12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
July 7, 2021
in Ulasan
Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Karya Wayan Naya Swantha berjudul Kloni Non Organik

Cuaca sore itu sejuk. Pemandangan asri sawah membentang lebar di sekelilingnya. Hembusan angin mengayunkan dahan pohon dan membuat rumput menari-nari. Aliran air selokan mengalir dengan lancar dan memantulkan warna berkilau saat diterpa cahaya surya menandakan air berwarna jernih. Warna warni dasar selokan terlihat jelas berkat kejernihan itu. Pemandangan ini disaksikan di desa Guwang bagian selatan dimana Kulidan Kitchen and Space berdiri. Bangunan ini dikelilingi sawah di tiga sisinya dan jalan raya di sebelah barat pintu gerbang. Momen dari cuaca yang bersahabat, dan air yang jernih mengalir ditambahkan dengan acara pameran seni bertema Supra Village pada tanggal 3 April 2021.

Acara Supra Village adalah pameran seni rupa yang menghubungkan seni dengan isu lingkungan dan pertanian. Berkat kerja sama Galang Kangin dan pengelola Kulidan Kitchen and Space pameran ini berlangsung dengan khidmat dan menyenangkan. Komunitas seni Galang Kangin sebagai peserta pameran didirikan pada tahun 1996. Kekuatan Galang Kangin yang membuatnya mampu bertahan sampai sekarang adalah rasa solidaritas dan saling membantu anggotanya menghasilkan karya yang bermutu.

Seniman dan yang bukan seniman dapat belajar dari komunitas ini bahwa menghasilkan karya yang bermutu harus dilandasi rasa solidaritas dalam arti ketika ada anggota seniman menghasilkan karya bernilai, dia akan memotivasi dan memafasilitasi sesama anggotanya menghasilkan hal serupa, bukan menjauh dari komunitas, menganggap dirinya paling hebat. Para pelaku seni dan bidang lain yang peduli dengan isu sosial dan ekologi harus meminggirkan egonya dan bekerja sama menghasilkan karya yang bermutu dan dapat menyelesaikan masalah.

Di sore hari yang cerah,pembukaan pameran seni dibuka dengan pidato  Bapak Nyoman Partha, SH  menjabat sebagai anggota komisi VI DPR RI. Dalam pidato beliau, sejatinya pertanian dalam arti luas yaitu produksi makanan, serat dan kayu dari lahan dan laut adalah batangnya Bali. Ironisnya saat ini yang jadi batang tersebut digantikan oleh pariwisata. Ketika ini terjadi batangnya rusak, dan merambat ke akar sampai pucuk daun dan buah. Batang adalah tempat produksi. Pariwisata sebagai bunga dan buah adalah hasil dari batang yang sejati ini. Seni dalam kaitannya dengan masalah ini harus menyuarakan suara hati yang mencerminkan keadaan sesungguhnya mulai dari kritik, perlawanan atas kekeliruan kebijakan dan pemberdayaan untuk mewujudkan ide alternative menyelesaikan masalah.  Sekitar setengah jam berikutnya , Bapak Dr.Hardiman selaku kurator seni menjadi pembicara.

Melewati pintu kaca berbingkai kayu di sebelah timur ruang pameran, sudah berkumpul orang orang di dalam. Mereka mengamati dan mengadakan dialog dengan sesame pengunjung bahkan seniman dan curator. Mengamati karya karya yang ada, terdapat sebuah karya tiga dimensi berbingkai kayu berukuran panjang 70 cm dengan lebar 65 cm. di tengah bingkai adalah jaring jaring yang disusun dengan kawat. Di atas jaring jaring itu , sampah sampah yang sering muncul di sawah diambil lalu disusun dengan perpaduan lem dan kawat sehingga kokoh. Karya ini dibuat oleh Wayan Naya Swantha dengan judul Kloni non Organik

Wayan Naya Swantha menyuarakan kepada publik bahwa sampah sampah non organic amat rugikan petani. Lahan sawah dapat menjadi rusak karena hal ini. Tak jarang sawah menjadi tempat pembuangan sampah. Masyarakat sering melakukan ini karena dianggap paling praktis dan tanpa biaya.

Masalah sampah di Indonesia termasuk Bali kompleks. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan buang sampah sembarangan masih marak di masyarakat. Berita heboh pada tanggal 9 Maret 2021 dimana seseorang melempar botol minuman ke mulut kuda nil yang menyebabkan nyawa hewan itu terancam adalah gejalah dari parahnya kebiasaan buruk ini. Bahkan saat berjalan di areah persawahan Guwang, dapat ditemukan sandal, botol, gelas plastik dan barang barang non organic lainnya yang berserakan di sela sela antara pematang dan areal penanaman padi.

