23 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhadrawada Masa | Bulan Penuh Kemuliaan

I Ketut Sumarta by I Ketut Sumarta
July 24, 2021
in Esai
Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi

SELAIN sebagai nama satu metrum kakawin [puisi berbahasa Jawa Kuna], Bhadrawada atau Bhadrapada juga menunjuk nama bulan kedua dalam sistem kalender Nusantara, bulan Karwa yang di Bali diucapkan Karo, Juli-Agustus. Kata bhadra dalam tradisi Jawa Kuno—yang kemudian berpengaruh kuat di Bali—kerap dimaknakan ‘selamat, untung, mulia, ramah, cantik’, juga ‘bagus’.

Mereka yang berwatak baik, mulia, gagah berani, atau cantik, bagus, indah, kerap diistilahkan dengan sebutan bhadrika. Bahkan Dewa Siwa yang memiliki beribu nama sebutan pun digelari Bhadra-Iswara (Bhadreswara), Mahadewa Maha Penganugerah Yang Penuh Kemuliaan.

Bhadrawada atau Bhadrapada sejatinya divisikan sebagai bulan penuh anugerah kemuliaan (bhadranugraha), sekaligus pembebasan, kemerdekaan.

Mpu Yogiswara manakala mengakhiri mahakaryanya, kakawin Ramayana, bertepatan dengan bulan Bhadrawada, menyuratkan doa dan pengharapan begini: “… semoga nilai-nilai mulia Ramayana tetap harum dan meresap ke dalam hati. Dengan begitu, mahayogi suci mulia sekalipun akan kian bahagia, dan orang-orang sujana arif-bijaksana kian suci hati dan pikirnya usai membaca karya sastra ini. Tentu pula kian awas waspada tajam pandangannya dalam memilah memilih baik dan buruk, sebagai jalan menuju kelepasan, kemerdekaan. Dan, jika tepat benarlah caramu menjelaskan, walaupun kepada orang awam sekalipun, akan dapat menyebabkan dia mencapai alam pembebasan, alam kemerdekaan.”

TRADISI kewaktuan Bali agraris biasanya memvisikan sasih Karo (Karwa, bulan kedua), sebagai momentum memuliakan hidup dalam kehidupan. Sebagai penanda waktunya: langit berawan-gemawan di subuh hingga pagi hari, diiringi udara sejuk bahkan cenderung dingin. Adapula jenis pohon tertentu yang mulai rontok daun hingga gundul, untuk kemudian tumbuh lagi tunas-tunas baru bersamaan dengan dimulai sasih Katiga (bulan ketiga, Agustus-September) saat puncak kemarau di wilayah Khatulistiwa, lalu disertai mekar bingar bunga-bunga saat sasih Kapat (bulan keempat) September-Oktober.

Dalam momentum kewaktuan seperti itulah tetua-tetua Bali agraris mulai merespons memaknai bentangan pertanda perubahan alam dengan gelaran upacara, terutama bagi pemuliaan harkat kemanusiaan serta bakti tunduk pengabdian untuk pemuliaan orangtua dan atman leluhur. Pada pura jagat dengan siklus ritus ketat bulan per bulan, seperti di Pura Besakih dan Pura Batur, pertanda kesemestaan ini direspons dengan ritus bermakna pengharapan bagi kestabilan jagat. Di Pura Gelap Besakih, pada Purnama Karo, digelar aci Pangenteg Jagat, agar jagat enteg, dalam arti tegteg, degdeg, kukuh stabil, harmonis, tetap, abadi, tiada berguncang menggang-menggung gonjang-ganjing.

“Pembacaan” dari titik Bumi Nusantara Raya—yang pas tepat dibentangi garis Khatulistiwa—memahami: Matahari saat Bhadrawada ini tampak mulai mendekati titik tengah Khatulistiwa dari Kutub Utara. Tidak berlebihan bila momentum Purnama Karo atau Purnama Bhadrawada kerap dipahami sebagai bulan purnama paling terang dalam siklus setahun kalender Bali. Ini karena Matahari beranjak dari Kutub Utara mendekati garis Khatulistiwa yang menjadikan Bumi di Garis Khatulistiwa mendapat sinar Matahari penuh dan menyeluruh. Jarak waktu siang dengan malam pun sama: 12 jam.

