23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Putri Wulan by Putri Wulan
January 14, 2021
in Esai
Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Processed with VSCO with k3 preset

Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia tempat ia mukim, bertubuh besar dan jelek adalah sebuah kesalahan, ditanggung sendiri seumur hidup, seperti dosa perbuatan masa lalu.

Sepanjang hidupnya penuh dengan luka. Luka yang tidak dilihat orang yang membuat mereka semakin melukainya karena tak sedikit pun luka-luka itu terlihat dalam tubuh. Raksasa tidak melawan, karena apa? Karena Raksasa tahu mereka semua berkata benar. Tapi pantaskah cara mereka menyerang raksasa seperti ini? Dari luka yang dirasakan dan melihat seputar kehidupan si Raksasa ini tentu saja jawabannya adalah tidak. Kalau pun Raksasa menyerang, orang-orang akan lebih kejam terhadapnya.

Selama ini Si Raksasa hidup di ‘ruang nyaman’. Jauh dari orang-orang, bahkan jauh dari keluarga. Ayahnya dulu juga seorang raksasa, tapi karena suatu keadaan, dan mungkin Tuhan “sayang” padanya, beliau kembali menjadi manusia dengan tubuh sesuai standar kemanusiaan.

Ayahnya menuntut agar Si Raksasa bisa mengikuti jejaknya. Ayahnya bahkan tidak berkaca ketika ia menjadi seorang Raksasa, ia menjatuhkan dan mem-bully putrinya, tidak hanya putrinya, iya juga mengeluh dan mengoceh soal perilaku manusia. Karena tidak menginginkannya, tidak diturutilah saran Sang Ayah.

Tapi seperti layaknya ia melawan dunia, ia semakin dibenci. Ibunya? Problematik. Tidak perlu dibahas. Ia melukai Si Raksasa dengan cara lain.

Bagaimana cara orang menyerang? Bukan dengan pisau belati, atau senjata lainnya, melainkan mulut mereka sendiri. Ya, mulut bisa melukai lebih dalam dari hanya sekedar senjata tajam.

Tuntutan kehidupan membuat Raksasa juga harus keluar dari ‘ruang nyaman’nya, tapi di manapun Si Raksasa berada, selalu dipandang aneh, selalu di hina, bahkan orang yang baru ia temui lancang berkata tak pantas. Apabila luka-luka tersebut dapat ia perjual belikan, mungkin ia sudah menjadi raksasa yang kaya raya saat ini.

Sayangnya tidak bisa. Apakah dengan demikian membuat Si Raksasa berubah pikiran dan ingin menjadi manusia? Bisa ya, dan bisa tidak. Ya, karena jika ia menjadi manusia seutuhnya, dengan standar tubuh dan kecantikan manusia, ia akan lebih dihargai. Orang-orang akan melihatnya, ia  jadi banyak teman, disukai semua orang, dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Dan bisa menjadi pilihannya adalah tidak, karena dipikirnya, jika ia menjadi seorang manusia, maka ia akan memiliki mulut yang sama dengan manusia pada umunya, tajam, dan suka melukai.

Pilihan tersebut, tidaklah langsung ia telan mentah-mentah. Menurutnya, pilihan ya atau tidak kembalilah pada awal karakter mereka, contoh saja Si Ayah, seperti lupa akan masa lalunya yang juga seorang Raksasa, setelah jadi manusia sifat dan karakternya tidak berubah. Di sini Si Raksasa merasa beruntung masih memiliki perasaan dan dan otak untuk berpikir. 

Lantas, Manusia bukannya juga diberkahi otak? Ya tentu, tapi jarang dipakai. Mulut mereka selalu menang dibandingkan otak mereka.

“Seandainya mereka mempergunakan otak mereka terlebih dahulu sebelum berbicara.” Benak raksasa selalu berkata demikian setiap kali manusia dan mulut mereka mencaci maki.

Apa yang dilakukan si Raksasa apabila sedih sudah tidak bisa dibendung? Menangis, seperti biasa. Apa ia membenci manusia? Tidak. Ia membenci dirinya sendiri menyalahkan mengapa ia ‘berbeda’. Kesabaran si Raksasa sering kali habis, untuk membuatnya bangkit ia hanya butuh berada di ‘ruang nyaman’nya, merenung, menghabiskan kesedihan sampai energinya kembali pulih, dan siap untuk di caci maki dilain hari, sedih tak terbendung, merenung, energy kembali, siap akan cacian lainya begitu seterusnya.

Apa tidak lelah? Sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Karena semua percuma. Toh, para manusia tidak akan pernah mendengar. Melawan? Untuk apa? Tiada guna karena melawan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Kalian kira, Si Raksasa tidak pernah melakukan usaha untuk mencoba memiliki tubuh standar manusia? Tidak makan, pernah ia lakukan, malah sakit di kemudian hari. Hanya memkana sayur mayur, pernah. Karena tidak ada asupan protein ia menjadi lemas, dan ujung-ujungnya sakit lagi.

Berolah raga? Juga pernah tapi tak pernah bertahan lama, dan ia tak nyaman menjalaninya. “untuk apa aku melakukan semua kegiatan ini kalau hanya ingin menyenagkan hati orang lain? Apa aku harus kesampingkan perasaan dan nyamanku? Untuk membuat mereka senang?”

Si Raksasa memiliki banyak keahlian, tapi tak ia tunjukan karena minder dan merasa tak pantas. “Orang-orang saja tidak melihatku, bagaimana ia bisa menghargai karyaku?” Untuk ‘menyembuhkan’ dirinya, ia selalu membuat karangan-karangan yang iya tulis berdasarkan apa yang ia alami.

Jika ada suatu hari kelak, yang bertanya mengapa tulisan-tulisan ini begitu menyedihkan, jawabannya karena tak satupun bahagia ia rasakan selama hidup. “Bagaimana bisa aku menulis tentang kebahagiaan kalau aku tidak pernah merasakannya? Jangankan itu, membayangkannya saja sulit, karena aku tidak tahu seperti apa bahagia itu”

“Suatu hari, ketika aku tidak lagi ada di sini, jangan mencariku kalau kau hanya merasa kehilangan seorang Raksasa untuk dihina.”

“Suatu hari, dimana aku tidak lagi ada di hadapan kalian, jangan ratapi mulut kalian yang tak lagi dapat menghina.” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengetuk Pintu dan Memasuki Suatu Komunitas || Dari Buku “Melawan Setan Bermata Runcing”

Next Post

Jarum Sudah Disuntikkan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Jarum Sudah Disuntikkan

Jarum Sudah Disuntikkan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co