Dampak paling jelas dari kebiasaan buruk ini adalah tersumbatnya saluran irigasi sawah dan banjir disertai cemaran zat kimia non organic yang merusak sawah. Padi tidak mendapat cukup air dan berpotensi terencam air terpolusi. Pada kasus banjir, unsur hara pada lapisan atas tanah hanyut sehingga mengurangi nutrisi yang diperoleh tanaman padi bahkan mampu mematikan padi itu sendiri saat menjelang panen sehingga kerja yang dilakukan jadi sia sia dan harus kembali menanam bibit lagi dari awal. Kualitas gabah dan jerami yang dihasilkan amat rendah yang mengurangi nilai guna hasil sawah dan berdampak pada pendapatan petani. Dua hal ini berperan dalam mengganggu produktivitas  lahan, ekonomi petani dan keasrian.

Petani harus menguras waktu dan tenaganya untuk memungut sampah dari lahan yang dia garap , area antara garapan dan pematang serta saluran irigasi. Terkadang, air banjir yang tercemar berdampak buruk bagi kesehatan petani. Produktivitas kerja dan potensi dirinya mengolah sawah terhambat karena kebiasaan buruk masyarakat. Kebanyakan sampah non organik di sawah berasal dari selokan yang sebagian berakhir di antara saluran air masuk dan lahan garap. Rusaknya keasrian sawah memperkecil minat wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung karena nilai estetika nyaris tidak ada. Ini berpotensi mengurangi pendapatan ekonomi masyarakat Bali khusunya akibat kebiasaan buruk buang sampah sembarangan. Ini turut berperan dalam alih fungsi lahan karena petani merasa bebannya terlalu berat(1).

Sampah non organic padat dapat dipungut langsung oleh orang-orang yang melihatnya sehingga dapat berkurang dari lahan untuk waktu yang amat singkat saat diadakan bersih bersih lingkungan.  Hal ini tidak berlaku bagi limbah cair non organic. Sekitar Dua tahun lalu di Denpasar Selatan, di Banjar Pitik, kelurahan Pedungan, petani mengalami kesulitan yang lebih berat dibandingkan biasanya. Sampah non organic cair dari bercampur dengan air saluran irigani lalu mengaliri persawahan. Persawahan di situ berdekatan dengan usaha sablon rumah tangga yang tidak punya sistem pengolahan limbah cair sehingga membuangnya langsung ke selokan. Kesuburan padi terganggu karena limbah cair sisa sablon. Perubahan sawah jadi fungsi non pertanian di Pedungan berlangsung tanpa henti karena ini dimana petani enggan bercocok tanam selain daripada harga jual gabah, biaya biaya dari pembibitan, perawatan hingga  penggilingan dikarenakan juga aliran sampah(2).

Dari membuang waktu petani, serta merusak kesuburan tanah dan keindahan bentang lahan, sampah non organic dapat melukai manusia secara fisik. Di kabupaten Bandung, pecahan kaca sering ditemukan di areal persawahan sampai ada petani mengalami luka robek yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani(3). Ini membuktikan bahwa kebiasaan buruk masyarakat Indonesia dapat membahayakan nyawa manusia meski tidak disadari.

Selain terus mendidik setiap orang agar buang sampah pada tempatnya, masyarakat harus diberi pendidikan untuk memilah sampah organic dan non organic beserta pemanfaatannya. Harus disosialisasi dampak negative dari buang sampah sembarangan dan memberikan dampak positif dari perilaku menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan yang berperan penting dalam menjaga kualitas pangan.  Petugas pengangkut sampah harus sediakan dua ruang pada bak penampungan sampah yaitu organic dan non organic agar tidak tercampur sehingga akan jauh lebih menghemat waktu, biaya dan tenaga saat mengolahnya. Tiap kabupaten/kota harus ada unit pengolahan sampah tersebut. 

Ini dapat menambah pendapatan ekonomi warga dari barang barang yang dibuang menjadi bernilai guna. Kreativitas warga akan diberdayakan untuk menyelesaikan masalah ini.  Untuk limbah sablon dan limbah cair non organic dari industri skala rumah tangga dan usaha kecil menengah, pemerintah daerah  wajib mensosialisasikan kepada tiap pelaku usaha mendirikan fasilitas untuk penampungan limbah cair di tiap tempat produksi yang terhubung dengan instalasi pengolahan untuk menjaga kualitas air dan kesehatan lingkungan. Dirikanlah pengolahan sampah dan limbah yang terpadu supaya kualitas pangan dan air terjaga  buat manusia hidup di lingkungan yang layak.[T]

Sumber:

  1. SAMPAH PLASTIK SAMPAI DILAHAN SAWAH, SALAH SIAPA? 28 Desember 2020 https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/sampah-plastik-sampai-dilahan-sawah-salah-siapa-31
  2. Persawahan dipenuhi sampah plastik, petani mengekuh dewan kota turun tangan . 30 agustus 2019. https://www.nusabali.com/berita/58481/persawahan-dipenuhi-sampah-plastik
  3. 20 Hektare Sawah di Soreang Kabupaten Bandung Tercemar Sampah. 25 Maret 2017 https://news.detik.com/berita/d-3456877/20-hektare-sawah-di-soreang-kabupaten-bandung-tercemar-sampah
Tags: lingkunganPameran Seni Rupasampah plastikSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

3 Juli, Hari Khusus?

Next Post

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co