2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibudaya Festival, Merawat Negeri dari Bali Utara

Ibudaya Festival by Ibudaya Festival
October 11, 2021
in Khas
Ibudaya Festival, Merawat Negeri dari Bali Utara

Ayu Laksmi

Tiada doa
yang lebih ampuh
selain doa  yang engkau panjatkan
kasih yang selalu engkau tebarkan
bersemi tanpa bantuan musim / IBU

 
Svara Semesta
Ayu Laksmi

Sekiranya dari semangat yang terkandung dalam lirik di atas Ibudaya Festival dihelat oleh perempuan-perempuan Bali.  Dalam 4 bulan terakhir ide, gagasan, mendedah konsep, berdiskusi sengit,  merangkai pertunjukan, menghubungi segala pihak terkait, telah dilakukan selain harus mengurus kegiatan domestik di rumah serta mengatur pekerjaan di kantor. Dalam ketulusan kerja itu Ibudaya Festival akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2021 ini, dalam bentuk virtual yang dapat diakses di kanal Youtube Ibudaya Festival.
 
Jika ditelisik dari kata Ibudaya terdapat 3 rangkai kata yang terhubung di dalamnya yaitu Ibu – perempuan, Daya – kemampuan, dan Budaya – kerja laku turun menurun yang diwariskan, kaitannya terhadap kearifan lokal.
 
Ibudaya Festival mengusung tema besar Mula Ka Mula yang berarti kembali ke asal-keakar untuk “menanam”. Jika dikaitkan dengan konteks pandemi yang sudah berjalan hampir 2 tahun ini, manusia dihadapkan dengan berbagai pilihan, utamanya mereka yang dulu meninggalkan rumah untuk  mencari penghidupan ke suatu tempat, lalu secara sadar dituntut pulang – berhenti sejenak, merenung, menghayati, kemudian memulai kembali.
 
Dalam kepulangannya itu, mereka yang pulang akan berkeluh kesah kepada ibu, ibu yang memiliki rahim dalam tubuhnya merupakan asal kebermulaan kita semua.

Secara filosofi dapat dikatakan kita pulang ke rahim.
 
Kata rahim tersebut memiliki perluasan makna sebagai ruang,  yakni ruang penciptaan. Sejujurnya siapapun yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, apapun itu baik berupa ide, karya, cara berfikir dan lain sebagainya. Dapat dikatakan memiliki rahimnya masing-masing (terlepas dari gender).
 
 
Pulang Ke Rahim – Bali Utara
 
Untuk “menanam” kembali,  festival ini menuntun kita untuk menengok ke Bali bagian utara, Buleleng. Buleleng memiliki sejarah panjang yang perlu dicermati untuk membaca Bali secara menyeluruh. Satu diantaranya ialah nama besar Pelabuhan Buleleng pada masa kependudukan Belanda, Pelabuhan tersebut  menjadi pintu masuk utama jika ingin datang ke Bali. Keberadaannya yang strategisitu memberi peluang kepada orang luar untuk melakukan aktifitas perdagangan mulai dari  bangsa Eropa, China, Belanda, Arab, Bugis dan lain sebagainya.
 
Kehiruk pikukan Pelabuhan Buleleng memiliki peran penting terhadap alkulurasi kebudayaan yang terjadi di Buleleng terkait cara berfikir, bahasa tutur, kuliner, serta sistem sosio kulturalnya. Pada pada periode 1950-1985 Buleleng menjadi ibu kota provinsi Sunda Kecil. Sunda Kecil meliputi Bali, Lombok, Bima, Flores, Timor (barat) dan Sumba serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.
 
Namun masa keemasannya mulai meredup saat Sunda Kecil dimekarkan menjadi tiga Provinsi – Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,  serta  ibu kota Provinsi Bali dipindahan,  dari Singaraja ke Denpasar tahun 1960. Sehingga segala hiruk pikuk yang terjadi secara tidak langsung berpindah ke Bali Selatan. Hal ini juga membawa dampak signifikan terhadap pembangunan, kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi orang Buleleng terasa bergerak lamban. Buleleng seolah ditinggalkan,  waktu berhenti begitu saja di sana.
 
