21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
February 19, 2023
in Esai
Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MENJADI seorang siswa, tentu pernah berada di posisi bosan, lelah dan penat mengikuti pembelajaran di sekolah. Apalagi ketika kebanyakan siswa merasa kurang suka dengan salah satu mata pelajaran. Biasanya pelajaran yang membuat siswa menghela napas adalah mapel yang berkaitan dengan hitung-hitungan dan hafalan. Matematika, IPA, IPS menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa yang cenderung malas dan cepat bosan dalam belajar.

Namun banyak pula siswa yang senang dan sangat antusias mengikuti pelajaran yang bagi sebagian siswa dianggap susah itu. Apalagi siswa yang suka tantangan, maka mapel Matematika adalah yang sangat ditunggu-tunggu. Ditambah lagi guru yang mengajar menarik dan cara mengajar yang menyenangkan, akan makin menambah semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Berbicara mata pelajaran, di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sampai Pendidikan Atas, diselipkan beberapa mata pelajaran sebagai tambahan seperti muatan lokal. Muatan lokal adalah mapel yang memberikan kesempatan memperkenalkan keunikan lokal yang dimiliki suatu daerah, seperti bahasa, dan kerajinan.

Beberapa mapel tambahan sering dianggap pelengkap mapel-mapel wajib yang didapat siswa. Namun pada dasarnya mapel yang dianggap pelengkap ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap pendidikan yang diberikan kepada siswa. Pengaruh tersebut seperti dampak yang dirasakan siswa, karena mapel tambahan tersebut sebenarnya difungsikan untuk mengurai kebosanan siswa menghadapi pelajaran yang berbasis hitungan dan hafalan.

Umumnya jadwal pelajaran disusun dengan memperhatikan susunan mapel dalam satu hari, mapel tambahan diselipkan di antara mapel wajib yang didapat siswa. Seakan mapel tambahan menjadi pendingin ketika pikiran siswa panas menerima pelajaran sebelumnya.

Berbicara mapel tambahan atau muatan lokal, seperti Mata Pelajaran Seni Budaya yang selalu ada di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu mata pelajaran yang seharusnya menghadirkan kegembiraan, santai dan menyenangkan.

Seperti fungsinya, Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk mendinginkan kembali kerja otak yang sebelumnya menerima pelajaran cukup berat. Misalnya, setelah mengikuti pelajaran matematika, dilanjutkan dengan seni budaya yang memberikan nuansa menyenangkan dan mengasyikan kepada siswa. Sistem kerja otak pun mulai sedikit dingin karena diajak menggambar, bermain warna, bernyanyi, dan bergerak. Sistem kerja otak pun direfresh sehingga siap mengikuti pelajaran selanjutnya.

Seni Budaya memiliki sifat Multilingual, Multidimensional, dan Multikultural. Multilingual berarti pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif. Dengan berbagai cara dan media, seperti bahasa rupa (gambar), gerak, bunyi, peran dan bahkan perpaduan berbagai cara tersebut.

Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi konsepsi, apresiasi, dan kreasi dengan memadukan unsur estetika, logika, kinestetik, dan etika.Sedangkan Multikultural bermakna menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara yang memiliki keunikan tersendiri.

Memang logis ketika mapel seni budaya diharapkan memberikan sentuhan halus untuk mendinginkan sistem kerja otak dan mengajak mereka untuk segar kembali pada saat menghadapi mapel berat. Kerja mengekspresikan diri lewat gambar, bunyi, gerak dan peran memang efektif memberikan sentuhan halus terhadap siswa. Mereka akan merasa memiliki kebebasan penuh meluapkan kreativitas dalam berkarya.

Mata Pelajaran Seni Budaya terdiri dari empat cabang seni yakni  Rupa, Musik, Tari, dan Teater. Dalam materi Seni Rupa, siswa diajak untuk mengekspresikan diri melalui karya dua dan tiga dimensi, seperti gambar, lukis dan patung. Bermain garis, bidang, warna, tekstur, dan volume membuat siswa seakan diajak bermain sambil belajar.

Materi seni musik, siswa diajak untuk mengenal musik Nusantara, bernyanyi, memainkan musik sederhana yang tentunya akan meberikan rasa gembira terhadap siswa. Seni tari tentang gerak dan olah tubuh, bergerak untuk melenturkan badan dan otot-otot agar tidak tegang duduk mengikuti pembelajaran.

