23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine by Iin Valentine
February 25, 2021
in Esai
Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine | Teater Kalangan

Awal tahun 2021 boleh jadi awal yang berbeda untuk Teater Kalangan. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya setelah melangkah lima tahun dari kelahirannya, kelompok ini merealisasikan satu agenda yang sebenarnya sudah cukup lama diwacanakan. Agenda yang menurut orang lain bisa jadi tak memiliki arti seistimewa seperti yang kami –atau paling tidak, saya– rasakan.

Sebelumnya kami memang memiliki banyak kesempatan untuk bertemu, berkumpul, dan berkegiatan bersama. Namun rekreasi (sambil rapat agenda tipis-tipis) di Ubud pada 1-3 Januari lalu jadi semacam suntikan energi baru lagi untuk kami. Perjalanan ini baru sebentar, usia kelompok pun masih sangat muda. Namun saya merasa rentang waktu itu sungguh padat bagi Kalangan. Bahkan untuk rekreasi pun, baru bisa direalisasikan setelah lima tahun kami bersama, hahahaha… Tak apa, toh juga semua akan terjadi kalau sudah sampai pada waktunya, jadi mari kita syukuri saja.

Seperti saya bersyukur ada di lingkaran ini. Bagi saya yang pemalas ini, punya teman-teman seperti Kalangan, adalah hal yang mahal. Sebab dari mereka saya dengar dan tau hal-hal baru di dunia persilatan ini. Tapi pernah juga beberapa kali merasa hilang dan tersesat di tengah obrolan sebab saya benar-benar tidak menemukan konteks apa yang sedang dibicarakan. Tentang tokoh yang entah siapa, metode yang bagaimana, pementasan oleh siapa, dan semacamnya. Rasanya berdosa sekali. Saya jadi meragukan keteateran dalam diri ini. Letaknya sebelah mana, ya?

Kemudian saya sadar bahwa apa yang mereka tahu dan pahami, adalah buah dari proses belajarnya selama ini. Kalau ternyata saya tidak tahu, berarti saya belum belajar sampai sana. Jika saya ingat-ingat lagi, saya memang belum secara penuh menaruh prioritas pada bidang ini, pada Kalangan. Walaupun sudah terlibat di sebagian besar pementasan, tak serta merta membuat saya menjadi “teater”. Saya belum benar-benar belajar dan menyelaminya lebih dalam. Dulu saya mungkin sempat mengelak untuk mengakui bahwa Kalangan memang ada di urutan sekian, tetapi seiring waktu, saya menyadari dan mengiyakan bahwa selama ini saya tidak benar-benar fokus untuk menjalaninya.

“Lalu kau ingin mendaku diri sebagai apa?” tanya Suma pada suatu kesempatan.

Sulit sekali menjawab pertanyaan itu. Tapi satu yang pasti, saya tidak berniat untuk menjadi sutradara. Ini juga yang membuat saya merasa berat hati ketika Kalangan akan mengagendakan Mulang Muruk, dengan menunjuk beberapa anggotanya untuk menyutradarai pementasan. Apalagi, pementasan ini digadang-gadang jadi representasi dari apa yang telah kami dapat dan pelajari sejak menjadikan diri sebagai bagian dari Kalangan. Double kill untuk saya. Sadar bahwa saya belum tahu apa-apa, lalu diharuskan menjadi sesuatu yang tidak saya minati. Hmmmm, berat sekali.

Namun, ya, kejelasan bahwa saya tidak berminat jadi sutradara, memang tidak cukup menjawab pertanyaan sebelumnya. Saya ingin jadi apa, ya?

Barulah setelah pertemuan di awal Januari itu, saya menjadi lebih yakin untuk membawa diri ini ke arah mana. Beberapa hari setelah pertemuan itu, saya sempat menonton kembali beberapa dokumentasi pentas tahun-tahun sebelumnya. Malah jadi senyum-senyum sendiri. Sempat juga merasa ingin memperbaiki situasi karena sadar harusnya adegan itu bisa jadi adegan yang lebih baik. Saat itu saya merasa ada percikan yang meletup kecil di dalam diri. Seperti merasakan lagi nikmatnya bermain peran dan menjadi tokoh yang lain.

Di Kalangan sendiri, saya memang biasa mengambil peran sebagai aktor atau pimpinan produksi juga dalam beberapa kesempatan. Belajar jadi aktor, adalah hal pertama yang membuat saya jatuh hati dan memutuskan untuk berada jalur teater, sehingga mempelajari lagi tentang bidang ini, saya pikir adalah jawaban untuk pertanyaan di atas. Namun, ketika saya tahu minat ini cenderung ke arah mana, ternyata muncul juga rasa tidak percaya diri itu. Karena saya merasa belum punya pegangan, belum punya dasar yang kuat, dan metode yang pasti untuk menggali dan mengeksplor keaktoran itu.

Dalam keseharian di luar teater, saya bekerja di sebuah media jurnalisme warga di Bali. Di sini, saya berperan sebagai koordinator di bagian kerja sama dan komunikasi. Saya juga menjadi penanggung jawab untuk beberapa program dan kegiatan. Kelihatannya kerja-kerja ini memang tidak berhubungan dengan apa yang saya jalani di teater. Atau jangan-jangan hanya saya yang menganggap bahwa kerja-kerja di dua jalur ini tak pernah ada persinggungan? Sehingga lama pula saya merasa adanya missing link di antara keduanya. Sekian lama saya tidak bisa menemukan satu titik yang menjadi penghubung atau titik temu antara dunia teater dan dunia kerja yang saya geluti. Kecurigaan lainnya adalah, jangan-jangan cara saya memaknai teater lah yang keliru selama ini?

Dari kendala-kendala yang saya temukan, saya pikir teater itu hanya saya pandang sebagai kerja-kerja panggung yang radarnya diaktifkan untuk tujuan pertunjukan saja. Lalu ketika tidak dalam rangka pertunjukan, ke  manakah dia? Disadari atau tidak, ternyata saya meletakkan teater itu di tempat yang lain dan terpisah dengan diri saya. Sehingga ketika berada di luar jam latihan yang telah disepakati, ia tidak dilatih, dipupuk, dan diperkaya, dan membuat saya tidak bisa melihat titik temu antara teater dengan realitas serta narasi-narasi yang terjadi dan berkelindan di sekitarnya, salah satunya di dunia kerja itu.

Harapan saya, tahun ini bisa mengasah ketajaman teater dalam diri saya. Agar bisa melihat lebih jelas lagi titik temu itu, sehingga kerja-kerja yang saya lakukan di kedua jalur ini bisa saling menguatkan satu sama lain. Bagaimana caranya? “Mari coba lebih peka lagi,” kata saya pada diri. Langkah selanjutnya, kita cari lagi nanti. [T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jaja Sengait” dan Gula Pedawa | Dan Hal Lain yang Bertautan dengan Pohon Aren

Next Post

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Iin Valentine

Iin Valentine

Sedang belajar teater. Suka buku, musik, dan foto. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co