Bernaung pada pemahaman di atas dengan penuh pertimbangan Ibudaya Festival menjadikan pusat segala kegiatannya di Bali Utara, dengan cara menyusur kembali ruang-ruang bersejarah yang memancarkan energi spiritual. Lebih jauh ziarah tersebut memberi tawaran alternatif sebagai rujukan destinasi wisata spiritual di Buleleng. Beberapa tempatnya ialah Rumah tua peninggalan Belanda, Bukit Ser, Brahmavihara Arama, Dermaga Buleleng, Pura Pulaki, Retreat Universal, Goa Maria Air Sanih, Danau Tamblingan dan Pura Gambur Anglayang.

Jasmine Okubo

Menurut Ayu Laksmi penggagas Ibudaya, festival ini merupakan bentuk kasih seorang ibu dalam menjaga tradisi yang luhur, termasuk tempat yang memiliki nilai sejarah di Buleleng. Gerakan ini masih kecil namun harus digaungkan secara perlahan agar semua orang tahu, Bali memiliki sejarah menarik yang semestinya menjadi rujukan penting untuk membangun Bali
 
“Dari ibu kita merawat Bali, kita mulai dari Buleleng untuk merawat Negeri” ujar Ayu Laksmi, saat diwawancara di kediamannya.
 
Perempuan – Perempuan Mencipta
 
Kegiatan Ibudaya Festival berupa Selebrasi Budaya dan Gelar Wicara  dilaksanakan secara virtual berpusat di Rumah Tua Peninggalan Belanda Buleleng. Kedua mata acara tersebut sepenuhnya melibatkan perempuan-perempuan yang menyerahkan sepenuh hidupnya pada disiplin ilmu masing-masin. .
 
Selebrasi Ibudaya disajikan dalam bentuk video art –pertunjukan dengan narasi, bahasa gambar yang puitik serta tidak terlepas dari penggalian nilai-nilai budaya dalam semangat spiritual seorang perempuan. Selebrasi Ibudaya menampilkan pertunjukan tradisi dan kontemporer berupa musik, tari dan teater. Sementara Gelar Wicara disajikan dengan acara diskusi kontemplatif oleh spiritualis perempuan, pakar ilmu medis, psikolog, pakar pariwisata dan inisiator perempuan di berbagai bidang. Diskusi ini diharapkan merangsang kerja kolektif  dan menumbuhkan keinginan untuk bergerak dalam satu semangat bersama.
 
Satu diantara yang terlibat ialah Jasmine Okubo koreografer asal Jepang yang  telah lama berkarya di Bali,  ia mementaskan satu repertoar tari di Bukir Ser Buleleng. Karya tersebut mengedepankan filosofi pohon kelapa yang erat hubungannya dengan kegiatan budaya orang Bali. 
 
“Bagiku pohon kelapa itu kehidupan, sangat pas aku bawakan di Bukit Ser karena dulunya itu situs pemukiman” ujar Jasmine Okubo saat tim Ibudaya Festival melaksanakan pengambilan gambar di Padang Galak-Denpasar.
 
Baginya Bukit Ser yang gersang, tandus dan panas  menyimpan berbagai kisah  kehidupan, sebab dulunya daerah tersebut merupakan pelabuhan  yang cukup strategis. Banyak pedagang dari luar Bali datang untuk menjajakan barangnya, lamban laun terciptalah suatu alkuturasi kebudayaan diimbangi dengan tumbuhnya  pemukiman disekitar area pelabuhan. Namun hal itu telah sirna, hanya dapat dilacak melalui temuan-temuan arkeologi yang tersebar di beberapa situs.
 
Dalam konsep dasar itu, Jasmine mencoba merangkai kehidupan di Bukit Ser, mengumpulkan berbagai energi ruang, menziarahi setiap jejaknya, meresapi pesan-pesan yang berhembus oleh angin, terciptalah satu peristiwa pertunjukan tari yang syahdu diantara celah pohon-pohon tua yang tumbuh di Bukit Ser.

Nyoman Tini Wahyuni sedang melukis di kediamannya – Buleleng

Penulis: Jong Santiasa Putra

______

Tags: balibali utaraBudayabulelengfestivalIbudaya FestivalSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra dan Sejarah Berfungsi Ingatkan Kolektif Bangsa | Sarasehan Daring Satupena-5

Next Post

Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri

Ibudaya Festival

Ibudaya Festival

Ibudaya merupakan festival perempuan yang digagas Ayu Laksmi melalui Bali Wariga. Ibudaya Festival 2021 mengangkat tema Mula ka Mula yang akan dilaksanakan secara virtual di sebuah rumah kolonial di Buleleng.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri

Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co