3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
November 11, 2022
in Panggung
Menelisik Sutasoma Dengan Panji di Budakeling — Sebuah Perjalanan Artistik

Mengunjungi Guru Degung

Sutasoma merupakan sebuah sosok yang diimajikan sebagai simbol kedharman dan pendakian spiritual. Melalui guratan Mpu Tantular, Sutasoma tidak pernah habis untuk dikupas dan ditelusuri intinya melalui beragam sudut pandang. Sastra, tari, lukis dan patung pernah menyublimasi Sutasoma dalam mediumnya masing-masing.

Sutasoma dalam bentuk nilai menjadi sebuah patron, mempatkan pada subyek yang utama. Sutasoma dengan segala ajaran kedharman, kesederhanaan dan keikhlasannya sejalan dengan konsep Budhisme. Budhisme dengan Kasogatannya mengajarkan sebuah pelepasan menuju dimensi kenirbanaan: Nirbana, Adi Nirbana dan Parama Nirbana. Sutasoma memberikan sebuah regulasi ideal untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan.

Sutasoma dengan segala imaji keutamaan jika ditarik dalam konsep ke “panjian” merujuk pada makna kebesaran, keagungan dan kewibawaan. Dalam hidup ini kita tidak menggingkari bahwa kedharman dan kebahagiaan adalah sebuah kebesaran, keagungan dan kewibawaan yang tidak dapat dibantah keidealannya dalam hidup ini. Benang merah Sutasoma dan ke-“Panji”-an yang kemudian dipilih Panji diaktulisasikan dalam medium tari sehingga lahir gagasan Panji Masutasoma oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani.

Ida Ayu Wayan Arya Satyani atau dikenal dengan Dayu Ani adalah seorang penari dan koreografer yang memiliki proyeksi yang tajam dan mendalam dalam mencipta sebuah karya tari. Tajam dan mendalam memilih tema, bereksplorasi bahkan memilih musik tarinya. Koregrafer yang selalu “panik” menata gagasan yang berkecamuk untuk ditransfer dalam bentuk konkretnya.

Melalui simpul Sutasoma dan Panji, Dayu Ani menggarap sebuah komposisi tari baru yang disebut dengan Panji Masutasoma. Mengolah vokabuler Panji dalam bingkai Gambuh dengan menggunakan esensi Sutasoma dalam penguatan kualitas kekaryaan tarinya.

Sebagai seorang yang lekat dengan kepanikan mengenai aktualisasi gagasan serta kualitas karyanya, pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 Dayu Ani membawa rombongan penari, fotografer penata artistik serta penata gendingnya (yaitu penulis sendiri) menyusuri Desa Budakeling untuk mendapatkan esensi Sutasoma melalui Panji. Menyusuri manuskrip-manuskrip yang dianggap memiliki kapabilitas untuk memantapkan esensi gerak dan kualitas kekaryaan.

Mulai Dari Tihingan Menuju Saren

Serpihan esensi-esensi Panji dan Sutasoma dimulai dari mengunjungi seorang seniman sekaligus spititualis dari Desa Tihingan yaitu Ida Wayan Jelantik Oka. Beliau adalah seniman Gambuh Desa Budakeling yang dahulu merupakan jebolan seleksi ketat di desa tersebut pada tahun 1970.

Seniman lain yang tidak kalah penting peranannya pada Gambuh Desa Budakeling yang juga ikut seleksi saat itu adalah Ida Wayan Granoka, I Made Degung dan Ida Made Jelantik Dede. Sowan pagi itu di Pasraman Jnana Kasogatan milik dari Ida Wayan Jelantik Oka untuk mendapatkan dua hal yaitu mengevaluasi kekaryaan dan data manuskrip khususnya mengenai Panji.

Secara teknis Ida Wayan Jelantik Oka menekankan pada teknis olah vokal mekekawin dengan memberikan teori menarik dan mengolah sirkulasi pernapasan pada setiap selesai menembang frasa-frasa baris kekawin. Teknik pengolahan napas kaitannya dengan penyuaraan akan menimbulkan sugesti untuk menyampaikan gagasan estetik.

Ida Wayan Jelantik Oka juga menambahkan mengenai bentuk-bentuk suara Pranawa sebagai suara alam dan artikulasi suara “Om Kara” dalam pengolahan bunyi musik tari dari tungguhan suling Gambuh. Selain itu Ida Wayan juga memperkuat gesture tubuh para penari agar sesuai dengan karakter tokoh panji yang gagah dan berwiba.

Foto 1. Mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka

Setelah mengunjungi Ida Wayan Jelantik Oka, perjalanan dilanjutkan menuju kediaman Guru Made Degung tidak jauh dari griya Ida Wayan. Hanya berjarak beberapa puluh meter saja.

