14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gema Raga : Penghargaan Seniman Tua Badung, Penyajian Karya Seni, dan Diskusi Karya

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
September 10, 2022
in Ulas Pentas
Gema Raga : Penghargaan Seniman Tua Badung, Penyajian Karya Seni, dan Diskusi Karya

Karya Gus De Yodhie | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Semangat dalam berkarya yang dimiliki oleh seniman muda patut kita apresiasi dengan memberi ruang pagelaran. Seniman tidak akan pernah berhenti bergerak. Akan selalu muncul ide-ide kreatif dalam benaknya guna menumbuhkan gagasan kreatif dan membuka dialog dikalangan seniman untuk membangun narasi bersama memajukan kesenian khususnya di Kabupaten Badung.

Gema Raga adalah sebuah wadah seniman muda Badung untuk menunjukkan talent, skill, dan rasa hormatnya pada guru (seniman tua) melalui reka cipta karya, pagelaran, dialog seni, lomba seni dan penghargaan seni.

Kegiatan ini diberi nama “Gema Raga” Muda, Kreatif, dan Mandiri. Seniman muda diharapkan secara aktif menunjukan gagasan kreatifnya melalui kreativitas seninya. Mencipta, berinovasi, mengembangkan potensi diri dengan berkarya diharapkan dapat  memberikan edukasi tidak saja di kalangan seniman sendiri, tetapi juga masyarakat penikmatnya. 

Para pendukung/seniman dalam acara Gema Raga | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Melalui acara Gema Raga, sebagai inti kegiatan adalah penghormatan kepada seniman tua yang ada di Badung yang ditransformasikan melalui reka cipta karya baru yang bersumber dari kekaryaan sang seniman, maupun biografi senimannya. Dalam kegiatan ini, yang muda diberi ruang berkarya dan seniman tua diberikan ruang untuk memberikan petuah kepada penerusnya.

Harus disadari, tanpa penglingsir kami (seniman tua), seniman-seniman muda yang tumbuh menggeliat saat ini tidak akan ada. Merekalah awal dari kemajuan kesenian khususnya yang ada di Kabupaten Badung yang kita warisi saat ini. Di kala usianya yang senja, kita tahu mereka masih ada. Mereka patut kita hargai. Mereka patut untuk diketahui oleh generasi kini terlebih oleh seniman muda. Mereka patut kita hormati sebagai maha guru dalam ajang Gema Raga.

Penghargaan Seniman Tua

Gema Raga#1 telah dilaksanakan pada 16 Januari 2022, dengan mengundang tokoh I Wayan Widia dan diikuti oleh 6 orang penyaji, di antaranya; I Made Aristanaya, Agus Pastika Putra, I Komang Sandyasa Putra, Kadek Karunia Artha, Putu Anggradana Suka, I Nyoman Swandana Putra dan Moderator; I Nyoman Mariyana dan I Wayan Muliyadi.

Pada kegiatan Gema Raga#2 dilaksanakan pada tanggal 3 September 2022, yang diikuti oleh 5 orang penyaji karya, dan penghargaan seniman tua diberikan kepada tokoh I Made Persib. Namun sayang Bapak Made Persib berhalangan hadir karena sakit. Beliau diwakilkan oleh putranya dalam penerimaan penghargaan seni dari Panitia Gema Raga diserahkan oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

Penyerahan penghargaan kepada tokoh I Made Persib diwakili oleh putranya | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Turut juga pada kegiatan Gema Raga ini, dicetuskan Tim Manajemen Gema Raga yang bertugas di balik layar menyiapkan dari sebelum acara hingga pelaksanaannya.

Tim manajemen itu adalah Konseptor (Ketua) I Nyoman Mariyana, S.Sn.,M.Sn., Inisiator (Sekretaris) I Made Aristanaya, S.Sn., Mentor (Bendahara) I Wayan Mulyadi, S.Sn.,M.Sn., dan Stage Manager I Wayan Andino S, S.Sn.

Dilengkapi juga dengan  Crew/Perlengkapan, yakni Eka Widiadi Sucipta, S.Sn., Putu Angga Putra Utama, S.Pd.,  I Made Putra Aryasa, S.Sn., dan I Putu Trisna Nugraha, S.Sn.

Bertindak selaku Lightingman adalah I Putu Widia Antara, S.PdH., lalu ada Soundman  yakni Wirahadi Sastra Baladinata, dan Pendanaan dibidangi oleh Adi Pratama Putra dan I Putu Gede Aditya Sukma Pratama S.M. Lalu, Dokumentasi digarap Putu Risky Mulyastra dan I Putu Dehan. Kemudian Konsumsi dibidangi Wiska Mirib Setiawan dan  Erik Aditya.

