3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 13, 2022
in Khas
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Suasana di luar arena parade Pembukaan PKB 2022 | Foto: Jong

Di parade selalu ada seorang ibu bersama tiga orang anaknya, duduk di bawah pohon, berteduh. Ada seorang pedagang es menjajakan minumannya, ia membawa es berwarna kuning, putih, ungu dan berbagai warna lainnya. Ada sekelompok polisi dan tentara sedang mengatur  penonton,  sekelompok fotografer tengah asik memburu momen. Tentu saja para peserta parade dengan riasan yang super duper wow, bersiap-siap untuk berjalan. Mereka duduk, mengobrol, merokok, kalau ada yang meminta foto, mereka akan berpose memberi kesempatan pengunjung untuk mengambil foto dirinya.

“Yen, sekali foto 5 ribu, meh be liu san maan bati uli tuni to (kalau sekali foto 5 ribu, sudah banyak dapat untung dari tadi),” ujar seorang kawan yang saya temui di sana, bersama rombongannya mewakili kontingen Kabupaten Jembrana dalam Parade Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB)– XLIV, di Jalan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Minggu 12 Juni 2022.

Dari pukul 13.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita, saya mengikuti parade. Saya berkeliling dari satu titik ke titik lainnya. Hanya berjalan-jalan sambil membawa alat perekam dan sesekali  mengabadikan gambar. Ramai banget warga menonton, apalagi di dekat podium kehormatan. Mereka duduk, di bawah pohon bersama keluarga, bersama teman, atau bersama kekasihnya. Di tengah keramaian dan kehiruk pikukan itu saya memperoleh beberapa catatan yang menarik, saya ingatkan lagi catatan ini sangat bersifat subjektif, dari sudut pandang saya sebagai warga kota yang suka jalan-jalan.

Turis saat parade pembukaan PKB | Foto: Jong

Pertama, PKB 2022 yang hampir keseluruhan acaranya dilaksanakan secara langsung, merupakan satu bentuk euforia yang ditunggu-tunggu warga. Mengingat selama 2 tahun terakhir pandemi, warga kangen ramai-ramai, kangen menyantap lumpia, es kelapa muda di lapangan sambil melihat sajian kesenian secara gratis. Keramaian di parade  merupakan satu kebangkitan bersama untuk kehidupan di Bali, apalagi di beberapa titik pariwisata di Bali sudah terlihat aktifitas para guide, agen wisata dan turis yang memenuhi pedestrian. Ah senang, hidup akan kembali lagi.

Saya membayangkan semua agen pariwisata memberi porsi lebih ke PKB, menjadwalkan perjalanan tamunya  untuk mengunjungi Art Centre secara massive. Tentu ini menjadi baik, orang-orang setidaknya akan memposting video, foto,  terkait PKB. Dapatlah marketing secara gratis lagi. Lintas dunia maya dan lintas benua. Seperti kita, yang biasanya dapat es kopi gratis dari kedai kopi baru yang sedang promo, jika kita posting kopi plus dengan kalimat menarik. Semacam “Ayo ke kedai kopi tempo, kopinya enak, cocok untuk mengawali hari” kemudian isi hastag #kopidenpasar #kopihot #kopisusu dan lain sebagainya.

Para turis dan tamu juga diharapkan demikian lah ya, usai menonton lalu posting isi kalimat dan hastag. “Come on enjoy in PKB” #Baligood #artinBali #Performingartlove #lovebali dan lain lain.

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Kedua,  ada satu spesies manusia di parade yang saya jumpai. Spesies ini pongah – etnosentris terhadap kesenian wilayahnya. Biasanya spesies ini berupa bapak-bapak, dengan hape lengkap berstabilizer ala-ala, semacam tongsis. Saya menemukan spesies ini di setiap kontingen, karena saya sempat diam di satu titik lalu melihat setiap kontingen lewat dengan barisan paradenya. Bapak-bapak spesies ini selalu hadir di tengah barisan, menerobos para penari, memasuki celah sempit pemain gambelan, serta dengan sengaja mendekatkan kameranya ke arah pemain atau penari.

Ia tidak menghirauan barisan akan amburadul, atau penari akan singkuh, yang paling penting hapenya itu merekam dengan jelas.

