15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
July 8, 2021
in Esai
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

[Foto ilustrasi: Mursal Buyung]

Bunga sejatinya seperti apa yang kita lihat sehari-hari dan realitanya memang seperti itu. Namun, di dalam teks disebutkan bahwa bunga juga terdapat di dalam tubuh manusia. Tetapi, apakah memang benar ada bunga dalam tubuh manusia? Ataukah hanya ada sekuntum bunga yang menandakan akan cinta?

Sejatinya teks-teks kuna banyak menyimpan pengetahuan adi luhung. Karena para tetua kita   menuliskan hal-hal penting dalam sebuah lembaran daun lontar. Dalam setipa guratan pisau yang digunakan dan dalam setiap huruf yang muncul memiliki sebuah makna yang tersirat.

Dalam pembacaan teks itu saya menemukan hal yang unik atau baru yang menyangkut di otak saya yakni bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia

Bunga yang ada di tubuh manusia terletak pada tempat tertentu. Di dalam dua teks yang saya baca yakni Aji Kembang dan Kidung Wargasari, saya menemukan bahwa kedua teks tersebut memiliki sebuah perumpaan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat bunga. Letak setiap bunga tersebut ada di setiap tubuh manusia.

Saya mencoba menuliskan bunga yang ada di tubuh manusia yang diambil dari dua refrensi tersebut.

Teks Aji Kembang

Teks Aji Kembang merupakan teks yang dipergunakan untuk acuan dalam hal melakukan upacara pitra yadnya atau pangabenan. Dalam teks ini dibahas mengenai letak bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam lontar Aji Kembang yang berbunyi:

ucapen kang sarwwa skar utama kebang ing sema mpol presamma mungguh ring ragga asahananing sarwwa skar, ragawe rakembang nyambhu mrik sumarga bdakasturi, rahasyaa kembang priyakaa uttama kembang nging kumpok // kembang mnar iruung ing ngwang kembang cinna nanii nira, nagga puspa tanganiraa ring jari jikembang bakung, ring siku kembang riyana

[diucapkan semua jenis bunga yang sedang berkembang semuanya jenis bunga itu berada di dalam diri manusia, badan ini bagaikan bunga yang sedang kembang dan berbau harum, sangat rahasia bunga priyak yang utama bunga yang kita cari// Bunga mar hidung dan kembang cina saya, bunga naga berada di tangan tepatnya di jari kembang bakung, di siku bunga riyan]

Pada kutipan di atas sangat jelas disebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada sebuah bunga yang terletak pada bagian tertentu. Dalam kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa bunga yang terletak d isetiap tubuh manusia memiliki nama yang berbeda-beda setiap tempatnya. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa ada sebuah bungan tunjung [teratai] yang terletak pada bagian tertentu. Adapun kutipannya yaitu:

kunang kang mungguh ring dalem tunjung putih pupusuh,wredhaya nira tunjung baang tunjuung daduu ring paparu, tunjung jangga ususi ngwang tunjung kuning ring ungsilan, ring limpa tunjunge gadang ring ampru tunjunge kresna // kunang kang munggah ring limpa ring ikeban tunjung biru, kunang kang munggah ring tngah kembang tunjung mancawarnna, wus puput samaa ring ragga katruakna denira //

[Diceritakan bahwa di dalam teratai putih di pupusuh, wredaya saya teratai merah, teratai dadu di paru-paru, teratai jangga usisi dan teratai kuning di ungsilan, di limpa teratai hijau, di ampru teratai hitam// sekarang yang di limpa teratai biru, teratai yang berada di tengah adalah teratai panca warna, selesai sudah semua diceritakan olehnya//].

Kedua kutipan di atas sangat jelas menceritan bahwa bunga yang terdapat di dalam diri manusia sangatlah banyak tergantung di mana letaknya. Namun, dalam teks tersebut sudah dirinci tentang nama bunga yang terdapat di setiap tubuh manusia yang patut untuk kita ketahui serta kita perdalami.

Kidung Wargasari

Sebelum jauh membahas tentang Kidung Wargasari, alangkah baiknya kita baca kutipan di bawah ini yang menandakan bahwa ada bunga dalam tubuh manusia yang terdapat di dalam kidung wargasari. Adapun bunyinya yakni:

Sang Hyang Atma-Lingga pinuh, haneng Padma-hrddhayane, hoya ri ilenging pupusuh, ring ampru ri witing hati, krsna warnin Ida Iwih, ngaran Sang Hyang LokaNatha, sir a Qiwa-Jagat-Guru, Ida mangkyenisti.

[Sang Hyang Atma Lingga sesungguhnya, berada di dalam padmahredhaya itu, yaitu di dalam jantung, di nyali di pangkal hati, hitam wamanya beliau sangat utama, bemama Sang Hyang Loka Nata, beliau Siwa Jagat Guru , beliau sekarang dipuja].

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa tubuh manusia di ibaratkan sebagai Bunga Padma yang terletak di jantung, nyali di pangkal hati. Bunga padma yang terletak di hati itu bernama bunga padma yang sangat utama dan mulia.

Setiap manusia sudah barang tentu mengetahui hal tersebut agar nantinya dapat memahami bahwa bunga yang terdapat di dalam diri tersebut dapat berkembang sesuai dengan kemampuan kita. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa bunga itu dapat layu jika kita tidak mampu merawatnya dengan memberikan asupan pengetahuan ke dalam diri kita.

Bunga dalam diri disirami dengan pengetahuan sedangkan bunga yang mekar di luar diri disirami dengan air. Namun, apakah bunga dalam diri tersebut dapat layu?

Dalam hal ini juga bahwa kedua teks tersebut merupakan teks kuna yang menggunakan bahasa kawi dalam menuliskan isi yang sangat penting. Sehingga perlu untuk mengkaji serta memahaminya. Nah ketika kita sudah tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat bunga ke manakah langkah kita? [T]

Bibliography

  • ________Alih Aksara Lontar Aji Kembang.2021[koleksi Pribadi IG Mardi Yasa].
  • Sudirga, I Made&Ni Wayan Ngasti.1998.Alih Aksara dan Alih Bahasa KidungWargasari.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa [Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan].
Tags: bungasastraTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Next Post

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails
Next Post
Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co