26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berguru Pada Brahmana Keling | Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

Wayan Sumahardika by Wayan Sumahardika
June 29, 2021
in Khas
Berguru Pada Brahmana Keling | Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

Sendratari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa [Foto dok Disbud Bali]

Setelah melakukan perjalanan begitu panjangnya dari timur Jawa menuju timur Bali, Brahmana Keling akhirnya tiba di Besakih. Maksud baik untuk ikut membantu jalannya Upacara Eka Dasa Ludra, Sang Brahmana bukannya diberikan tempat layak, malah disangka orang gila lantaran penampilannya yang kotor. Ia bahkan dianggap lancang karena telah berani mengaku diri sebagai saudara Raja Dalem Waturenggong, sang mpunya yadnya. Brahmana Keling pun diusir dari upacara.

Sepeninggal Brahmana, yadnya yang diharapkan mendatangkan kebahagian, justru menjadi bencana tak terkira. Wabah yang datang dari mana entah, membuat alam jadi kering kerontang. Segenap warga Gelgel jatuh sakit. Sang Dalem Waturenggong cemas kebingungan. Adakah yang salah dari jalannya upacara yang dilakukan?

Demikianlah, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menampilkan sendratari bertajuk ‘Brahmana Keling’ dalam serangkaian acara Pesta Kesenian Bali, Senin (28/6). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 48 mahasiswa dilibatkan menjadi sekaa tabuh, penari dan dalang dalam pertunjukan. Meski menerapkan sistem protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, pertunjukan tetap mampu menawarkan daya pikatnya di atas panggung Ksirarnawa Art Centre. Hampir selama 2 jam secara laring dan daring, penonton diajak hanyut menyelami kisah perjalanan Brahmana Keling.

Kisah Brahmana Keling sendiri bukanlah cerita yang asing bagi masyarakat Bali. Brahmana Keling dikenal sebagai cikal bakal hadirnya topeng Sidakarya yang menjadi tari pemuput upacara di Bali. Brahmana Keling adalah putra dari Dang Hyang Kayu Manis dari desa Keling Jawa Timur. Sebagai seorang pendeta, Brahmana Keling dikenal menguasai ‘Ilmu Kelepasan Jiwa’. Bukannya merasa tinggi dengan pengetahuan yang dimiliki, sang Brahmana menjadi tokoh yang bijak dan sederhana.  Sifat ini berbanding terbalik dengan Dalem Waturenggong sang Raja Gelgel yang menggelar upacara dengan jumawa.

Menurut Ida Bagus Gede Candrawan, yang menjabat sebagai Wakil Rektor III di kampus berbasis agama hindu ini, pertunjukan bermaksud untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang arti penting upacara yadnya. “Ada sebuah makna yang bisa dipetik dari cerita ini. Upacara harus dilakukan secara tulus ikhlas. Tapa, Yasa Kerthi benar-benar harus ditonjolkan. Tidak boleh marah, menghujat, menghina kepada siapapun, baik sesama manusia maupun dengan alam yang nanti akan mengurangi makna dari upacara itu,” ujarnya.

Kisah Brahmana Keling menjadi cerminan kuat untuk merefleksikan bagaimana semestinya manusia mengelola kebajikan dalam diri mereka. Yadnya tak hanya soal gemerlap upacara. Lebih penting dari itu, yadnya mesti didasarkan pada kesucian dan sikap rendah hati. Manusia mungkin bisa takabur membedakan mana yadnya yang tulus, mana yadnya yang pamrih. Namun tak demikian dengan semesta. Meski tak mampu bicara, pohonan dan alam adalah yang paling tanggap mencecap kejujuran.

Melihat tingkah Raja Waturenggong dan masyarakatnya, alam pun kecewa. Maka merebaklah wabah di mana-mana. Pada situasi ini, cerita tampak terhubung dengan konteks Purna Jiwa Prananing Wana Kerthi, sebagai tema yang diusung PKB tahun ini atas respon terhadap kondisi pandemi. Wabah covid-19 tak boleh membuat masyarakat hanyut terpuruk dalam keadaan. Dalam pertunjukan, kehadiran wabah membuka ruang Raja Waturenggong untuk menyepi dari kerumunan. Ia bersemedi, mengevaluasi kembali dirinya untuk menjadi raja yang lebih baik.

Sejalan dengan kenyataan masyarakat hari ini, pandemi yang merebak pun tak boleh menjadi halangan. Kehadiran pandemi boleh jadi juga dapat menjadi ruang baca masyarakat untuk membangun kembali nilai diri dalam hubungannya dengan alam, lingkungan dan kehidupan. Lebih jauh, kisah Brahmana Keling, dapat menginspirasi masyarakat Bali untuk terus menjalankan ajaran agama dengan tulus ikhlas meski dalam situasi apapun. “Pertunjukan ini menjadi sebuah wahana bagi mahasiswa kami untuk turut serta dalam upaya pengabdian kepada masyarakat, sehingga mereka bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan mental masyarakat luas. Selain itu, garapan ini juga menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak menghentikan para seniman di Bali untuk selalu berkreativitas,” ungkap Ida Bagus Gede Candrawan lebih lanjut.

Brahmana Keling, meski dihujat dan dicemooh oleh raja dan masyarakat kerajaan, tak serta merta menjadi kalap, benci dan marah. Raja dan segenap masyarakat kerajaan yang menyadari kesalahannya, kemudian memohon pengampunan Brahmana Keling. Pada akhir cerita, Brahmana Keling menggunakan ilmu pengetahuannya untuk mentralisir wabah yang merajalela. Semua berubah jadi sedia kala. Upacara Eka Dasa Rudra pun dapat dilaksanakan dengan penuh sukacita. Atas upaya yang dilakukan, mulai saat itu, Brahmana Keling Mabiseka Dalem Sida Karya. Sampai hari ini, kemuliaan dan rasa bakti tulus ikhlas Brahmana Keling tertanam dalam setiap pelaksaan upacara melalui tari Topeng Sidakarya. Satu tari ritual yang menjadi simbol pemuliaan manusia kepada Tuhan, alam dan kehidupan. [T]

Denpasar, 2021

Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2021Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Berliku Menjadi Dokter | SMA Jual Canang, Indekos dengan Tempe dan Saur

Next Post

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Wayan Sumahardika

Wayan Sumahardika

Sutradara Teater Kalangan (dulu bernama Teater Tebu Tuh). Bergaul dan mengikuti proses menulis di Komunitas Mahima dan kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Pasca Sarjana Undiksha, Singaraja.

Related Posts

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails
Next Post
Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Sumahardika dan Idayati Lolos Seleksi Penulis Emerging UWRF 2021

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co