25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

3 Juli, Hari Khusus?

dr. I Ketut Arya Santosa by dr. I Ketut Arya Santosa
July 5, 2021
in Esai
3 Juli, Hari Khusus?

Ilustrasi foto dari penulis

Sabtu 3 Juli 2021, tidak ada perayaan Hari Nasional tertentu. Untuk wilayah Jawa dan Bali, hari itu adalah hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan dilaksanakan sampai tanggal 20 Juli mendatang. Seharusnya itu adalah hari yang khusus bukan? Setidaknya itulah yang saya pikirkan.

Hari itu saya ada janji dengan 2 orang pasien di Apotik MM, satu pasien kontrol dan satu pasien baru yang dijadwalkan pada jam 3 dan 4 sore. Sebelum itu, ada sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar yang perlu saya ikuti. Sebelum itu lagi, saya menghadiri sebuah diskusi online bersama 4 orang calon dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang sedang menjalani stase di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali tempat saya bekerja.

Kemarinnya saya sempat khawatir, apakah PPKM ini akan menghambat saya untuk pergi ke apotik? Rumah saya ada di sebuah desa di Kabupaten Karangasem, Bali, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Sanur, lokasi Apotik MM. Ada 4 wilayah kabupaten yang saya lewati bersama istri untuk mencapai Sanur, sebuah desa wisata yang merupakan kampung halaman bagi istri saya. Keempat kabupaten tersebut adalah, Karangasem, Klungkung, Gianyar, dan Denpasar itu sendiri. Jalur yang kami lewati termasuk jalur yang sehari-hari cukup padat, karena merupakan jalur provinsi yang dilewati oleh berbagai kendaraan. Truk, bus, minibus, sepeda motor, kendaraan umum maupun pribadi, juga Ambulance. Pemandangan touring motor besar atau beberapa penghobi sepeda di masa pandemi bukan hal yang aneh juga.

Hari ini jalanan tampak agak sepi, sesuai ekspektasi. Ini hari Sabtu, malam minggu, yang identik dengan harinya mencari hiburan di luar rumah, atau pulang kampung, atau jalan-jalan ke kota. Biasanya jalanan lebih padat daripada hari-hari biasanya dan Indomaret juga biasanya ramai pengunjung. Wates, Yehmalet sebuah ikon baru wisatawan lokal, biasanya juga lumayan ramai oleh kunjungan orang yang ingin menikmati kuliner di tepi laut. Tentu saja di area sekitar Pura Goa Lawah, dengan suasana magis dan kuliner makanan laut yang sudah terkenal, juga biasanya ramai. Hari ini, nampak seperti bukan hari sabtu, jika dibandingkan dengan sabtu-sabtu bulan lalu.

Ya, jalan lebih sepi kendaraan, perjalanan kami jadi lebih lancar. Saya ingat suasana di bulan April 2020, ketika pandemi baru berusia satu bulan, lengang. Saya begitu takjub terhadap suasana sepi jalanan, seolah jalanan jadi milik berdua, bareng istri. Di satu sisi ada rasa santai dan menyenangkan ketika tidak harus berkonsentrasi penuh pada kendaraan di sekitar. (Adalah cukup menegangkan ketika konsentrasi berkendara harus dibagi dengan mendengarkan celotehan istri, bukan?) Di sisi lain, saat itu ada rasa gelisah yang tak tergambarkan, bahwa suasana lengang itu adalah tidak normal. Hari ini tidak selengang itu.

