12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
November 11, 2022
in Panggung
Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Mengunjungi Guru Degung

Sutasoma merupakan sebuah sosok yang diimajikan sebagai simbol kedharman dan pendakian spiritual. Melalui guratan Mpu Tantular, Sutasoma tidak pernah habis untuk dikupas dan ditelusuri intinya melalui beragam sudut pandang. Sastra, tari, lukis dan patung pernah menyublimasi Sutasoma dalam mediumnya masing-masing.

Sutasoma dalam bentuk nilai menjadi sebuah patron, mempatkan pada subyek yang utama. Sutasoma dengan segala ajaran kedharman, kesederhanaan dan keikhlasannya sejalan dengan konsep Budhisme. Budhisme dengan Kasogatannya mengajarkan sebuah pelepasan menuju dimensi kenirbanaan: Nirbana, Adi Nirbana dan Parama Nirbana. Sutasoma memberikan sebuah regulasi ideal untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan.

Sutasoma dengan segala imaji keutamaan jika ditarik dalam konsep ke “panjian” merujuk pada makna kebesaran, keagungan dan kewibawaan. Dalam hidup ini kita tidak menggingkari bahwa kedharman dan kebahagiaan adalah sebuah kebesaran, keagungan dan kewibawaan yang tidak dapat dibantah keidealannya dalam hidup ini. Benang merah Sutasoma dan ke-“Panji”-an yang kemudian dipilih Panji diaktulisasikan dalam medium tari sehingga lahir gagasan Panji Masutasoma oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani.

Ida Ayu Wayan Arya Satyani atau dikenal dengan Dayu Ani adalah seorang penari dan koreografer yang memiliki proyeksi yang tajam dan mendalam dalam mencipta sebuah karya tari. Tajam dan mendalam memilih tema, bereksplorasi bahkan memilih musik tarinya. Koregrafer yang selalu “panik” menata gagasan yang berkecamuk untuk ditransfer dalam bentuk konkretnya.

Melalui simpul Sutasoma dan Panji, Dayu Ani menggarap sebuah komposisi tari baru yang disebut dengan Panji Masutasoma. Mengolah vokabuler Panji dalam bingkai Gambuh dengan menggunakan esensi Sutasoma dalam penguatan kualitas kekaryaan tarinya.

Sebagai seorang yang lekat dengan kepanikan mengenai aktualisasi gagasan serta kualitas karyanya, pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 Dayu Ani membawa rombongan penari, fotografer penata artistik serta penata gendingnya (yaitu penulis sendiri) menyusuri Desa Budakeling untuk mendapatkan esensi Sutasoma melalui Panji. Menyusuri manuskrip-manuskrip yang dianggap memiliki kapabilitas untuk memantapkan esensi gerak dan kualitas kekaryaan.

Mulai Dari Tihingan Menuju Saren

Serpihan esensi-esensi Panji dan Sutasoma dimulai dari mengunjungi seorang seniman sekaligus spititualis dari Desa Tihingan yaitu Ida Wayan Jelantik Oka. Beliau adalah seniman Gambuh Desa Budakeling yang dahulu merupakan jebolan seleksi ketat di desa tersebut pada tahun 1970.

Seniman lain yang tidak kalah penting peranannya pada Gambuh Desa Budakeling yang juga ikut seleksi saat itu adalah Ida Wayan Granoka, I Made Degung dan Ida Made Jelantik Dede. Sowan pagi itu di Pasraman Jnana Kasogatan milik dari Ida Wayan Jelantik Oka untuk mendapatkan dua hal yaitu mengevaluasi kekaryaan dan data manuskrip khususnya mengenai Panji.

Secara teknis Ida Wayan Jelantik Oka menekankan pada teknis olah vokal mekekawin dengan memberikan teori menarik dan mengolah sirkulasi pernapasan pada setiap selesai menembang frasa-frasa baris kekawin. Teknik pengolahan napas kaitannya dengan penyuaraan akan menimbulkan sugesti untuk menyampaikan gagasan estetik.

Ida Wayan Jelantik Oka juga menambahkan mengenai bentuk-bentuk suara Pranawa sebagai suara alam dan artikulasi suara “Om Kara” dalam pengolahan bunyi musik tari dari tungguhan suling Gambuh. Selain itu Ida Wayan juga memperkuat gesture tubuh para penari agar sesuai dengan karakter tokoh panji yang gagah dan berwiba.

Foto 1. Mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka

Setelah mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka, perjalanan dilanjutkan menuju kediaman Guru Made Degung tidak jauh dari griya Ida Wayan. Hanya berjarak beberapa puluh meter saja.

