3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyepi: Surya, Suryak, Ramya, Somya, Sunya

I Ketut Sumarta by I Ketut Sumarta
March 2, 2022
in Esai
Nyepi: Surya, Suryak, Ramya, Somya, Sunya

NYEPI hening sepi, sebagai pembuka/awal sekaligus penutup/akhir, dalam praktik alamiah-ilmiah-magis Tantrik Bali Tradisi tidak pernah berdiri sendiri. Nyepi tak pernah berakhir hanya di titik hening, melainkan berlanjut sampai menemukan puncaknya pada perayaan sang Maha Terang Cemerlang. Itulah yang dipahami dan dilakoni-dilakonkan sebagai puncak perayaan sang Jiwa: Hening dalam pelukan sang Maha Terang Cemerlang.

Itu sebab prosedur operasional standar Nyepi senantiasa berkait erat dengan Surya (posisi sang Mahasumber Energi Terang Cemerlang), Somya (proses pembersihan, penenangan, penjernihan), dan Sunya (memeluk Heneng Hening sang Mahasumber Segenap Sumber Hidup Kehidupan Maha Terang Cemerlang) sebagai satu-kesatuan sumbu poros.

Sebelum titik Sunya dicapai, dilakukan upaya prakondisi: pembersihan, penenangan, penjernihan lewat ritus Somya. Posisinya di titik-titik simpul ruang kosong—natah, natar, bencingah, hingga catuspatha, perempatan—yang mempertemukan menyatupadukan langsung Energi Penghidup Tak Terbatas Bapa Akasa (Angkasa Raya) dengan Ruang Rahim Wadag Kehidupan Ibu Pretiwi.

BACA JUGA:

  • NYEPI BUKAN PERAYAAN TAHUN BARU ŚAKA

Astronomi membaca titik nol pertemuan Bapa Akasa dengan Ibu Pretiwi itu sebagai Axis Mundi. Panglingsir/Tetua Bali menyebut dengan istilah ”madyan ikang bhuwana”, atau ”bhuwanesya”. Artinya: Poros-sumbu Kosmik, Poros-sumbu Dunia, Pusat Dunia. Matematika mengenal titik nol itu sebagai pertemuan Sumbu X dengan Sumbu Y. Secara spiritual dipahami: di Titik Nol itulah terjadi dan terdapat akumulasi Energi Puncak Tak Terbatas, Tanpa Ujung Tanpa Pangkal. Layaknya pusaran angin puting beliung yang tegak lurus, tak terukur, tanpa ujung tanpa pangkal. Oleh para Panglingsir/Tetua Bali berkawicaksanaan hidup diformulasikan dengan ungkapan puitis: linggodbhawa linggam tan patungtung tan pa bungkah.

Begitulah, di titik pertemuan Bapa Akasara-Ibu Pretiwi itu, Somya tercapai dengan syarat awal berupa: Suryak, gemuruh tempik sorak sorai nan riuh. Itulah guncangan penggetaran, pembangkitan, sekaligus penanda pelepasan alamiah-batiniah energi daya-dalam-terdalam.

Pertemuan penyatupaduan itu dijembatani dengan tiga medium: angin (bayu), sinar atau api (teja), dan air (apah). Angin menyatukan lewat hembusan, sinar atau api menyatukan lewat pancaran terang, sedangkan air menyatupadukan lewat aliran, sehingga terjadi pembasahan.

BACA JUGA:

  • Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi

Bapa Akasa nan suddha-murni adalah Isi, Ibu Pretiwi yang asuddha-tak-lagi-murni itu wadag. Isi itu memasuki, wadag itu dimasuki. Yang memasuki adalah Daya Hidup Penghidup, yang dimasuki merupakan Kehidupan. Keduanya bersatu menjadi penghidupan, yang menjadikan hidup lebih Hidup. Penghidupan secara sederhana sekaligus esensial dalam bahasa peradaban tanah-air pertanian mewujud sebagai kesuburan. Bapa Akasa itu adalah Inti-Sari-Pati-Hakikat (tattwa), sedangkan Tanah Ibu-Bumi-Prtiwi menjadi serba-Hakikat (sarwa-tattwa).

Rangkaian malis—malasti—makiis (berbersih—ke tepi air—agar raga bersih, pikiran cemerlang, hati ersih) lalu macaru atau tawur (Somya) saat Tilem Kasanga (Surya), dan memeluk hening Nyepi, karena itu, merupakah satu-kesatuan utuh keu-Tuhan yang tidak terpisahkan.

Sunya Heneng Hening Sepi Nyepi merupakan momentum pertemuan mistis kosmis berlapis-lapis, mulai dari karsa wadag-ragawi (sam-gama/sanggama), cipta pikiran-mental (sam-jnana), rasa kesadaran-budi-batiniah (sam-yoga), hingga berpuncak terdalam pada penyatutunggalan jiwa-spirit sang Mahaasal Mula Awal (sam-adi). Sumbu porosnya terumuskan dalam tata urutan tata laksana berformula: SS-R-SS: SuryaèSuryakèRamyaèSomyaèSunya.

Teks puitis berbahasa Jawa Kuno, Dharma Sunya, menyuratkan, siapa saja yang berhasil sampai pada titik Samyoga-Samadhi itu, maka: menjadilah dia itu “tumrang rasmi nikang prabaswara mijil ri hati mamenuhing sabhuwana”, menampak sinar terang cemerlang gilang-gemilang, terbit dari hati bening murni, memenuhi sang Diri. Bali Tradisi menamakan: Ngembak Geni.

BACA JUGA:

  • Nyepi, Belajar pada Belalang “Makules”

Manifestasi senyatanya berupa semangat hidup lebih ceria, berlimpah senyum, simpatik, empatik, optimistik, penuh rasa hangayubagia puji syukur, penuh rasa tanggung jawab dalam menyambut kedatangan Era Baru Kehidupan. Bali Tradisi masih melanjutkan prosesi ini hingga bertemu dengan Purnama Kadasa, saat terang Bulan Purnama pertama di utara garis Katulistiwa dirayakan dalam ritus Ngusaba di Pura Batur hingga Kahyangan-kahyangan Desa Adat di seantero Bali, bersamaan dengan ritus Bhatara Turun Kabeh di Pura Panataran Agung Besakih.

Berbahagialah Sahabat, Sameton sareng sami, manakala usai mangalami langsung Hening Nyepi lantas dapat menebarkan terang sinar api kesadaran, semangat, dan nilai-nilai hidup yang saling menumbuhkan dan saling memuliakan, urip-nguripi ruang-ruang kehidupan bersama.

Selamat dan semangat memeluk Hening Nyepi, Sahabat.

Sukreta Sadya Rahayu selalu. [T]

Tags: baliHari Raya Nyepi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Parade Pelegongan di DNA Denpasar | Esensi Legong Kembang Ura, Benarkah Membuat Rakyat Sejahtera?

Next Post

MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

I Ketut Sumarta

I Ketut Sumarta

Pejalan sunyi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co