2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
November 11, 2022
in Panggung
Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Mengunjungi Guru Degung

Sutasoma merupakan sebuah sosok yang diimajikan sebagai simbol kedharman dan pendakian spiritual. Melalui guratan Mpu Tantular, Sutasoma tidak pernah habis untuk dikupas dan ditelusuri intinya melalui beragam sudut pandang. Sastra, tari, lukis dan patung pernah menyublimasi Sutasoma dalam mediumnya masing-masing.

Sutasoma dalam bentuk nilai menjadi sebuah patron, mempatkan pada subyek yang utama. Sutasoma dengan segala ajaran kedharman, kesederhanaan dan keikhlasannya sejalan dengan konsep Budhisme. Budhisme dengan Kasogatannya mengajarkan sebuah pelepasan menuju dimensi kenirbanaan: Nirbana, Adi Nirbana dan Parama Nirbana. Sutasoma memberikan sebuah regulasi ideal untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan.

Sutasoma dengan segala imaji keutamaan jika ditarik dalam konsep ke “panjian” merujuk pada makna kebesaran, keagungan dan kewibawaan. Dalam hidup ini kita tidak menggingkari bahwa kedharman dan kebahagiaan adalah sebuah kebesaran, keagungan dan kewibawaan yang tidak dapat dibantah keidealannya dalam hidup ini. Benang merah Sutasoma dan ke-“Panji”-an yang kemudian dipilih Panji diaktulisasikan dalam medium tari sehingga lahir gagasan Panji Masutasoma oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani.

Ida Ayu Wayan Arya Satyani atau dikenal dengan Dayu Ani adalah seorang penari dan koreografer yang memiliki proyeksi yang tajam dan mendalam dalam mencipta sebuah karya tari. Tajam dan mendalam memilih tema, bereksplorasi bahkan memilih musik tarinya. Koregrafer yang selalu “panik” menata gagasan yang berkecamuk untuk ditransfer dalam bentuk konkretnya.

Melalui simpul Sutasoma dan Panji, Dayu Ani menggarap sebuah komposisi tari baru yang disebut dengan Panji Masutasoma. Mengolah vokabuler Panji dalam bingkai Gambuh dengan menggunakan esensi Sutasoma dalam penguatan kualitas kekaryaan tarinya.

Sebagai seorang yang lekat dengan kepanikan mengenai aktualisasi gagasan serta kualitas karyanya, pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 Dayu Ani membawa rombongan penari, fotografer penata artistik serta penata gendingnya (yaitu penulis sendiri) menyusuri Desa Budakeling untuk mendapatkan esensi Sutasoma melalui Panji. Menyusuri manuskrip-manuskrip yang dianggap memiliki kapabilitas untuk memantapkan esensi gerak dan kualitas kekaryaan.

Mulai Dari Tihingan Menuju Saren

Serpihan esensi-esensi Panji dan Sutasoma dimulai dari mengunjungi seorang seniman sekaligus spititualis dari Desa Tihingan yaitu Ida Wayan Jelantik Oka. Beliau adalah seniman Gambuh Desa Budakeling yang dahulu merupakan jebolan seleksi ketat di desa tersebut pada tahun 1970.

Seniman lain yang tidak kalah penting peranannya pada Gambuh Desa Budakeling yang juga ikut seleksi saat itu adalah Ida Wayan Granoka, I Made Degung dan Ida Made Jelantik Dede. Sowan pagi itu di Pasraman Jnana Kasogatan milik dari Ida Wayan Jelantik Oka untuk mendapatkan dua hal yaitu mengevaluasi kekaryaan dan data manuskrip khususnya mengenai Panji.

Secara teknis Ida Wayan Jelantik Oka menekankan pada teknis olah vokal mekekawin dengan memberikan teori menarik dan mengolah sirkulasi pernapasan pada setiap selesai menembang frasa-frasa baris kekawin. Teknik pengolahan napas kaitannya dengan penyuaraan akan menimbulkan sugesti untuk menyampaikan gagasan estetik.

Ida Wayan Jelantik Oka juga menambahkan mengenai bentuk-bentuk suara Pranawa sebagai suara alam dan artikulasi suara “Om Kara” dalam pengolahan bunyi musik tari dari tungguhan suling Gambuh. Selain itu Ida Wayan juga memperkuat gesture tubuh para penari agar sesuai dengan karakter tokoh panji yang gagah dan berwiba.

Foto 1. Mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka

Setelah mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka, perjalanan dilanjutkan menuju kediaman Guru Made Degung tidak jauh dari griya Ida Wayan. Hanya berjarak beberapa puluh meter saja.

