6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berguru Pada Brahmana Keling | Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

Wayan Sumahardika by Wayan Sumahardika
June 29, 2021
in Khas
Berguru Pada Brahmana Keling | Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa [Foto dok Disbud Bali]

Setelah melakukan perjalanan begitu panjangnya dari timur Jawa menuju timur Bali, Brahmana Keling akhirnya tiba di Besakih. Maksud baik untuk ikut membantu jalannya Upacara Eka Dasa Ludra, Sang Brahmana bukannya diberikan tempat layak, malah disangka orang gila lantaran penampilannya yang kotor. Ia bahkan dianggap lancang karena telah berani mengaku diri sebagai saudara Raja Dalem Waturenggong, sang mpunya yadnya. Brahmana Keling pun diusir dari upacara.

Sepeninggal Brahmana, yadnya yang diharapkan mendatangkan kebahagian, justru menjadi bencana tak terkira. Wabah yang datang dari mana entah, membuat alam jadi kering kerontang. Segenap warga Gelgel jatuh sakit. Sang Dalem Waturenggong cemas kebingungan. Adakah yang salah dari jalannya upacara yang dilakukan?

Demikianlah, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menampilkan sendratari bertajuk ‘Brahmana Keling’ dalam serangkaian acara Pesta Kesenian Bali, Senin (28/6). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 48 mahasiswa dilibatkan menjadi sekaa tabuh, penari dan dalang dalam pertunjukan. Meski menerapkan sistem protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, pertunjukan tetap mampu menawarkan daya pikatnya di atas panggung Ksirarnawa Art Centre. Hampir selama 2 jam secara laring dan daring, penonton diajak hanyut menyelami kisah perjalanan Brahmana Keling.

Kisah Brahmana Keling sendiri bukanlah cerita yang asing bagi masyarakat Bali. Brahmana Keling dikenal sebagai cikal bakal hadirnya topeng Sidakarya yang menjadi tari pemuput upacara di Bali. Brahmana Keling adalah putra dari Dang Hyang Kayu Manis dari desa Keling Jawa Timur. Sebagai seorang pendeta, Brahmana Keling dikenal menguasai ‘Ilmu Kelepasan Jiwa’. Bukannya merasa tinggi dengan pengetahuan yang dimiliki, sang Brahmana menjadi tokoh yang bijak dan sederhana.  Sifat ini berbanding terbalik dengan Dalem Waturenggong sang Raja Gelgel yang menggelar upacara dengan jumawa.

Menurut Ida Bagus Gede Candrawan, yang menjabat sebagai Wakil Rektor III di kampus berbasis agama hindu ini, pertunjukan bermaksud untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang arti penting upacara yadnya. “Ada sebuah makna yang bisa dipetik dari cerita ini. Upacara harus dilakukan secara tulus ikhlas. Tapa, Yasa Kerthi benar-benar harus ditonjolkan. Tidak boleh marah, menghujat, menghina kepada siapapun, baik sesama manusia maupun dengan alam yang nanti akan mengurangi makna dari upacara itu,” ujarnya.

Kisah Brahmana Keling menjadi cerminan kuat untuk merefleksikan bagaimana semestinya manusia mengelola kebajikan dalam diri mereka. Yadnya tak hanya soal gemerlap upacara. Lebih penting dari itu, yadnya mesti didasarkan pada kesucian dan sikap rendah hati. Manusia mungkin bisa takabur membedakan mana yadnya yang tulus, mana yadnya yang pamrih. Namun tak demikian dengan semesta. Meski tak mampu bicara, pohonan dan alam adalah yang paling tanggap mencecap kejujuran.

Melihat tingkah Raja Waturenggong dan masyarakatnya, alam pun kecewa. Maka merebaklah wabah di mana-mana. Pada situasi ini, cerita tampak terhubung dengan konteks Purna Jiwa Prananing Wana Kerthi, sebagai tema yang diusung PKB tahun ini atas respon terhadap kondisi pandemi. Wabah covid-19 tak boleh membuat masyarakat hanyut terpuruk dalam keadaan. Dalam pertunjukan, kehadiran wabah membuka ruang Raja Waturenggong untuk menyepi dari kerumunan. Ia bersemedi, mengevaluasi kembali dirinya untuk menjadi raja yang lebih baik.

Sejalan dengan kenyataan masyarakat hari ini, pandemi yang merebak pun tak boleh menjadi halangan. Kehadiran pandemi boleh jadi juga dapat menjadi ruang baca masyarakat untuk membangun kembali nilai diri dalam hubungannya dengan alam, lingkungan dan kehidupan. Lebih jauh, kisah Brahmana Keling, dapat menginspirasi masyarakat Bali untuk terus menjalankan ajaran agama dengan tulus ikhlas meski dalam situasi apapun. “Pertunjukan ini menjadi sebuah wahana bagi mahasiswa kami untuk turut serta dalam upaya pengabdian kepada masyarakat, sehingga mereka bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan mental masyarakat luas. Selain itu, garapan ini juga menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak menghentikan para seniman di Bali untuk selalu berkreativitas,” ungkap Ida Bagus Gede Candrawan lebih lanjut.

Brahmana Keling, meski dihujat dan dicemooh oleh raja dan masyarakat kerajaan, tak serta merta menjadi kalap, benci dan marah. Raja dan segenap masyarakat kerajaan yang menyadari kesalahannya, kemudian memohon pengampunan Brahmana Keling. Pada akhir cerita, Brahmana Keling menggunakan ilmu pengetahuannya untuk mentralisir wabah yang merajalela. Semua berubah jadi sedia kala. Upacara Eka Dasa Rudra pun dapat dilaksanakan dengan penuh sukacita. Atas upaya yang dilakukan, mulai saat itu, Brahmana Keling Mabiseka Dalem Sida Karya. Sampai hari ini, kemuliaan dan rasa bakti tulus ikhlas Brahmana Keling tertanam dalam setiap pelaksaan upacara melalui tari Topeng Sidakarya. Satu tari ritual yang menjadi simbol pemuliaan manusia kepada Tuhan, alam dan kehidupan. [T]

Denpasar, 2021

Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2021Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Berliku Menjadi Dokter | SMA Jual Canang, Indekos dengan Tempe dan Saur

Next Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Wayan Sumahardika

Wayan Sumahardika

Sutradara Teater Kalangan (dulu bernama Teater Tebu Tuh). Bergaul dan mengikuti proses menulis di Komunitas Mahima dan kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Pasca Sarjana Undiksha, Singaraja.

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co