Sedangkan Seni teater mengajak siswa bermain peran, mengekspresikan diri melalui peran yang dimainkan akan memberikan kesan ramai dan gembira pada siswa.

Keempat cabang seni ini memberikan siswa cara belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan; memberikan kebebasan untuk mengkespresikan diri melalui berbagai media; memecah kebosanan dan memberikan asupan semangat mengikuti pembejalaran selanjutnya.

Dalam seni rupa dasar, materi masih pada tahap menggambar, melukis dan membuat patung. Bahan-bahan yang digunakan pun masih tergolong sederhana, seperti kertas gambar, pensil, dan pewarna.

Dari bahan-bahan sederhana tersebut terdapat banyak manfaat untuk menenangkan pikiran dan mungkin banyak orang belum tahu tentang manfaat kertas, pensil dan pewarna untuk rutinitas keseharian yang tentu sering menemui kendala.

Kertas gambar misalnya, ketika menghadapi masalah yang berat, atau sedang marah besar. Kita dapat meluapkan kekesalan kita pada selembar kertas, dengan merobek kertas tersebut sampai berkeping-keping diyakini dapat meredakan amarah kita yang sedang meluap.

Meluapkan emosi kita pada selembar kertas akan membuat kita merasa puas, dan amarah akan mulai berkurang. Semakin kita berusaha merobek kertas menjadi kepingan yang kecil dan banyak, maka amarah dan kekesalan kita akan sesuatu semakin berkurang dengan sendirinya.

Pensil, di saat kita menghadapi masalah atau sedang marah, membuat garis datar berulang-ulang diyakini dapat membuat emosi kita mereda.

Di sini kita diajak untuk mencoba mengontrol emosi kita dengan mengalihkannya ke garis datar yang berulang. Sehingga emosi teralihkan dan amarah mereda dengan sendirinya. Garis datar akan membuat kita sedikit fokus dan pernapasan sedikit demi sedikit mulai teratur, sehingga berdampak pada emosi kita yang mulai mereda.

Selain garis datar yang berulang, ketika kita sedang buntu dan tak tahu harus berbuat apa, membuat bentuk lingkran secara terus-menerus diyakini akan membuat kebuntuan yang kita hadapi akan terpecahkan.

Garis melingkar yang terus berlanjut tanpa putus akan memberikan inspirasi untuk kita─untuk terus maju ke depan memecah kebuntuan yang dihadapi. Kita akan digiring untuk berpikir mencari solusi seiring menggambar lingkaran secara terus menerus.

Lalu menggambar, ketika kita merasa putus asa dan lelah, menggambar jalanan diyakini memberikan kebebasan untuk kita. Menggambar jalan yang lurus tak berujung pada sebuah kertas akan memberikan kesan kebebasan sebebas gambar jalanan yang kita gambar.

Kita akan merasa berada di jalanan tersebut, dan merasakan kebebasan yang kita inginkan sehingga rasa putus asa yang kita rasa akan hilang dengan sendirinya.

Bermain warna erat kaitannya dengan perasaan, ketika kita merasa sedih, menggambar sebuah pelangi yang penuh warna akan membuat kita merasa bahagia.

Kesan warna yang di tampilkan dari gambar pelangi yang dibuat akan membuat kita melupakan kesedihan kita dan mengalihkannya menjadi kebahagiaan. Warna akan membuat mata memberikan sinyal bahagia ke seluruh tubuh, kesedihan pun akan berubah menjadi kebahagiaan.

Ketika dengan bahan yang sederhana dapat memberikan dampak positif yang begitu besar bagi seseorang, maka dampak positif yang sama akan dirasakan oleh siswa dengan materi seni budaya yang didapat ketika pembelajaran.

Siswa sedih jadi bahagia, siswa mendapat inspirasi ketika menemui kebuntuan, siswa marah jadi tenang, dan tidak ada keputusasaan dalam menghadapi pembelajaran. Rumus yang tepat untuk mendinginkan suasana siswa dalam mengikuti pembelajaran setelah dan sebelum otak bekerja lebih berat mengikuti pembelajaran.[T]

Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa
Tags: pelajaran menggambarPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mai Nongki ke Desa Les: Mereguk Kopi, Menikmati Menu dan Ingatan Tentang Desa

Next Post

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co