6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
July 8, 2021
in Esai
Menyirami Bunga Dalam Tubuh Diri

[Foto ilustrasi: Mursal Buyung]

Bunga sejatinya seperti apa yang kita lihat sehari-hari dan realitanya memang seperti itu. Namun, di dalam teks disebutkan bahwa bunga juga terdapat di dalam tubuh manusia. Tetapi, apakah memang benar ada bunga dalam tubuh manusia? Ataukah hanya ada sekuntum bunga yang menandakan akan cinta?

Sejatinya teks-teks kuna banyak menyimpan pengetahuan adi luhung. Karena para tetua kita   menuliskan hal-hal penting dalam sebuah lembaran daun lontar. Dalam setipa guratan pisau yang digunakan dan dalam setiap huruf yang muncul memiliki sebuah makna yang tersirat.

Dalam pembacaan teks itu saya menemukan hal yang unik atau baru yang menyangkut di otak saya yakni bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia

Bunga yang ada di tubuh manusia terletak pada tempat tertentu. Di dalam dua teks yang saya baca yakni Aji Kembang dan Kidung Wargasari, saya menemukan bahwa kedua teks tersebut memiliki sebuah perumpaan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat bunga. Letak setiap bunga tersebut ada di setiap tubuh manusia.

Saya mencoba menuliskan bunga yang ada di tubuh manusia yang diambil dari dua refrensi tersebut.

Teks Aji Kembang

Teks Aji Kembang merupakan teks yang dipergunakan untuk acuan dalam hal melakukan upacara pitra yadnya atau pangabenan. Dalam teks ini dibahas mengenai letak bunga yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam lontar Aji Kembang yang berbunyi:

ucapen kang sarwwa skar utama kebang ing sema mpol presamma mungguh ring ragga asahananing sarwwa skar, ragawe rakembang nyambhu mrik sumarga bdakasturi, rahasyaa kembang priyakaa uttama kembang nging kumpok // kembang mnar iruung ing ngwang kembang cinna nanii nira, nagga puspa tanganiraa ring jari jikembang bakung, ring siku kembang riyana

[diucapkan semua jenis bunga yang sedang berkembang semuanya jenis bunga itu berada di dalam diri manusia, badan ini bagaikan bunga yang sedang kembang dan berbau harum, sangat rahasia bunga priyak yang utama bunga yang kita cari// Bunga mar hidung dan kembang cina saya, bunga naga berada di tangan tepatnya di jari kembang bakung, di siku bunga riyan]

Pada kutipan di atas sangat jelas disebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada sebuah bunga yang terletak pada bagian tertentu. Dalam kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa bunga yang terletak d isetiap tubuh manusia memiliki nama yang berbeda-beda setiap tempatnya. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa ada sebuah bungan tunjung [teratai] yang terletak pada bagian tertentu. Adapun kutipannya yaitu:

kunang kang mungguh ring dalem tunjung putih pupusuh,wredhaya nira tunjung baang tunjuung daduu ring paparu, tunjung jangga ususi ngwang tunjung kuning ring ungsilan, ring limpa tunjunge gadang ring ampru tunjunge kresna // kunang kang munggah ring limpa ring ikeban tunjung biru, kunang kang munggah ring tngah kembang tunjung mancawarnna, wus puput samaa ring ragga katruakna denira //

[Diceritakan bahwa di dalam teratai putih di pupusuh, wredaya saya teratai merah, teratai dadu di paru-paru, teratai jangga usisi dan teratai kuning di ungsilan, di limpa teratai hijau, di ampru teratai hitam// sekarang yang di limpa teratai biru, teratai yang berada di tengah adalah teratai panca warna, selesai sudah semua diceritakan olehnya//].

Kedua kutipan di atas sangat jelas menceritan bahwa bunga yang terdapat di dalam diri manusia sangatlah banyak tergantung di mana letaknya. Namun, dalam teks tersebut sudah dirinci tentang nama bunga yang terdapat di setiap tubuh manusia yang patut untuk kita ketahui serta kita perdalami.

Kidung Wargasari

Sebelum jauh membahas tentang Kidung Wargasari, alangkah baiknya kita baca kutipan di bawah ini yang menandakan bahwa ada bunga dalam tubuh manusia yang terdapat di dalam kidung wargasari. Adapun bunyinya yakni:

Sang Hyang Atma-Lingga pinuh, haneng Padma-hrddhayane, hoya ri ilenging pupusuh, ring ampru ri witing hati, krsna warnin Ida Iwih, ngaran Sang Hyang LokaNatha, sir a Qiwa-Jagat-Guru, Ida mangkyenisti.

[Sang Hyang Atma Lingga sesungguhnya, berada di dalam padmahredhaya itu, yaitu di dalam jantung, di nyali di pangkal hati, hitam wamanya beliau sangat utama, bemama Sang Hyang Loka Nata, beliau Siwa Jagat Guru , beliau sekarang dipuja].

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa tubuh manusia di ibaratkan sebagai Bunga Padma yang terletak di jantung, nyali di pangkal hati. Bunga padma yang terletak di hati itu bernama bunga padma yang sangat utama dan mulia.

Setiap manusia sudah barang tentu mengetahui hal tersebut agar nantinya dapat memahami bahwa bunga yang terdapat di dalam diri tersebut dapat berkembang sesuai dengan kemampuan kita. Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa bunga itu dapat layu jika kita tidak mampu merawatnya dengan memberikan asupan pengetahuan ke dalam diri kita.

Bunga dalam diri disirami dengan pengetahuan sedangkan bunga yang mekar di luar diri disirami dengan air. Namun, apakah bunga dalam diri tersebut dapat layu?

Dalam hal ini juga bahwa kedua teks tersebut merupakan teks kuna yang menggunakan bahasa kawi dalam menuliskan isi yang sangat penting. Sehingga perlu untuk mengkaji serta memahaminya. Nah ketika kita sudah tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat bunga ke manakah langkah kita? [T]

Bibliography

  • ________Alih Aksara Lontar Aji Kembang.2021[koleksi Pribadi IG Mardi Yasa].
  • Sudirga, I Made&Ni Wayan Ngasti.1998.Alih Aksara dan Alih Bahasa KidungWargasari.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa [Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan].
Tags: bungasastraTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Produksi Pangan dari Kebiasaan Buruk | Catatan dari Lukisan Kloni Non Organik

Next Post

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Berbagi Proses Berkarya dari Beji Langon Kapal

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co