6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

3 Juli, Hari Khusus?

dr. I Ketut Arya Santosa by dr. I Ketut Arya Santosa
July 5, 2021
in Esai
3 Juli, Hari Khusus?

Ilustrasi foto dari penulis

Sabtu 3 Juli 2021, tidak ada perayaan Hari Nasional tertentu. Untuk wilayah Jawa dan Bali, hari itu adalah hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan dilaksanakan sampai tanggal 20 Juli mendatang. Seharusnya itu adalah hari yang khusus bukan? Setidaknya itulah yang saya pikirkan.

Hari itu saya ada janji dengan 2 orang pasien di Apotik MM, satu pasien kontrol dan satu pasien baru yang dijadwalkan pada jam 3 dan 4 sore. Sebelum itu, ada sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar yang perlu saya ikuti. Sebelum itu lagi, saya menghadiri sebuah diskusi online bersama 4 orang calon dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang sedang menjalani stase di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali tempat saya bekerja.

Kemarinnya saya sempat khawatir, apakah PPKM ini akan menghambat saya untuk pergi ke apotik? Rumah saya ada di sebuah desa di Kabupaten Karangasem, Bali, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Sanur, lokasi Apotik MM. Ada 4 wilayah kabupaten yang saya lewati bersama istri untuk mencapai Sanur, sebuah desa wisata yang merupakan kampung halaman bagi istri saya. Keempat kabupaten tersebut adalah, Karangasem, Klungkung, Gianyar, dan Denpasar itu sendiri. Jalur yang kami lewati termasuk jalur yang sehari-hari cukup padat, karena merupakan jalur provinsi yang dilewati oleh berbagai kendaraan. Truk, bus, minibus, sepeda motor, kendaraan umum maupun pribadi, juga Ambulance. Pemandangan touring motor besar atau beberapa penghobi sepeda di masa pandemi bukan hal yang aneh juga.

Hari ini jalanan tampak agak sepi, sesuai ekspektasi. Ini hari Sabtu, malam minggu, yang identik dengan harinya mencari hiburan di luar rumah, atau pulang kampung, atau jalan-jalan ke kota. Biasanya jalanan lebih padat daripada hari-hari biasanya dan Indomaret juga biasanya ramai pengunjung. Wates, Yehmalet sebuah ikon baru wisatawan lokal, biasanya juga lumayan ramai oleh kunjungan orang yang ingin menikmati kuliner di tepi laut. Tentu saja di area sekitar Pura Goa Lawah, dengan suasana magis dan kuliner makanan laut yang sudah terkenal, juga biasanya ramai. Hari ini, nampak seperti bukan hari sabtu, jika dibandingkan dengan sabtu-sabtu bulan lalu.

Ya, jalan lebih sepi kendaraan, perjalanan kami jadi lebih lancar. Saya ingat suasana di bulan April 2020, ketika pandemi baru berusia satu bulan, lengang. Saya begitu takjub terhadap suasana sepi jalanan, seolah jalanan jadi milik berdua, bareng istri. Di satu sisi ada rasa santai dan menyenangkan ketika tidak harus berkonsentrasi penuh pada kendaraan di sekitar. (Adalah cukup menegangkan ketika konsentrasi berkendara harus dibagi dengan mendengarkan celotehan istri, bukan?) Di sisi lain, saat itu ada rasa gelisah yang tak tergambarkan, bahwa suasana lengang itu adalah tidak normal. Hari ini tidak selengang itu.

Memang Bapak Presiden pernah mencanangkan suatu New Normal, dan Bali khususnya sempat direncanakan akan dibuka kembali untuk pariwisata, pada tanggal 1 Juli 2021, dua hari yang lalu. Ya, Bali sudah mulai membangkitkan diri di masa pandemi, termasuk dalam melaksanakan upacara keagamaan. Beberapa hari kemarin, Pura Goa Lawah, sebuah pura besar di wilayah Kabupaten Klungkung, nampak diramaikan umat Hindu. Sebagian besar, atau bahkan mungkin semua, melaksanakan suatu upacara persembahyangan yang merupakan rangkaian upacara Ngaben, yaitu Nyegara Gunung. Ngaben massal banyak dijalani di Bali, karena sangat sesuai prinsip gotong-royong. Di desa saya, ada sebuah klan yang sudah bersiap Ngaben massal, dengan peserta sekitar 30 kepala keluarga.

Pelaksanaan ajaran Agama Hindu di Bali, menurut saya cukup fleksibel dan mampu mengikuti perkembangan zaman, contohnya ya Ngaben massal ini. Nyegara Gunung adalah salah satu proses yang lazimnya dijalani di 2 Pura besar di Bali, yaitu Pura Goa Lawah yang mewakili laut (segara) dan Pura Besakih yang mewakili gunung. Pada beberapa hari kemarin, Pura Goa Lawah tampak cukup ramai pengunjung, namun Hari ini, itu tidak terjadi. Saya berpikir mungkin karena sudah dilakukan penyesuaian terkait hari khusus ini. Check, saya pikir ini bukti bahwa kami umat Hindu di Bali mampu beradaptasi.

Ternyata jalanan yang lebih sepi juga terlihat saat memasuki jalur bypass menuju Kota Denpasar, baik di wilayah Klungkung, Gianyar maupun Kota Denpasar sendiri. Sangat-sangat lancar, damai, namun pikiran saya agak gelisah, sambil memandang kiri kanan, melirik warung, toko, minimarket, apakah mereka buka seperti biasa. Saya merasa agak lapar, dan juga ingat titipan oleh-oleh untuk anak-anak. Melirik titik yang biasanya dihuni pedagang kakilima, lalu mata tertumbuk pada beberapa orang yang mengais rezeki di lampu merah. Ya, di lampu merah di daerah Padanggalak, KFC Sanur, dan lampu merah setelahnya ada seorang anak menjajakan tissue, seorang bapak menjajakan gantungan kunci, dan ada pula seorang anak yang menadahkan tangan.

Saya berpikir, apakah saya perlu bertanya kepada mereka, apakah adik/bapak sudah divaksinasi? Apakah bapak/adik berbekal hand sanitizer? Tentu saja mereka sudah memakai masker, dan itu bagus. Apakah saya seharusnya menelisik, apakah mereka sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat? Ataukah saya seharusnya berpikir juga, bahwa setiap orang pun harus introspeksi tentang protokol kesehatan ketat. Termasuk saya, istri saya, anda, siapapun. Dari semua kalangan, tanpa kecuali, tanpa alasan. Tanpa harus memikirkan soal sanksi dan hukuman. Atau konspirasi.

Sebelum ke Apotik, saya sempatkan singgah di sebuah toko buku. Istri saya berjanji membeli novel misteri karya penulis Indonesia untuk anak saya yang berusia 12 tahun. Toko buku ini punya kenangan tersendiri, ketika mengingat masa kuliah dulu, 2001 sampai 2007. Sebuah toko buku alternatif, yang lokasinya bukan di Mall. Toko ini sudah menyediakan tempat untuk cuci tangan di dekat pintu masuknya, pengunjungnya pun tidak banyak, walau tidak ada tulisan di depan, bahwa kunjungan ke toko ini dibatasi. Kami berkunjung hanya sekitar 20 menit, cukup untuk memilih 6 buah buku.

Semoga 2 minggu ini cukup. [T]

Tags: pandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gumi Arig”, Gadung Menjadi Aternatif Survive di Nusa Penida

Next Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

dr. I Ketut Arya Santosa

dr. I Ketut Arya Santosa

Lahir di Ulakan, Karangasem, 9 September 1983. Psikiater RS Jiwa Provinsi Bali

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co