2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine by Iin Valentine
February 25, 2021
in Esai
Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine | Teater Kalangan

Awal tahun 2021 boleh jadi awal yang berbeda untuk Teater Kalangan. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya setelah melangkah lima tahun dari kelahirannya, kelompok ini merealisasikan satu agenda yang sebenarnya sudah cukup lama diwacanakan. Agenda yang menurut orang lain bisa jadi tak memiliki arti seistimewa seperti yang kami –atau paling tidak, saya– rasakan.

Sebelumnya kami memang memiliki banyak kesempatan untuk bertemu, berkumpul, dan berkegiatan bersama. Namun rekreasi (sambil rapat agenda tipis-tipis) di Ubud pada 1-3 Januari lalu jadi semacam suntikan energi baru lagi untuk kami. Perjalanan ini baru sebentar, usia kelompok pun masih sangat muda. Namun saya merasa rentang waktu itu sungguh padat bagi Kalangan. Bahkan untuk rekreasi pun, baru bisa direalisasikan setelah lima tahun kami bersama, hahahaha… Tak apa, toh juga semua akan terjadi kalau sudah sampai pada waktunya, jadi mari kita syukuri saja.

Seperti saya bersyukur ada di lingkaran ini. Bagi saya yang pemalas ini, punya teman-teman seperti Kalangan, adalah hal yang mahal. Sebab dari mereka saya dengar dan tau hal-hal baru di dunia persilatan ini. Tapi pernah juga beberapa kali merasa hilang dan tersesat di tengah obrolan sebab saya benar-benar tidak menemukan konteks apa yang sedang dibicarakan. Tentang tokoh yang entah siapa, metode yang bagaimana, pementasan oleh siapa, dan semacamnya. Rasanya berdosa sekali. Saya jadi meragukan keteateran dalam diri ini. Letaknya sebelah mana, ya?

Kemudian saya sadar bahwa apa yang mereka tahu dan pahami, adalah buah dari proses belajarnya selama ini. Kalau ternyata saya tidak tahu, berarti saya belum belajar sampai sana. Jika saya ingat-ingat lagi, saya memang belum secara penuh menaruh prioritas pada bidang ini, pada Kalangan. Walaupun sudah terlibat di sebagian besar pementasan, tak serta merta membuat saya menjadi “teater”. Saya belum benar-benar belajar dan menyelaminya lebih dalam. Dulu saya mungkin sempat mengelak untuk mengakui bahwa Kalangan memang ada di urutan sekian, tetapi seiring waktu, saya menyadari dan mengiyakan bahwa selama ini saya tidak benar-benar fokus untuk menjalaninya.

“Lalu kau ingin mendaku diri sebagai apa?” tanya Suma pada suatu kesempatan.

Sulit sekali menjawab pertanyaan itu. Tapi satu yang pasti, saya tidak berniat untuk menjadi sutradara. Ini juga yang membuat saya merasa berat hati ketika Kalangan akan mengagendakan Mulang Muruk, dengan menunjuk beberapa anggotanya untuk menyutradarai pementasan. Apalagi, pementasan ini digadang-gadang jadi representasi dari apa yang telah kami dapat dan pelajari sejak menjadikan diri sebagai bagian dari Kalangan. Double kill untuk saya. Sadar bahwa saya belum tahu apa-apa, lalu diharuskan menjadi sesuatu yang tidak saya minati. Hmmmm, berat sekali.

Namun, ya, kejelasan bahwa saya tidak berminat jadi sutradara, memang tidak cukup menjawab pertanyaan sebelumnya. Saya ingin jadi apa, ya?

Barulah setelah pertemuan di awal Januari itu, saya menjadi lebih yakin untuk membawa diri ini ke arah mana. Beberapa hari setelah pertemuan itu, saya sempat menonton kembali beberapa dokumentasi pentas tahun-tahun sebelumnya. Malah jadi senyum-senyum sendiri. Sempat juga merasa ingin memperbaiki situasi karena sadar harusnya adegan itu bisa jadi adegan yang lebih baik. Saat itu saya merasa ada percikan yang meletup kecil di dalam diri. Seperti merasakan lagi nikmatnya bermain peran dan menjadi tokoh yang lain.

Di Kalangan sendiri, saya memang biasa mengambil peran sebagai aktor atau pimpinan produksi juga dalam beberapa kesempatan. Belajar jadi aktor, adalah hal pertama yang membuat saya jatuh hati dan memutuskan untuk berada jalur teater, sehingga mempelajari lagi tentang bidang ini, saya pikir adalah jawaban untuk pertanyaan di atas. Namun, ketika saya tahu minat ini cenderung ke arah mana, ternyata muncul juga rasa tidak percaya diri itu. Karena saya merasa belum punya pegangan, belum punya dasar yang kuat, dan metode yang pasti untuk menggali dan mengeksplor keaktoran itu.

Dalam keseharian di luar teater, saya bekerja di sebuah media jurnalisme warga di Bali. Di sini, saya berperan sebagai koordinator di bagian kerja sama dan komunikasi. Saya juga menjadi penanggung jawab untuk beberapa program dan kegiatan. Kelihatannya kerja-kerja ini memang tidak berhubungan dengan apa yang saya jalani di teater. Atau jangan-jangan hanya saya yang menganggap bahwa kerja-kerja di dua jalur ini tak pernah ada persinggungan? Sehingga lama pula saya merasa adanya missing link di antara keduanya. Sekian lama saya tidak bisa menemukan satu titik yang menjadi penghubung atau titik temu antara dunia teater dan dunia kerja yang saya geluti. Kecurigaan lainnya adalah, jangan-jangan cara saya memaknai teater lah yang keliru selama ini?

Dari kendala-kendala yang saya temukan, saya pikir teater itu hanya saya pandang sebagai kerja-kerja panggung yang radarnya diaktifkan untuk tujuan pertunjukan saja. Lalu ketika tidak dalam rangka pertunjukan, ke  manakah dia? Disadari atau tidak, ternyata saya meletakkan teater itu di tempat yang lain dan terpisah dengan diri saya. Sehingga ketika berada di luar jam latihan yang telah disepakati, ia tidak dilatih, dipupuk, dan diperkaya, dan membuat saya tidak bisa melihat titik temu antara teater dengan realitas serta narasi-narasi yang terjadi dan berkelindan di sekitarnya, salah satunya di dunia kerja itu.

Harapan saya, tahun ini bisa mengasah ketajaman teater dalam diri saya. Agar bisa melihat lebih jelas lagi titik temu itu, sehingga kerja-kerja yang saya lakukan di kedua jalur ini bisa saling menguatkan satu sama lain. Bagaimana caranya? “Mari coba lebih peka lagi,” kata saya pada diri. Langkah selanjutnya, kita cari lagi nanti. [T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jaja Sengait” dan Gula Pedawa | Dan Hal Lain yang Bertautan dengan Pohon Aren

Next Post

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Iin Valentine

Iin Valentine

Sedang belajar teater. Suka buku, musik, dan foto. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co