14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 13, 2022
in Khas
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Suasana di luar arena parade Pembukaan PKB 2022 | Foto: Jong

Di parade selalu ada seorang ibu bersama tiga orang anaknya, duduk di bawah pohon, berteduh. Ada seorang pedagang es menjajakan minumannya, ia membawa es berwarna kuning, putih, ungu dan berbagai warna lainnya. Ada sekelompok polisi dan tentara sedang mengatur  penonton,  sekelompok fotografer tengah asik memburu momen. Tentu saja para peserta parade dengan riasan yang super duper wow, bersiap-siap untuk berjalan. Mereka duduk, mengobrol, merokok, kalau ada yang meminta foto, mereka akan berpose memberi kesempatan pengunjung untuk mengambil foto dirinya.

“Yen, sekali foto 5 ribu, meh be liu san maan bati uli tuni to (kalau sekali foto 5 ribu, sudah banyak dapat untung dari tadi),” ujar seorang kawan yang saya temui di sana, bersama rombongannya mewakili kontingen Kabupaten Jembrana dalam Parade Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB)– XLIV, di Jalan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Minggu 12 Juni 2022.

Dari pukul 13.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita, saya mengikuti parade. Saya berkeliling dari satu titik ke titik lainnya. Hanya berjalan-jalan sambil membawa alat perekam dan sesekali  mengabadikan gambar. Ramai banget warga menonton, apalagi di dekat podium kehormatan. Mereka duduk, di bawah pohon bersama keluarga, bersama teman, atau bersama kekasihnya. Di tengah keramaian dan kehiruk pikukan itu saya memperoleh beberapa catatan yang menarik, saya ingatkan lagi catatan ini sangat bersifat subjektif, dari sudut pandang saya sebagai warga kota yang suka jalan-jalan.

Turis saat parade pembukaan PKB | Foto: Jong

Pertama, PKB 2022 yang hampir keseluruhan acaranya dilaksanakan secara langsung, merupakan satu bentuk euforia yang ditunggu-tunggu warga. Mengingat selama 2 tahun terakhir pandemi, warga kangen ramai-ramai, kangen menyantap lumpia, es kelapa muda di lapangan sambil melihat sajian kesenian secara gratis. Keramaian di parade  merupakan satu kebangkitan bersama untuk kehidupan di Bali, apalagi di beberapa titik pariwisata di Bali sudah terlihat aktifitas para guide, agen wisata dan turis yang memenuhi pedestrian. Ah senang, hidup akan kembali lagi.

Saya membayangkan semua agen pariwisata memberi porsi lebih ke PKB, menjadwalkan perjalanan tamunya  untuk mengunjungi Art Centre secara massive. Tentu ini menjadi baik, orang-orang setidaknya akan memposting video, foto,  terkait PKB. Dapatlah marketing secara gratis lagi. Lintas dunia maya dan lintas benua. Seperti kita, yang biasanya dapat es kopi gratis dari kedai kopi baru yang sedang promo, jika kita posting kopi plus dengan kalimat menarik. Semacam “Ayo ke kedai kopi tempo, kopinya enak, cocok untuk mengawali hari” kemudian isi hastag #kopidenpasar #kopihot #kopisusu dan lain sebagainya.

Para turis dan tamu juga diharapkan demikian lah ya, usai menonton lalu posting isi kalimat dan hastag. “Come on enjoy in PKB” #Baligood #artinBali #Performingartlove #lovebali dan lain lain.

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Kedua,  ada satu spesies manusia di parade yang saya jumpai. Spesies ini pongah – etnosentris terhadap kesenian wilayahnya. Biasanya spesies ini berupa bapak-bapak, dengan hape lengkap berstabilizer ala-ala, semacam tongsis. Saya menemukan spesies ini di setiap kontingen, karena saya sempat diam di satu titik lalu melihat setiap kontingen lewat dengan barisan paradenya. Bapak-bapak spesies ini selalu hadir di tengah barisan, menerobos para penari, memasuki celah sempit pemain gambelan, serta dengan sengaja mendekatkan kameranya ke arah pemain atau penari.

Ia tidak menghirauan barisan akan amburadul, atau penari akan singkuh, yang paling penting hapenya itu merekam dengan jelas.

