6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
July 8, 2021
in Esai
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

[Foto ilustrasi: Mursal Buyung]

Bunga sejatinya seperti apa yang kita lihat sehari-hari dan realitanya memang seperti itu. Namun, di dalam teks disebutkan bahwa bunga juga terdapat di dalam tubuh manusia. Tetapi, apakah memang benar ada bunga dalam tubuh manusia? Ataukah hanya ada sekuntum bunga yang menandakan akan cinta?

Sejatinya teks-teks kuna banyak menyimpan pengetahuan adi luhung. Karena para tetua kita   menuliskan hal-hal penting dalam sebuah lembaran daun lontar. Dalam setipa guratan pisau yang digunakan dan dalam setiap huruf yang muncul memiliki sebuah makna yang tersirat.

Dalam pembacaan teks itu saya menemukan hal yang unik atau baru yang menyangkut di otak saya yakni bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia

Bunga yang ada di tubuh manusia terletak pada tempat tertentu. Di dalam dua teks yang saya baca yakni Aji Kembang dan Kidung Wargasari, saya menemukan bahwa kedua teks tersebut memiliki sebuah perumpaan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat bunga. Letak setiap bunga tersebut ada di setiap tubuh manusia.

Saya mencoba menuliskan bunga yang ada di tubuh manusia yang diambil dari dua refrensi tersebut.

Teks Aji Kembang

Teks Aji Kembang merupakan teks yang dipergunakan untuk acuan dalam hal melakukan upacara pitra yadnya atau pangabenan. Dalam teks ini dibahas mengenai letak bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam lontar Aji Kembang yang berbunyi:

ucapen kang sarwwa skar utama kebang ing sema mpol presamma mungguh ring ragga asahananing sarwwa skar, ragawe rakembang nyambhu mrik sumarga bdakasturi, rahasyaa kembang priyakaa uttama kembang nging kumpok // kembang mnar iruung ing ngwang kembang cinna nanii nira, nagga puspa tanganiraa ring jari jikembang bakung, ring siku kembang riyana

[diucapkan semua jenis bunga yang sedang berkembang semuanya jenis bunga itu berada di dalam diri manusia, badan ini bagaikan bunga yang sedang kembang dan berbau harum, sangat rahasia bunga priyak yang utama bunga yang kita cari// Bunga mar hidung dan kembang cina saya, bunga naga berada di tangan tepatnya di jari kembang bakung, di siku bunga riyan]

Pada kutipan di atas sangat jelas disebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada sebuah bunga yang terletak pada bagian tertentu. Dalam kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa bunga yang terletak d isetiap tubuh manusia memiliki nama yang berbeda-beda setiap tempatnya. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa ada sebuah bungan tunjung [teratai] yang terletak pada bagian tertentu. Adapun kutipannya yaitu:

kunang kang mungguh ring dalem tunjung putih pupusuh,wredhaya nira tunjung baang tunjuung daduu ring paparu, tunjung jangga ususi ngwang tunjung kuning ring ungsilan, ring limpa tunjunge gadang ring ampru tunjunge kresna // kunang kang munggah ring limpa ring ikeban tunjung biru, kunang kang munggah ring tngah kembang tunjung mancawarnna, wus puput samaa ring ragga katruakna denira //

[Diceritakan bahwa di dalam teratai putih di pupusuh, wredaya saya teratai merah, teratai dadu di paru-paru, teratai jangga usisi dan teratai kuning di ungsilan, di limpa teratai hijau, di ampru teratai hitam// sekarang yang di limpa teratai biru, teratai yang berada di tengah adalah teratai panca warna, selesai sudah semua diceritakan olehnya//].

Kedua kutipan di atas sangat jelas menceritan bahwa bunga yang terdapat di dalam diri manusia sangatlah banyak tergantung di mana letaknya. Namun, dalam teks tersebut sudah dirinci tentang nama bunga yang terdapat di setiap tubuh manusia yang patut untuk kita ketahui serta kita perdalami.

Kidung Wargasari

Sebelum jauh membahas tentang Kidung Wargasari, alangkah baiknya kita baca kutipan di bawah ini yang menandakan bahwa ada bunga dalam tubuh manusia yang terdapat di dalam kidung wargasari. Adapun bunyinya yakni:

Sang Hyang Atma-Lingga pinuh, haneng Padma-hrddhayane, hoya ri ilenging pupusuh, ring ampru ri witing hati, krsna warnin Ida Iwih, ngaran Sang Hyang LokaNatha, sir a Qiwa-Jagat-Guru, Ida mangkyenisti.

[Sang Hyang Atma Lingga sesungguhnya, berada di dalam padmahredhaya itu, yaitu di dalam jantung, di nyali di pangkal hati, hitam wamanya beliau sangat utama, bemama Sang Hyang Loka Nata, beliau Siwa Jagat Guru , beliau sekarang dipuja].

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa tubuh manusia di ibaratkan sebagai Bunga Padma yang terletak di jantung, nyali di pangkal hati. Bunga padma yang terletak di hati itu bernama bunga padma yang sangat utama dan mulia.

Setiap manusia sudah barang tentu mengetahui hal tersebut agar nantinya dapat memahami bahwa bunga yang terdapat di dalam diri tersebut dapat berkembang sesuai dengan kemampuan kita. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa bunga itu dapat layu jika kita tidak mampu merawatnya dengan memberikan asupan pengetahuan ke dalam diri kita.

Bunga dalam diri disirami dengan pengetahuan sedangkan bunga yang mekar di luar diri disirami dengan air. Namun, apakah bunga dalam diri tersebut dapat layu?

Dalam hal ini juga bahwa kedua teks tersebut merupakan teks kuna yang menggunakan bahasa kawi dalam menuliskan isi yang sangat penting. Sehingga perlu untuk mengkaji serta memahaminya. Nah ketika kita sudah tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat bunga ke manakah langkah kita? [T]

Bibliography

  • ________Alih Aksara Lontar Aji Kembang.2021[koleksi Pribadi IG Mardi Yasa].
  • Sudirga, I Made&Ni Wayan Ngasti.1998.Alih Aksara dan Alih Bahasa KidungWargasari.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa [Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan].
Tags: bungasastraTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Next Post

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

by I Wayan Artika
June 5, 2026
0
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

Read moreDetails

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails
Next Post
Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co