26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
July 8, 2021
in Esai
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

[Foto ilustrasi: Mursal Buyung]

Bunga sejatinya seperti apa yang kita lihat sehari-hari dan realitanya memang seperti itu. Namun, di dalam teks disebutkan bahwa bunga juga terdapat di dalam tubuh manusia. Tetapi, apakah memang benar ada bunga dalam tubuh manusia? Ataukah hanya ada sekuntum bunga yang menandakan akan cinta?

Sejatinya teks-teks kuna banyak menyimpan pengetahuan adi luhung. Karena para tetua kita   menuliskan hal-hal penting dalam sebuah lembaran daun lontar. Dalam setipa guratan pisau yang digunakan dan dalam setiap huruf yang muncul memiliki sebuah makna yang tersirat.

Dalam pembacaan teks itu saya menemukan hal yang unik atau baru yang menyangkut di otak saya yakni bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia

Bunga yang ada di tubuh manusia terletak pada tempat tertentu. Di dalam dua teks yang saya baca yakni Aji Kembang dan Kidung Wargasari, saya menemukan bahwa kedua teks tersebut memiliki sebuah perumpaan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat bunga. Letak setiap bunga tersebut ada di setiap tubuh manusia.

Saya mencoba menuliskan bunga yang ada di tubuh manusia yang diambil dari dua refrensi tersebut.

Teks Aji Kembang

Teks Aji Kembang merupakan teks yang dipergunakan untuk acuan dalam hal melakukan upacara pitra yadnya atau pangabenan. Dalam teks ini dibahas mengenai letak bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam lontar Aji Kembang yang berbunyi:

ucapen kang sarwwa skar utama kebang ing sema mpol presamma mungguh ring ragga asahananing sarwwa skar, ragawe rakembang nyambhu mrik sumarga bdakasturi, rahasyaa kembang priyakaa uttama kembang nging kumpok // kembang mnar iruung ing ngwang kembang cinna nanii nira, nagga puspa tanganiraa ring jari jikembang bakung, ring siku kembang riyana

[diucapkan semua jenis bunga yang sedang berkembang semuanya jenis bunga itu berada di dalam diri manusia, badan ini bagaikan bunga yang sedang kembang dan berbau harum, sangat rahasia bunga priyak yang utama bunga yang kita cari// Bunga mar hidung dan kembang cina saya, bunga naga berada di tangan tepatnya di jari kembang bakung, di siku bunga riyan]

Pada kutipan di atas sangat jelas disebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada sebuah bunga yang terletak pada bagian tertentu. Dalam kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa bunga yang terletak d isetiap tubuh manusia memiliki nama yang berbeda-beda setiap tempatnya. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa ada sebuah bungan tunjung [teratai] yang terletak pada bagian tertentu. Adapun kutipannya yaitu:

kunang kang mungguh ring dalem tunjung putih pupusuh,wredhaya nira tunjung baang tunjuung daduu ring paparu, tunjung jangga ususi ngwang tunjung kuning ring ungsilan, ring limpa tunjunge gadang ring ampru tunjunge kresna // kunang kang munggah ring limpa ring ikeban tunjung biru, kunang kang munggah ring tngah kembang tunjung mancawarnna, wus puput samaa ring ragga katruakna denira //

[Diceritakan bahwa di dalam teratai putih di pupusuh, wredaya saya teratai merah, teratai dadu di paru-paru, teratai jangga usisi dan teratai kuning di ungsilan, di limpa teratai hijau, di ampru teratai hitam// sekarang yang di limpa teratai biru, teratai yang berada di tengah adalah teratai panca warna, selesai sudah semua diceritakan olehnya//].

Kedua kutipan di atas sangat jelas menceritan bahwa bunga yang terdapat di dalam diri manusia sangatlah banyak tergantung di mana letaknya. Namun, dalam teks tersebut sudah dirinci tentang nama bunga yang terdapat di setiap tubuh manusia yang patut untuk kita ketahui serta kita perdalami.

Kidung Wargasari

Sebelum jauh membahas tentang Kidung Wargasari, alangkah baiknya kita baca kutipan di bawah ini yang menandakan bahwa ada bunga dalam tubuh manusia yang terdapat di dalam kidung wargasari. Adapun bunyinya yakni:

Sang Hyang Atma-Lingga pinuh, haneng Padma-hrddhayane, hoya ri ilenging pupusuh, ring ampru ri witing hati, krsna warnin Ida Iwih, ngaran Sang Hyang LokaNatha, sir a Qiwa-Jagat-Guru, Ida mangkyenisti.

[Sang Hyang Atma Lingga sesungguhnya, berada di dalam padmahredhaya itu, yaitu di dalam jantung, di nyali di pangkal hati, hitam wamanya beliau sangat utama, bemama Sang Hyang Loka Nata, beliau Siwa Jagat Guru , beliau sekarang dipuja].

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa tubuh manusia di ibaratkan sebagai Bunga Padma yang terletak di jantung, nyali di pangkal hati. Bunga padma yang terletak di hati itu bernama bunga padma yang sangat utama dan mulia.

Setiap manusia sudah barang tentu mengetahui hal tersebut agar nantinya dapat memahami bahwa bunga yang terdapat di dalam diri tersebut dapat berkembang sesuai dengan kemampuan kita. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa bunga itu dapat layu jika kita tidak mampu merawatnya dengan memberikan asupan pengetahuan ke dalam diri kita.

Bunga dalam diri disirami dengan pengetahuan sedangkan bunga yang mekar di luar diri disirami dengan air. Namun, apakah bunga dalam diri tersebut dapat layu?

Dalam hal ini juga bahwa kedua teks tersebut merupakan teks kuna yang menggunakan bahasa kawi dalam menuliskan isi yang sangat penting. Sehingga perlu untuk mengkaji serta memahaminya. Nah ketika kita sudah tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat bunga ke manakah langkah kita? [T]

Bibliography

  • ________Alih Aksara Lontar Aji Kembang.2021[koleksi Pribadi IG Mardi Yasa].
  • Sudirga, I Made&Ni Wayan Ngasti.1998.Alih Aksara dan Alih Bahasa KidungWargasari.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa [Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan].
Tags: bungasastraTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Next Post

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co