Sesi Penyajian Karya Seni

Penyaji pertama pada Gema Raga#2 ini yakni I Nyoman Wiradarma Yoga membuat garapan berjudul Laku Kempyung. Ini sebuah karya yang mendeskripsikan dinamika pergolakan nurani menembus ruang imajiner, ego idealisme turunkan rendah, seruan dogma kooperatif, kumandangkan, harmoniskan rasa dan logika.

Karya ini adalah penyikapan kembali terhadap teknik kempyungan. Sebuah komposisi dengan titik tekan olah pada sistem Kumbang Atarung Gamelan Gender Wayang, dalam medium Gambang dan Selonding.

Para pemain dikeluarkan secara bertahap. Dari karya yang disajikan, nampak pemain pertama berjumlah 5 orang. Mereka memainkan gamelan Selonding dan gangsa gambang.

Pada bagian selanjutnya datang 6 pemain lagi yang memainkan gambang dan gong kempur. Pola harmoni terjalin antara ritme Gambang dan Selonding. Terdapat adopsi pukulan nyading sebagai teknik pukulan pada permainan gamelan Gambang. Karya ini patut diapresiasi dan sangat menarik untuk dianalisis.

Karya I Nyoman Wiradarma Yoga | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Selanjutnya penyaji ke-2 oleh Adi Mahendra. Adi Mahendra membuat karya berjudul Gema Raga.

Gema dimaksud di sini ialah suara yang dipantulkan atau suara yang berlanjut setelah suara asli, jika dikorelasikan kedalam kontek karya ini merupakan interpretasi dari penata terhadap pepatah, wejangan, tutur-tutur sebagai penuntun kususnya pada seni agar tetap menjadi pijakan serta sebagai pertimbangan dalam melakukan sesuatu.

Sedangkan raga yang dimaksud di sini ialah kekuatan tubuh atau diri dalam mengaplikasikan suara yang dikeluarkan sehingga mendapatkan keseimbangan pada perkataan dan perbuatan. Hal ini diungkapkan melalui bentuk karya tari yang memfokuskan pada kekuatan kaki beranjak dari kekuatan seorang dalang saat bersila memukul kropak serta menyelaraskan antara vokal yang disajikan.

Pesan yang ingin disampaikan di sini; I Made Persib adalah tokoh serta aset berlian bagaikan kilauan cahaya yang dapat menuntun regenerasi agar dapat menjadikan meraka sebagai I Nyoman Persib selanjutnya di bidang mereka masing-masing.

“bersembunyilah di kala benderang dan jadilah cahaya cahaya dalam kegelapan”.

Pendukung karya ini dari Komunitas Ghora Geni. Karya ini ditarikan oleh 2 dancer. Bentuk karyanya jenis tarian kontemporer. Musik iringannya bersumber dari vokal yang digemakan. Pada bagian karya ini penari menggunakan carawista yang diikatkan di kepala. Pakaiannya sederhana dengan balutan kain di pinggang.

Karya Adi Mahendra | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Penyaji ketiga yakni Yoga Mayura dengan judul karyanya ALTER EGO. ALTER EGO merupakan perubahan identitas yang terjadi pada individu seseorang. Dimana perubahan identitas pada orang yang memilliki ALTER EGO terjadi dalan keadaan sadar dan masih dalam kendali dirinya sendiri.

Terinspirasi dari tokoh seorang dalang yang mampu merubah kepribadiaannya baik dari segi warna suara, karakter, ataupun intonasi demi memerankan masing-masing tokoh dalan pertunjukan wayang, penata kemudian mengkemas sebuah karya musik, dimana dalam karya ini penata menonjolkan warna suara yang dimiliki dari instrumen riong, pola-pola dari setiap pemain, yang kemudian dipadukan menjadi satu kesatuan dalam sebuah karya musik kontemporer yang berjudul ALTER EGO.

Karya ini menggunakan instrumen reong semarandana dengan 4 player. Pola ritme terjalin dan sesekali dimainkan motif gending pengrangrang. Terdapat pola perpaduan patet. Dalam penampilannya ada empat pemain berpindah posisi. 

Karya Yoga Mayura | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Penyaji keempat yakni Ida Bagus Yodhie Hariscandra (Gus De) dengan judul karya NYANTRIK.

