4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Eka Dempul”, Metode Penanaman Bibit Terumbu Karang Ciptaan Pak Eka dari Desa Les

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 1, 2022
in Khas
“Eka Dempul”, Metode Penanaman Bibit Terumbu Karang Ciptaan Pak Eka dari Desa Les

Penanaman bibit terumbu karang dengan metode Eka Dempul [Foto-foto Dok Pak Eka]

Namanya Wayan Merta, tapi akrab disapa Pak Eka. Ini sapaan yang unik, karena tak ada satu pun nama Eka pada nama aslinya, juga tak ada nama Eka pada anaknya.

Namun ia senang saja dipanggil Pak Eka. Dan, jika mendengar istilah Eka Dempul yang berkaitan dengan laut dan penyelamatan terumbu karang, maka tak salah lagi, istilah itu memang berkaitan juga dengan nama panggilannya, Pak Eka.

Apa itu Eka Dempul? Tunggu, tunggu.

Pada suatu hari Minggu, saya sempat mengobrol dengan Pak Eka tentang laut dan kehidupan manusia di sekitarnya. Ah, gawat sekali. .

Laki-laki 54 tahun yang berasal Banjar Dinas Penyumbahan Desa Les Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, ini memang punya kehidupan yang tak jauh-jauh dari lautan. Bahkan, rumahnya juga dekat pesisir. Di rumah itu ia hidup bersama istri dan dua anaknya.

Pak Eka bersama kawan-kawan siap menyelam

Sejak tahun 1998 Pak Eka dikenal sebagai penyelam ulung. Ia menjadi seorang penyelam untuk mencari ikan hias. Mungkin sudah ratusan kali ia melakukan penyelaman, bukan hanya di perairan Tejakula dekat rumahnya, melainkan juga melakukan penyebrangan sampai perairan Sulawesi.

Dulu, perburuan ikan hias dilakukan dengan menggunakan potasium sianida. Belakangan baru disadari bahwa pencarian ikan hias dengan menggunakan potas itu membuat biota laut dan terumbu karang jadi hancur. Dan penggunaan potas pun dilarang.

“Sejak tahun 2001 timbul keinginan untuk membayar kesalahan itu,” kata Pak Eka.

Ia kemudian aktif terlibat dalam program pelestarian, pengembangan dan perawatan terumbu karang. Keaktifannya itu membuat ia semakin sadar dan semakin percaya dengan kata pepatah “Apa yang ditanam, itu yang dipetik”.

Sedari 2003 Pak Eka mulai melakukan gerakan transplantasi terumbu karang di pesisir Desa Les. Itu semua untuk mengembalikan dan melestarikan terumbu karang yang sebelumnya banyak rusak akibat potassium. Gerakan dilakukan bersama Sea Communities maupun secara mandiri. “

Menyelam adalah kegiatan Pak Eka sehari-hari

“Saya mengabdikan diri pada laut,” tegasnya.

Maka, laut bisa dianggap sebagai rumah keduanya. Pekerjaan utamanya menjadi nelayan ikan konsumsi. Ia juga menjadi  instruktur diving, dan rutin sebulan dua kali turun ke bawah laut untuk mengecek dan membersihkan terumbu karang dari sampah plastik.

Penemuan Metode Eka Dempul

Eka Dempul bisa disebut sebagai metode penanaman bibit terumbu karang di dasar laut dengan menggunakan campuran semen dan lem khsusus.

Bagaimana awal ditemukan metode Eka Dempul? Berawal dari program ICRG (Indonesian Coral Reef Garden) yang ia pimpin.

Ia terus berpikir untuk menemukan cara yang sederhana, berguna dan murah dan cepat untuk memastikan bibit karang tidak lepas dari substrat. Substrat adalah media buatan untuk tumbuhnya tunas karang.

Terumbu karang di perairan Desa Les, Tejakula

Beberapa ia lakukan, misalnya memakai labak (kayu yang digunakan untuk mengunci lubang yang masih ada antara media tumbuh dan bibit terumbu karang. Dan juga cara dengan menggunakan  dempul mobil, tapi efektifitasnya kurang baik dan memakan waktu lama serta mahal biaya.

Dan sutu kali, ia tak sengaja melihat sisa semen yang terkena air, dan semen itu langsung padat dan mengeras dalam beberapa saat. Timbulah ide untuk membuat eksperimen, di mana campuran semen itu ditambahkan dengan lem khusus.

Media buatan dengan menggunakan semen dan lem khusus itu pun dibuat dengan cepat. Ia kemudian menanam bibit terumbu karang dengan menggunakan metode yang dibuatnya itu. Bibit terumbu karang ditempelkan secara alami dengan menggunakan campuran semen dan lem khusus itu. Dan ternyata campuran itu tetap kuat. Bibit terumbu karang tidak terlepas.

Pembuatan campuran semen dan lem khusus untuk pemasanganh bibit terumbu karang

Nah, dengan metode itu. ribuan bibit terumbu karang bisa dipasang dengan sangat cepat, tanpa memerlukan waktu berhari-hari. Metode itu kemudian dikenal dengan “Eka Dempul”. Sangat sederhana dan cepat adalah keunggulan dari inovasi metode itu.

Bayangkan saja. sebelum ada metode ini, jika mau menanam karang, dibutuhkan media untuk meletakannya dan itu butuh waktu pembuatan media berhari-hari. Dengan metode Eka Dempul ini hanya butuh beberapa menit saja, dan bibit karang bisa ditaruh pada media alami di bawah laut. Pak Eka terus bereksperimen dengan metode ini.

Secara mandiri ia mendokumentasikan dan memberi tagging (tanda) dari metode yang ia buat. Dan saat ini ia sedang berjuang untuk mendapatkan hak paten dari metode yang dia temukan itu.

Semoga metode “Eka dempul” bisa mendapatkan hak paten. “Prosesnya sudah diurus,” katanya.

Bibit terumbu karang yang ditanam dengan menggunakan metode Eka dempul

Pak Eka memang bukan ahli kelautan. Bahkan tidak tamat sekolah dasar.  Namun pengalaman dan penyadaran diri terhadap apa yang telah dilakukan di masa lalu telah membuat ia menata masa depan dari laut terutama lewat terumbu karang.

Betapa hebatnya terumbu karang yang bisa menjadi pengerem arus laut agar tidak abrasi dan sekaligus rumah mewah bagi ikan-ikan serta hiburan mewah bagi penikmat surga bawah laut. Terima kasih Pak Eka. [T]

Tags: bulelengDesa Lesterumbu karang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Bahasa Bali Dibuka Selasa Sore ini | Dari Taman Budaya Hingga ke Desa-Desa

Next Post

Memaknai Mesayut Tipat di Tilem Kawulu dari Sisi Penganekaragaman Pangan

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Mesayut Tipat di Tilem Kawulu dari Sisi Penganekaragaman Pangan

Memaknai Mesayut Tipat di Tilem Kawulu dari Sisi Penganekaragaman Pangan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co