Guru Made Degung biasa dipanggil Guru Degung. Dari Guru Degung, kami menggali bagaimana pentingnya gesture tubuh utamanya menjaga tulang punggung agar tetap tegap. Posisi tegap menjadi syarat utama dari karakter tokoh panji. Posisi tubuh yang tegap menurut Guru Degung dibentuk melalui yoga. Yoga untuk menyeimbangkan tubuh ketika bergerak sehingga gesture tubuh dapat terjaga sesuai dengan karakter Panji.

Kunjungan pada kedua guru atau tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai Gambuh gaya Budakeling mendapatkan “asupan secara teknis”. Namun pengetahuan secara teknis perlu dikuatkan lagi dengan elemen-elemen yang bersifat pendalaman.

Pendalaman spiritual menjadi pilihan dengan mengunjungi Mrajan Ageng Grya Buda Keling. Sesuai dengan kepercayaan kebudayaan Desa Budakeling, disana berstana Ida Betara Panji Landung yang diyakini sebagai pusat taksu dari kesenian khususnya kesenian Gambuh. Dalam kegiatan persembahyangan di Mrajan Ageng Grya Buda Keling adalah sebagai wujud pendalaman spiritual mengenai nilai-nilai rasa, filosofi dan makna-makna terkait dengan Gambuh khususnya karakter panji.

Ida Betara Panji Landung merupakan legitimasi atas sosok spiritual yang menaungi taksu dari kesenian Gambuh yang memiliki koneksi dengan Puri Karangasem. Perlu diketahui bahwa antara Desa Budakeling dengan Puri Karangasem memiliki hubungan yang sangat erat. Puri Karangasem bertindak sebagai masenas sedangkan Desa Budakeling sebagai laboratorium kreativitasnya. Pada kegiatan tersebut kita menyerahkan diri kita yang wadag dalam keadaan masih dasar untuk dapat dipikirkan serta dihayati lebih dalam lagi sehingga betul-betul dapat menginternalisasi penjiwaan.

Foto 4. Belajar Burdah di Desa Saren Jawa

Selesai dengan menanam elemen spiritual langkah selanjutnya adalah mengasah kedalaman spiritual itu untuk melangkah pada bentangan penjiwaan yang lebih luas. Secara lebih luas mengunjungi “semeton” Muslim Saren Jawa. Semeton Saren Jawa adalah sebuah masyarakat dengan berkeyakinan Muslim dalam lingkup kebudayaan Hindu-Bali yang kental.

Mereka memiliki kesenian yang dinamakan Burdah. Burdah yang berarti senandung ini merupakan sebuah kesenian perkusi berupa permainan rampak gendang untuk menyertai syair-syair pujian yang bersumber dari kitab Al-Quran utamanya pada ayat Barazanji. Uniknya tembang sholawatan ini menggunakan laras Bebali dengan mengadopsi cengkok pupuh-pupuh. Adapun lagu-lagu yang dibawakan adalah Deng-Dang, Maskumambang dan yang lainnya.

Dari kawan-kawan Saren Jawa kami belajar mengenai keterbukaan. Keterbukaan dalam mengolah unsur-unsur menarik yang ada di luar untuk dapat ditarik ke dalam internal kreatifitas kita. Hal ini perlu untuk dapar menemukan penemuan-penemuan baru yang relevan untuk dapat mengembangkan jati diri dari Panji yang begitu luwes, terbuka dan universal.

Foto 2. Mengunjungi Guru Degung 

  Foto 3. Mengunjungi Ida Wayan Granoka

Akhirnya dari Tihingan menuju Saren kami melalui bentangan teknis, spiritual hingga keterbukaan. Teknis membentuk garis dari sebuah kekaryaan. Spritual untuk memberikan jiwa, dinamika dan nilai dalam kekaryaan. Terakhir keterbukaan adalah sebagai bahan untuk memperkaya sebuah kekaryaan.

Panji Masutasoma adalah sebuah wadah untuk mengasah teknis, spiritual berserta keterbukaan yang tidak terbatas untuk proses penciptaan dimasa yang akan datang. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Kearifan Lokal Bali dalam Merawat Vitalitas Hidup Sastra Panji
Tags: Cerita PanjiDesa BudakelingGambuh BudakelingISI Denpasarkesenian baliSastra Panjiseni pertunjukanTari Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Tugu Singa, 484 Atlet Porprov Buleleng Berangkat ke Medan Tanding

Next Post

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

by Dede Putra Wiguna
May 22, 2026
0
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang,...

Read moreDetails

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
0
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

Read moreDetails

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

Read moreDetails
Next Post
Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Wiryangga Selangga: Ada Ancaman Virus Mosaik Pada Budidaya Melon di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co