3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
November 25, 2020
in Esai
“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Foto ilustrasi dari penulis

Tempo hari seusai saya mengikuti kelas perkuliahan tentang manajemen perubahan, ada satu poin yang saya tangkap dari materi hari itu bahwa ternyata “paksaan” adalah satu-satunya metode terampuh untuk bisa mengubah kebiasaan buruk (baca: malas) seseorang. Seperti misal malas belajar, malas membeli buku, malas bangun pagi dan malas-malasan lainnya, setidaknya itulah fakta yang diketahui sejauh ini.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena saya merasa bahwa memang benar begitu adanya. Masyarakat kita memang masih lekat dengan budaya malasnya, maka mau tidak mau sebuah paksaan menjadi “obat” yang sangat dianjurkan untuk mengobati rasa malas tersebut.

Berangkat dari topik diskusi perkuliahan tersebut, saya jadi teringat dengan sebuah pernyataan yang diucapkan oleh Sujiwo Tejo, seorang budayawan dalam sebuah acara TV bahwasannya beliau sangat membenci sebuah kata yang saat ini sedang trend dimana kata tersebut secara tidak sadar adalah salah satu bentuk pencucian otak.

Disisi lain, pernyataan Sujiwo Tejo tentang kata yang dimaksudkan tersebut juga saya alami dalam keseharian saya bahkan saya menemukan kata tambahan selain apa yang diberitahukan oleh Sujiwo Tejo sebelumnya. “Jangan Baper” adalah kata ampuh yang Sujiwo Tejo yakini dan “Minta tolong” ialah kata yang saya yakini juga sangat berpotensi menjadi mesin pencuci otak terbaik dalam dunia kerja.

Namun, sebelum menapak lebih jauh, terlebih dahulu saya akan memberikan contoh tentang fenomena penghalusan makna kata yang terjadi disekitar kita tanpa disadari. Contoh:

“Saya wajibkan kalian untuk membawa buku ini minggu depan. Jika tidak, kalian tidak boleh mengikuti perkuliahan”

Setelah menyimak contoh diatas, apa yang muncul dalam benak kalian para pembaca? Kata “wajib” lebih nyaman digunakan daripada secara tegas menggunakan kata “paksa”. Coba pembaca bayangkan jika kata “wajib” pada contoh diatas diganti dengan kata “paksa”, pasti terkesan agak gimana-gimana gitu kan? Benar, semua ini hanya tentang diksi dan efek psikologis yang diakibatkannya. Ini hanya contoh awal tentang apa inti yang akan kita diskusikan dalam tulisan ini.

Beberapa atasan dalam sebuah perusahaan/organisasi yang saya jumpai atau atasan ditempat teman saya bekerja yang mungkin mengetahui metode paksaan ini, pasti memiliki trik jitu juga agar metode tersebut bisa dijalankan tetapi image diri mereka tetap terjaga seolah mereka masih seperti atasan yang baik, hehe. Salah satu kuncinya adalah dengan menggunakan diksi yang tepat yang memiliki efek psikologis yang manjur. Sebuah diksi dimana ketika karyawan mendengarkan diksi tersebut maka akan muncul perasaan ingin mengerjakan dan sungkan untuk menolaknya.

Eitss, teruntuk atasan yang secara sengaja, saya ulangi SECARA SENGAJA dengan liciknya memanfaatkan 2 diksi tersebut, jangan senang dulu. Tulisan ini hadir sebagai “malaikat tanpa sayap” bagi para karyawan baik yang kalian manfaatkan sebegitunya diluar sana.

Diksi “minta tolong” sangat mungkin digunakan untuk mencuci otak para karyawan karena kata “tolong” secara sisi kemanusiaan, mampu membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ingin membantu orang yang meminta tolong tersebut. Semisal:

“Minta tolong dong, buat laporan keuangan 5 tahun terakhir ya. Dikumpul besok”

Daripada secara langsung menyuruh (baca: memaksa) karyawan tersebut untuk melaksanakan perintahnya, atasan tersebut lebih memilih menambahkan kata “minta tolong” sebelumnya agar terkesan baik dan efek psikologisnya lebih dahsyat jika didengar oleh karyawan.

Lalu, ini adalah diksi yang dimaksudkan oleh Sujiwo Tejo, “jangan baper”. Diksi “jangan baper” juga memiliki dampak yang sama bahkan boleh saya katakan lebih mematikan daripada diksi “minta tolong”. Menurut Sujiwo Tejo, munculnya kata “jangan baper” saat ini sebenarnya secara tak langsung mematikan seseorang jika ingin mengekspresikan diri mereka terhadap sesuatu. Benar, saya pun setuju. Contoh:

“Jangan baper dulu ya, tapi ini emang penting buat kamu. Kayaknya, kamu memang harus olahraga deh soalnya pelanggan risih lihat penampilan kamu”

Nah, kalau sudah dibeginikan, bagaimana karyawan bisa berekspresi atau memberikan pendapat mereka? Karena sedari awal pembicaraan sudah dicegah dengan kata “jangan baper” yang secara halus berarti menyuruh karyawan untuk tidak berargumen apapun meskipun mereka tidak setuju atau ingin menyangga ucapan atasannya.

Jika kedua kata tersebut sering diutarakan kepada karyawan, maka secara tidak disadari itu akan memengaruhi bagaimana pola pikir atau mindset karyawan terhadap segala perintah yang diberikan kepada mereka. Karyawan akan menganggap bahwa semua itu baik-baik saja dan wajar- wajar saja.

Namun, itulah sesungguhnya tujuan dari pencucian otak tersebut. Atasan ingin membuat karyawan berpikir bahwa hal tersebut memang wajar saja. Wajar kalau karyawan membantu atasan yang meminta tolong, wajar kalau karyawan mengalah saat berdiskusi dengan atasan karena tidak boleh bawa perasaan saat diberikan masukan (yang belum tentu juga membangun).

Namun sebelum tulisan ini saya sudahi, saya ingin menggaris bawahi bahwa tidak semua penggunaan diksi tersebut berdampak negative alias mampu mencuci otak orang lain. Akan tetapi layaknya sebuah pisau, ia bisa digunakan untuk memotong buah juga bisa untuk membunuh seseorang.

Sama halnya dengan sebuah kata-kata yang bisa dimanfaatkan dengan bijak atau digunakan dengan licik (ada tujuan tertentu). Semua kembali ke diri kita masing-masing. Kata hanyalah kata, namun mulut bisa mengubah kata menjadi pisau tajam. Waspadalah, jangan sampai otak kalian dicuci!

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekologi dalam Kata

Next Post

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co