2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
October 13, 2021
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada banyak burung di hutan desa. Beberapa burung bersiap untuk menonton upacara Perang Pandan yang digelar setahun sekali di Desa Tenganan Pengringsingan.

“Heiii, Kenari, ingat mandi ya, biar baumu harum,” goda burung Cucak Rawa. Burung-burung yang lain tertawa mendengar gurauan Cucak Rawa. Burung-burung itu tahu, kalau Burung Cucak Rawa memang begitu, dia tak akan puas kalau tidak dapat ngoceh dan bicara, makanya burung yang lain tak pernah menanggapinya terlalu serius. Burung-burung yang lain juga merasa berterima kasih pada Cucak Rawa, karena kebiasaannya ngoceh dan bertanya ini itu, membuat keluarga burung banyak tahu tentang alam sekitar, termasuk tentang upacara Perang Pandan dan maknanya.

“Cit cit cit…, saya penasaran melihat para pemuda desa saling memukulkan pandan ke punggung lawannya hihihi perih,” kata Burung Gelatik sambil bergidik membayangkannnya.

“Hihhh perihh, hihhh perihhh,” ceroteh Burung Beo menirukan Gekatik. Burung-burung yang lain geli melihat kelakuan teman-temannya.

“Kurkurkurr, kutukurrr, saya pernah melihatnya, saya tak tega, ada banyak darah dan luka, tiga hari sampai seminggu baru sembuh. Aneh sekali orang-orang itu, yang kena dan sakit malah disoraki, disemangati,” kata Burung Tekukur.

“Iya, kenapa dipukul dengan gulungan daun pandan berduri, kan tajam, pasti perihlah, kenapa tidak pakai daun kelapa saja, daun kelor atau daun gamal saja.” Burung Dara ikut-ikutan berkomentar.

Burung Cucak Rawa yang biasa ribut dan mengabarkan teman-temannya akan adanya upacara Perang Pandan itu diam, ikut memikirkan apa yang dikatakan burung yang lain. Selama ini Burung Cucak Rawa hanya ikut-ikutan saja, menonton dan ikut bersorak-sorak, Ia tak pernah berpikir seperti yang dikatakan Burung Perkutut dan Burung Dara. Kadang-kadang Cucak Rawa juga ikut merasa perih saat ada pemain yang terkena duri pandan, tapi rasa itu akan hilang ditelan sorak sorai suara penonton.

Lama juga burung-burung itu terdiam dengan pikiran masing-masing, bertanya-tanya kenapa harus ada upacara Perang Pandan dan kenapa harus memakai duri. Burung Cendrawasih yang jarang bergaul dengan burung-burung lain, turun mendekati teman-temannya.

“Saya tahu yang kalian pikirkan. Baiklah akan saya beritahu pengetahuan yang diceritakan seorang Rsi Agung kepada kalian,” kata Burung Cendrawasih.
Burung-burung yang lain terkesima melihat bulu Cendrawasih yang Indah juga suaranya yang tenang dan lembut.

“Upacara Perang Pandan digelar karena dulu desa itu terkena wabah, ada orang yang kerauhan yang memberitahu agar menggelar upacara Perang Pandan agar terhindar dari wabah penyakit,” jelas Cendrawasih.

“Kalau tentang itu saya pernah dengar, tetapi kenapa harus dengan pandan berduri? Itu yang kami tidak dapat tahu,” kata Cucak Rawa memotong cerita Cendrawasih.

Cendrawasih tersenyum melihat ketidaksabaran Cucak Rawa.

“Sabar… ketidaksabaran adalah ciri mahluk hidup yang belum mampu mengendalikan pikirannya. Pikiran itu tajam, banyak, panas, tak terlihat dan bebas, sama seperti duri-duri pandan. Jika kita tak hati-hati menggunakan pikiran, duri-durinya akan melukai orang lain dan diri sendiri, ” lanjut Cendrawasih lagi. Cucak Rawa diam menunduk, ia merasa sedang diingatkan.

“Keahlian menggunakan pikiran yang merupakan energi panas membuat manusia bisa menciptakan teknologi yang terlihat maupun tak terlihat. Pikiran adalah energi api, bisa membakar, melebur dan mengubah bentuk-bentuk energi yang bisa dikirim melalui zat padat, zat cair, api, gas maupun ruang kosong. Energi panas bisa ditangkap dan dinetralisir oleh duri pandan yang tajam dan banyak, yang material padat dan berair. Pemakaian pandan berduri pada Perang Pandan adalah untuk mengingatkan kita agar berhati-hati menggunakan pikiran, juga mengajarkan kita tentang manfaat pandan berduri untuk menetralisir energi panas yang tercipta dari kecerdasan pikiran,” jelas Burung Cendrawasih.

Burung-burung yang lain hanya melongo, hanya Burung Tekukur dan Burung Dara yang manggut-manggut tanda mengerti. Burung Cucak Rawa malah menguap beberapa kali, membuat geli burung-burung lain.
Sebelum Cendrawasih terbang meninggalkan burung-burung lainnya. Burung Tekukur mengucapkan terima kasih dan memuji pengetahuan Burung Cendrawasih.

“Terima kasih atas pengetahuan yang kamu berikan Burung Cendrawasih yang indah dan suci, salam hormat kami pada Rsi Agung, pengabdianmu menemani orang suci itu memberimu pengetahuan suci dan membuatmu jadi burung suci, hormat kami untukmu, janganlah pernah lelah untuk berbagi pengetahuan,” kata Burung Tekukur sambil melambaikan sayapnya, diikuti oleh burung-burung lain. [T]

_____

IKUTI DONGENG LAIN

Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan

_____

Tags: Desa TenganandongengPerang Pandan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pindekan”, Rare Angon, Hobi Baru

Next Post

Pameran Made Arya Palguna | Cerita Manusia, Wabah dan Kejenakaan Sehari-hari

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Made Arya Palguna | Cerita Manusia, Wabah dan Kejenakaan Sehari-hari

Pameran Made Arya Palguna | Cerita Manusia, Wabah dan Kejenakaan Sehari-hari

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co