Momentum kewaktuan dalam ruang berkemuliaan seperti itulah mengesan kuat manakala teks-teks Bali maupun Jawa Kuno melukiskan alam saat sasih Karo yang juga dinamakan Bhadrapada atau Bhadrawada ini.

Pada momentum kesemestaan keruangan dan kewaktuan seperti itulah para pejalan kesadaran kerap memilih Agustus sebagai peluang emas buat melakukan pembebasan final sang Jiwa dari kurungan badan. Tapi, putra-putri utama Nusantara Raya generasi Dwitunggal Soekarno-Hatta memilih Bhadrawada Masa sebagai momentum emas buat memproklamasikan Kemerdekaan Tanah-Air Nusantara Raya Indonesia dari penjajahan bangsa lain. Dan, Bali pun secara resmi menjadi Provinsi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia pada momentum Bhadrawada Masa. Kedua momentum ini seakan memvisikan dan mengimplementasikan terang benderang perihal Bhadrawada sebagai bulan yang berlimpah anugerah buat memuliakan hidup dalam kehidupan.

Semoga Kita, Para Sahabat, mampu menjadikan bulan Bhadrawada ini sebagaimana harapan Mpu Yogiswara: //pinaka nimitta ning lepas//, sebagai jalan menuju pembebasan, pelepasan, pemerdekaan paripurna utuh-total-menyeluruh: dari yang tak-nyata menjadi Nyata; dari kegelapan menuju Terang; dari ketidakabadian menuju Keabadian.

Rahayu selalu, Sahabat.

  • Saniscara Umanis, Bala, Purnama Karo/Bhadrawada, Ishaka Warsa 1943
  • 24.07.2021
Tags: bulan purnamafilosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Temui Aku Pada Hangat Senja di Tepi Pantai Ini | Cerpen Satria Aditya

Next Post

Perpanjangan PPKM: Babak Akhir Penanganan Covid-19?

I Ketut Sumarta

I Ketut Sumarta

Pejalan sunyi

Related Posts

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

by Hartanto
May 22, 2026
0
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth...

Read moreDetails

‘Trust the Process’: Arsenal-Arteta Bisa, Bagaimana Indonesia-Prabowo?

by Afgan Fadilla
May 22, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan...

Read moreDetails

Besar Cerita, Besar Berita

by Angga Wijaya
May 21, 2026
0
Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

Read moreDetails

Hati-Hati Ada Proyek!

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
0
Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

Read moreDetails

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
0
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

Read moreDetails

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

by Chusmeru
May 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

Read moreDetails

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

by Emi Suy
May 19, 2026
0
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

Read moreDetails

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

by Early NHS
May 19, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

Read moreDetails

Emansipasi Wanita di Baduy  [Satu Sudut Pandang]

by Asep Kurnia
May 19, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KESETARAAN gender telah lama dikumandangkan, namun secara pasti entah mulai abad keberapa muncul kesadaran kolektif tentang tuntutan kesetaraan gender oleh...

Read moreDetails

Artikulasi atau Bisik-Bisik, Penting Mana?

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 19, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, Hari Buruh kemarin, yang hampir kita lupakan, sebenarnya menyimpan satu momen kecil yang lebih menarik daripada...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Perpanjangan PPKM: Babak Akhir Penanganan Covid-19?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali
Persona

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang
Puisi

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

by Chusmeru
May 22, 2026
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto
Cerpen

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

by Dody Widianto
May 22, 2026
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini
Esai

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth...

by Hartanto
May 22, 2026
Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara
Ulas Musik

Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal...

by Ahmad Sihabudin
May 22, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

‘Trust the Process’: Arsenal-Arteta Bisa, Bagaimana Indonesia-Prabowo?

ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan...

by Afgan Fadilla
May 22, 2026
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh
Panggung

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang,...

by Dede Putra Wiguna
May 22, 2026
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan
Panggung

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
Berguru ke Baduy Luar
Tualang

Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co