Lihat….. coba…..
Coba….. lihat……
Coba….. coba…..

Karya ini didukung oleh Sanggar Dharmawangsa. Gus De menciptakan karya dengan merentangkan karet berwarna putih yg dipegang oleh 4 orang penari lainnya. Kain ini dipegang dan diikatkan di kaki para penari.

Musik iringan tari ini menggunakan musik midi. Kostum 3 penari menggunakan celana kain panjang berwarna coklat dan selendang berwarna putih tanpa baju. Sedangkan sang komposer menggunakan celana kain yang sama dilengkapi dengan penggunaan jubah.

Karya Gus De Yodhie | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Sebagai penyaji terakhir Gung Ade nama akrabnya menampilkan karya berjudul CANGAK KECOH sebuah karya yang memadukan teknologi dalam penciptaan karya seni. Sajian karya ini merupakan sebuah eksplorasi terhadap media wayang dan ekspermen terhadap teknis dan teknik wayang dengan mengangkat salah satu kisah tantri sebagai wahana karya.

 Iringan karya ini menggunakan 4 buah instrumen Gender Wayang. Menarik pertunjukan wayang tantri ini dikemas dengan mamdukan teknologi bias cahaya melalui proyektor dan pantulan ke layar melalui pengolahan aplikasi zoom. Sajian karya ini didukung oleh komunitas Wayang Ental. Model karya ini berbentuk animasi tentang burung cangak yang mati dijapit kepiting karena ulahnya yang rakus memakan ikan-ikan.

Karya Gung Ade | Sumber: Dokumentasi Panitia Gema Raga Tahun 2022

Selesai pagelaran 5 karya, selanjutnya dilakukan sesi diskusi karya yang dipandu oleh moderator Agus Pastika Putra dan I Nyoman Mariyana yang menggantikan Komang Sandyasa Putra.

Sesi diskusi diawali dengan pemaparan konsep masing-masing penyaji selanjutnya sesi tanya jawab. Dari hasil diskusi ini menitikberatkan pada kekaryaan masing-masing penyaji mengacu pada tokoh ciptaan I Made Persib. Sesekali ada juga pernyataan kritik bagi panitia penyelenggara terkait tempat dan kemasan sajian untuk disempurnakan dalam pelaksanaan berikutnya. [T]

Tags: BadungGema Ragaseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemkab Buleleng Raih BKN Award 2022

Next Post

”Ngerupa Guet Toya”, Menggambar Garis Air | Dari Pameran Seni Rupa Dosen ISI Denpasar

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

by Helvi Carnelis
April 14, 2026
0
Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

SAYA merasakan dengan kuat budaya rantau hari ini, sebuah beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam kebudayaan Minangkabau. Pengalaman itu...

Read moreDetails

Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

by Radha Dwi Pradnyani
March 30, 2026
0
Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru...

Read moreDetails

Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

by I Putu Ardiyasa
March 22, 2026
0
Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

MENYAKSIKAN perjalanan kultural di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama empat tahun terakhir adalah pelajaran berharga tentang bagaimana estetika mampu...

Read moreDetails

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

by Wahyu Mahaputra
February 28, 2026
0
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat...

Read moreDetails

Pesan, Refleksi, dan Kritik Sosial dalam Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

DRAMA Bali modern atau teater berbahasa Bali yang dipentaskan oleh sejumlah kelompok teater dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2026 menunjukkan...

Read moreDetails

Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

by Rusdy Ulu
February 25, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

EMPAT orang masing-masing membawa ember dan lap pel, lalu mengepel lantai panggung secara bersamaan. Mereka menarik lap pel dengan gerakan...

Read moreDetails

Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

by Kadek Sonia Piscayanti
February 16, 2026
0
Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

MUSIKAL Perahu Kertas di Ciputra Artpeneur Theater, Jakarta, hadir pada saat yang tepat, ketika banyak manusia bingung menemukan diri mereka,...

Read moreDetails

‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

SAYA tidak duduk di kursi penonton ketika Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati dipentaskan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali...

Read moreDetails

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

by Son Lomri
February 6, 2026
0
Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

ORANG-orang di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu diteror suara sirine yang keluar dari mulut tujuh aktor Teater Komunitas...

Read moreDetails
Next Post
”Ngerupa Guet Toya”, Menggambar Garis Air | Dari Pameran Seni Rupa Dosen ISI Denpasar

”Ngerupa Guet Toya”, Menggambar Garis Air | Dari Pameran Seni Rupa Dosen ISI Denpasar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co