14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Putri Wulan by Putri Wulan
January 14, 2021
in Esai
Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Processed with VSCO with k3 preset

Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia tempat ia mukim, bertubuh besar dan jelek adalah sebuah kesalahan, ditanggung sendiri seumur hidup, seperti dosa perbuatan masa lalu.

Sepanjang hidupnya penuh dengan luka. Luka yang tidak dilihat orang yang membuat mereka semakin melukainya karena tak sedikit pun luka-luka itu terlihat dalam tubuh. Raksasa tidak melawan, karena apa? Karena Raksasa tahu mereka semua berkata benar. Tapi pantaskah cara mereka menyerang raksasa seperti ini? Dari luka yang dirasakan dan melihat seputar kehidupan si Raksasa ini tentu saja jawabannya adalah tidak. Kalau pun Raksasa menyerang, orang-orang akan lebih kejam terhadapnya.

Selama ini Si Raksasa hidup di ‘ruang nyaman’. Jauh dari orang-orang, bahkan jauh dari keluarga. Ayahnya dulu juga seorang raksasa, tapi karena suatu keadaan, dan mungkin Tuhan “sayang” padanya, beliau kembali menjadi manusia dengan tubuh sesuai standar kemanusiaan.

Ayahnya menuntut agar Si Raksasa bisa mengikuti jejaknya. Ayahnya bahkan tidak berkaca ketika ia menjadi seorang Raksasa, ia menjatuhkan dan mem-bully putrinya, tidak hanya putrinya, iya juga mengeluh dan mengoceh soal perilaku manusia. Karena tidak menginginkannya, tidak diturutilah saran Sang Ayah.

Tapi seperti layaknya ia melawan dunia, ia semakin dibenci. Ibunya? Problematik. Tidak perlu dibahas. Ia melukai Si Raksasa dengan cara lain.

Bagaimana cara orang menyerang? Bukan dengan pisau belati, atau senjata lainnya, melainkan mulut mereka sendiri. Ya, mulut bisa melukai lebih dalam dari hanya sekedar senjata tajam.

Tuntutan kehidupan membuat Raksasa juga harus keluar dari ‘ruang nyaman’nya, tapi di manapun Si Raksasa berada, selalu dipandang aneh, selalu di hina, bahkan orang yang baru ia temui lancang berkata tak pantas. Apabila luka-luka tersebut dapat ia perjual belikan, mungkin ia sudah menjadi raksasa yang kaya raya saat ini.

Sayangnya tidak bisa. Apakah dengan demikian membuat Si Raksasa berubah pikiran dan ingin menjadi manusia? Bisa ya, dan bisa tidak. Ya, karena jika ia menjadi manusia seutuhnya, dengan standar tubuh dan kecantikan manusia, ia akan lebih dihargai. Orang-orang akan melihatnya, ia  jadi banyak teman, disukai semua orang, dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Dan bisa menjadi pilihannya adalah tidak, karena dipikirnya, jika ia menjadi seorang manusia, maka ia akan memiliki mulut yang sama dengan manusia pada umunya, tajam, dan suka melukai.

Pilihan tersebut, tidaklah langsung ia telan mentah-mentah. Menurutnya, pilihan ya atau tidak kembalilah pada awal karakter mereka, contoh saja Si Ayah, seperti lupa akan masa lalunya yang juga seorang Raksasa, setelah jadi manusia sifat dan karakternya tidak berubah. Di sini Si Raksasa merasa beruntung masih memiliki perasaan dan dan otak untuk berpikir. 

Lantas, Manusia bukannya juga diberkahi otak? Ya tentu, tapi jarang dipakai. Mulut mereka selalu menang dibandingkan otak mereka.

“Seandainya mereka mempergunakan otak mereka terlebih dahulu sebelum berbicara.” Benak raksasa selalu berkata demikian setiap kali manusia dan mulut mereka mencaci maki.

Apa yang dilakukan si Raksasa apabila sedih sudah tidak bisa dibendung? Menangis, seperti biasa. Apa ia membenci manusia? Tidak. Ia membenci dirinya sendiri menyalahkan mengapa ia ‘berbeda’. Kesabaran si Raksasa sering kali habis, untuk membuatnya bangkit ia hanya butuh berada di ‘ruang nyaman’nya, merenung, menghabiskan kesedihan sampai energinya kembali pulih, dan siap untuk di caci maki dilain hari, sedih tak terbendung, merenung, energy kembali, siap akan cacian lainya begitu seterusnya.

Apa tidak lelah? Sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Karena semua percuma. Toh, para manusia tidak akan pernah mendengar. Melawan? Untuk apa? Tiada guna karena melawan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Kalian kira, Si Raksasa tidak pernah melakukan usaha untuk mencoba memiliki tubuh standar manusia? Tidak makan, pernah ia lakukan, malah sakit di kemudian hari. Hanya memkana sayur mayur, pernah. Karena tidak ada asupan protein ia menjadi lemas, dan ujung-ujungnya sakit lagi.

Berolah raga? Juga pernah tapi tak pernah bertahan lama, dan ia tak nyaman menjalaninya. “untuk apa aku melakukan semua kegiatan ini kalau hanya ingin menyenagkan hati orang lain? Apa aku harus kesampingkan perasaan dan nyamanku? Untuk membuat mereka senang?”

Si Raksasa memiliki banyak keahlian, tapi tak ia tunjukan karena minder dan merasa tak pantas. “Orang-orang saja tidak melihatku, bagaimana ia bisa menghargai karyaku?” Untuk ‘menyembuhkan’ dirinya, ia selalu membuat karangan-karangan yang iya tulis berdasarkan apa yang ia alami.

Jika ada suatu hari kelak, yang bertanya mengapa tulisan-tulisan ini begitu menyedihkan, jawabannya karena tak satupun bahagia ia rasakan selama hidup. “Bagaimana bisa aku menulis tentang kebahagiaan kalau aku tidak pernah merasakannya? Jangankan itu, membayangkannya saja sulit, karena aku tidak tahu seperti apa bahagia itu”

“Suatu hari, ketika aku tidak lagi ada di sini, jangan mencariku kalau kau hanya merasa kehilangan seorang Raksasa untuk dihina.”

“Suatu hari, dimana aku tidak lagi ada di hadapan kalian, jangan ratapi mulut kalian yang tak lagi dapat menghina.” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengetuk Pintu dan Memasuki Suatu Komunitas || Dari Buku “Melawan Setan Bermata Runcing”

Next Post

Jarum Sudah Disuntikkan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Jarum Sudah Disuntikkan

Jarum Sudah Disuntikkan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co