Guru Made Degung biasa dipanggil Guru Degung. Dari Guru Degung, kami menggali bagaimana pentingnya gesture tubuh utamanya menjaga tulang punggung agar tetap tegap. Posisi tegap menjadi syarat utama dari karakter tokoh panji. Posisi tubuh yang tegap menurut Guru Degung dibentuk melalui yoga. Yoga untuk menyeimbangkan tubuh ketika bergerak sehingga gesture tubuh dapat terjaga sesuai dengan karakter Panji.

Kunjungan pada kedua guru atau tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai Gambuh gaya Budakeling mendapatkan “asupan secara teknis”. Namun pengetahuan secara teknis perlu dikuatkan lagi dengan elemen-elemen yang bersifat pendalaman.

Pendalaman spiritual menjadi pilihan dengan mengunjungi Mrajan Ageng Grya Buda Keling. Sesuai dengan kepercayaan kebudayaan Desa Budakeling, disana berstana Ida Betara Panji Landung yang diyakini sebagai pusat taksu dari kesenian khususnya kesenian Gambuh. Dalam kegiatan persembahyangan di Mrajan Ageng Grya Buda Keling adalah sebagai wujud pendalaman spiritual mengenai nilai-nilai rasa, filosofi dan makna-makna terkait dengan Gambuh khususnya karakter panji.

Ida Betara Panji Landung merupakan legitimasi atas sosok spiritual yang menaungi taksu dari kesenian Gambuh yang memiliki koneksi dengan Puri Karangasem. Perlu diketahui bahwa antara Desa Budakeling dengan Puri Karangasem memiliki hubungan yang sangat erat. Puri Karangasem bertindak sebagai masenas sedangkan Desa Budakeling sebagai laboratorium kreativitasnya. Pada kegiatan tersebut kita menyerahkan diri kita yang wadag dalam keadaan masih dasar untuk dapat dipikirkan serta dihayati lebih dalam lagi sehingga betul-betul dapat menginternalisasi penjiwaan.

Foto 4. Belajar Burdah di Desa Saren Jawa

Selesai dengan menanam elemen spiritual langkah selanjutnya adalah mengasah kedalaman spiritual itu untuk melangkah pada bentangan penjiwaan yang lebih luas. Secara lebih luas mengunjungi “semeton” Muslim Saren Jawa. Semeton Saren Jawa adalah sebuah masyarakat dengan berkeyakinan Muslim dalam lingkup kebudayaan Hindu-Bali yang kental.

Mereka memiliki kesenian yang dinamakan Burdah. Burdah yang berarti senandung ini merupakan sebuah kesenian perkusi berupa permainan rampak gendang untuk menyertai syair-syair pujian yang bersumber dari kitab Al-Quran utamanya pada ayat Barazanji. Uniknya tembang sholawatan ini menggunakan laras Bebali dengan mengadopsi cengkok pupuh-pupuh. Adapun lagu-lagu yang dibawakan adalah Deng-Dang, Maskumambang dan yang lainnya.

Dari kawan-kawan Saren Jawa kami belajar mengenai keterbukaan. Keterbukaan dalam mengolah unsur-unsur menarik yang ada di luar untuk dapat ditarik ke dalam internal kreatifitas kita. Hal ini perlu untuk dapar menemukan penemuan-penemuan baru yang relevan untuk dapat mengembangkan jati diri dari Panji yang begitu luwes, terbuka dan universal.

Foto 2. Mengunjungi Guru Degung 

  Foto 3. Mengunjungi Ida Wayan Granoka

Akhirnya dari Tihingan menuju Saren kami melalui bentangan teknis, spiritual hingga keterbukaan. Teknis membentuk garis dari sebuah kekaryaan. Spritual untuk memberikan jiwa, dinamika dan nilai dalam kekaryaan. Terakhir keterbukaan adalah sebagai bahan untuk memperkaya sebuah kekaryaan.

Panji Masutasoma adalah sebuah wadah untuk mengasah teknis, spiritual berserta keterbukaan yang tidak terbatas untuk proses penciptaan dimasa yang akan datang. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Kearifan Lokal Bali dalam Merawat Vitalitas Hidup Sastra Panji
Tags: Cerita PanjiDesa BudakelingGambuh BudakelingISI Denpasarkesenian baliSastra Panjiseni pertunjukanTari Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Tugu Singa, 484 Atlet Porprov Buleleng Berangkat ke Medan Tanding

Next Post

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co