Guru Made Degung biasa dipanggil Guru Degung. Dari Guru Degung, kami menggali bagaimana pentingnya gesture tubuh utamanya menjaga tulang punggung agar tetap tegap. Posisi tegap menjadi syarat utama dari karakter tokoh panji. Posisi tubuh yang tegap menurut Guru Degung dibentuk melalui yoga. Yoga untuk menyeimbangkan tubuh ketika bergerak sehingga gesture tubuh dapat terjaga sesuai dengan karakter Panji.

Kunjungan pada kedua guru atau tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai Gambuh gaya Budakeling mendapatkan “asupan secara teknis”. Namun pengetahuan secara teknis perlu dikuatkan lagi dengan elemen-elemen yang bersifat pendalaman.

Pendalaman spiritual menjadi pilihan dengan mengunjungi Mrajan Ageng Grya Buda Keling. Sesuai dengan kepercayaan kebudayaan Desa Budakeling, disana berstana Ida Betara Panji Landung yang diyakini sebagai pusat taksu dari kesenian khususnya kesenian Gambuh. Dalam kegiatan persembahyangan di Mrajan Ageng Grya Buda Keling adalah sebagai wujud pendalaman spiritual mengenai nilai-nilai rasa, filosofi dan makna-makna terkait dengan Gambuh khususnya karakter panji.

Ida Betara Panji Landung merupakan legitimasi atas sosok spiritual yang menaungi taksu dari kesenian Gambuh yang memiliki koneksi dengan Puri Karangasem. Perlu diketahui bahwa antara Desa Budakeling dengan Puri Karangasem memiliki hubungan yang sangat erat. Puri Karangasem bertindak sebagai masenas sedangkan Desa Budakeling sebagai laboratorium kreativitasnya. Pada kegiatan tersebut kita menyerahkan diri kita yang wadag dalam keadaan masih dasar untuk dapat dipikirkan serta dihayati lebih dalam lagi sehingga betul-betul dapat menginternalisasi penjiwaan.

Foto 4. Belajar Burdah di Desa Saren Jawa

Selesai dengan menanam elemen spiritual langkah selanjutnya adalah mengasah kedalaman spiritual itu untuk melangkah pada bentangan penjiwaan yang lebih luas. Secara lebih luas mengunjungi “semeton” Muslim Saren Jawa. Semeton Saren Jawa adalah sebuah masyarakat dengan berkeyakinan Muslim dalam lingkup kebudayaan Hindu-Bali yang kental.

Mereka memiliki kesenian yang dinamakan Burdah. Burdah yang berarti senandung ini merupakan sebuah kesenian perkusi berupa permainan rampak gendang untuk menyertai syair-syair pujian yang bersumber dari kitab Al-Quran utamanya pada ayat Barazanji. Uniknya tembang sholawatan ini menggunakan laras Bebali dengan mengadopsi cengkok pupuh-pupuh. Adapun lagu-lagu yang dibawakan adalah Deng-Dang, Maskumambang dan yang lainnya.

Dari kawan-kawan Saren Jawa kami belajar mengenai keterbukaan. Keterbukaan dalam mengolah unsur-unsur menarik yang ada di luar untuk dapat ditarik ke dalam internal kreatifitas kita. Hal ini perlu untuk dapar menemukan penemuan-penemuan baru yang relevan untuk dapat mengembangkan jati diri dari Panji yang begitu luwes, terbuka dan universal.

Foto 2. Mengunjungi Guru Degung 

  Foto 3. Mengunjungi Ida Wayan Granoka

Akhirnya dari Tihingan menuju Saren kami melalui bentangan teknis, spiritual hingga keterbukaan. Teknis membentuk garis dari sebuah kekaryaan. Spritual untuk memberikan jiwa, dinamika dan nilai dalam kekaryaan. Terakhir keterbukaan adalah sebagai bahan untuk memperkaya sebuah kekaryaan.

Panji Masutasoma adalah sebuah wadah untuk mengasah teknis, spiritual berserta keterbukaan yang tidak terbatas untuk proses penciptaan dimasa yang akan datang. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Kearifan Lokal Bali dalam Merawat Vitalitas Hidup Sastra Panji
Tags: Cerita PanjiDesa BudakelingGambuh BudakelingISI Denpasarkesenian baliSastra Panjiseni pertunjukanTari Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Tugu Singa, 484 Atlet Porprov Buleleng Berangkat ke Medan Tanding

Next Post

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post
Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co