bahasa rupa (gambar), gerak, bunyi, peran dan bahkan perpaduan berbagai cara tersebut.

Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi konsepsi, apresiasi, dan kreasi dengan memadukan unsur estetika, logika, kinestetik, dan etika.Sedangkan Multikultural bermakna menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara yang memiliki keunikan tersendiri.

Memang logis ketika mapel seni budaya diharapkan memberikan sentuhan halus untuk mendinginkan sistem kerja otak dan mengajak mereka untuk segar kembali pada saat menghadapi mapel berat. Kerja mengekspresikan diri lewat gambar, bunyi, gerak dan peran memang efektif memberikan sentuhan halus terhadap siswa. Mereka akan merasa memiliki kebebasan penuh meluapkan kreativitas dalam berkarya.

Mata Pelajaran Seni Budaya terdiri dari empat cabang seni yakni  Rupa, Musik, Tari, dan Teater. Dalam materi Seni Rupa, siswa diajak untuk mengekspresikan diri melalui karya dua dan tiga dimensi, seperti gambar, lukis dan patung. Bermain garis, bidang, warna, tekstur, dan volume membuat siswa seakan diajak bermain sambil belajar.

Materi seni musik, siswa diajak untuk mengenal musik Nusantara, bernyanyi, memainkan musik sederhana yang tentunya akan meberikan rasa gembira terhadap siswa. Seni tari tentang gerak dan olah tubuh, bergerak untuk melenturkan badan dan otot-otot agar tidak tegang duduk mengikuti pembelajaran.

Sedangkan Seni teater mengajak siswa bermain peran, mengekspresikan diri melalui peran yang dimainkan akan memberikan kesan ramai dan gembira pada siswa.

Keempat cabang seni ini memberikan siswa cara belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan; memberikan kebebasan untuk mengkespresikan diri melalui berbagai media; memecah kebosanan dan memberikan asupan semangat mengikuti pembejalaran selanjutnya.

Dalam seni rupa dasar, materi masih pada tahap menggambar, melukis dan membuat patung. Bahan-bahan yang digunakan pun masih tergolong sederhana, seperti kertas gambar, pensil, dan pewarna.

Dari bahan-bahan sederhana tersebut terdapat banyak manfaat untuk menenangkan pikiran dan mungkin banyak orang belum tahu tentang manfaat kertas, pensil dan pewarna untuk rutinitas keseharian yang tentu sering menemui kendala.

Kertas gambar misalnya, ketika menghadapi masalah yang berat, atau sedang marah besar. Kita dapat meluapkan kekesalan kita pada selembar kertas, dengan merobek kertas tersebut sampai berkeping-keping diyakini dapat meredakan amarah kita yang sedang meluap.

Meluapkan emosi kita pada selembar kertas akan membuat kita merasa puas, dan amarah akan mulai berkurang. Semakin kita berusaha merobek kertas menjadi kepingan yang kecil dan banyak, maka amarah dan kekesalan kita akan sesuatu semakin berkurang dengan sendirinya.

Pensil, di saat kita menghadapi masalah atau sedang marah, membuat garis datar berulang-ulang diyakini dapat membuat emosi kita mereda.

Di sini kita diajak untuk mencoba mengontrol emosi kita dengan mengalihkannya ke garis datar yang berulang. Sehingga emosi teralihkan dan amarah mereda dengan sendirinya. Garis datar akan membuat kita sedikit fokus dan pernapasan sedikit demi sedikit mulai teratur, sehingga berdampak pada emosi kita yang mulai mereda.

Selain garis datar yang berulang, ketika kita sedang buntu dan tak tahu harus berbuat apa, membuat bentuk lingkran secara terus-menerus diyakini akan membuat kebuntuan yang kita hadapi akan terpecahkan.

Garis melingkar yang terus berlanjut tanpa putus akan memberikan inspirasi untuk kita─untuk terus maju ke depan memecah kebuntuan yang dihadapi. Kita akan digiring untuk berpikir mencari solusi seiring menggambar lingkaran secara terus menerus.

Lalu menggambar, ketika kita merasa putus asa dan lelah, menggambar jalanan diyakini memberikan kebebasan untuk kita. Menggambar jalan yang lurus tak berujung pada sebuah kertas akan memberikan kesan kebebasan sebebas gambar jalanan yang kita gambar.

Kita akan merasa berada di jalanan tersebut, dan merasakan kebebasan yang kita inginkan sehingga rasa putus asa yang kita rasa akan hilang dengan sendirinya.

Bermain warna erat kaitannya dengan perasaan, ketika kita merasa sedih, menggambar sebuah pelangi yang penuh warna akan membuat kita merasa bahagia.

Kesan warna yang di tampilkan dari gambar pelangi yang dibuat akan membuat kita melupakan kesedihan kita dan mengalihkannya menjadi kebahagiaan. Warna akan membuat mata memberikan sinyal bahagia ke seluruh tubuh, kesedihan pun akan berubah menjadi kebahagiaan.

Ketika dengan bahan yang sederhana dapat memberikan dampak positif yang begitu besar bagi seseorang, maka dampak positif yang sama akan dirasakan oleh siswa dengan materi seni budaya yang didapat ketika pembelajaran.

Siswa sedih jadi bahagia, siswa mendapat inspirasi ketika menemui kebuntuan, siswa marah jadi tenang, dan tidak ada keputusasaan dalam menghadapi pembelajaran. Rumus yang tepat untuk mendinginkan suasana siswa dalam mengikuti pembelajaran setelah dan sebelum otak bekerja lebih berat mengikuti pembelajaran.[T]

Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa
Tags: pelajaran menggambarPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mai Nongki ke Desa Les: Mereguk Kopi, Menikmati Menu dan Ingatan Tentang Desa

Next Post

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails
Next Post
Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co