24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
November 25, 2020
in Esai
“Minta Tolong” dan “Jangan Baper”, Kata-kata Ampuh Untuk Mencuci Otak Para Karyawan!

Foto ilustrasi dari penulis

Tempo hari seusai saya mengikuti kelas perkuliahan tentang manajemen perubahan, ada satu poin yang saya tangkap dari materi hari itu bahwa ternyata “paksaan” adalah satu-satunya metode terampuh untuk bisa mengubah kebiasaan buruk (baca: malas) seseorang. Seperti misal malas belajar, malas membeli buku, malas bangun pagi dan malas-malasan lainnya, setidaknya itulah fakta yang diketahui sejauh ini.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena saya merasa bahwa memang benar begitu adanya. Masyarakat kita memang masih lekat dengan budaya malasnya, maka mau tidak mau sebuah paksaan menjadi “obat” yang sangat dianjurkan untuk mengobati rasa malas tersebut.

Berangkat dari topik diskusi perkuliahan tersebut, saya jadi teringat dengan sebuah pernyataan yang diucapkan oleh Sujiwo Tejo, seorang budayawan dalam sebuah acara TV bahwasannya beliau sangat membenci sebuah kata yang saat ini sedang trend dimana kata tersebut secara tidak sadar adalah salah satu bentuk pencucian otak.

Disisi lain, pernyataan Sujiwo Tejo tentang kata yang dimaksudkan tersebut juga saya alami dalam keseharian saya bahkan saya menemukan kata tambahan selain apa yang diberitahukan oleh Sujiwo Tejo sebelumnya. “Jangan Baper” adalah kata ampuh yang Sujiwo Tejo yakini dan “Minta tolong” ialah kata yang saya yakini juga sangat berpotensi menjadi mesin pencuci otak terbaik dalam dunia kerja.

Namun, sebelum menapak lebih jauh, terlebih dahulu saya akan memberikan contoh tentang fenomena penghalusan makna kata yang terjadi disekitar kita tanpa disadari. Contoh:

“Saya wajibkan kalian untuk membawa buku ini minggu depan. Jika tidak, kalian tidak boleh mengikuti perkuliahan”

Setelah menyimak contoh diatas, apa yang muncul dalam benak kalian para pembaca? Kata “wajib” lebih nyaman digunakan daripada secara tegas menggunakan kata “paksa”. Coba pembaca bayangkan jika kata “wajib” pada contoh diatas diganti dengan kata “paksa”, pasti terkesan agak gimana-gimana gitu kan? Benar, semua ini hanya tentang diksi dan efek psikologis yang diakibatkannya. Ini hanya contoh awal tentang apa inti yang akan kita diskusikan dalam tulisan ini.

Beberapa atasan dalam sebuah perusahaan/organisasi yang saya jumpai atau atasan ditempat teman saya bekerja yang mungkin mengetahui metode paksaan ini, pasti memiliki trik jitu juga agar metode tersebut bisa dijalankan tetapi image diri mereka tetap terjaga seolah mereka masih seperti atasan yang baik, hehe. Salah satu kuncinya adalah dengan menggunakan diksi yang tepat yang memiliki efek psikologis yang manjur. Sebuah diksi dimana ketika karyawan mendengarkan diksi tersebut maka akan muncul perasaan ingin mengerjakan dan sungkan untuk menolaknya.

Eitss, teruntuk atasan yang secara sengaja, saya ulangi SECARA SENGAJA dengan liciknya memanfaatkan 2 diksi tersebut, jangan senang dulu. Tulisan ini hadir sebagai “malaikat tanpa sayap” bagi para karyawan baik yang kalian manfaatkan sebegitunya diluar sana.

Diksi “minta tolong” sangat mungkin digunakan untuk mencuci otak para karyawan karena kata “tolong” secara sisi kemanusiaan, mampu membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ingin membantu orang yang meminta tolong tersebut. Semisal:

“Minta tolong dong, buat laporan keuangan 5 tahun terakhir ya. Dikumpul besok”

Daripada secara langsung menyuruh (baca: memaksa) karyawan tersebut untuk melaksanakan perintahnya, atasan tersebut lebih memilih menambahkan kata “minta tolong” sebelumnya agar terkesan baik dan efek psikologisnya lebih dahsyat jika didengar oleh karyawan.

Lalu, ini adalah diksi yang dimaksudkan oleh Sujiwo Tejo, “jangan baper”. Diksi “jangan baper” juga memiliki dampak yang sama bahkan boleh saya katakan lebih mematikan daripada diksi “minta tolong”. Menurut Sujiwo Tejo, munculnya kata “jangan baper” saat ini sebenarnya secara tak langsung mematikan seseorang jika ingin mengekspresikan diri mereka terhadap sesuatu. Benar, saya pun setuju. Contoh:

“Jangan baper dulu ya, tapi ini emang penting buat kamu. Kayaknya, kamu memang harus olahraga deh soalnya pelanggan risih lihat penampilan kamu”

Nah, kalau sudah dibeginikan, bagaimana karyawan bisa berekspresi atau memberikan pendapat mereka? Karena sedari awal pembicaraan sudah dicegah dengan kata “jangan baper” yang secara halus berarti menyuruh karyawan untuk tidak berargumen apapun meskipun mereka tidak setuju atau ingin menyangga ucapan atasannya.

Jika kedua kata tersebut sering diutarakan kepada karyawan, maka secara tidak disadari itu akan memengaruhi bagaimana pola pikir atau mindset karyawan terhadap segala perintah yang diberikan kepada mereka. Karyawan akan menganggap bahwa semua itu baik-baik saja dan wajar- wajar saja.

Namun, itulah sesungguhnya tujuan dari pencucian otak tersebut. Atasan ingin membuat karyawan berpikir bahwa hal tersebut memang wajar saja. Wajar kalau karyawan membantu atasan yang meminta tolong, wajar kalau karyawan mengalah saat berdiskusi dengan atasan karena tidak boleh bawa perasaan saat diberikan masukan (yang belum tentu juga membangun).

Namun sebelum tulisan ini saya sudahi, saya ingin menggaris bawahi bahwa tidak semua penggunaan diksi tersebut berdampak negative alias mampu mencuci otak orang lain. Akan tetapi layaknya sebuah pisau, ia bisa digunakan untuk memotong buah juga bisa untuk membunuh seseorang.

Sama halnya dengan sebuah kata-kata yang bisa dimanfaatkan dengan bijak atau digunakan dengan licik (ada tujuan tertentu). Semua kembali ke diri kita masing-masing. Kata hanyalah kata, namun mulut bisa mengubah kata menjadi pisau tajam. Waspadalah, jangan sampai otak kalian dicuci!

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekologi dalam Kata

Next Post

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Dari Anjing Hingga Babi, Babi, Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co