23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Putri Wulan by Putri Wulan
January 14, 2021
in Esai
Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Processed with VSCO with k3 preset

Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia tempat ia mukim, bertubuh besar dan jelek adalah sebuah kesalahan, ditanggung sendiri seumur hidup, seperti dosa perbuatan masa lalu.

Sepanjang hidupnya penuh dengan luka. Luka yang tidak dilihat orang yang membuat mereka semakin melukainya karena tak sedikit pun luka-luka itu terlihat dalam tubuh. Raksasa tidak melawan, karena apa? Karena Raksasa tahu mereka semua berkata benar. Tapi pantaskah cara mereka menyerang raksasa seperti ini? Dari luka yang dirasakan dan melihat seputar kehidupan si Raksasa ini tentu saja jawabannya adalah tidak. Kalau pun Raksasa menyerang, orang-orang akan lebih kejam terhadapnya.

Selama ini Si Raksasa hidup di ‘ruang nyaman’. Jauh dari orang-orang, bahkan jauh dari keluarga. Ayahnya dulu juga seorang raksasa, tapi karena suatu keadaan, dan mungkin Tuhan “sayang” padanya, beliau kembali menjadi manusia dengan tubuh sesuai standar kemanusiaan.

Ayahnya menuntut agar Si Raksasa bisa mengikuti jejaknya. Ayahnya bahkan tidak berkaca ketika ia menjadi seorang Raksasa, ia menjatuhkan dan mem-bully putrinya, tidak hanya putrinya, iya juga mengeluh dan mengoceh soal perilaku manusia. Karena tidak menginginkannya, tidak diturutilah saran Sang Ayah.

Tapi seperti layaknya ia melawan dunia, ia semakin dibenci. Ibunya? Problematik. Tidak perlu dibahas. Ia melukai Si Raksasa dengan cara lain.

Bagaimana cara orang menyerang? Bukan dengan pisau belati, atau senjata lainnya, melainkan mulut mereka sendiri. Ya, mulut bisa melukai lebih dalam dari hanya sekedar senjata tajam.

Tuntutan kehidupan membuat Raksasa juga harus keluar dari ‘ruang nyaman’nya, tapi di manapun Si Raksasa berada, selalu dipandang aneh, selalu di hina, bahkan orang yang baru ia temui lancang berkata tak pantas. Apabila luka-luka tersebut dapat ia perjual belikan, mungkin ia sudah menjadi raksasa yang kaya raya saat ini.

Sayangnya tidak bisa. Apakah dengan demikian membuat Si Raksasa berubah pikiran dan ingin menjadi manusia? Bisa ya, dan bisa tidak. Ya, karena jika ia menjadi manusia seutuhnya, dengan standar tubuh dan kecantikan manusia, ia akan lebih dihargai. Orang-orang akan melihatnya, ia  jadi banyak teman, disukai semua orang, dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Dan bisa menjadi pilihannya adalah tidak, karena dipikirnya, jika ia menjadi seorang manusia, maka ia akan memiliki mulut yang sama dengan manusia pada umunya, tajam, dan suka melukai.

Pilihan tersebut, tidaklah langsung ia telan mentah-mentah. Menurutnya, pilihan ya atau tidak kembalilah pada awal karakter mereka, contoh saja Si Ayah, seperti lupa akan masa lalunya yang juga seorang Raksasa, setelah jadi manusia sifat dan karakternya tidak berubah. Di sini Si Raksasa merasa beruntung masih memiliki perasaan dan dan otak untuk berpikir. 

Lantas, Manusia bukannya juga diberkahi otak? Ya tentu, tapi jarang dipakai. Mulut mereka selalu menang dibandingkan otak mereka.

“Seandainya mereka mempergunakan otak mereka terlebih dahulu sebelum berbicara.” Benak raksasa selalu berkata demikian setiap kali manusia dan mulut mereka mencaci maki.

Apa yang dilakukan si Raksasa apabila sedih sudah tidak bisa dibendung? Menangis, seperti biasa. Apa ia membenci manusia? Tidak. Ia membenci dirinya sendiri menyalahkan mengapa ia ‘berbeda’. Kesabaran si Raksasa sering kali habis, untuk membuatnya bangkit ia hanya butuh berada di ‘ruang nyaman’nya, merenung, menghabiskan kesedihan sampai energinya kembali pulih, dan siap untuk di caci maki dilain hari, sedih tak terbendung, merenung, energy kembali, siap akan cacian lainya begitu seterusnya.

Apa tidak lelah? Sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Karena semua percuma. Toh, para manusia tidak akan pernah mendengar. Melawan? Untuk apa? Tiada guna karena melawan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Kalian kira, Si Raksasa tidak pernah melakukan usaha untuk mencoba memiliki tubuh standar manusia? Tidak makan, pernah ia lakukan, malah sakit di kemudian hari. Hanya memkana sayur mayur, pernah. Karena tidak ada asupan protein ia menjadi lemas, dan ujung-ujungnya sakit lagi.

Berolah raga? Juga pernah tapi tak pernah bertahan lama, dan ia tak nyaman menjalaninya. “untuk apa aku melakukan semua kegiatan ini kalau hanya ingin menyenagkan hati orang lain? Apa aku harus kesampingkan perasaan dan nyamanku? Untuk membuat mereka senang?”

Si Raksasa memiliki banyak keahlian, tapi tak ia tunjukan karena minder dan merasa tak pantas. “Orang-orang saja tidak melihatku, bagaimana ia bisa menghargai karyaku?” Untuk ‘menyembuhkan’ dirinya, ia selalu membuat karangan-karangan yang iya tulis berdasarkan apa yang ia alami.

Jika ada suatu hari kelak, yang bertanya mengapa tulisan-tulisan ini begitu menyedihkan, jawabannya karena tak satupun bahagia ia rasakan selama hidup. “Bagaimana bisa aku menulis tentang kebahagiaan kalau aku tidak pernah merasakannya? Jangankan itu, membayangkannya saja sulit, karena aku tidak tahu seperti apa bahagia itu”

“Suatu hari, ketika aku tidak lagi ada di sini, jangan mencariku kalau kau hanya merasa kehilangan seorang Raksasa untuk dihina.”

“Suatu hari, dimana aku tidak lagi ada di hadapan kalian, jangan ratapi mulut kalian yang tak lagi dapat menghina.” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengetuk Pintu dan Memasuki Suatu Komunitas || Dari Buku “Melawan Setan Bermata Runcing”

Next Post

Jarum Sudah Disuntikkan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Jarum Sudah Disuntikkan

Jarum Sudah Disuntikkan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co