Saya mulai berspekulasi aneh-aneh, mungkin ada satu alasan yang sangat mendorong keiinginan bapak itu. Mungkin saja dia bertugas menyiarkan aktifitas parade untuk warga kabupaten yang tidak bisa datang ke Kota Denpasar. Jadi bak reporter profesional bapak spesies ini merekam dengan cekatan, ia takut kehilangan momen sedikitpun. Bila perlu (jika diizinkan) pastilah dia naik ke panggung dengan pongah, untuk merekam statemen Mendagri.

Tanggung jawab moralnya tinggi, dedikasinya jangan dipertanyakan, ia mampu menembus barikade tentara atau polisi yang sedang mengarahkan warga untuk membuka jalan. Saya saja beberapa kali ditegur, tapi karena melihat saya memakai nametag Media dengan desain PKB, saya tidak jadi ditertibkan, dan dipersilahkan untuk berjalan. Lain dengan bapak – bapak yang tadi saya ceritakan, dia memiliki wewenang penuh atas langkahnya sendiri. Sing ngeruang nyen pokokne, yang penting grup WA banjar, atau group WA keluarga, atau Group WA sanggar mendapat kirimin update-an terbaru dari kota.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Ketiga, paradenya tidak isi fragmen seperti PKB sebelum-sebelumnya. Saya melihat hanya kontingen ISI Denpasar sebagai pembuka, yang mempertunjukan fragmen cerita di depan podium kehormatan. Sementara kontingen lain hanya berjalan begitu saja. Tapi ada satu kontingen yang memodifikasi terma fragmen dengan aturan yang hanya boleh berjalan itu, yaitu kontingen dari Kabupaten Jembrana. Mereka menunjukan pementasan singkat, tapi tidak diam, melainkan sambil tetap berjalan.

“Iya strateginya agar tetap ada satu adegan, tapi tidak diam. Makanya ada tangga yang berjalan, itu untuk mensiasati agar tokoh yang berbicara tidak diam, tapi jalan bersama tangga bergerak,” ujar Putu Arista, koreografer muda yang mendapat kesempatan untuk menggarap tari dari kontingan Jembrana.

Wah saya takjub atas idenya itu, pintar juga mencari celah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sebab saya mendengar desas-desus, kalau ada fragmen pasti setiap kontingen melebihi waktu yang sudah ditentukan, sehingga parade berlangsung lama, sementara acara pembukaan di Art Centre harus segera dilaksanakan. Daripada daripada, akhirnya tidak diadakan fragmen saat parade.

Selain itu kontingen Jembrana melakukan fragmennya  dua kali. Pertama di depan podium, keduanya di perjalanan menuju akhir, sebelum kantor DPR kalau saya tidak salah ingat. Ini penting untuk saya sampaikan, karena orang-orang yang tidak punya kedudukan tinggi, jabatan, tidak punya koneksi, tidak memiliki undangan khusus untuk duduk di podium utama, memiliki juga kesempatan melihat garapan. Nah contohnya manusia seperti saya ini, yang  bukan termasuk orang penting, kan bisa lihat juga, nanti – di akhir.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Saat tahu  Jembrana akan menampilkan fragmennya menjelang akhir, orang-orang langsung berkumpul, untuk melihat. Ada yang siaga dengan gawainya, ada yang terkesima menonton sambil menggendong anaknya, ada yang berbisik-bisik  berkomentar dengan temannya.

“Kami kurang puas saat di depan podium, jadi diulang sebelum akhir, udah jauh-jauh ke Denpasar, kan sekalian sajalah,” ujar Putu Arista, saat saya jumpai usai parade.

Parade selesai, orang-orang bergegas pulang, atau langsung menuju Art Centre untuk menonton pembukaan. Saya sendiri melengos pulang ke rumah, tiba-tiba ada pesan WA di gawai :

Mama : Kamu lagi di PKB kan, foto dong penarinya.

Lalu saya teringat bapak-bapak spesies unik yang saya ceritakan di atas, memang keberadaannya cukup penting, bagi orang-orang seperti mama saya. Ada demand – ada barang! [T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Next Post

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co