Saya mulai berspekulasi aneh-aneh, mungkin ada satu alasan yang sangat mendorong keiinginan bapak itu. Mungkin saja dia bertugas menyiarkan aktifitas parade untuk warga kabupaten yang tidak bisa datang ke Kota Denpasar. Jadi bak reporter profesional bapak spesies ini merekam dengan cekatan, ia takut kehilangan momen sedikitpun. Bila perlu (jika diizinkan) pastilah dia naik ke panggung dengan pongah, untuk merekam statemen Mendagri.

Tanggung jawab moralnya tinggi, dedikasinya jangan dipertanyakan, ia mampu menembus barikade tentara atau polisi yang sedang mengarahkan warga untuk membuka jalan. Saya saja beberapa kali ditegur, tapi karena melihat saya memakai nametag Media dengan desain PKB, saya tidak jadi ditertibkan, dan dipersilahkan untuk berjalan. Lain dengan bapak – bapak yang tadi saya ceritakan, dia memiliki wewenang penuh atas langkahnya sendiri. Sing ngeruang nyen pokokne, yang penting grup WA banjar, atau group WA keluarga, atau Group WA sanggar mendapat kirimin update-an terbaru dari kota.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Ketiga, paradenya tidak isi fragmen seperti PKB sebelum-sebelumnya. Saya melihat hanya kontingen ISI Denpasar sebagai pembuka, yang mempertunjukan fragmen cerita di depan podium kehormatan. Sementara kontingen lain hanya berjalan begitu saja. Tapi ada satu kontingen yang memodifikasi terma fragmen dengan aturan yang hanya boleh berjalan itu, yaitu kontingen dari Kabupaten Jembrana. Mereka menunjukan pementasan singkat, tapi tidak diam, melainkan sambil tetap berjalan.

“Iya strateginya agar tetap ada satu adegan, tapi tidak diam. Makanya ada tangga yang berjalan, itu untuk mensiasati agar tokoh yang berbicara tidak diam, tapi jalan bersama tangga bergerak,” ujar Putu Arista, koreografer muda yang mendapat kesempatan untuk menggarap tari dari kontingan Jembrana.

Wah saya takjub atas idenya itu, pintar juga mencari celah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sebab saya mendengar desas-desus, kalau ada fragmen pasti setiap kontingen melebihi waktu yang sudah ditentukan, sehingga parade berlangsung lama, sementara acara pembukaan di Art Centre harus segera dilaksanakan. Daripada daripada, akhirnya tidak diadakan fragmen saat parade.

Selain itu kontingen Jembrana melakukan fragmennya  dua kali. Pertama di depan podium, keduanya di perjalanan menuju akhir, sebelum kantor DPR kalau saya tidak salah ingat. Ini penting untuk saya sampaikan, karena orang-orang yang tidak punya kedudukan tinggi, jabatan, tidak punya koneksi, tidak memiliki undangan khusus untuk duduk di podium utama, memiliki juga kesempatan melihat garapan. Nah contohnya manusia seperti saya ini, yang  bukan termasuk orang penting, kan bisa lihat juga, nanti – di akhir.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Saat tahu  Jembrana akan menampilkan fragmennya menjelang akhir, orang-orang langsung berkumpul, untuk melihat. Ada yang siaga dengan gawainya, ada yang terkesima menonton sambil menggendong anaknya, ada yang berbisik-bisik  berkomentar dengan temannya.

“Kami kurang puas saat di depan podium, jadi diulang sebelum akhir, udah jauh-jauh ke Denpasar, kan sekalian sajalah,” ujar Putu Arista, saat saya jumpai usai parade.

Parade selesai, orang-orang bergegas pulang, atau langsung menuju Art Centre untuk menonton pembukaan. Saya sendiri melengos pulang ke rumah, tiba-tiba ada pesan WA di gawai :

Mama : Kamu lagi di PKB kan, foto dong penarinya.

Lalu saya teringat bapak-bapak spesies unik yang saya ceritakan di atas, memang keberadaannya cukup penting, bagi orang-orang seperti mama saya. Ada demand – ada barang! [T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Next Post

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co