Memang Bapak Presiden pernah mencanangkan suatu New Normal, dan Bali khususnya sempat direncanakan akan dibuka kembali untuk pariwisata, pada tanggal 1 Juli 2021, dua hari yang lalu. Ya, Bali sudah mulai membangkitkan diri di masa pandemi, termasuk dalam melaksanakan upacara keagamaan. Beberapa hari kemarin, Pura Goa Lawah, sebuah pura besar di wilayah Kabupaten Klungkung, nampak diramaikan umat Hindu. Sebagian besar, atau bahkan mungkin semua, melaksanakan suatu upacara persembahyangan yang merupakan rangkaian upacara Ngaben, yaitu Nyegara Gunung. Ngaben massal banyak dijalani di Bali, karena sangat sesuai prinsip gotong-royong. Di desa saya, ada sebuah klan yang sudah bersiap Ngaben massal, dengan peserta sekitar 30 kepala keluarga.

Pelaksanaan ajaran Agama Hindu di Bali, menurut saya cukup fleksibel dan mampu mengikuti perkembangan zaman, contohnya ya Ngaben massal ini. Nyegara Gunung adalah salah satu proses yang lazimnya dijalani di 2 Pura besar di Bali, yaitu Pura Goa Lawah yang mewakili laut (segara) dan Pura Besakih yang mewakili gunung. Pada beberapa hari kemarin, Pura Goa Lawah tampak cukup ramai pengunjung, namun Hari ini, itu tidak terjadi. Saya berpikir mungkin karena sudah dilakukan penyesuaian terkait hari khusus ini. Check, saya pikir ini bukti bahwa kami umat Hindu di Bali mampu beradaptasi.

Ternyata jalanan yang lebih sepi juga terlihat saat memasuki jalur bypass menuju Kota Denpasar, baik di wilayah Klungkung, Gianyar maupun Kota Denpasar sendiri. Sangat-sangat lancar, damai, namun pikiran saya agak gelisah, sambil memandang kiri kanan, melirik warung, toko, minimarket, apakah mereka buka seperti biasa. Saya merasa agak lapar, dan juga ingat titipan oleh-oleh untuk anak-anak. Melirik titik yang biasanya dihuni pedagang kakilima, lalu mata tertumbuk pada beberapa orang yang mengais rezeki di lampu merah. Ya, di lampu merah di daerah Padanggalak, KFC Sanur, dan lampu merah setelahnya ada seorang anak menjajakan tissue, seorang bapak menjajakan gantungan kunci, dan ada pula seorang anak yang menadahkan tangan.

Saya berpikir, apakah saya perlu bertanya kepada mereka, apakah adik/bapak sudah divaksinasi? Apakah bapak/adik berbekal hand sanitizer? Tentu saja mereka sudah memakai masker, dan itu bagus. Apakah saya seharusnya menelisik, apakah mereka sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat? Ataukah saya seharusnya berpikir juga, bahwa setiap orang pun harus introspeksi tentang protokol kesehatan ketat. Termasuk saya, istri saya, anda, siapapun. Dari semua kalangan, tanpa kecuali, tanpa alasan. Tanpa harus memikirkan soal sanksi dan hukuman. Atau konspirasi.

Sebelum ke Apotik, saya sempatkan singgah di sebuah toko buku. Istri saya berjanji membeli novel misteri karya penulis Indonesia untuk anak saya yang berusia 12 tahun. Toko buku ini punya kenangan tersendiri, ketika mengingat masa kuliah dulu, 2001 sampai 2007. Sebuah toko buku alternatif, yang lokasinya bukan di Mall. Toko ini sudah menyediakan tempat untuk cuci tangan di dekat pintu masuknya, pengunjungnya pun tidak banyak, walau tidak ada tulisan di depan, bahwa kunjungan ke toko ini dibatasi. Kami berkunjung hanya sekitar 20 menit, cukup untuk memilih 6 buah buku.

Semoga 2 minggu ini cukup. [T]

Tags: pandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gumi Arig”, Gadung Menjadi Aternatif Survive di Nusa Penida

Next Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

dr. I Ketut Arya Santosa

dr. I Ketut Arya Santosa

Lahir di Ulakan, Karangasem, 9 September 1983. Psikiater RS Jiwa Provinsi Bali

Related Posts

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails
Next Post
Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co