16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
July 8, 2021
in Esai
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

[Foto ilustrasi: Mursal Buyung]

Bunga sejatinya seperti apa yang kita lihat sehari-hari dan realitanya memang seperti itu. Namun, di dalam teks disebutkan bahwa bunga juga terdapat di dalam tubuh manusia. Tetapi, apakah memang benar ada bunga dalam tubuh manusia? Ataukah hanya ada sekuntum bunga yang menandakan akan cinta?

Sejatinya teks-teks kuna banyak menyimpan pengetahuan adi luhung. Karena para tetua kita   menuliskan hal-hal penting dalam sebuah lembaran daun lontar. Dalam setipa guratan pisau yang digunakan dan dalam setiap huruf yang muncul memiliki sebuah makna yang tersirat.

Dalam pembacaan teks itu saya menemukan hal yang unik atau baru yang menyangkut di otak saya yakni bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia

Bunga yang ada di tubuh manusia terletak pada tempat tertentu. Di dalam dua teks yang saya baca yakni Aji Kembang dan Kidung Wargasari, saya menemukan bahwa kedua teks tersebut memiliki sebuah perumpaan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat bunga. Letak setiap bunga tersebut ada di setiap tubuh manusia.

Saya mencoba menuliskan bunga yang ada di tubuh manusia yang diambil dari dua refrensi tersebut.

Teks Aji Kembang

Teks Aji Kembang merupakan teks yang dipergunakan untuk acuan dalam hal melakukan upacara pitra yadnya atau pangabenan. Dalam teks ini dibahas mengenai letak bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam lontar Aji Kembang yang berbunyi:

ucapen kang sarwwa skar utama kebang ing sema mpol presamma mungguh ring ragga asahananing sarwwa skar, ragawe rakembang nyambhu mrik sumarga bdakasturi, rahasyaa kembang priyakaa uttama kembang nging kumpok // kembang mnar iruung ing ngwang kembang cinna nanii nira, nagga puspa tanganiraa ring jari jikembang bakung, ring siku kembang riyana

[diucapkan semua jenis bunga yang sedang berkembang semuanya jenis bunga itu berada di dalam diri manusia, badan ini bagaikan bunga yang sedang kembang dan berbau harum, sangat rahasia bunga priyak yang utama bunga yang kita cari// Bunga mar hidung dan kembang cina saya, bunga naga berada di tangan tepatnya di jari kembang bakung, di siku bunga riyan]

Pada kutipan di atas sangat jelas disebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada sebuah bunga yang terletak pada bagian tertentu. Dalam kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa bunga yang terletak d isetiap tubuh manusia memiliki nama yang berbeda-beda setiap tempatnya. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa ada sebuah bungan tunjung [teratai] yang terletak pada bagian tertentu. Adapun kutipannya yaitu:

kunang kang mungguh ring dalem tunjung putih pupusuh,wredhaya nira tunjung baang tunjuung daduu ring paparu, tunjung jangga ususi ngwang tunjung kuning ring ungsilan, ring limpa tunjunge gadang ring ampru tunjunge kresna // kunang kang munggah ring limpa ring ikeban tunjung biru, kunang kang munggah ring tngah kembang tunjung mancawarnna, wus puput samaa ring ragga katruakna denira //

[Diceritakan bahwa di dalam teratai putih di pupusuh, wredaya saya teratai merah, teratai dadu di paru-paru, teratai jangga usisi dan teratai kuning di ungsilan, di limpa teratai hijau, di ampru teratai hitam// sekarang yang di limpa teratai biru, teratai yang berada di tengah adalah teratai panca warna, selesai sudah semua diceritakan olehnya//].

Kedua kutipan di atas sangat jelas menceritan bahwa bunga yang terdapat di dalam diri manusia sangatlah banyak tergantung di mana letaknya. Namun, dalam teks tersebut sudah dirinci tentang nama bunga yang terdapat di setiap tubuh manusia yang patut untuk kita ketahui serta kita perdalami.

Kidung Wargasari

Sebelum jauh membahas tentang Kidung Wargasari, alangkah baiknya kita baca kutipan di bawah ini yang menandakan bahwa ada bunga dalam tubuh manusia yang terdapat di dalam kidung wargasari. Adapun bunyinya yakni:

Sang Hyang Atma-Lingga pinuh, haneng Padma-hrddhayane, hoya ri ilenging pupusuh, ring ampru ri witing hati, krsna warnin Ida Iwih, ngaran Sang Hyang LokaNatha, sir a Qiwa-Jagat-Guru, Ida mangkyenisti.

[Sang Hyang Atma Lingga sesungguhnya, berada di dalam padmahredhaya itu, yaitu di dalam jantung, di nyali di pangkal hati, hitam wamanya beliau sangat utama, bemama Sang Hyang Loka Nata, beliau Siwa Jagat Guru , beliau sekarang dipuja].

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa tubuh manusia di ibaratkan sebagai Bunga Padma yang terletak di jantung, nyali di pangkal hati. Bunga padma yang terletak di hati itu bernama bunga padma yang sangat utama dan mulia.

Setiap manusia sudah barang tentu mengetahui hal tersebut agar nantinya dapat memahami bahwa bunga yang terdapat di dalam diri tersebut dapat berkembang sesuai dengan kemampuan kita. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa bunga itu dapat layu jika kita tidak mampu merawatnya dengan memberikan asupan pengetahuan ke dalam diri kita.

Bunga dalam diri disirami dengan pengetahuan sedangkan bunga yang mekar di luar diri disirami dengan air. Namun, apakah bunga dalam diri tersebut dapat layu?

Dalam hal ini juga bahwa kedua teks tersebut merupakan teks kuna yang menggunakan bahasa kawi dalam menuliskan isi yang sangat penting. Sehingga perlu untuk mengkaji serta memahaminya. Nah ketika kita sudah tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat bunga ke manakah langkah kita? [T]

Bibliography

  • ________Alih Aksara Lontar Aji Kembang.2021[koleksi Pribadi IG Mardi Yasa].
  • Sudirga, I Made&Ni Wayan Ngasti.1998.Alih Aksara dan Alih Bahasa KidungWargasari.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa [Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan].
Tags: bungasastraTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Next Post

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails
Next Post
Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co